
🌴🌴🌴
Tok tok tok
"Masuk!" sahut suara berat seseorang didalam sana, menatap sekilas pada daun pintu lalu beralih pada meja kerjanya. Hingga ia terpaku saat ekor matanya menangkap sosok wanita yang berpakaian biasa datang mendekat padanya.
Raffa mendongak untuk menatap wajah itu, satu hal pertama yang menanggapi kesan pertemuan tak diduga ini adalah jantungnya kembali berdegup dengan kencang. Raffa terpukau, ia terkesima dan tertegun, semua perasaan berkumpul menjadi satu saat sepasang netranya menangkap sosok Melani yang kini berada didepan matanya. hingga pria itu kembali sadar saat si pujaan hati menyapanya duluan.
"Hai."
"Hmm, ada apa?" Raffa tersenyum sekilas kepada wanita itu, ia kembali fokus pada laptopnya. bukan fokus pada pekerjaan, namun mengotak-atik isi laptop seakan untuk menutupi rasa gugupnya.
"Aku bawa ini, semoga kamu suka." Melani menyerahkan sekotak cake dan juga sebungkus buah jeruk padanya, menaruh diatas meja kerja pria itu. Raffa hanya meliriknya sekilas, tatapannya masih fokus pada laptop
"Ada perihal macam apa kamu membawakan itu?" tanyanya dengan nada dingin, walau sebenarnya hati sedang bahagia dan jantung seakan ingin loncat kepermukaan karena kegirangan mendapat perlakuan ini
"Kamu sedang sakit karena ulahku, aku minta maaf."
Raffa menyipitkan mata, kali ini ia kembali fokus padanya. "Ulahmu?" gadis itu mengangguk
"Emang apa yang kamu lakukan sampai aku sakit karena kamu?" Raffa terus menginstrupsi, memancing jawaban kejujuran dari wanitanya
Melani menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk menghadapi pria ini. "Karena meninggalkan kamu, tidak menghargaimu, mengecewakanmu, hingga minuman terlarang itu menjadi pelarianmu." ujar Melani, menggigit bibirnya kuat-kuat, entah kenapa hatinya menuntun untuk melakukan hal semacam ini
__ADS_1
"Hahahahahaha ... kamu lucu sekali ya," Raffa tergelak terbahak-bahak, membuat Melani bingung. "Saya mabuk bukan karena itu, tapi ingin bersenang-senang dengan para wanita. kalau kamu ingin jalan bersama kekasihmu, ya silakan saja." ujar Raffa masih dengan tawanya, kemudian tersenyum getir didalam hatinya
Melani melotot, ternyata perkiraannya salah dan hal ini sungguh membuatnya malu karena terlalu percaya diri. Tapi tunggu! bukannya tadi malam, pria ini selalu menyebut namanya? telah dipastikan bila Raffa memang seperti yang ia pikirkan.
"Anda sungguh jaim, ya ... jelas saya tahu kondisi anda sebenarnya." cibir Melani, kemudian gadis itu melenggang pergi meninggalkan pria tersebut. toh urusannya telah selesai, menjenguk dan meminta maaf padanya.
Raffa memerhatikan punggungnya hingga menghilang diambang pintu, langkah gadis itu terlalu cepat, mungkin saja ia merasa malu dan sedikit kesal. Raffa tersenyum seringai, setelahnya pun ia acuh pada perempuan itu.
Kini tatapannya beralih pada sebungkus buah jeruk dan juga kotak cake, Raffa mengambilnya lalu membuka kotak tersebut.
"Terima kasih atas perhatiannya, Melani." ucap Raffa pada kotak tersebut, senyum indah terukir dibibirnya.
Melani berdecak kesal, bisa-bisanya pria itu membuatnya malu dengan perkataan seperti itu, padahal nyatanya lelaki tersebut begitu sangat mengharapkannya hingga disepanjang perjalanan pulang selalu mengigau menyebut namanya. niatnya yang ingin berbaikkan pun berubah menjadi rasa kesal.
Beberapa menit kemudian, perempuan itu telah tiba di Tokonya, kembali pada laptop untuk menyelesaikan tugas akhirnya yang akan kelar sedikit lagi.
"Apa kamu sudah ketemu Nak Raffa? bagaimana keadaannya?" Mama Sarah mendudukkan tubuhnya disamping sang putri, langsung menanyakan perihal pria itu
"Dia sehat-sehat aja, Ma, nggak ada sakit apapun." Melani menjawabnya sangat malas
"Ah, syukurlah. dia lelaki yang hebat." puji Mama, membuat Melani menggeleng-gelengkan kepala melihatnya
**
__ADS_1
"Cie ... yang habis diapelin." ledek Sekretaris Jasmin, perempuan itu menyelonong masuk ke dalam ruangan Raffa, tampak pria itu sedang menikmati kue pemberian Melani
"Apaan! keluar sana!" usir Raffa
"Ah, males. minta ya jeruknya." Jasmin mengambil jeruk tanpa mendapatkan izin terlebih dahulu pada sang pemilik
"Sakit apaan emangnya?" tanya Jasmin, ia belum mengetahui tentang atasannya
"Hanya pusing, perempuan itu mengecewakanku. Kau tahu? pria itu merebutnya dariku." Raffa berdecak kesal
"Gimana ceritanya?" Jasmin sedikit bingung
Raffa pun menceritakannya kisah awal pada malam itu, saat ia baru saja tiba hingga Melani akan berkencan dengan pria yang baru saja menjemputnya. Dirinya sendiri dibuat terpelongo dan tak bisa melakukan banyak hal selain diam memerhatikan interaksi mereka. Hingga bersenang-senang ke Club adalah jalan terakhirnya untuk menenangkan diri atas rasa sakit itu.
Di tinggal jalan bersama pria lain, lebih menyakitkan dari pada di tinggal saat sayang-sayangnya.
"Bodoh! kau jangan diam saja! rebut balik dia darinya, siapa yang datang duluan, dialah yang berhak atas Melani." omel Jasmin, hampir ingin memukul kepala Raffa dengan map yang terletak diatas meja
"Beraninya kau ingin memukulku! keluar!!"
🌴🌴🌴
Gemeush sama si Mas nya 😂😂
__ADS_1