JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Gaun Anti Pelakor


__ADS_3

🌿🌿🌿


Sangat disia-siakan jika berliburan ke tempat seperti ini tidak memanfaatkan suasana alamnya, dan itu membuat Melani ingin sekali melancong ke segala tempat. Ia menyudahi aksi nakal suaminya yang kembali berulah saat ia baru saja keluar dari kamar mandi. Setelah percintaan panas yang berlangsung seharian penuh, wanita itu kotar-katir ke kamar mandi saat sang suami memulihkan tenaganya disamping Melani. dan itu adalah kesempatan bagus untuk kabur dan memilih mandi, apalagi hari sudah sore.


"Sayang, ayolah ... aku pengen lagi."


"Nanti malam ya ... Aku ingin jalan-jalan ke Pantai, bosan ditengah laut mulu." gerutunya


"Baiklah, tapi janji nanti malam!" Raffa tampak semangat


"Hm!" Melani mengangguk, terpaksa menjanjikan itu. Raffa bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang basah akan menyatunya keringat mereka. Sedangkan Melani ia bergegas mengenakan dress pantai. namun, tatapannya tertuju pada kotak kado didalam kopernya, ia ingat bila itu adalah milik Chika, sang sahabat.


"Astaga! aku bahkan lupa membuka kotak itu, kira-kira isinya apa, ya?" Melani menerka-nerka, ia bergegas mengambil kotak tersebut dan membukanya.


Tiga set lingerie yang begitu seksi dengan warna yang berbeda. Matanya melotot menatap gaun kurang bahan itu, sangat terbuka dan--itu sungguh menggelikan buatnya.


"Chika! apa yang kau berikan!" teriaknya, ia menatap tak percaya. Melani kembali beralih mengambil sepucuk surat yang diselipkan di kotak tersebut.


Kenakanlah gaun itu, Sobat! itu mampu memikat suamimu dan menjauhkannya dari pelakor. Itu baju anti pelakor, kalau tidak kamu kenakan, siap-siaplah pelakor mengejar suamimu. Pakai saat kalian ingin bercinta, pokoknya harus ada teman twins setelah kalian pulang dari honeymoon. Selamat bersenang-senang, emmuach!


"Oh, Tuhan ... dia benar-benar sudah liar dan tidak lugu lagi." gumam Melani tidak percaya


Perempuan itu cepat-cepat menyimpan gaun itu lagi ke dalam koper miliknya dan bergegas mengenakan pakaian saat pendengarannya menangkap decitan pintu kamar mandi yang dibuka.


"Masih belum berpakaian?" Raffa menatap heran


"Belum, hehehehe." Melani cengengesan


Tiba-tiba Raffa menunjukkan senyum nakalnya. "Kamu sengaja ya, ingin menggodaku?" tebaknya


"Enggak! buruan pakai baju!" teriak Melani, perempuan itu tiba-tiba jadi galak


"Jangan galak-galak, Sayang. melihat kamu seperti itu membuatku tertantang untuk melahapmu." ucapnya menyeringai


Melani mendengus kesal. "Coba aja, dua hari nggak akan dapat jatah!" ancamnya, akhirnya ia telah selesai mengenakan pakaian

__ADS_1


"Baiklah-baiklah, aku nggak akan memakanmu sekarang." ucap Raffa, mengalah. Ia pun mengenakan pakaian yang telah dipersiapkan sang istri


Kini sepasang suami istri itu menikmati suasana sore yang sejuk dengan bersepeda disepanjang jembatan Resort menuju daratan. dua sepeda mengantarkan keduanya untuk menjelajahi tempat indah bagaikan surga ini, surga bagi pasangan yang sedang berbulan madu, yang mampu memberikan kehangatan untuk keduanya dalam membentuk mahligai cinta yang bahagia.


Seronoknya menikmati angin sepoi-sepoi selama diperjalanan diatas jembatan itu, bercanda tawa bersama pasangan disampingnya, berpacu melawan arus dan mempercepat lajuan roda hingga tiba di pesisir Pantai.


Raffa kalah telak, sang istri lebih dulu tiba di pantai, pasir halus yang ia pijak tengah menanti kedatangan suaminya.


"Dasar lamban!" ejek Melani setiba sang suami didekatnya


"Kamu kayak bocah! kenapa harus pacu-pacuan segala." gerutu Raffa


"Biar menantang! tapi katanya kamu lebih suka yang menantang, hm?" ledek Melani


"Awas aja nanti setelah makan malam, habis kau!" ancam Raffa, ia kembali melajukan sepedanya ingin menelusuri pantai ini


"Hei, tunggu! teganya dirimu." teriak Melani, ia bergegas mengejar pria tersebut


Raffa menoleh sebentar sembari menjulurkan lidahnya kepada wanita tersebut. membuat Melani semakin geram, ia pun mempercepat lajuan sepeda untuk mengejar lelaki itu.


Sudah satu jam kedua insan ini menjelahi pulau di Kota Maldives, tentu saja masih d area pantai yang memiliki banyak pulau didalamnya. Melani begitu takjub akan indahnya ciptaan Tuhan, dan begitu kagum pada penduduknya yang mampu menjaga keindahan tempat ini dari segala polusi atau pun sampah. menurutnya, ini adalah Kota yang paling bersih.


Melani masih teringat akan lingerie yang Chika berikan, ia tersenyum sendiri sembari bergidik ngeri, mana mungkin ia mengenakan pakaian seperti itu. sungguh menggelikan baginya.


"Kenapa tertawa, hm?" tanya Raffa


"Enggak ada, senang aja." jawab wanita itu sembari tersenyum menatap suaminya


"Senang overdosis ya? sampai segitunya." ledek Raffa


"Apaan sih!" Melani mencubit perut pria itu, berlari menghindar darinya. Raffa tidak akan tinggal diam, ia akan membalas cubitan itu. eh, tidak--mungkin sedikit gelitikan untuk wanita yang ia cintai.


"Hei! nakal ya!" teriak Raffa


**

__ADS_1


Kini keduanya sedang menikmati makan malam di Terowongan Under Water, disekelilingnya terdapat berbagai macam ikan berbagai jenis. ada yang kecil, ada pula yang besar sekelas ikan lumba-lumba. Melani menatap kagum, ia mengetuk-ngetuk tembok kaca disisinya untuk memeriksa apakah ini tahan banting atau tidak. ia takjub, tidak menyangka ada tempat seperti ini, sebuah Restoran dibawah laut.


"Keren, siapa arsitek nya ya?" gumam Melani


"Orang hebat dan jenius tentunya, bukan seperti kamu." ujar Raffa


"Tentu saja bukan seperti aku, aku kan sekelas chef."


"Sombongnya ..." Raffa tergelak, ia kembali melanjutkan makan malamnya


"Biar sombong, yang penting cantik." balasnya dengan bangga, mengibas rambut panjangnya


"Cih!"


Perut kenyang, hati pun senang, itu bagi Raffa, tidak untuk Melani. Melani bangkit dari duduknya setelah boat tiba di Resort milik mereka. perempuan itu menaiki tangga dengan malasnya, disusuli oleh sang suami dibelakang.


"Terlalu cepat untuk pulang." gerutu wanita itu dengan kesalnya


"Masih ada besok hari, kamu harus beristirahat untuk mempersiapkan nanti malam." ucap Raffa, mendudukkan tubuhnya di sofa sembari memandang bulan dan bintang yang bertebaran


"Ya ya ya, baiklah." Melani turut menjatuhkan bokongnya disamping sang suami, membenamkan kepalanya diantara lengan dan ketiak suaminya


Cukup lama memandang bulan, kini hati wanita itu sudah membaik. ia pun teringat akan lingerie yang Chika berikan, Melani tersenyum getir, ia membayangkan tubuhnya dibaluti oleh kain itu.


"Kamu disini dulu, ya. .. aku mau ke dalam." pamit Melani, diangguki oleh Raffa


Melani membentangkan lingerie berwarna merah menyala, ia menggeleng-gelengkan kepala melihatnya. namun jiwa penasaran memenuhi hatinya, menuntun wanita itu untuk mengenakan gaun tersebut.


"Baiklah, Sayang, aku akan memanjakanmu malam ini." ucap Melani tersenyum simpul


Melani telah selesai mengenakan gaun itu, ia menutup wajahnya merasa malu sendiri memandang pantulan tubuh moleknya di cermin. wanita itu bergegas ke depan untuk menemui suaminya, memberikan surprise pada pria itu.


"Sayang." panggilnya dengan lembut, Melani berdiri diambang pintu. mendengar panggilan istrinya, Raffa menoleh ke belakang. seketika saja ia tercengang melihat penampilan itu, Raffa terkesima dan takjub akan pemandangan indah di depannya. dengan susah payah ia menelan salivanya, tatapannya tak pernah lepas dari objek indah ini.


"Mel ..." lirihnya, ia langsung mengejar Melani dengan langkah kaki yang cepat.

__ADS_1


🌿🌿🌿


Bab terpanjang, jangan lupa hadiahnya πŸ˜‰


__ADS_2