JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Liburan Di Bali


__ADS_3

🌿🌿🌿


Pagi-pagi sekali saat matahari baru saja terbit, Raffa, Melani dan Jenny akan berangkat menuju Bali, surga dunianya para turis yang menjadi kebanggaan Negara sendiri. kali ini Melani tidak takut lagi saat benda raksasa itu akan melancong ke udara, ia bersikap tenang seperti yang lainnya.


"Sahabat kamu nggak ikut, Lan?" tanya Jenny sembari menyesap coklat hangat


"Jumat malam dia akan berangkat, tunggu suaminya selesai bekerja."


"Malang sekali." sela Raffa menggeleng-gelengkan kepalanya


"Yaaa .... apa salahnya sih tinggalin aja suaminya, entar nyusul. kalau gitu mah, aku sendiri jadi obat nyamuk." dengusnya, menyedekapkan kedua tangan didada sembari menyandar


"Tadinya gitu, Kak ... tapi suaminya nggak mau pisah walau agak sejam aja." Melani terkekeh


"Tentu saja, perempuan tidak akan bisa bebas kalau udah bersuami." sahut Raffa


"Idih! sama-sama macan, sifat pun sama." ledek Melani


"Biarin aja, yang penting bulan madu masih berlanjut." Raffa merangkul pundak sang istri


"Apaan sih!" Melani menepuk punggung tangan Raffa yang mencengkram pundaknya


"Ya ya yaa ... lanjut aja, yang jelas udah ada keponakanku didalam sana." Jenny menunjuk perut datar Melani dengan dagunya


Dua jam lebih kemudian, jet pribadi yang mengantarkan keduanya telah tiba di Bandara Ngurah Rai, mereka bertiga akan melancong menuju Resort yang memiliki pantai pribadi. tentu saja di tepi pantai, yang membuat ketiganya merasa damai dengan memandang lautan yang luas didepan mata.

__ADS_1


Selama di perjalanan menuju Resort, Jenny tampak sibuk sendiri dengan kamera yang menggantung dilehernya, memotret objek menarik diluar sana. Sedangkan Melani, wanita itu masih betah dipelukan sang suami. Hingga beberapa menit kemudian, taksi yang mengantarkan ketiganya telah tiba di Resort pilihan Jenny. sejak jauh-jauh hari wannita itu sudah sibuk memilih Resort yang menarik dan memiliki pemandangan bagus.


Kini ketiganya telah berada di kamar masing-masing, tentu saja bersebelahan. Melani menjatuhkan tubuhnya disamping sang suami, merasakan empuknya ranjang yang melekat ditubuh keduanya.


"Rasanya aku masih ngantuk, hoooaaaam!!" Melani menguap, kantuk mulai menyerang setelah merasa nyaman dengan tempat ini


"Mau liburan atau mau tidur, hm?" Raffa tengkurap sembari memeluknya, menghirup dalam-dalam aroma rambut sang istri


"Tidur dulu lah. tadi malam bisa tidur jam satu dan bangun setengah lima, semua karena ulahmu!" Melani menepuk lengan suaminya yang melingkar di perut


Raffa menyeringai didalam sana. "Yang penting membuatmu puas." bisiknya, mengecup leher sang istri


Plak!


Melani memukulnya, sontak saja pria itu bangkit bangun dan melihat wajah sang istri ditekuk.


"Aku pengen tidur jadi jangan gituan lagi! pergi sana!" usirnya, Melani meraih guling dan memeluknya, mulai memejamkan mata yang dirasa sudah sangat berat


Disisi lain, Jenny baru saja selesai menyusun pakaiannya kedalam lemari. Ia mengibaskan tangannya seolah pekerjaan pertama telah selesai. Jenny keluar dari kamar, lehernya masih betah menanggung beban dari kamera miliknya. Menatap hamparan lautan yang luas dan disisi lain pemandangan hijau juga sangat menyejukkan mata. Jenny menghirup udara dalam-dalam, sangat segar dan bersih.


"Hhh ... Melani mana ya? apa masih dikamarnya?" gumam gadis itu, ia melangkah menuju kamar sang adik


Tok tok tok


Ceklek

__ADS_1


Sesosok lelaki tampan menunjukkan wajahnya dihadapan Jenny.


"Ada apa? Melani sedang tidur." ucapnya


"Tidur???" Jenny terkesiap, mencoba untuk mengintip dari balik celah pintu


"Iya, kamu pergilah sendiri."


"Oke! aku mau berkeliling, siapa tahu dapat bule. Hahahahah!" Ia tergelak lalu melenggang pergi


"Halu!" gumam Raffa, menggeleng-gelengkan kepalanya menatap kepergian gadis cantik itu. Ia kembali masuk dan menutup pintu, melanjutkan kegiatannya untuk menyimpan pakaian didalam lemari


Jenny bermain air di Pantai, memotret kakinya yang disentuh oleh air asin itu. Ia tampak bahagia sekali bisa melihat pemandangan ini, kuliah di Amerika sangat jarang pergi ke Pantai, menghabiskan waktu hanya untuk belajar dan belajar, sungguh membosankan baginya.


"Permisi gadis cantik ..." sapa seseorang dari belakang tubuhnya, Jenny berbalik badan dan terkesiap melihat sepasang sejoli yang tampan dan cantik dihadapannya


"Ya?"


"Bisakah kamu memotret kami?" pintanya memohon


"Oh, tentu." Jenny meraih ponsel milik pria tersebut dan mulai memotret mereka


Astaga .... haruskah berciuman dihadapanku? Batinnya sembari memotret


"Terima kasih." ucapnya, lalu melenggang pergi meninggalkan wanita itu

__ADS_1


"Aiiish! mereka sengaja menggoda para jomblo." Jenny menggeleng-gelengkan kepala, kembali melanjutkan perjalanan menelusuri pantai ini.


🌿🌿🌿


__ADS_2