
🌴🌴🌴
"Kamu masuk?" Andrew terhenyak melihat keberadaan sang Assisten telah muncul didepan matanya, pria kepercayaannya itu langsung membenamkan tubuhnya di sofa sembari memijit kecil batang hidungnya
"Maaf, Tuan, saya sedikit terlambat." ucap Raffa
"Pulanglah! bukannya kau sedang sakit?" usir Andrew
"Hah! justru Tuan yang pulang."
"Ah sudahlah! apa yang terjadi padamu malam itu? sampai Melani menghubungi istriku untuk menanyaimu." Andrew mulai ingin tahu, menginstrupsi pria malang ini
"Melani nanyai saya?" Raffa terkesiap mendengarnya
"Tentu saja, goblok!" decak pria beranak dua itu
"Hmmm, tidak ada masalah apa-apa, Tuan. yang penting saya pergi ke Club buat minum." ujarnya
"Pasti ada masalah! kau akan ke Club, jika saja sedang bermasalah." Andrew begitu mengenal Assistennya ini, jadi ia tidak salah duga pasti pria dihadapannya tengah dirundung masalah, mungkin saja--perihal perasaan terhadap Melani
__ADS_1
"Ah, kau ini pria pengghibah, Tuan! mau tau saja urusan orang." cibir Raffa, ia kembali bangkit berdiri dan ingin meninggalkan ruangan tersebut
"Yang jelas kau sedang berusaha mengejar Melani, kan? Hahahahah!" tebaknya, entah itu benar atau tidak. Raffa memutar bola matanya, merasa malas melihat atasannya itu.
Kini Raffa telah berada di ruangannya, mulai bergelut dengan alat tempur yang tersusun rapi diatas meja kerjanya. belum saja menyentuh, namun pikirannya kembali bergelayut tentang Melani.
"Bodoh! aku kan punya anak buah, pasti salah satu dari mereka membawaku pulang. kalau benar Melani, pasti wanita itu membutuhkan sopir untuk mengantarku." gumamnya, kali ini pikirannya kembali jernih setelah buntu untuk beberapa saat
Ternyata benar, wanita yang bersamanya malam itu adalah Melani, gadis yang memasang wajah khawatir atas dirinya, gadis yang melindunginya dari para jal*ng disekelilingnya, dan wanita itu pula yang tengah ia peluk kemarin malam. Secercah senyum pun kembali tersirat disudut bibirnya, ia justru tidak menyangka bila Melani menyusul dirinya.
Tapi--tahu darimana wanita itu akan keberadaannya? apakah bisikan jin qorin milik Raffa yang mengatakannya? sungguh mustahil, namun bisa saja itu terjadi seperti yang pernah ia alami sebanyak dua kali.
"Ah, masa bodoh! sepertinya aku harus memerintahkan mereka untuk mengambil rekaman Cctv di Club itu. aku tidak sabar untuk melihat reaksi Melani atas diriku." Raffa semakin percaya diri saja
**
Di kediaman Raffa, Mama Risha yang sedang menjemur pakaian pun sayup-sayup mendengar bunyi bell yang menyaring kuat hingga terdengar ke halaman belakang. Mengingat ia tidak memiliki pembantu, Mama bergegas masuk kedalam rumah dan melangkah cepat menuju ruang tamu.
Ting tong!
__ADS_1
"Bentar!" sorak Mama Risha, hingga langkahnya semakin dekat dengan daun pintu, Mama langsung membuka pelindung kediaman tersebut.
Mama Risha terkesima melihat seorang gadis yang cantik nan ayu, bertandang ke kediamannya pagi-pagi begini. Ia adalah gadis yang mengantarkan sang putra saat tadi malam.
"Nak Mel--lani?"
"Iya, Bu. maaf mengganggu pagi-pagi begini, kata istri Tuan Andrew, Mas Raffa tidak masuk kerja ya? Apa beliau sedang sakit? hmmm ... Maaf, saya kesini ingin menjenguk." Melani menggigit bibirnya, ia berpikir terlalu banyak berbicara kepada si Tuan rumah.
"Ayo masuk!" Mama Risha menuntun gadis ini untuk masuk terlebih dulu. Melani mengangguk, mengayunkan kakinya mengikuti langkah wanita parubaya ini.
"Tadi Mama udah ngelarang dia, tapi masih tetap kekeuh untuk bekerja." ucap Mama, menuntun tamunya untuk duduk di sofa
"Hmmm, berarti nggak ada di rumah?"
"Tidak, mungkin kamu bisa ketemuan di Kantornya." usul Mama Risha
"Hehehehe, Iya benar, Bu. ohya, ini buah tangan dari saya, Bu." Melani menyodorkan parcel buah dan satu box cake kesukaan Raffa
"Wow, ini favoritnya sekali. kamu tau banyak tentang putra saya, ya?" Mama menatap kagum, membuat Melani tersenyum getir karena merasa salah tingkah kepada wanita dihadapannya.
__ADS_1
Mama Risha yang ingin mengetahui lebih dalam lagi hubungan anaknya dengan wanita ini, mendesak Melani untuk menceritakannya. Melani hanya mengatakan bila mereka cukup dekat dan saling terhubung, sebab ia adalah sahabat istri dari atasan pria tersebut. Mama Risha pun mengangguk paham, hingga obrolan keduanya berlangsung cukup lama.
🌴🌴🌴