
🌴🌴🌴
"Sial! kita terjebak dalam rencana mereka!" geram Raffa, mereka baru saja tiba di pesta tersebut
"Pantasan aku merasa ada sesuatu yang buruk." timpal Melani
"Kau sih, bodoh! ngapain mau!"
"Ck! kenapa kau salahkan aku!" geram Melani
"Tentu saja kau bodoh! atau mungkin kau memang ingin berduaan denganku ya?" Raffa menatap lekat padanya, tersenyum seringai
"Ogah!" Melani langsung membuka pintu mobil, melenggang keluar dari kendaraan tersebut. disusuli pula oleh Raffa.
"Kalau mereka ngerjain kita lagi, kita turuti saja. tapi kita berpisah, aku nggak mau jalan sama kamu." gerutu Raffa
"Lagian--siapa juga yang mau jalan sama kamu." cibir Melani
Dan keduanya bergabung dalam kerumunan, bersama para undangan yang lain. Melani mengedarkan pandangan, mencari hidangan makanan yang tersajikan di taman tersebut. kebetulan pertunangan yang dilangsungkan bertema outdoor.
"Aha! itu dia! sesuai kata Chika, makan sepuasnya di pesta orang kaya." Melani antusias sekali melihat hidangan yang sedikit tertutup oleh tubuh undangan lainnya.
Ia pun melangkah pergi, tidak mempedulikan keberadaan Raffa yang bersamanya. menurutnya, yang paling utama saat ini adalah menikmati makanan orang kaya.
Kapan lagi coba? gratis pula.
Raffa yang baru saja selesai melayani salah satu rekan bisnis yang menyapanya, ia membalikkan tubuhnya untuk melihat gadis yang ia bawa. sontak saja ia kaget tidak melihat sosok gadis barbar itu ditempatnya.
"Kemana dia?" Raffa mengedarkan pandangan, menelusuri disetiap sudut dan mencari sosok gadis berbaju dusty.
Hingga, saat ia melihat sosok Melani dari arah sana, tiba-tiba saja pundaknya tengah ditepuk oleh seseorang. dengan terpaksa ia mengurungkan niatnya untuk menghampiri Melani.
Raffa membalikkan badan.
__ADS_1
"Hai, Tuan Charlie." sapa Raffa, beliau adalah salah satu rekan bisnis perusahaan lainnya
"Tuan Raffa, sendiri saja?" tanyanya
"Hmm, sama teman, Tuan." jawabnya
"Ohya? Tuan Andrew tidak hadir?"
"Sedang berhalangan, Tuan, jadi saya yang menggantikan."
"Oh, begitu. acaranya belum dimulai ya? saya baru saja tiba."
"Sama dong, Tuan. sepertinya sih belum." Raffa menatap jam dipergelangan tangannya
"Ah iya, saya kesana dulu, Tuan." Raffa menunjuk ke arah meja hidangan. pria itu mengangguk, menyilahkan Raffa untuk pergi.
Semakin dekat dan dekat, sosok itu mulai terlihat jelas oleh Raffa. perempuan cantik dengan rambut panjang tergerai indah di punggungnya. ditambah lagi dress berwarna dusty menjuntai hingga ke lututnya, menampikkan kaki putih mulus nan menggoda
"Hmmm, nggak nyesal deh kesini kalau makanannya seenak ini." gumam gadis itu, Melani mengambil kue basah dan juga dua cup salad buah, menaruhnya diatas piring. setelah selesai, ia kembali membalikkan tubuhnya untuk melihat kerumunan orang.
"Aaaaakkh!!"
Melani berteriak kecil, tatapannya menatap cake yang melayang ke udara hingga membuat tubuh gadis itu kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh. untung saja, dengan sigap pria itu merengkuh tubuhnya.
Deg!
Melani terkesima melihat pria tampan yang menyebalkan berada diatas tubuhnya. kedua tangan itu menahan pinggulnya agar tidak terjatuh. sedangkan tangan Melani bergelantung di leher pria ini. kedua insan ini saling bertatapan dalam jarak dekat dengan waktu yang cukup lama.
Entah kenapa, sesuatu didalam dirinya mulai bergejolak, detak jantungnya berdegup sangat kencang. Melani menjengit, ia beranjak bangkit membenarkan posisi tubuhnya untuk berdiri.
"Maaf." ucap Melani kepada Raffa
"Hati-hati." pesan Raffa, pria itulah yang menolongnya
__ADS_1
"Hmmm, kamu juga. kalau nyamperin, usahakan tepuk pundak atau ucapkan salam gitu. jangan selalu membuatku kaget akan kedatanganmu." cerca Melani, sembari membersihkan bajunya yang terkena kue basah.
"Kenapa jadi marah padaku? kamu sih, pergi nggak pamit."
"Ngapain pamit, orang masih disini juga. lagian kamu sedang sibuk bertemu orang-orang, mending aku cicip makanan orang kaya." cibirnya
"Dasar norak!"
"What?" Melani menghentikan kegiatannya
"Kamu norak."
"Terserah dah, yang penting makan gratis."
"Dasar!"
"Huh, gara-gara kamu, aku jadi nggak bisa makan."
"Setelah dari sini, kita makan. tenang saja," ucap Raffa
Sontak saja membuat mata Melani berbinar-binar. "Sungguh? kamu yang bayar 'kan?"
"Bayar sendiri-sendiri."
"What!" wanita itu berkacah pinggang menatap pria menyebalkan ini
"Pppffft! iya, tentu saja. memangnya siapa kamu, sampai harus aku yang bayarin."
"Is!" Melani mencebikkan bibirnya, menyedekapkan kedua tangan di dada
"Sudah-sudah," Raffa mengacak-ngacak rambut wanita yang menggemaskan ini. "Iya, aku yang bayarin." sambungnya
Seketika saja membuat gadis itu kembali ceria, "Terima kasih." ucapnya dengan senyum yang manis
__ADS_1
"Ayo kesana! acara udah dimulai." Raffa menarik tangan Melani untuk melihat calon tunangan itu dari jarak dekat.
🌴🌴🌴