
🌴🌴🌴
Melani dan lelaki yang baru saja ia kenal mengunjungi sebuah Restorant Western pada malam itu. keduanya menikmati hidangan makan malam dengan begitu lahap, sesekali mengobrol perihal pekerjaan, kuliah bahkan status mereka. sungguh merasa aneh, pria dihadapannya terlihat sangat ramah dan baik, hingga Melani tidak ada rasa penolakan sekali pun saat lelaki itu mengajaknya untuk dinner bersama.
Hingga tanpa sadar, saat Melani mengedarkan pandangan pada pengunjung sekitar, tiba-tiba ia melihat sosok Raffa yang juga memerhatikannya. pandangan mereka bertemu, terkunci untuk beberapa saat.
"Hei, kok melamun?" tegur Alex, membuat wanita itu gelagapan
"Ada apa?" tanya pria itu
"Ng-nggak ada. kamu bilang apa tadi?" tanya Melani, sembari memotong steak daging miliknya
"Kenapa kamu nggak suka sama pria?" ulangnya
"Oh, hmmm, ada masa lalu yang membuatku sedikit trauma." ujarnya, entah kenapa ia bisa bersikap terbuka dengan pria ini
"Apa kamu ditinggal? atau dia selingkuh?"
"Tepatnya ditinggal." jawabnya dengan wajah yang tersenyum getir
Ya, ditinggal sama ayah kandungku, entah siapa itu. batin Melani
"Yang sabar ya, Lan, semoga ada yang terbaik untukmu nanti. bahkan aku mau kok menjadi pengisi hatimu, aku akan menghilangkan rasa trauma kamu." ujar Alex. sontak saja Melani hampir tersedak oleh makanannya sendiri. ia langsung mengambil air minum dan meneguknya dengan cepat. sedangkan pria itu menepuk pelan punggungnya.
"Maaf-maaf, aku hanya becanda, Mel."
"Its oke, aku tau itu."
__ADS_1
"Hmm, lap mulut kamu, basah." pria itu mengambil tissu lalu membersihkan mulut Melani yang basah karena meminum air terburu-buru.
Disisi lain Raffa menatapnya tidak suka dengan pasangan diseberang sana. bisa-bisanya pria itu berbuat romantis didepan umum. tangannya mengepal, dadanya bergemuruh hebat dan giginya bergemeletuk menahan rasa panas yang menjalar di tubuhnya. apalagi melihat Melani memegang tangan pria itu di bibirnya.
"Woi, Bang!" lagi-lagi suara Sekretaris Jasmin mencoba untuk mengganggunya. pria itu menghela nafas panjang dan beralih menatap wanita yang bersamanya.
"Ada apa!" ketusnya
"Kamu suka sama temannya Nyonya Chika?" tanya gadis itu, Jasmin tentu saja mengetahui bila Melani adalah sahabatnya Nyonya Chika. sebab mereka berdua selalu bersama mengekori pria ini dan Tuan Andrew. apalagi Melani termasuk mantan staff kantin yang sering ia kunjungi bersama teman-teman kantornya.
"Tidak!" jawab Raffa dengan tegas
"Alahe ... dari mata kamu saja sudah terlihat tuh. apalagi ekspresi kamu yang melihatnya dengan tatapan tajam." ledek perempuan tersebut
"Mana mungkin saya menyukai perempuan seperti itu. selamanya saya tidak ingin menyukai siapapun!" tegasnya
"Jangan bergumam seperti itu! kau seolah sedang berbisik dengan syaiton."
"Is, lagi-lagi Abang ini buat suasana horor aja. dedek kan takut, Bang." goda Jasmin sembari tersenyum kikuk.
Raffa memutar bola matanya, jengah, segera ia menghabiskan makanan dihadapannya. saat ini ia benar-benar ingin pergi dari sini, antara tidak ingin melihat kemesraan mereka dan juga tidak ingin berlama-lama bersama Jasmin. tubuhnya juga merasa lelah karena kurangnya beristirahat.
"Cepat habiskan makanan kamu! setelah itu kita pulang." titah Raffa
"Pulang?" wanita itu mencondongkan tubuhnya, sepasang netra miliknya membulat menatap pria dingin yang tengah dirundung rasa terbakar api cemburu
"Ya! apa tubuhmu itu tidak lelah setelah bekerja seharian, hm? kau bahkan harus banyak istirahat untuk hari esok." celetuk Raffa
__ADS_1
"Wow, perhatian sekali." Sekretaris Jasmin tersenyum senang
"Jangan terlalu pede, besok banyak pekerjaan yang kau lakukan!" jelas Raffa. dan seketika itu senyum manis yang Jasmin pamerkan pun surut olehnya
"Aish!" gumamnya, kesal. segera ia melahap hidangan tersebut tanpa banyak perkataan lagi yang tercetus dimulutnya
Dia yang cemburu, aku yang kena. hadeeeeuh, batin Jasmin
Oh astaga! aku lupa untuk mengabadikan moment ini. akan ku tunjukkan pada anak-anak besok. sambungnya bermonolog didalam batin
Sekretaris Jasmin pun bergegas merogoh ponsel didalam tas salempang miliknya. menyalakan kamera dan bersiap-siap memotret pria itu dalam diam. alih-alih ia tengah mengetik pesan, nyatanya perempuan itu dengan lancang mengambil beberapa potret wajah pria tampan itu
Asik! akhirnya dapat juga. batinnya
"Satu menit belum selesai juga, saya tinggalkan kamu!" peringatnya. sontak saja Jasmin terbelalak dan bergegas menyimpan kembali ponselnya.
"Yang benar saja satu menit." gumamnya
**
Raffa merebahkan tubuhnya diatas ranjang setelah raga itu baru saja masuk ke dalam kamar. tidak mempedulikan sepatu yang masih membaluti kakinya, pikirannya sedari tadi hanyalah mengingat wanita itu bersama pria lain. lagi-lagi dadanya bergemuruh hebat saat mengingat keromantisan mereka. ia benar-benar tidak suka saat wanita yang menjadi bahan hiburannya malah dekat dengan pria lain
"Seharusnya aku yang bersamanya, kan? tingkah barbar dan galaknya itu sungguh membuatku jadi candu. karna dirinya lah sedikit demi sedikit aku mulai melupakan Audy."
"Pria menyebalkan! dia merebut posisiku!"
🌴🌴🌴
__ADS_1
Sadar, Bang .... Sadar!! 😂