JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Patah Hati


__ADS_3

🌴🌴🌴


Raffa terpaku dalam ketegunan menatap sosok yang selalu hinggap dihatinya, tengah berada di tempat ini bersama pria kemarin. Seketika darahnya berdesir memanas, rahangnya mengetat dan deretan gigi yang saling berbenturan didalam sana. Raffa menatap kedua orang itu dengan tajam, bagaikan tatapan elang yang siap menyambar mangsanya. Hatinya bagai teriris-iris melihat mereka saling bercengkrama dengan diiringi tawa renyah. seketika tangannya mengepal, hatinya ingin menangis dan akalnya menuntun untuk merebut wanita itu dari rivalnya.


Rival? ya, tanpa sadar pria yang bersama Melani adalah Rivalnya. sungguh sesak, tidak tahu kenapa hati ini tiba-tiba memanas.


Ada apa dengan kau ini, Raffa? Itu kan kekasihnya! Batin Raffa


"Hallo, Tuan Raffa." panggil sang Investor


"Ya, Mr. Kendrick?"


"Jangan melamun, ayo kita makan siang." Lelaki parubaya itu memperingati Raffa bila sajian hidangan milik mereka telah tersajikan didepan mata. Entah berapa lama ia memerhatikan dua orang itu, hingga melupakan orang-orang disisinya.


"Baik, Sekretaris Jasmin, terima kasih laptopnya. kebetulan Tuan Andrew juga akan makan siang." Pria itu menyodorkan laptop milik Jasmin, ternyata selama Raffa memerhatikan dua orang itu, Mr. Kendrick tengah bercengkrama bersama sang Presdir Andrew melalui via zoom.


"Baik, Tuan. Ayo kita nikmati jamuan Restorant ini." seru Sekretaris Jasmin


Sepasang pria warga asing itu mengangguk mengiyakan, hingga mereka berempat lebih memilih fokus dengan sajian yang menggoda ini. Apalagi perut yang keroncongan membuat selera makan semakin meningkat. sedangkan Raffa, sesekali pria itu mencuri pandang pada sepasang insan yang ia benci.


Katanya lagi sibuk ngerjain skripsi, tapi pergi juga jalan sama pria itu! Batin Raffa


Dan hal itu menjadi sorotan oleh pandangan Jasmin. perempuan yang sedari tadi memerhatikan arah mata atasannya, seketika paham jika sang atasan tengah menatap sahabat Nyonya Presdir. Ia tersenyum simpul sembari menggeleng-gelengkan kepala, pria disampingnya ini memang sangat jaim hingga menyembunyikan perasaan yang sebenarnya.


"Jangan dipandang terus, itu akan membuat kamu sakit hati. Ingat disini ada tamu kita, jadi tunjukkan sikap formalitasmu." bisik Sekretaris Jasmin


Seketika itu Raffa kembali fokus pada alat makannya, dalam diam batinnya terus berperang dan tatapannya tengah berusaha untuk tidak terpancing oleh sepasang insan itu.

__ADS_1


Aku bahkan tidak berselera. Batinnya lagi


Disisi lain, diseberang sana, Melani dan Alex menikmati hidangan makan siang sembari mengobrol, masih tidak menyadari keberadaan Raffa yang juga ada disana.


"Jadi yang kemarin itu bukan pacar kamu?"


"Bukan, dia Assistennya suami sahabatku. tapi ya gitulah--dia suka cari perhatian dariku."


"Mungkin dia suka sama kamu."


"Hmmm ... entahlah yaa, aku nggak ngerti tipe cowok suka sama cewek itu yang kayak gimana." ucap Melani


"Yang jelas, peduli sama kamu, suka mengejar kamu, dan ingin selalu dekat dengan kamu. Seperti aku." jelasnya


"Hah??" Melani mendongak, memangapkan mulutnya


"Kamu itu lucu dan polos, gemesin tau nggak." Pria itu terkekeh, lalu menyuapi makanan ke mulutnya


"Hmmm .... apa tadi itu benar?" tanya Melani


"Apanya?" Pria itu bertanya balik


"Kamu juga seperti ciri-ciri cowok menyukai aku?"


"Ya, tentu saja." jawab Alex dengan santai


"Hahahaha ... lucu ya, becandanya." Melani tergelak, ia mengira bila pria tersebut tengah becanda. sedangkan Alex, pria itu hanya mengulum senyum menanggapinya. tatapannya masih menyelidik wajah cantik dihadapannya.

__ADS_1


**


Raffa menghembuskan nafasnya dengan kasar setelah membenamkan bokongnya pada bangku mobil. Ia mengusap wajahnya dengan kasar dan buru-buru menyalakan mesin mobil. Melihat pria ini sedang keadaan yang tidak baik-baik saja, membuat Sekretaris Jasmin tampak mulai takut bila terjadi sesuatu saat diperjalanan nanti.


"Jangan jalankan dulu mobilnya!" cegah Sekretaris Jasmin


Raffa menoleh padanya. "Kenapa?" ketusnya dengan wajah dingin


"Kamu dalam keadaan mode yang tidak baik. tarik nafas, lalu embuskan! coba deh berulang kali."


Raffa menyipitkan matanya. "Emangnya ada apa denganku sampai harus melakukan itu?"


"Kamu itu sedang patah hati, jadi coba lakukan yang aku perintahkan tadi. setelahnya kamu akan merasa tenang." jelasnya


"Cih! macam paham aja." cibir Raffa


"Emangnya kamu tidak sadar kalau kamu sedang cemburu melihat Nona Melani bersama pria lain?" kali ini Sekretaris Jasmin yang tidak paham dengan pria disampingnya


"Tentu saja tidak!" elak Raffa


"Bodoh!" gumam Jasmin


"Cepat-cepatlah sadar dengan perasaan mu itu! atau dirimu akan menyesal, Tuan Raffa." Sekretaris Jasmin merasa geram dengan pria bodoh disampingnya, seolah-olah tidak pernah jatuh cinta sampai tidak menyadari perasaan yang dialaminya


"Kenapa kau menggertakku?" erang Raffa, pria itu bergegas kembali menyalakan mesin mobil. Lagi pula mereka harus ke kawasan xxx untuk memeriksa proyek yang masih dalam tahap pengerjaan.


"Biar otakmu bekerja!"

__ADS_1


🌴🌴🌴


__ADS_2