
🌴🌴🌴
Kala sore itu tiba, kesepakatan untuk berjumpa telah didepan mata. Di seberang sana, Alex baru saja selesai dengan tugas kantornya tatkala waktu yang menunjukkan pukul empat sore. Ia membereskan segala yang berantakan diatas meja, setelah selesai buru-buru pria itu mengangkat kaki meninggalkan Gedung ini.
Di perjalanan, pria itu mengulum senyum disepanjang waktu, menatap lingkaran berkilau yang disimpan rapi didalam kotak merah berbentuk segi empat. Hatinya tengah bahagia sekaligus gugup, pasalnya ia akan melakukan sesuatu kepada gadis yang sedang ia dekati.
Beberapa menit kemudian, mobil telah berhenti tepat didepan Toko milik Melani. perempuan tersebut langsung datang menghampirinya dan melangkah menuju sisi mobil yang lain. Ia masuk, membenamkan bokongnya di bangku samping kemudi.
"Kita mau kemana sih? tapi jangan lama-lama lho, Ratih sendiri." ucap Melani
"Nggak lama kok." Alex kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan rata-rata.
Disisi lain, Raffa mengikuti kemana mobil itu akan membawa pujaan hatinya. Ia tidak akan tinggal diam, Raffa selalu mengikutinya kemana pun pergi. Cukup menjaga dari kejauhan jika saja sesuatu yang tak diduga terjadi dengan Melani.
Raffa menyalip kendaraan lain demi mengekori pria itu, cengkeramannya terlalu erat hingga tangan itu menonjolkan urat. rasanya ia sudah tidak sabar untuk menyaksikan interaksi mereka berdua. Hingga mobil berhenti didepan sebuah Taman Kota, Raffa memarkirkan mobilnya sedikit lebih jauh dari mereka. buru-buru ia turun untuk mengejar, didalam hati ia mengingatkan diri sendiri untuk jangan sampai ketinggalan jejak atas kedua orang itu.
Raffa berjalan di belakang mereka, hanya berkisar beberapa meter. Sesekali ia bersembunyi dibalik pepohonan jika saja mereka merasa curiga bila sedang diikuti. dan benar saja, Melani menghentikan langkahnya dan menoleh ke belakang dengan kening yang berkerut.
__ADS_1
"Ada apa?" tanya Alex, tatapannya juga menyelidik ke belakang
"Seperti ada yang ngikuti." ujar Melani
"Perasaan kamu saja. Lagi pula banyak kok pengunjung yang searah sama kita." Alex hanya berpikir positif sembari menatap pengunjung yang berjalan searah dengan keduanya
"Hmm, ya, kamu betul. emang kita mau kemana sih?" tanya Melani, perempuan itu berulang kali melontarkan kata yang sama
"Kesana!" Alex menunjuk danau, Melani mengangguk paham dan mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Oh, kesana ... Batin Raffa
Kini Melani dan Alex telah tiba didepan sebuah Danau yang cukup luas itu, disekelilingnya hanya ada segelintir orang yang sedang duduk sembari mengobrol dengan pasangannya. Alex merasa gugup, telapak tangannya sudah terasa basah sedari tadi. Jantungnya berdetak semakin cepat seakan tengah berada dijalur yang menguji adrenalin.
Melani mengerutkan dahi, ada apa dengan pria yang bersamanya ini? Seolah tengah banyak pikiran menatap jauh ke depan.
"Jika ada yang mau dikatakan, katakanlah. Ini sudah hampir jam setengah lima, tau!" dengus Melani
__ADS_1
Bodoh! bodoh! seharusnya kemarin malam aku melakukan ini. Batin Alex
Alex menghirup udara sebanyak-banyaknya, ia menatap kebawah, dengan gugup ia mengambil kedua tangan milik Melani dan menggenggamnya erat. Melani mengerutkan kening, ingin menarik paksa kedua tangannya namun sejurus itu lebih baik ia biarkan saja. Dirinya juga ingin tahu apa maksud dari pria ini.
"Melani, mungkin baru beberapa minggu ini kita saling mengenal, namun--hatiku seakan telah berpaut padamu sejak lama. A-aku--mencintai kamu." ujar Alex dengan gugup, ia bergegas merogoh sekotak cincin dari saku jasnya.
Alex membuka penutup itu. "Maukah menjadi kekasihku? sekaligus menikah denganku?"
Deg!!
Mata Melani membulat saat mendapati perlakuan ini, ia begitu kaget melihat Alex menyatakan cinta secepat itu. Melani memerhatikan benda yang berkilau melekat di kotaknya, kemudian beralih menatap wajah pria tampan dihadapannya.
Disisi lain, Raffa tercenung mendengar ungkapan tersebut. ternyata Melani berbohong, rupanya mereka belum berpacaran. dan Raffa benar-benar mengutuk dirinya karena telah mengorbankan perasaan demi pria yang belum terikat oleh pujaannya. Raffa pikir, mungkin Melani akan bahagia bila bersama pria yang ia cintai, Alex, ternyata itu belumlah benar. Mereka masih tahap pendekatan, dan dirinya yang bodoh itu membuka jalan untuk sang Rival
Jangan, Mel, kau hanya milikku! setelah ini kau adalah milikku! tak akan ku biarkan kau bersama dengannya, jalan seperti ini lagi. Kau pembohong, Mel, aku mengira kau mencintainya sampai aku harus mengorbankan rasa agar tidak egois atas dirimu. Kau harus menolaknya, saat ini juga! setelahnya kau sepenuhnya ada digenggaman ku. masa bodoh dengan gengsi!" batin Raffa yang sedang duduk diatas rerumputan, berjarak lima meter dengan mereka. untung saja ia membawa kaca mata, topi dan kumis palsu untuk berjaga-jaga atas pengintaiannya selama ini.
"Mel, maukah kamu menerima ku? mungkin ini terlalu cepat, tapi aku sangat mencintaimu. Aku berjanji akan memberimu banyak cinta dan menghilangkan rasa bencimu tentang cinta."
__ADS_1
🌴🌴🌴
Akankah?? 😱