JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Ada Yang Hilang


__ADS_3

🌿🌿🌿


Hari berlalu dengan cukup cepat, hari ini Melani dan Chika akan mengantarkan tugas akhir kepada Dosen, sekaligus bertemu dengan teman-teman lainnya. Melani menyiapkan segalanya, memasukkan tugas penting itu ke dalam tas sembari menunggu jemputan dari sahabatnya. Tak menunggu lama, mobil yang mengangkut wanita beranak dua itu telah tiba di depan tokonya. Melani sangat tahu sekali bentuk mobil milik sahabatnya. dan benar saja, Chika turun dari mobil dengan begitu anggunnya.


Kini kedua wanita cantik itu sedang dalam perjalanan menuju ke kampus. Selama di perjalanan, sepasang sahabat yang jarang bertemu ini saling bertukar cerita, menghabiskan waktu dengan obrolan panjang yang tidak ada hentinya. Chika menceritakan perannya sebagai Ibu baru, mengasuh baby twins bersama sang suami yang sangat ia cintai. Sedangkan Melani, perempuan tersebut menceritakan kisahnya yang tengah dekat dengan pria bernama Alex. namun, ia tidak memberitahu cueknya sikap Raffa kepadanya. bahkan pria itu tidak pernah mengganggunya lagi. walaupun sering ke Toko, namun tidak untuk mencarinya. melainkan membeli cake kesukaan dengan dilayani oleh pegawainya.


Kok aneh ya, Kak, tumben-tumbenan Tuan itu mau aku layani, dan dia tidak menanyakan kakak. dia ramah juga sama aku, dan ku lihat ia bersikap biasa saja kalau kakak layani.


Kalimat yang terucap dari mulut Ratih, kembali terngiang di kepalanya. entah kenapa ada yang berbeda dengan pria itu. Ia bersikap biasa-biasa saja dan sedikit menunjukkan sisi dingin padanya, namun tidak untuk Ratih. sungguh, bila mengingat hal itu membuat hatinya terasa diiris-iris, ia seperti kehilangan sosok yang selalu suka mengganggunya, menaik turunkan emosinya. dan sampai hari ini, perasaannya tengah diobrak-abrik oleh lelaki itu. Tiap waktu, Melani menatap ponselnya, sekedar memeriksa apakah pengagum rahasia itu kembali mengganggunya? nyatanya tidak, pria itu selalu mengingatkan untuk makan tepat waktu, jaga diri bila sedang berkencan dengan pria lain. itu pun hanya satu pesan di tiap pagi hari.


Dan itu--sedikit membuatnya mengulas senyum bahagia. Walaupun rasa rindu lebih mendominasi.


"Hei, kenapa melamun!" Chika membuyarkan lamunan sahabatnya, membuat Melani sedikit gelagapan.


"Eh, ada apa?"


"Kamu, ish! lamunin apaan sih? tadi aku nanya, hatimu sudah terbuka untuk seorang pria?" ulangnya


"Oh, ya ampun. Aku nggak tau, hanya saja aku nyaman sama kebaikan mas Alex."


"Gimana sama Assisten Raffa?"


Deg! Melani terdiam mendengarnya, entah kenapa selalu saja pria itu yang dibawa-bawa.


"Biasa aja sih, sama kayak Mas Alex."

__ADS_1


Tapi aku rindu sama keusilannya yang suka menggangguku. Batin Melani


Hingga mobil yang dibawa oleh sopir, berhenti tepat di depan Universitas tersebut. Kedua wanita cantik ini turun dari kendaraan yang mengantarnya, melihat gedung itu membuat obrolan tadi terlupakan karena telah terhipnotis lebih dulu pada tempat ini.


"Ah, Chik, kenapa aku jadi rindu sama Kampus ini?" ucap Melani


"Rindu sama teman-teman juga, apalagi ruang praktik."


"Terutama kerja sama dan kekompakan kita."


"Benar banget. Ayo kita ketemu Bu Wiwit, setelah itu kita ke taman belakang, anak-anak ngumpul disana." ajak Chika, Melani mengangguk. keduanya pun kembali melangkah melewati gerbang Kampus yang dijaga oleh Security.


"Tapi--aku nggak bisa lama, harus kembali kerja." ucap Melani dengan nada tidak enak


"Ah, mengingat si kembar, aku jadi rindu. rasanya sudah lama sekali tidak bertemu. Weekend besok aku akan berkunjung."


"Aku tunggu! Awas kalau tidak!" ancam Chika sambil cengengesan.


Tanpa terasa langkah kaki keduanya telah tiba di Kantor. diwaktu hampir siang begini pasti Dosen tersebut berada di ruangannya. dan benar saja, setelah mendapat sahutan dari dalam, Chika dan Melani mendapati Dosen tersebut yang sedang memeriksa hasil skripsi anak didiknya.


**


Disisi lain, Raffa yang sedang mendapatkan laporan dari anak buahnya, menonton sebuah rekaman yang menunjukkan sang pujaan hati tengah tertawa terbahak-bahak bersama teman-teman kampusnya. Raffa mengulum senyum, memerhatikannya dari jauh saja sudah membuat hatinya menghangat menatap tawa itu. Tapi tidak, bila tawa ditujukan untuk Alex, sang Rival.


Raffa dikejutkan oleh pintu ruangan yang dibuka paksa, ternyata itu adalah sang Boss yang memiliki kebiasaan seenak jidat. Raffa kembali menyimpan ponselnya.

__ADS_1


"Ayo ke Kampus untuk menjemput gadis-gadis kita." ajak Andrew


"Wanitamu, Tuan. bukan gadis lagi." Raffa meralat


"Terserahlah, ayo! sekalian kita makan siang bareng." desak Andrew


Raffa terdiam sebentar, memikirkan sesuatu.


Hmmm ... its oke! kesempatan untuk melihatnya lebih dekat. Batin Raffa


Kedua pria tampan ini pun bergegas pergi meninggalkan Gedung, untung saja waktu istirahat akan segera tiba dan mereka bebas untuk kemana saja selagi pekerjaan telah selesai dengan sempurna.


Raffa melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, melewati banyaknya kendaraan disisinya. bahkan menyalip mereka seolah rasa tidak sabar tengah menggerogoti hatinya. Ya, Raffa tidak sabar lagi untuk bertemu dengan wanita yang sengaja ia jauhi itu, bahkan bersikap seolah-olah keduanya baru saling mengenal.


"Apa yang kau buru-buru kan? Aku tidak mau mati muda!" Andrew menendang bangku yang diduduki oleh sang Assisten


"Tenang, Tuan, dalam waktu dua menit kita sudah sampai di Kampus." Raffa berucap santai


"Dua menit kepalamu!" geram Andrew. Raffa memasuki kawasan pohon pinus, jalan alternatif yang membawa mereka dalam waktu yang cepat hingga ketujuan.


Lebih dari dua menit, tidak seperti perkiraan Raffa, mobil pun telah tiba di depan Universitas tersebut. keduanya turun dengan cepat, langkah terburu-buru itu menuntun keduanya untuk bergegas tiba kehadapan para wanita-wanitanya.


Raffa tercenung sebentar, melihat Melani yang berjalan ke arah mereka, namun posisi keduanya masih pada jarak yang jauh. Sepertinya para wanita itu telah menyelesaikan acara pertemuan dengan teman-teman kampusnya. Hingga mereka semakin dekat dan sangat dekat, dua pasang mata milik mereka saling bersitatap dalam pandangan teduh. Kilatan rasa rindu menguar, ingin rasanya tubuh ini untuk berpelukan, menyalurkan rasa rindu yang terpatri sudah cukup lama.


🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2