JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Flashback ~ Awal Pertemuan


__ADS_3

🌿🌿🌿


"Tu-tu-tuan ..." Suara Melani tercekat dan tubuhnya terasa bergetar menatap pria tersebut


"Bisa kita bicara?"


Melani tertegun mendengarnya. "Ada apa, Tuan?"


"Kita bicara di Kafe seberang aja." Papi Alex menunjuk Kafe seberang jalan, ia melenggang pergi terlebih dahulu.


Melani merasakan sesuatu yang tidak nyaman, pikirannya kembali menerka-nerka, apakah pria itu merasakan hal yang sama dengannya? entahlah. Melani menatap wajah Ratih, wanita itu menyuruh sang Boss untuk menyusul pria parubaya tersebut. Ia mengangguk, mulai melangkah ragu menuju ke tempat yang telah ditunjukan.


Dan disanalah pria parubaya tersebut,mendudukkan tubuhnya di meja dekat kaca transparant sembari memesan sesuatu pada Pelayan


"Duduklah." titahnya


Melani mengangguk, dengan perasaan yakin ia membenamkan bokongnya di kursi tersebut.


Terlihat jelas pria ini sedikit memiliki beban, tatkala ia berusaha mengambil oksigen sebanyak-banyaknya lalu ia hembuskan secara perlahan. Matanya menatap lekat wajah Melani, ia begitu nyaman bila menelusuri setiap lekuk wajah tersebut. Melani dibuat semakin tidak nyaman, gadis itu menunduk.


"Om ingin cerita ..."


Melani menatapnya, sedikit bingung. pikirannya bertanya-tanya mengapa ingin bercerita dengan orang yang baru beberapa jam ia kenal.


"Kamu jangan beritahu siapa-siapa, termasuk pada Alex, sebelum ini terbukti." Ia memperingati sebelum menyampaikan isi hatinya


"Apa ini penting, Tuan? Kenapa anda ingin bercerita pada saya? sedangkan kita baru mengenal."

__ADS_1


"Karna saya merasa ini adalah hak kamu untuk mendengarkan."


Melani semakin bingung olehnya. "Baiklah, saya akan mendengarkan dan tidak memberitahu Mas Alex."


"Dahulu ... dua puluh dua tahun yang lalu, saya dan Mami Alex bertengkar hebat karena sebuah kesalahpahaman. Saya mudah emosi, pikiran saya kalut tanpa mendengar penjelasan istri saya. saya pergi ke sebuah Club untuk menenangkan diri sampai mabuk berat. Saat saya ingin pulang ke Apartement pribadi, saya melihat seorang wanita sedang berjalan sendirian menenteng travel bag."


"Saya menyapanya, berusaha untuk tetap terlihat baik-baik saja."


*Flashback on*


"Hai, sendirian saja, Neng?" sapa Ayah Alex sembari mengusap wajahnya dengan kasar. wanita cantik berusia sekitar 25-an keatas tampak ketakutan melihat gelagat pria yang berantakan ini.


"Kenapa nggak jawab atuh, Neng? kenapa malam-malam begini ada di jalanan? sudah jam satu malam pula."


Namun wanita tersebut tetap diam, tidak menjawab. Ia melangkah mundur seolah sedang ketakutan.


"Perempuan aneh, diajak bicara hanya diam." Pria itu tergelak


Bodoh! seharusnya aku menetap saja di rumah majikan, dari pada kabur begini. bertemu dengan pria jahat itu lebih baik aku berhadapan dengan majikan psikopat. Batin Sarah


Sarah, berusia 28 tahun adalah seorang pembantu di kediaman lelaki yang memiliki sedikit gangguan jiwa. pemarah, pemukul, bahkan menamparnya. Seolah Sarah menjadi bahan pelampiasan atas keterpurukan majikannya itu. Ia tidak sanggup lagi, bahkan dirinya harus melayani ***** bejat pria tersebut. Namun untung saja, pria itu mandul setelah dirinya mendapatkan selembar kertas riwayat kesehatannya. Mungkin karena itulah, pria tersebut merasa terpuruk.


Sarah tidak memiliki keluarga, dari bayi hingga berusia 25 tahun ia habiskan hidup di Panti Asuhan. kini ia sangat ingin kembali ke tempat asalnya. Namun, dipertengahan jalan, dirinya malah bertemu dengan pria mengerikan ini.


Wanita itu pasti pelacur, tidak ada salahnya aku membalas perbuatan Jannete. Batin pria yang bernama Axel itu


"Hei!" Suara Axel terasa berat dan kemudian terdengar lemah. Perempuan tersebut telah melangkah jauh, namun ia merasa aneh karena tidak mendengar ocehan pria asing itu. Sarah menoleh ke belakang, sontak saja ia terbelalak melihat pria tersebut telah tergeletak diatas jalan raya.

__ADS_1


Apa yang terjadi dengannya? Ah, masa bodoh! lebih baik aku pergi.


Eh, tapi--tolong aja deh


Sarah kembali berbalik arah, bermaksud untuk menolong pria tersebut. semakin dekat dan sangat dekat, ia bisa melihatnya dengan sangat jelas. Pria ini sangat tampan, namun Sarah hanya menatapnya sekilas.


Sarah menepuk-nepuk bahu pria ini, namun tetap juga tidak ada pergerakan.


Pria menyusahkan! masukkan ajalah ke mobil.


Sarah bergegas mengangkat tubuh berat ini dengan sekuat tenaga yang ia bisa, membuka pintu mobil dan memasukkannya kedalam sana. Telah beres, ia pun mulai beranjak pergi. namun, saat ingin bangkit berdiri tiba-tiba saja pinggangnya direngkuh, mulutnya langsung disumpal oleh bibir pria tersebut. Sarah terbelalak, tenaga pria tersebut berhasil membawanya masuk ke dalam mobil.


Sarah memberontak ingin dilepaskan, memukul-mukul dada bidang itu dengan sekuat tenaga. Dirinya yang tidak bisa berteriak hanya bisa menangisi nasibnya saat pria tersebut langsung memperkos*nya.


"Aku yakin kau adalah jal*ng, bahkan kau sudah tidak per*wan lagi." hinanya, sungguh menghina Sarah, membuat perempuan tersebut hanya menangis disetiap percintaan memanas didalam mobil ini.


**


"Papi jahat! Mami sakit tidak mau makan, tidak mau tidur!!" oceh seorang anak lelaki berusia tujuh tahun, langsung memukul ayahnya dengan sekuat tenaga, tatkala Axel baru saja tiba di kediamannya


"Tuan, Assisten Nyonya ingin menunjukkan sesuatu di ruang keluarga." sergah Bibi, sembari menggendong bocah tampan itu, ia terlihat marah kepada Ayahnya


"Assisten selingkuhannya itu? untuk apa dia kesini!" berang Axel


"Saya mohon, Tuan, ada hal penting yang ingin diluruskan." pinta Bibi


Axel pun menurut.

__ADS_1


🌴🌴🌴


Nanti lagi ah, flashback nya πŸ˜‚ yang mau alur cepat, ini udah otor cepatkan 😁


__ADS_2