JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Ada Syaratnya


__ADS_3

🌴🌴🌴


"Kamu dengar? kata Dokter, boleh-boleh saja, nggak ada larangan." ucap Raffa sembari menyetir mobil


"Iya, tapi jangan sering-sering dan dalam posisi yang nyaman biar janin tetap terlindungi." pungkas Melani, memutar bola matanya merasa jengah


"Iya, Sayang ... aku tetap hati-hati kok sama baby kita." ucap Raffa dengan lembut, tangan kirinya mengusap perut datar sang istri


Mobil yang mengangkut dua anak manusia itu telah tiba disebuah kafe yang menyediakan desert and ice cream, tempat yang dulu pernah mereka kunjung dan menjadi saksi kunci mula perdebatan keduanya karena jaimnya pria ini.


Raffa membuka pintu mobil disisi istrinya, mengulur tangan untuk disambut oleh sang permaisuri yang teramat ia cinta. keduanya saling mengulum senyum, sungguh betapa bahagianya setelah mengetahui akan ada sang buah hati didalam rahim Melani.


"Kita mau duduk didalam atau diluar, hm?" tanya Raffa


"Diluar aja, kayak dulu." jawabnya, Raffa mengangguk mengiyakan


Pelayan datang menghampiri keduanya, menyapanya dengan ramah dan mencatat pesanan pelanggannya. ia pun pergi setelah tugasnya selesai, meninggalkan sepasang insan itu yang mulai melanjutkan obrolan.


"Masih ingat, nggak? disini kamu pernah memohon samaku untuk diantarkan ke kantor." Melani cekikikan mengingatnya


"Oh ya? aku lupa." ujarnya enteng


"Cepat amat lupanya! kamu itu sok-sok jaim! mau-mau tapi malu." ledek Melani


"Bukan jaim, hanya saja aku merajuk karna kamu tolak." ralatnya


"Merajuk, ya? hahahahaha!" Melani tergelak, sungguh membuat pria itu merasa keheranan


"Ada apa tertawa? emang ada yang lucu?"


"Iya, lucu ... ternyata laki-laki maco kayak kamu bisa merajuk juga ya?"


"Sudahlah! jangan mengejekku! kau mengajarkan anak kita buat ngejekin papanya."


"Ya ya ya, baiklah, aku tidak memulai lagi." Melani pun memilih diam dari pada terus mengejek pria perajuk itu, sungguh menggemaskan.

__ADS_1


Tak berapa lama pesanan keduanya pun tiba, dua mangkok ice cream gelato yang memiliki banyak topping diatasnya, dan juga beragam desert kesukaan Melani telah tertera diatas meja.


"Kamu memesan banyak sekali? ingat, tidak boleh banyak mengonsumsi gula berlebihan." peringat Raffa


"Tau kok, cuma ini doang, permintaan dedek malah." Melani mengelus perutnya


"Hmmm ... pokoknya siang nanti kamu harus stimulasikan diri untuk makan nasi." tegas Raffa


"Baiklah, Tuan Raffa."


Melani mulai menyantap ice cream miliknya, menggiurkan sekali untuk dilahap saat terik begini. begitu mmenyejukkan tenggorokan dan memanjakan lidah didalam sana akan lembut dan cita rasanya yang menggoda.


**


"Kamu sudah kasih tau orang tua kita dan saudaramu?" tanya Raffa, setiba keduanya di kediaman


"Belum, nanti saja kalau perutku sudah terlihat membuncit, mereka pasti lebih heboh." ujarnya


"Hmmm, tapi tetap saja mereka harus tau supaya kamu tetap dijaga saat nggak ada aku disampingmu."


"Aku bisa jaga diri kok, nggak makan sembarangan dan tidak kerja yang berat-berat."


Keduanya masuk ke dalam rumah, Melani terperangah menatap banyaknya barang di ruang keluarga. ia mendekat, melepaskan rangkulan suaminya.


"Ini apa, Yang?" tanya Melani


"Oh, astaga! aku bahkan sampai lupa." Raffa menepuk jidatnya karena melupakan sesuatu yang ia bawa saat pulang ke Ibukota


"Ini oleh-oleh untuk kamu, bukalah." titahnya


Melani membuka satu persatu paperbag itu, sepatu, tas, bahkan dress. namun yang membuatnya tercengang adalah pakaian minim bahan, tatapannya menajam dan sepasang netra miliknya membulat mengarah kepada sang suami, Raffa hanya bersikap santai dan memasang tatapan nakal kepada wanita itu.


"Kenapa beli yang beginian, hah!"


"Biar kamu semakin cantik saat diranjang kita." jawabnya

__ADS_1


"Gila! banyak pula tuh!" Melani melemparkannya ke wajah sang suami, membuatnya terpaku. sedangkan dirinya membuka belanjaan dari Hypermart berupa snack dan kebutuhan lainnya


"Sayang, kamu harus pakai ini disetiap malam." ucap Raffa, membentangkan pakaian itu yang terlihat tampak aduhai. Raffa menelan salivanya dengan kasar, fantasinya sudah membayangkan sosok sang istri mengenakan ini sembari berlenggak-lenggok dengan tatapan sensual, persis seperti wanita liar diluar sana.


"Tidak akan!" Melani malah sibuk menikmati snack, untung saja penciuman dan perutnya dalam keadaan baik-baik saja


"Ayolah, nanti malam ya?" rayunya


Melani tidak menggubris pria itu, ia mengambil remote dan menyalakan layar kaca berukuran beberapa inci itu. Raffa hanya mendengus kesal, wanita ini bisa-bisanya berpaling dengan Ftv yang menayangkan kisah percintaan.


"Sayang ..." panggilnya lagi


Melani menghembuskan nafas dengan kasar, menatap lekat wajah mengiba itu. hingga sekelebat ide pun muncul dipikirannya.


"Baiklah, aku akan memakai ini."


"Yes!" Raffa kegirangan


"Tapi--ada syaratnya." sambung Melani sembari tersenyum seringai, sungguh terlihat mengerikan


"Apa??"


"Kamu harus kenakan pakaian kurang bahan itu!"


"What! kamu gila??"


"Terserah kalau tidak mau, mending aku berikan pada wanita yang membutuhkan." ucap Melani dengan santai, kembali mengemil sembari menonton tv


Raffa menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Tapi ini ukuran kecil, mana bisa aku pakai."


Yah, dengan alasan itu pasti wanita ini mengurungkan syaratnya. batin Raffa


"Kamu beli sana di Mall, cari ukuran xl, atau yang lebih gede seukuran wanita gendut."


"Hah?????"

__ADS_1


🌴🌴🌴


Ayo bayangkan pria pakai lingerie, macam mana bentuknya ya? 😂😂


__ADS_2