JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Otakku Dikontaminasi!


__ADS_3

🌴🌴🌴


"Lepaskan! Aku tidak mengizinkan hal seperti ini." Raffa merebut Melani dari sisinya, memeluk wanita itu dengan erat seolah tidak ingin diambil lagi oleh pria tersebut. "Enak saja, adik sendiri dijadiin seperti kekasih." sambungnya


Prok prok prok


Alex dan Jenny bertepuk tangan secara bersamaan, menunjukkan deretan gigi putih bersih tanpa noda kepada sepasang kekasih ini. Raffa dan Melani saling pandang, menatap bingung secara bersamaan kepada mereka.


"Gue suka gaya lo! Iya begitu, kalau memang cinta dan sayang sama adikku, pasti tidak akan rela membaginya untuk orang lain."


"Padahal--aku ini kakaknya ya ... tapi masih saja tetap cemburu. fix! aku restuin hubungan kalian." ujarnya, menjentikkan jari lalu bertepuk tangan atas lolosnya persyaratan yang ia berikan.


Raffa dan Melani masih terpelongo, tidak percaya akan apa yang diucapkan pria tersebut.


"Jadi hanya prank?" tanya Melani


"Bisa dibilang seperti itu." Alex mengacak-acak rambut Melani


"What!" Raffa kaget


"Berhentilah memasang wajah seperti itu, wahai adik ipar!" Alex memutar bola matanya. "Atau aku akan berubah pikiran dan mengambil alih dirinya." sambung Alex


"Akh!" Raffa tersadar. "Dont again!" Raffa merangkul erat pundak kekasihnya, ia pun menuntun Melani untuk berjalan terlebih dahulu didepan mereka.


Alex menatap Jenny yang berada disampingnya, menggeleng-gelengkan kepala menatap punggung sepasang insan yang saling menyayangi itu. Alex sengaja ingin menguji seberapa cinta dan sayangnya dia kepada Melani, maka dari itu ia sengaja merangkul Melani layaknya sepasang kekasih sungguhan.


Padahal dia tahu bila Alex adalah saudara kandung Melani, namun tetap saja merasa cemburu melihat kedekatan mereka. Saudara saja sudah cemburu, apalagi orang lain? telah dipastikan bila Raffa adalah sosok setia dan tidak ingin kehilangan sang pujaan hati.

__ADS_1


Malam ini, di Mall, keempat anak muda tersebut lebih memilih untuk ke Bioskop, menonton film horor action yang baru saja dirilis di layar lebar Indonesia. betapa antusiasnya dua wanita cantik yang hampir mirip itu, ternyata mereka sama-sama pecinta film bergenre horor.


Lampu yang menyala telah dipadamkan, menyisakan ruangan yang remang-remang berasal dari pencahayaan layar lebar tersebut. kedua gadis berada ditengah-tengah pria, Raffa menggenggam tangan Melani selama film berlangsung. Melani begitu risih, geraknya terbatas oleh sikapnya.


"Lepas, tau! aku payah mau makan popcorn." ringis Melani, tangan kanannya memegang minuman, sedangkan kotak popcorn ia taruh disela pahanya


"Oh, im sorry, Hunny." Raffa merebut minuman ditangan sang kekasih. "Makanlah." sambungnya


"Is!" gadis itu berdecak kesal, bukannya fokus menonton, tapi malah bersiteru dengan pria posesif ini.


**


Hari terus berjalan dengan begitu cepat, Melani telah memberitahu sang Mama bahwa ia telah menemukan Ayah kandungnya saat ia ingin pergi ke Negeri Jiran bersama Raffa tempo lalu. awalnya Mama Sarah terdiam, tubuhnya membeku, namun setelah itu ia tersenyum dan memeluk putrinya. Mengatakan bahwa kebahagiaan telah digenggaman Melani, telah mendapatkan banyak cinta dari Raffa, Ayah bahkan saudara kandungnya. Walaupun hatinya masih terasa perih, namun Mama Sarah tidak ingin mengedepankan keegoisannya. Ia hanya ingin putrinya hidup damai dan rukun bersama mereka yang berlaku baik dengan putrinya.


Kini, peresmian Chika's Resto telah diselenggarakan. Sahabat karibnya, Chika, meminta Melani untuk menjadi Assisten sekaligus Supervisor untuk sementara waktu. sebab dirinya belum merasa percaya diri, karena ilmu bisnis belum melekat didirinya. Mungkin karena adanya Melani, ia akan belajar sedikit tentang bisnis, apalagi bisnis bakery wanita itu sudah semakin berkembang dengan adanya toko baru yang lebih luas.


"Aku hanya ingin cepat belajar saja, lagian waktuku lebih banyak mengasuh kok. Paling tiap pagi, memeriksa keadaan, pemasukan, sambil belajar denganmu. Setelahnya aku pulang untuk menjenguk mereka, atau mereka kesini untuk melihat dunia."


Melani mengangguk paham, kini mereka semua menikmati jamuan didalam Resto, bersama para karyawan yang telah dipilih oleh Andrew.


"Kamu sama Raffa udah ada perkembangan? siapa tahu sudah pacaran." singgung Chika, sudah sangat lama ia ingin mengorek tentang mereka. Dua bulan ini ia hanya fokus mengasuh Veer dan Giel sembari belajar ilmu bisnis


"Kepo deh, ah! biasa-biasa aja kok, kayak dulu." Melani menjadi salah tingkah, ia dan Raffa memang sepakat untuk menyembunyikan hubungan mereka, walaupun sebenarnya mereka yakin bila sepasang suami istri itu sudah mengetahui hubungan dekat yang dilakukan secara diam-diam


"Biasa aja, tapi sering bersama." gumam Chika, melengos menatap ke arah berlawanan.


"Apa???" Melani sedikit mendengar gumaman itu

__ADS_1


"Eh, enggak ada. enak banget catering dari Mas Frans." sanggahnya, sedikit mengangkat sendok


"Masih sama kayak yang dulu ... jadi kangen sama Chef-Chef di Hotel itu." seru Melani


Chika mengangguk, ia beralih mengedarkan pandangan mencari suaminya yang membawa baby twins kepada para koleganya yang turut hadir. Memperkenalkan dua bocah tersebut kepada mereka.


"Tenang saja, itu mereka!" Melani menunjuk segerombolan pria-pria berjas dari kalangan orang penting. Tentu saja ada baby twins yang masih betah didalam stroller.


"Aku salut sama suamiku, terkadang dia yang lebih banyak ngasuh dari pada aku."


"Masa sih?"


"Iya, terkadang setelah jam istirahat, dia bawa kami ke Kantor, menyuruhku untuk belajar bisnis dan dia mengasuh anak-anak."


"Ah, manis sekali." seru Melani


"Di rumah juga gitu, tapi kalau dia nggak mau, nggak akan dikasih jatah setelah masa nifasku selesai."


"Astaga, yang benar saja!" Melani tergelak mendengarnya


"Apalagi setiap ada kesempatan, selalu minta ini, ini dan barangnya untuk aku dot." Chika menunjuk bibir dan dadanya. "Walaupun aku lagi nifas, tapi dia wajib dilayani kecuali menghantam goa." seloroh wanita beranak dua tersebut tanpa malu sekali pun. Melani terbelalak, ia menutup wajahnya dengan kedua tangan, merasa malu sendiri karena pikirannya telah terkontaminasi akan bayangan itu.


"Itu pun syaratnya harus bantu aku ngurus anak, kalau tidak, ya tidak dapat. Makanya dia dengan senang hati meluangkan waktu untuk mereka." ujarnya


"Oh, Chika, kemana sifat lugu mu itu???" Melani menangkup kedua pipi sahabatnya, menggerakkannya ke kanan kiri karena merasa gemas.


"Kamu harus cepat menikah, rasanya enak tau!"

__ADS_1


🌿🌿🌿


__ADS_2