
🌴🌴🌴
"Mau jalan-jalan dulu? Kebetulan ini hari weekend'kan?" tawar Raffa kepada gadis cantik disampingnya
"Nggak mau, pengen pulang." tolak Melani
"Gimana kalau ke Pantai?" rasanya Raffa masih ingin berlama-lama dengan gadis ini, ia juga berharap bisa mendapatkan senyum dan tawa renyah yang terukir karenanya
"Pantai??" tanya Melani
"Ya, tidak mungkin kita ke Hutan, kan?"
Sontak saja Melani menatap sinis padanya. "Aku mau pulang aja!"
"Ah, nggak asyik! padahal memandang lautan itu buat hati kita damai, tentram, seolah beban pikiran kita tuh menghilang dalam sekejap. ya sudahlah kalau mau pulang aja." pasrah Raffa setelah menjabarkan manfaat yang luar biasa bila berada di Pantai
Melani berpikir sejenak, sebenarnya ia juga ingin ke Pantai. sebab sudah sangat lama sekali dirinya tidak memandang tempat seperti itu. Namun, melihat sang mentari yang terik membuatnya menimbang-nimbang keputusan. Hingga--Melani teringat bila bahan-bahan kue di Rumahnya hanya tersisa sedikit.
"Bisa antarkan aku ke toko bahan kue di dekat Pasar?"
"Tentu saja bisa!" Raffa mulai antusias
"Yasudah, kita kesana dulu, baru ke Pantai." ucap Melani
"Asik!" seru Raffa bergumam, ia segera memutar mobilnya ke jalan sisi lain
"Tapi--kita ke rumah dulu ya, untuk ambil kunci toko, terus ke toko buat ambil uang."
"Tidak perlu, pakai uangku saja."
"Hah? mending nggak usah deh." tolak Melani
__ADS_1
"Nggak apa-apa, tidak masuk utang juga." ucap Raffa, ia tetap fokus berkendara menuju ke Pasar
"Hmmmm." Melani bergumam
"Anggap aja itu atas rasa bersalah ku karena telah mengambil ciuman pertamamu." ungkitnya
"Jadi seolah-olah kamu membayarku?" Melani kembali emosi
"Eh, tidak! bukan begitu! kenapa kamu selalu mengambil sisi negatif, sih?" gerutu Raffa
"Seolah orang yang salah tidak boleh berbuat kebaikan." sambungnya dengan raut wajah yang sendu
"Hmm, maaf ... Aku masih kesal sama kamu soal itu. Kamu lancang sekali." ungkap Melani
"Aku nggak ulang lagi sampai kita menikah."
"Menikah?? idih! amit-amit deh, aku tidak suka sama kamu, apalagi menikah!" Melani memutar bola matanya
Hingga mobil yang dikendarai Raffa pun telah tiba di depan Toko bahan kue, tepatnya di Pasar tradisional.
Melani bergegas turun dari mobil, tidak mempedulikan pria yang bersamanya. Gadis itu melenggang masuk sembari berpikir apa saja bahan kue yang kurang di kediamannya. sedangkan Raffa, pria itu mencari toilet karena mulai merasa kebelet tak tertahankan.
"Permisi, Mas, toilet umum di mana ya?" tanya Raffa sembari menahan sangkar burungnya, seolah takut bila burung itu akan terbang dan tidak akan kembali. bisa berabe masa depannya nanti.
"Noh, diujung sana, Mas! disamping Toko Emas, lalu belok ke kanan. nampak dah tuh toilet umum." jelas si abang ojek. Raffa mengangguk paham dan memberikan uang lima puluh ribu dari dalam saku kemejanya. membuat Abang ojek kegirangan mendapat rejeki nomplok disiang bolong
"Terima kasih, Mas. Ini, ambillah." Setelahnya Raffa melenggang pergi dengan langkah selebar-lebarnya
Raffa memerhatikan setiap toko disisi kanan, mencari toko emas yang disampingnya ada jalan lain. Setelah mendapatkannya, pria itu bergegas memasuki lorong tersebut. Hingga ia melihat toilet umum yang dicari, sontak saja tubuhnya terpaku tatkala melihat keadaan tempat tersebut.
"Ck! jorok sekali lantainya, apa didalam juga jorok ya?" gumam Raffa
__ADS_1
"Aish! kalau tahu gini, mending ke Supermarket atau Mall aja." sambungnya
"Ah, sudah tak tahan, gas ajalah!" setelah berpikir panjang, Raffa pun memutuskan untuk menggunakan toilet tersebut. entah itu kebersihannya kurang terjamin, yang terpenting sekarang adalah menyalurkan hajatnya.
"Ah, leganya." pria itu berdesah tatkala air pancur itu melesat sempurna. cukup lama ia berdiri, setelah selesai Raffa bergegas mengurung burung berharganya ke dalam sangkar dan menutupnya dengan rapat. Raffa bergegas keluar, mengambil dompet dan mengeluarkan uang seratus ribu untuk ia berikan kepada penjaga toilet tersebut.
"Pak, lain kali bersihkan toiletnya, sangat kotor!" ujar Raffa sembari menyodorkan uang yang nominalnya sangat besar dimata si Bapak tua
"Wah, baik, Nak!" pria itu mengangguk dengan raut wajah yang sangat bahagia sekali
**
"Kemana aja?" tanya Melani
"Toilet, sesak pipis." jawab Raffa, Melani mengangguk paham
"Kenapa? kamu takut kehilangan aku ya?" goda Raffa sembari tersenyum simpul
"Apaan sih! Aku takut kehilangan duitmu! kalau soal pulang mah, bisa aja aku nelpon kekasihku." ujar Melani dengan wajah jutek nan dingin terhadap pria disampingnya
Raffa menelan salivanya dengan kasar, menatap kesal pada wanita ini yang lancang sekali menyebut kekasihnya. jadi, apakah mereka sungguh berpacaran?? ah entahlah, ini bagaikan mimpi buruk untuk lelaki jaim itu. apakah ia harus merebut Melani darinya? mungkin saja, lebih baik seperti itu, sebelum janur kuning melengkung.
Hingga Melani meraih nota belanjaan yang diberikan sang penjaga kasir. Tanpa banyak kata, perempuan itu menunjukkan nominalnya kepada Raffa.
"Hanya segitu??" Raffa membulatkan matanya
"Ck! sombong sekali!"
🌴🌴🌴
Maaf ya tadi siang tidak update, lagi ada problem 😁😁
__ADS_1