JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Mereka Sangat Seksi


__ADS_3

🌴🌴🌴


Melani berada di Pasar Malam yang menggelarkan aneka ragam permainan dan wahana untuk semua kalangan. sudah satu jam lebih ia disini namun sama sekali ia tidak begitu menikmati wahana yang telah ia coba bersama Alex. pikirannya masih dihantui oleh Raffa, pria malang yang kini entah kemana. sebab Melani telah menghubungi sahabatnya untuk mempertanyakan perihal pria itu, nyatanya Raffa tidak pernah berkunjung ke kediamannya.


Kenapa aku terlalu memikirkannya? dia kan udah gede, mungkin nongkrong sama kawan-kawannya. batin Melani


"Mel, mau coba main basket?" suara berat milik Alex membuyarkan lamunannya


"Iya, tapi setelah ini kita pulang, ya ... aku nggak biasa tinggalin Mama sendiri." ucap Melani dengan wajah khawatir


"Iya, baiklah." pria itu mengangguk. Melani mengulum senyum dan mulai bermain disalah satu wahana yang tersajikan, yaitu berlomba memasukkan bola ke dalam gawang basket. lagi-lagi gadis itu tidak bersemangat, dari banyaknya bola yang ia masukkan, hanya satu yang lolos dengan sempurna.


"Kamu kalah!" Alex mentoel hidung milik gadis itu


"Eemh! namanya juga nggak pandai main basket." gerutunya


"Hahahaha, its oke! hanya game, ayo kita pulang!" Alex merangkul pundak Melani, namun sejurus itu Melani melepaskan dirinya dari rangkulan tersebut. merasa tidak nyaman.


Kini keduanya telah tiba di kediaman Melani, gadis cantik itu melambaikan tangan kepada pria yang bersamanya. hingga mobil melesat dengan kecepatan rata-rata meninggalkan rumah sederhana itu.


Di Club, Raffa masih menikmati minuman yang memabukkan ini dengan ditemani dua wanita cantik nan seksi disisinya, tatapannya menatap fokus pada satu titik di kerumanan orang-orang yang sedang berjoget ria. pandangannya kosong, hanya ada sosok Melani yang memenuhi netranya. segelas minuman beralkohol tidak pernah lepas dari genggamannya. dua wanita seksi hanya bertugas mengisi wiski kedalam gelasnya, meneguk, dan mengisi lagi. seperti itulah yang mereka lakukan, tanpa ada embel-embel saling memuaskan hasrat.


"Lelaki ini sungguh membosankan." bisik salah satu wanita tersebut kepada rekannya

__ADS_1


"Mending kita coba rayu lagi, dia sudah mabuk pasti mau menyenangkan kita." usul temannya, wanita itu mengangguk dengan ide cemerlang tersebut


"Tuan, sudah dulu minumnya, ya ..." perempuan penghibur itu menaruh gelas milik Raffa ke atas meja. pria yang sudah merasa lelah dan tidak berdaya ini, menyandarkan kepalanya pada punggung sofa. menengadah menatap langit-langit tempat ini dengan tatapan yang mulai sayu.


"Plis, Melani, come here!" lirihnya dengan suara lemah tak berdaya


Kedua wanita itu menyeringai, membuka kancing kemeja pria ini untuk menikmati kulit hangat dengan sedikit bulu tipis di dadanya. sungguh menggoda, dan mereka menyukai bentuk tubuh di hadapannya. dada bidang nan kekar, berotot, ada bulu halus didada, dan juga--dada itu sedang naik turun seolah sedang mengatur nafas.


"Sentuh lagi, Melani." lirihnya, saat tangan-tangan itu mencoba mengelus dada tersebut


"Aku ingin menjilatnya." ucap wanita tersebut kepada rekannya, ia langsumg melakukan. namun--tiba-tiba saja ada yang mengganggu kesenangannya saat pundaknya ditarik ke belakang dengan kasar oleh seseorang.


"Siapa kau!"


Mendengar suara yang tidak asing baginya, Raffa kembali menegapkan tubuhnya dengan susah payah untuk menatap si pemilik suara. Raffa tersenyum getir, tangannya terulur ke depan.


"Melani, bahkan kau benar-benar ada disini. aaaakh!" Raffa kembali menjatuhkan kepalanya ke sandaran sofa


"Mas Raffa!" Melani merebut posisi wanita jal*ng itu, hingga mereka tersingkir sembari berdecak kesal karenanya.


"Pergilah kalian, dia sudah tidak membutuhkan!" tegas Melani kepada dua wanita tersebut


Mereka bangkit, mendengus kesal dan pergi meninggalkannya.

__ADS_1


"Bahkan mereka sangat seksi." gumam Melani sembari menggeleng-gelengkan kepalanya


Tatapannya kemudian beralih kepada pria menyedihkan ini. hingga mata itu jatuh ke dada yang menampikkan dada telanjangnya


"Bahkan mereka lancang sekali padamu." decaknya, tangannya terangkat untuk mengancingkan kembali buah baju itu.


Namun--tangan kekar itu menyentuh kepala Melani, memghempaskannya ke dada miliknya. Melani terpaku, kulit pipinya menyentuh kulit dada hangat yang sedang naik turun ini. bahkan Melani dapat mendengar detakan jantung milik Raffa yang bervolume kuat nan kencang.


"Gara-gara minuman ini, jantungmu tidak normal lagi, Mas Raffa!" Melani merebut botol minuman yang masih melekat digenggaman Raffa, menaruhnya dengan kasar ke atas meja


"Hmmm, Mel ..." Raffa memeluk tubuh mungil itu dengan kedua tangannya. tubuh Melani terkunci, posisi mereka saling mendekap, tak ada jarak sedikit pun.


"Mas, ayo kita pulang! longgarkan sedikit pelukan mu, aku merasa sesak." keluh Melani


Raffa mengerjap-ngerjapkan matanya, tatapannya kembali sempurna walau kepalanya merasa sangat pusing. ia meringis, tapi mencoba untuk menahan rasa pusing yang berasal dari efek alkohol itu. mendengar suara Melani yang terus menerus mengoceh, secercah cahaya penyemangat kembali menghampirinya.


Raffa bangkit, menegapkan tubuhnya hingga ia tertegun melihat wanita yang ia cintai berada dipelukannya.


"Mel." Raffa mengecup pucuk rambutnya, kemudian melonggarkan pelukan itu


Tatapan keduanya saling terkunci, Raffa melihat penuh raut wajah di hadapannya. tampak khawatir namun terlihat sangat cantik.


"Aku bermimpi?"

__ADS_1


🌴🌴🌴


__ADS_2