
πΏπΏπΏ
Pagi yang sejuk, semilir angin berhembus cukup kencang ditengah alam biru yang membentang luas ini. Raffa dan Melani menikmati sarapan pagi ditempat khusus yang telah disediakan di resort mereka. Jamuan sarapan pagi disuguhkan langsung oleh pelayan resort kepada para tamunya. Menyantap sarapan sembari memanjakan mata dengan suguhan didepan mata, itulah kenikmatan terhakiki yang pernah dirasakan.
Melani mengulas senyum, air laut yang jernih, bersih tanpa pencemaran sedikit pun menjadi daya tarik tersendiri. Ingin sekali ia menceburkan diri kedalamnya untuk menyaksikan terumbu karang dibawah sana, tak hanya itu, ia ingin juga bermain dengan makhluk hidup dibawah sana.
"Apa kamu senang disini?" tanya Raffa, pria itu memerhatikan raut wajah istrinya dan juga arah pandang netra itu
"Senang banget. Aku rasa disinilah surga dunia itu." ungkapnya
"Ya, banyak turis kemari hanya untuk menenangkan pikiran akan pemandangan dihadapannya. tempat ini sangat bersih, seperti lautannya." seru Raffa
"Aku ingin menyelam, apa kamu mau?" tanya Melani
"Tentu saja. Liburan terasa hambar kalau kita tidak menikmati alam dibawah sana."
"Aku nggak sabar ingin bermain air, untung saja aku bisa berenang." Melani cekikikan, Raffa mengulum senyum menatap wajah cantik itu.
Sebelum bermain air, terlebih dulu mereka menghabiskan sarapan paginya. Melani tampak cantik sekali mengenakan dress pantai yang memiliki belahan hingga ke pahanya. sedangkan Raffa, mengenakan celana pendek selutut dan kemeja pantai dengan warna senada seperti istrinya.
Penjaga Resort datang menghampiri Raffa dan Melani yang sedang bermesraan didalam kolam renang, keduanya hanya mengenakan pakaian renang namun masih terkesan sopan. Tidak seperti turis yang lainnya, hanya mengenakan bikini. Raffa melepaskan pagutan bibirnya, menoleh menatap penjaga Resort yang merasa canggung akan suasana ini.
"Maaf, Tuan. ini alat-alat untuk melakukan snorkeling." ucapnya dalam bahasa Inggris
"Ah, iya, terima kasih. apa kamu membawa pelayan wanita untuk membantu istriku mengenakan ini?" tanya Raffa
"Segera saya panggilkan, Tuan."
__ADS_1
"Pergilah!" usirnya secara halus, pria itu pun pergi meninggalkan mereka.
Melani naik ke permukaan, mendekati sang suami dan memeluknya dari belakang.
"Ada apa?" tanya wanita tersebut
"Hanya menyuruhnya memanggil pelayan wanita, aku tidak ingin seorang pria yang melihat lekuk tubuhmu itu." Raffa menatap paha mulus sang istri, ditambah lagi bagian punggung Melani cukup terbuka.
"Dasar! lalu kamu?"
"Pelayan wanita juga yang membantuku."
"Is!" Melani mencebikkan bibirnya
"Kenapa, hmm? kamu cemburu?" Raffa memutar balikkan tubuhnya, merengkuh pinggang sang istri dan mendekatkan wajah mereka. begitu terasa hembusan nafas menyapu wajah dihadapannya.
"Katakan saja iya, jangan mengelak!" Raffa mengencangkan pelukannya, membuat wanita itu terkesiap
"Lepaskan! dibilang enggak, ya enggak!" gerutunya
"Kamu tidak bisa bohong. tatap aku, kalau tidak--perempuan seksi disekitar kita akan menjadi objek pandanganku." ancamnya
Melani melotot, tak ayal ia juga mematuhinya. menatap wajah sang suami yang teramat tampan ini. Raffa terkekeh, wanitanya lucu sekali. "Nah, gitu dong, jangan jadi istri yang nakal." ledeknya, Melani mendengus kesal. Raffa memajukan wajahnya berniat ingin ******* bibir ranum bak cherry itu, tampak segar dan menggoda. Namun, niatnya terurungkan tatkala pelayan wanita menghancurkan moment tersebut.
"Permisi ... ah, maaf ..." perempuan itu merasa tidak enak
"Tidak masalah, Nona. bisakah membantuku memasang alat itu?" pinta Melani
__ADS_1
"Tentu saja." perempuan tersebut mengambil alat snorkeling
"Memasangnya hanya seperti ini, Nona, sangat mudah. dan sekarang, sepatu kataknya juga dikenakan." ucap wanita tersebut
"Hanya seperti ini?" Melani cukup terkejut
"Ya, tidak ribet." perempuan itu terkekeh, Melani menatap tajam suaminya, ternyata pria itu juga pandai mengenakannya
Is! dia sengaja memancing emosiku! kalau bisa sendiri, kenapa panggil wanita lain? Dasar! Batin Melani
Kini sepasang insan itu menyelam dibawah air, memandang suguhan didepan mata dengan banyaknya anekaragam terumbu karang dan ikan hias yang menemani mereka. Rerumputan dibawahnya pun ikut mengayun-ayun, dibawah bebatuan terdapat pula hewan lainnya. Sangat menyenangkan bisa berinteraksi langsung dengan makhluk lautan didalam sini. Apalagi panoramanya sangat indah, sempat-sempatnya Melani menyuruh sang suami untuk memotretnya.
**
Hari pun sudah semakin siang, Melani dan Raffa baru saja selesai mandi, membersihkan tubuh dari sisa air laut yang asin itu. Bahkan keduanya sempat menyalurkan kecebong didalam bathup, hingga hampir satu jam lamanya.
Hingga kegiatan itu berlanjut didalam kamar, Raffa sudah menghubungi pelayan untuk tidak membawakannya makan siang sebelum aktivitas keduanya selesai. Kali ini Melani tidak menolak, ia begitu menikmati sentuhan sang suami yang memberikan gelenyar indah pada tubuhnya.
Raffa terus menghentak dengan kuat, guncangan dahsyat terjadi diatas panggung itu hingga seprai yang rapi telah berantakan ulah rematan tangan yang dilakukan sang Istri. Suara erotis begitu syahdu, membiarkan burung-burung berkicau diluaran sana seolah memanggil mereka untuk menikmati pemandangan indah di pulau ini
Bulan madu tetaplah bulan madu, ritual yang dilakukan sekisar 70% dan menikmati pemandangan alam hanya 30% saja. Tidak ada negosiasi baginya, ia ingin menunjukkan pada Andrew bila dirinya bisa menghasilkan keturunan dengan cepat.
"Oh ...." keduanya mengeram tatkala sesuatu telah menyembur deras didalam sana.
πΏπΏπΏ
Vote dan hadiahnya dong π
__ADS_1