
🌴🌴🌴
Raffa yang sedang melakukan pembicaraan penting bersama sang atasan, Tuan Andrew, tiba-tiba mendengar suara keriuhan diluar ruangan Presdir. hingga Sekretaris Jasmine menyelonong masuk dengan raut wajahnya yang sedikit berantakan nan penuh kekesalan.
"Maaf, Tuan Presdir, Tuan Raffa, ada seseorang yang membuat keributan dan mencari anda." ucap Jasmine
"Siapa?" tanya Raffa
"Wanita itu, tempo lalu yang pernah membuat kekacauan." jawabnya
"Pasti Audy!" gumamnya, Raffa beralih menatap sang atasan
"Bereskan wanita itu! dan sekali lagi, jangan pernah menginjak kaki disini kalau hanya untuk keributan." peringat Andrew, Raffa mengangguk memahami. ia bangkit berdiri untuk bergegas menemui wanita itu.
Benar saja, tampak Audy yang sedang merapikan rambutnya karena dihajar oleh pegawai sekitar.
"Kau, ngapain kesini? kita tidak ada hubungan dan saya sudah mempunyai istri!" geram Raffa, mencengkeram kuat lengannya
"Raff, aku tidak peduli jabatan kamu apa, ayolah ... kembali padaku." rayunya
"Cih! kita sudah putus, bukan? kan, kau yang mengatakan beberapa bulan lalu, hm?" Raffa menaikkan salah satu alisnya, membuat wanita itu terdiam
"Jasmin, hubungi Security!"
"Siap!" ia dengan sigap menghubungi pihak pengaman.
"Aku tau kau masih mencintaiku sampai mengejar diriku, jangan munafik, Sayang." Audy tak segan-segan mengelus rahang sang mantan.
"Jangan kurang ajar!" tudingnya sembari menyingkirkan tangan nakal wanita ini, hingga Security pun tiba berlari menghampiri mereka semua.
"Bawa wanita ini!" perintahnya, Security menurut dan mencengkeram kedua bahu wanita tersebut.
__ADS_1
"Ih! lepas!" Audy memberontak
"Anda sudah membuat keributan, sebaiknya ikuti saya!" erang Security
"Raffa ... demi kamu, aku rela kok mutusin pacarku."
"Cuih! jangan harap!" Raffa menatapnya dengan jijik. hingga tanpa sengaja pandangannya menangkap sosok sang istri yang tengah melangkah cepat menghampirinya, tentu saja dengan wajah amarah mengarah pada sang mantan.
"Melani?" gumamnya terperangah, langkah itu semakin dekat dan sangat dekat.
"Ada apa ini? kenapa dia bisa disini?" tanya Melani kepada sang suami
"Aku tidak menyuruhnya kesini. Pak, bawa dia!" titah Raffa
"Oh, dasar pelakor! sekarang dia sudah bebini, baru kau mengejarnya, hah!" berang Melani, Raffa menggaruk kepalanya menatap keriuhan yang semakin menjadi-jadi.
"Kau rupanya istri kampungan itu? nggak selevel banget!" hinanya
"Jaga muncung kau! aku tidak seperti kau, wanita ******!" balasnya
"Lepas! aku belum selesai dengannya!" teriak Audy, tapi Security tetap mencengkeram nya dengan kuat.
Melani menatap jengkel pada wanita itu, tatapannya menghunus tajam padanya hingga menghilang dibalik pintu lift.
"Sudahlah, jangan peduliin dia. ada apa kemari, hm?" Raffa menuntun sang istri untuk masuk kedalam ruangannya.
"Untung aku kemari, kalau tidak, pasti kau akan berdekatan dengannya." omel Melani, mendudukkan tubuhnya diatas sofa
"Bodoh! kamu nggak lihat tadi, hm? bahkan sebelum kamu datang, aku sudah memanggil security."
"Ya! tapi bisa aja kau meladeninya." Melani mencebikkan bibirnya, menyedekapkan kedua tangan di dadanya, hatinya sedang bergemuruh. apalagi selama mereka berpacaran, wanita itu masih suka mengejar Raffa. namun untung saja pria ini selalu menolaknya.
__ADS_1
"Cie .... cemburu!" goda Raffa, mencolek dagu sang istri
"Apaan sih!" Melani menyingkirkan tangan nakal itu
"Iya kan? padahal selama kita bersama, aku slalu menolaknya. tapi kamu masih tetap cemburu. cie ...."
Melani merasa tersipu malu, ia melengos, membuang wajahnya kearah lain. alih-alih ingin menghindar dari tatapan suaminya.
"Cie ... malu." ledek Raffa, pria itu tergelak hingga tatapannya mengarah pada leher mulus itu.
Melani bergidik geli merasakan sentuhan hangat dari sapuan bibir itu, ia melenguh, menikmati sensasi ini. dan sejurus itu pula ia tersadar akan tempat keberadaannya.
"Stop!" wanita itu menahan wajah sang suami yang tampak sayu
"Kenapa, hmm?"
"Masih jam kerja dan ini di kantor."
"Oh, Sayang ... tidak masalah." Raffa mendekatkan wajahnya ingin ******* bibir manis itu,, hampir saja menyentuhnya, wanita itu langsung menutup mulut Raffa
"Aku kemari mau ngantar cake kesukaan kamu, jadi sekarang aku pergi ya ..." pamitnya, ia bangkit
Raffa dengan cepat mencegahnya, menjatuhkan tubuh wanita itu dipangkuannya. tidak semudah itu menghindar dari cengkeramannya, apalagi hasrat sudah mulai membara dan wajib untuk disalurkan kepada bibir merah ranum yang menggoda ini.
Melani memberontak, pria ini benar-benar tidak tahu tempat dan waktu. tenaganya yang kuat, tidak akan mampu untuk Melani lawan. ia hanya bisa menerima perlakuan ini, sensasi luar biasa yang buat mereka melayang. ciuman yang mendamba, ia balas dengan penuh gairah pula.
Dddddrrrrrrrttt!!
Bunyi telepon mengalihkan perhatiannya, Melani menatap telepon diatas meja tengah berdering.
"Ada panggilan, buruan angkat!"
__ADS_1
"Sialan! mengganggu saja."
🌴🌴🌴