JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Shopping Man


__ADS_3

🌿🌿🌿


Hari ini adalah hari terakhir Raffa di Bandung, ia baru saja menyelesaikan tugas terakhir pada sore itu bersama Tuan Andrew. Kini kedua pria itu bertandang ke Mall ingin membelikan sesuatu untuk sang istri. Mobil yang dikendarai Sopir pun akhirnya tiba di Mall tersebut, dua lelaki tampan turun dari mobil dengan gagahnya, apalagi masih mengenakan pakaian formal yang membuat kharismanya semakin menguar. tak ayal banyak dari pengunjung yang memgagumi wajah tampan dari kedua pria tersebut.


Derap langkah kaki membentur keramik marmer dengan langkahnya yang gagah dan berwibawa. raut wajah dibuat sedatar mungkin, memberikan kesan cool kepadanya. Raffa dan Andrew menaiki eskalator, mengantarkannya langsung hingga ke lantai dua.


"Mau beli apa, ya? pening aku, perempuan kayak Melani kurang suka sama yang brandad." gerutu Raffa kepada atasannya


"Chika pun begitu. kita beli sajalah,"


Terpaksa kedua lelaki itu mengambil barang brandad berupa baju, tas dan sepatu untuk istri mereka. keduanya masuk kedalam toko dress wanita, menampikkan banyaknya dress yang dipajang pada Mannequin. Raffa menatap satu persatu pakaian itu, mencari dress yang tertutup untuk sang istri.


"Ada dress yang tertutup tapi terlihat ellegant?" tanya Raffa kepada pelayan yang mengekorinya


"Disini, Tuan." Pelayan itu mengajak Raffa ke sisi lain, menunjukkan model dress yang cukup tertutup walau ada sisi yang sedikit terbuka, itu tidak masalah bagi Raffa, yang terpenting keseksian tidak terpampang jelas untuk umum.


cukup lama memilih, Pria itu pun menjatuhkan pilihannya pada wrap dress, midi dress dan of shoulder dress untuk sang istri.


"Ah iya, satu lagi ... ada lingerie?" tanyanya, sedikit membuat wanita itu terkesiap, lalu mengulum senyum ramahnya.


"Ada, Tuan."


Raffa mengambil beragam lingerie yang tentunya berbeda model. dan hal itu tanpa sengaja diperhatikan oleh Andrew dari jarak jauh. Pria itu mendekat, menatap kagum pada Assistennya.


"Woohooo! ekstrem ya pemberiannya?" ledek pria tersebut


"Oh, jelas! setelah diberi oleh-oleh, harus ada upahnya dong." ucap Raffa dengan bangga, dengan tidak tahu malunya mengatakan seperti itu didepan pelayan wanita

__ADS_1


"Ya, benar. tolong, ambilkan untuk saya yang serupa dengan pria ini, tapi beda warna ya." pinta Andrew kepada pelayan yang mengekorinya, ia mengangguk


Oh, Tuhan ... kedua pria ini sungguh membuatku malu sebagai wanita. Batin pelayan yang mengikuti Raffa


Setelah selesai membeli baju, tas dan sepatu, kini keduanya bertandang ke tempat perhiasan. Raffa ingin memberikannya kalung, begitu pula Andrew yang ingin hal serupa untuk sang istri yang sangat ia cintai.


Tidak terasa sudah tiga jam kedua pria tampan itu berada di Mall, para cacing diperut sudah meronta-ronta ingin meminta asupan makanan dari keduanya. Raffa menatap jam dipergelangan tangannya, sontak saja matanya membulat tatkala waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam.


"Sudah jam delapan, Tuan." bisik Raffa, kini kedua pria itu sedang mengantri di kasir Hypermart untuk membayar belanjaan


"Pantasan perutku sudah lapar." sahut Andrew yang berada didepan sang Assisten


"Sama, ternyata ribet ya belanja ginian." gerutunya, diangguki oleh sang atasan


Raffa menatap stroller miliknya, berisi beragam cemilan, buah-buahan, dan kebutuhan lainnya. dan juga lima paperbag ia taruh didalam sana. Sedangkan Andrew, belanjaan dia sebelumnya termasuk mainan balita, ia titipkan kepada sang Sopir. sungguh ribet bagi pria yang sedang shopping.


**


Jalanan Jakarta masih terlihat padat kala malam itu, malam minggu adalah malam yang panjang untuk para kaum muda di Ibukota, bahkan diseantero Indonesia. Raffa baru terjaga dari tidurnya, dan mendapati dirinya sudah berada di Kota kelahirannya.


"Apakah kita sudah sampai, Pak?" tanya Raffa kepada Sopir, ia lihat ke samping, atasannya masih terlelap dengan mulut yang menganga.


"Sudah, Tuan." jawabnya


"Syukurlah." Raffa bernafas dengan lega, ia sudah tidak sabar ingin bertemu dengan sang istri. Pria itu menatap jam dipergelangan tangan, sudah jam sebelas malam dan pasti wanita itu telah terlelap.


Beberapa menit kemudian, ia pun telah tiba di komplek kediamannya. Raffa merogoh kunci rumah, yaitu kunci cadangan yang selalu ia bawa saat bepergian jauh. Mengingat Bibi sudah tidur, tidak mungkin ia membangunkan para pekerjanya.

__ADS_1


Raffa tertegun melihat sang istri sudah terlelap diatas ranjangnya, ia mendekat dan memeluk tubuh itu dari belakang. Mengecup tengkuk leher Melani, menghirup aroma rambutnya yang sangat wangi, sungguh membuat rindunya semakin besar untuk wanita itu


"Aku sudah pulang, Sayang." bisik Raffa


"Kamu telat!" suara itu adalah suara sang istri, berarti Melani belum tidur dan hanya pura-pura saja, pikir Raffa.


Saat itu juga Melani membalikkan tubuhnya menatap sang suami. "Sayang, belum tidur?" tanya Raffa, ia terlonjak kaget melihat Melani yang menaiki tubuhnya, mendudukkan tubuh di pinggang pria itu. terlihat agresif sekali


Melani tersenyum nakal, tapi terlihat sangat horor bagi Raffa


"Sayang, kamu kesambet apa?" pria itu heran


"Kau lambat pulang!" erangnya, menggoyangkan tubuhnya diatas tubuh sang suami


"Oh Sayang ... kamu membuatnya bangun karna ulahmu." desah Raffa, adiknya mulai terbangun didalam sana


"Inilah yang ku inginkan." ucap wanita tersebut


"Oh .... apa kamu ingin bermain diatas?" tanya Raffa, Melani mengangguk. tangannya mulai membuka resleting celana itu, sedangkan Raffa membuka pakaiannya dengan cepat seiring nafas yang menggebu-gebu.


Semuanya sudah terbuka dengan sempurna, anaconda kesayangannya sudah dipegang oleh sang istri.


"Ayo, Sayang ..." desak Raffa


"Hmmm .... enggak jadi." ucap Melani, sembari tersenyum seringai. ia turun dari pangkuan sang suami, tatapannya mengejek pria itu. seolah Melani telah berhasil mengerjainya.


🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2