JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Aku Pergi Bersamanya


__ADS_3

🌴🌴🌴


"Jangan kurang ajar!" Melani mengacungkan jari telunjuk, menunjuk wajah lelaki menyebalkan ini sembari mendongak, karena tubuh pria itu jauh lebih tinggi darinya.


Raffa tersenyum miring. "Itu peringatan, Sayang." bisiknya dengan nada sensual tepat di telinga gadis itu, membuat kulit Melani sedikit meremang


Hingga Raffa dibuat kaget tatkala ekor matanya melihat bayangan seseorang yang berjalan menghampiri mereka. semakin dekat dan dekat, Raffa berdiri tegap dan berdehem menetralisirkan perasaannya.


"Mama kamu datang!" ucap Raffa, sembari membenarkan posisi tubuh Melani yang masih betah berkacah pinggang


Dan benar saja, Mama Sarah datang menghampiri mereka yang hanya diam terpaku. Raffa yang tidak ingin membuat suasana menjadi canggung dan membuat Mama Sarah berpikir yang tidak-tidak, lelaki 32 tahun itu mengambil kedua tangan Mama dan menyaliminya.


"Malam, Tante." ucapnya, Mama Sarah hanya membalas dengan senyuman dan sedikit memberikan elusan di kepala pria tersebut


Raffa kembali menegakkan tubuhnya. "Tante, Raffa bawa sedikit buah tangan." Raffa menunjuk dua kresek yang berisi dua kotak martabak bangka dan juga beragam buah-buahan. Membuat Melani terbelalak melihatnya


"Wah, tidak perlu repot-repot, Nak Raffa." ucap Mama dengan menggunakan bahasa isyarat. Raffa bingung akan apa maksud gerakan tangan itu, ia pun melirik Melani seolah meminta untuk menerjemahkannya. Melani tersenyum seringai didalam hatinya, ingin sekali ia menggelabui lelaki ini


"Mama bilang, kamu tidak perlu kesini, pulang sana!" ujarnya


Raffa menyipitkan sebelah matanya, tentu saja ia tidak percaya akan apa yang dikatakan Melani. tiba-tiba lengannya dicekal, ternyata Mama Sarah mencekal lengan kekar itu dan menyeret Raffa untuk masuk ke dalam rumah. Sontak saja lelaki tampan ini pun paham, ternyata gadis itu sengaja menipunya


Raffa menjulurkan lidah pada gadis tersebut, membuat Melani kesal karenanya.


"Kita makan malam, ya ..." ucap Mama, menunjuk hidangan diatas meja kepada tamunya. tentu saja Raffa mengerti apa yang dimaksud wanita parubaya tersebut


"Terima kasih, Tante." Raffa menunduk hormat, lagi-lagi membuat Mama kagum padanya

__ADS_1


Dia pandai sekali mencari muka! Batin Melani


"Ayo duduk!" Mama menarik kursi untuk Raffa, Raffa mengangguk dan mendudukkan tubuhnya di kursi tersebut, disusuli pula oleh sepasang wanita cantik tersebut.


Dua wanita cantik berbeda generasi beserta tamu yang tak diduga, menikmati hidangan makan malam dengan penuh kenikmatan. Raffa kagum dengan masakan Mama Sarah yang memiliki cita rasa persis seperti di Rumah Makan yang pernah ia kunjungi. seketika saja para cacing-cacing nya masih saja berdemo didalam sana, seolah ingin diberi asupan yang lebih banyak lagi. Entah ini tuntutan para cacing ataukah memang selera makannya yang meningkat, Raffa hanya ingin memanjakan para ternaknya didalam sana.


"Ayo ditambah!" ucap Mama Sarah, Raffa terpelongo, dirinya sungguh tidak mengerti apa yang dikatakannya. Mama yang paham pria ini tengah bingung, ia berinisiatif sendiri untuk mengambil nasi dengan centong lalu menaruhnya diatas piring pria ini


"Eh, tidak usah!" Raffa melambaikan tangannya


"Sudah telat! habiskan itu!" sela Melani dengan nada ketusnya


"Kamu sih yang nggak mau menerjemahkan dengan jujur." cibir Raffa


**


"Seperti yang kamu lihat." ucap Raffa


"Syukurlah. setidaknya membantu setelah dapat makan gratis." ejek Melani


"Aku ganti baju dulu." Sambungnya, membuat Raffa tersenyum senang tatkala sang gadis berinisiatif sendiri untuk mengganti pakaian tanpa disuruh. tentu saja, setelah ini Raffa akan mengajak Melani untuk jalan-jalan menikmati panorama kota pada malam hari.


Hingga pria itu dikejutkan oleh seseorang yang menyentuh pundaknya, untung saja piring ditangannya tidak lepas begitu saja. Pria itu menoleh, ternyata Mama Sarah yang menghampiri.


"Kok kamu yang mengerjakannya? Sini, Mama saja." Mama menyodorkan secarik kertas yang berisi tulisannya kepada pria muda ini


"Sisa sedikit lagi, Tante. biar Raffa aja." Pria itu mengatupkan kedua tangannya, memasang wajah memelas

__ADS_1


Mama menghembuskan nafas dengan kasar, kemudian mengangguk dan melenggang pergi meninggalkan lelaki tampan itu. Mama sedikit menoleh ke belakang, mengulum senyum menatap punggung kekarnya.


Dia pria baik, bertanggung jawab, apakah putriku sendiri bisa mencintai pria itu? jika dilihat, ada cinta yang tersirat dari matanya untuk Melani. Oh, nak Raffa ... Mama berharap kamu bisa meluluhkan hati putriku. Batin Mama bermonolog


Mama mengetuk pintu kamar putrinya, menekan handle pintu dan menyembulkan kepalanya untuk mengintip keadaan kamar tersebut. Mama tertegun melihat Melani yang sedang berdandan cantik di depan meja riasnya. Mama mengulum senyum, ia masuk dan menghampiri sang putri semata wayang.


"Kamu cantik." puji Mama


"Terima kasih, Ma. aku akan pergi sebentar, tidak apa kan?"


"Its oke. asalkan bersama nak--


Tin tin tin


Bunyi klakson mobil mengalihkan perhatian Mama Sarah dan Melani ke arah jendela kamar yang menampikkan ada secercah cahaya yang berasal dari mobil. Melani tersenyum senang, orang yang ia tunggu telah datang menjemputnya. kebetulan saat itu pula Melani telah selesai berdandan alakadarnya.


"Aku sudah dijemput, Ma, Melani pergi dulu ya." pamitnya


"Lah--bukannya sama nak Raffa?"


"Hehehe, enggak, Ma." Melani tersenyum cengengesan menampilkan deretan giginya, kemudian ia meraih tangan kanan Mama dan menyaliminya


"Aku berangkat, Ma, Assalamualaikum." Perempuan itu melenggang pergi meninggalkan Mamanya yang masih terdiam ditempat.


Melani keluar dari kamar dan saat itu pula ia berpapasan dengan Raffa. Rafa tertegun melihat kecantikan wanita itu, ia tersenyum kagum. namun sejurus kemudian, ia menatap heran karena Melani melenggang pergi ke ruang tamu sembari melambaikan tangan kepadanya. Raffa mengekorinya, ternyata wanita itu sudah ada yang menjemputnya.


Yaitu sang Rival

__ADS_1


🌴🌴🌴


__ADS_2