JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Sengaja Menggodaku?


__ADS_3

🌴🌴🌴


Melani baru saja tiba di rumah setelah menembus uang dari selembar cek yang diberikan Tuan Andrew. nominal yang tidak fantastis, hanya saja mampu menambah modal untuk menciptakan pencuci mulut dari hasil karya tangan Melani dan juga Mama.


Mengingat banyaknya pembeli pada hari ini, menuntun Melani untuk bekerja semakin keras lagi. bahkan ia membeli banyak bahan untuk stok di rumah. kini setelah makan malam selesai bersama orang yang paling ia cinta, Melani yang memilki semangat tinggi ingin melanjutkan kegiatan seperti seharian ini. yaitu membuat beragam cake untuk persiapan hari esok.


"Kamu nggak capek? istirahat dulu aja." tegur Mama Sarah


"Tidak, Ma. justru Mama yang istirahat. mending Mama nonton tv aja, Melani yang kerja." ujar gadis tersebut


Mama Sarah menghela nafas berat. "Baiklah. kalau adonannya sudah siap, panggil Mama."


"Iya, Ma." Melani mengangguk dan kembali melanjutkan kegiatannya.


Beberapa jam bergelut di dunia dapur, akhirnya segala jerih payah yang ia lakukan telah berlalu dengan membawa hasil yang memuaskan. beberapa macam cake telah selesai saat itu juga, dengan dibantu Mama Sarah yang tidak pernah ada lelah-lelahnya. tersedia muffin coklat dan perasa lainnya, kue sus, pai susu dengan toping buah, bomboloni, pancake durian, dan cupcake yang belum diberi whipcream. sedangkan segala jenis lainnya akan ia kerjakan esok hari.


"Akhirnya selesai juga, Ma." Melani meregangkan otot-ototnya yang dirasa kaku


"Sekarang ayo kita tidur, sudah jam sebelas malam." ajak Mama Sarah, Melani mengangguk dan bergegas ke kamar mandi terlebih dahulu untuk mencuci tangan, membasuh wajah bahkan tak lupa untuk berwudhu.


Beruntung sekali pria yang berhasil memiliki Melani, wanita taat beribadah kepada sang Maha Pencipta


**


Hari yang dinanti pun telah tiba, kejutan teristimewa untuk yang tercinta telah berada didepan mata. siang ini Melani akan menghadiri kejutan ulang tahun sang sahabat yang telah direncanakan oleh suami wanita itu.

__ADS_1


"Tart Cake nya cantik banget, Kak." puji Ratih, kue tart yang disiram saos coklat, lalu dinding cake dilekatkan oleh batang coklat berbentuk persegi panjang. tak lupa memberikan whipcream ditepinya dan juga diatas cake tersebut seperti hiasan bunga mawar. dibubuhi pula oleh sprinkle gold dan beberapa buah cherry. memberikan kesan manis pada cake tersebut.



"Iya dong, cantik kayak yang buat. hehehe," Melani memuji dirinya sendiri


"Preeet!" balas Ratih, kemudian perempuan itu melirik ke cake lainnya yang dikhususkan untuk Tuan Andrew.


"Selesai juga!" Melani bernafas lega, hasil karyanya telah selesai saat itu juga. ia mengibaskan tangannya, lalu mendongak menatap jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi.


"Ya ampun, nggak nyangka waktu cepat berlalu." gumam Melani


"Makanya, biar aku saja, kakak nggak mau. sekarang pulanglah! dandan yang cantik." usir Ratih


Derap langkah kaki terdengar keras saat menapaki beberapa anak tangga di kediamannya. sepasang kaki yang dibaluti sepatu pantofel itu akhirnya berhasil meluncur menginjak keramik putih di lantai dasar.


Raffa melangkah terburu-buru saat mendapati perintah sang boss untuk segera stand by di tempat yang ditentukan. Raffa bergegas masuk ke dalam mobil, lalu menyalakan mesinnya. hingga kendaraan roda empat itu berhasil lolos meninggalkan pekarangan rumahnya.


"Dimana Melani?" tanya Raffa kepada Ratih, sesampainya ia di toko tersebut


"Sudah pulang, Tuan. lagi bersiap-siap," jawab wanita tersebut


"Hmmm, cakenya sudah siap'kan?" tanya Raffa, perempuan itu mengangguk. dari pada ia bolak balik kesana kemari, lebih baik dirinya membawa cake tersebut


Beberapa menit kemudian, Raffa telah tiba dikediaman sederhana gadis tersebut. ia bergegas turun dari mobil, dan berjalan menghampiri pintu utama.

__ADS_1


Tok tok tok


Tok tok tok


Raffa berdesah frustasi tatkala seseorang didalam sana tak kunjung jua membuka pintunya. ingin rasanya mendobrak pintu tersebut, namun ia urungkan karena gendang telinganya menangkap suara kunci yang tengah diputar. dan benar saja--saat itu pula pintu dibuka dari dalam


Raffa terkesima melihat pemandangan langka dihadapannya, tubuh molek Melani terpampang nyata memenuhi netranya dan berhasil menaikkan gairah dibawah sana yang tersembunyi.


"Mas Raffa?"


"Apa kau tengah menggodaku memakai handuk begitu?" ketusnya


Melani menggeleng cepat. "Mana mungkin." Melani menunduk menatap dirinya, "Akh! aku sampai lupa baru siap mandi." sambungnya tersenyum getir, merasa malu sendiri memperlihatkan bagian tubuh yang terbuka pada pria itu


"Astaga! buruan cepat! waktu kita tidak banyak!" teriak Raffa, ia benar-benar geram dengan wanita di hadapannya


Melani berlari terbirit-birit menuju ke kamarnya. sial sekali, gara-gara bensin motornya habis, ia bahkan harus mendorong kendaraan itu hingga dirinya telat untuk bersiap-siap.


Sedangkan Raffa, ia menghela nafas panjang, untung saja gairah perkasanya bisa runtuh saat perempuan tersebut menghilang dari pandangannya. jika tidak, mungkin ia akan menerkam Melani saat ini juga dan melupakan rencana yang dibuat oleh Tuannya.


"Oh Tuhan, mungkin benar, aku harus menikah."


"Gara-gara pasutri me*um itu otakku tercemar!


🌴🌴🌴

__ADS_1


__ADS_2