
🌴🌴🌴
Assisten Raffa sedikit membalikkan tubuhnya ke belakang tatkala ada seseorang yang menepuk pundaknya. ia tertegun sejenak, kemudian berdiri dihadapan wanita seksi itu. entah ada angin apa, perempuan yang pernah memperingatinya untuk tidak mengganggu, kini malah sebaliknya yang terjadi. bahkan ia memberikan senyum termanisnya kepada Raffa, sang mantan.
"Kau, ngapain kemari!" gertak Raffa dengan nada tidak suka
"Hanya menyapa, sudah lama kita tidak bertemu."
Raffa memicingkan matanya. "Pergilah!" usirnya, namun perempuan itu menggelengkan kepala setelah mengedarkan pandangan di belakang tubuhnya
"Kamu kerja dimana?" tanya Audy, menghindar dari cengkraman Raffa dan beralih menjatuhkan bokongnya di kursi tepat disamping Andrew
"Bukan urusan kamu!" ketus Raffa
"Mas, dia tanya baik-baik lho, jawab yang benar." sela Melani
Raffa terdiam sejenak, ia teringat tempo lalu saat wanita dihadapannya secara mentah-mentah merasa tidak suka dengannya hanya karena status pekerjaan yang sama seperti dulu. wajahnya yang datar tetap tak berkutik untuk menatap lekat wajah mantannya, namun sepasang bola mata menoleh kebawah untuk melihat penampilannya.
"Aku adalah CEO dari salah satu perusahaan terbesar di Indonesia." jawabnya dengan lantang
Andrew dan Melani yang mendengarnya pun saling terkejut mendengar penuturan tersebut. Andrew membulatkan matanya dan wajah sedikit ia angkat.
"Wow, sudah sukses dong ya." girang perempuan tersebut sembari menatap penampilannya yang benar-benar tipe pria idamannya
"Ya. dan kenalkan, ini kekasihku. sedangkan pria disampingmu adalah Assisten sekaligus sahabatku." ucap Raffa dengan membanggakan diri sembari merangkul pundak Melani, sang kekasih sandiwara
Sontak saja melihat gadis yang tengah dirangkul itu pun, membuat Audy menatapnya tidak suka. bahkan dengan sinis sekali pun.
Perempuan udik kayak gitu adalah kekasihnya? yang benar saja! batin Audy
__ADS_1
Disisi lain, Raffa tengah menahan sakit saat salah satu kakinya ditendang bahkan diinjak oleh kaki bossnya. tentu saja ia tahu penyebabnya, karena telah lancang mengatakan pria itu adalah Assistennya sendiri. rasanya Raffa ingin sekali tertawa didalam hati sekaligus merasa malu dengan Melani.
Audy yang melihat kekasihnya sudah menampakkan diri, ia bergegas bangkit dan pamit kepada semua orang.
"Saya permisi dulu." pamitnya dengan terburu-buru
Sial sekali, padahal dirinya ingin mengobrol lebih banyak bersama Raffa. bahkan ia ingin tahu sekali dimanakah letak perusahaan tersebut. namun, karena kekasihnya yang baru saja keluar toilet dan celingak-celinguk mencari Audy, membuatnya terpaksa mengurungkan niatnya.
"Sial kau! apa maksudnya kau mengatakan aku Assisten mu, hah!" sembur Andrew, mulutnya sudah terasa gatal sekali
"Dan ini, tangan--lepas! baru tangan saja sudah berat." dengus Melani sembari menyingkirkan tangan kekar itu yang betah sekali merangkul pundaknya
"Hehehehe, maaf, Sayang." Raffa cengengesan
"Apaan sih, sayang-sayang!" gerutu Melani tidak suka, ia kembali menikmati makanannya yang sempat dianggurin
"Sekarang aku butuh penjelasan darimu, apa maksud perkataanmu itu!" desak Andrew
Raffa menggaruk kepalanya yang dirasa tidak gatal. "Maaf, Tuan. saya ingin balas dendam saja kepada wanita itu. mungkin inilah rencana saya untuk menggelabuinya." ujar Raffa
"Maksudnya?" pria itu tidak paham arah bicara Assistennya ini
Raffa menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. "Wanita itu sudah merendahkan saya, ia mengira pekerjaan saya adalah ojol, sama seperti saat kuliah dulu. dan karena pekerjaan itu dia tidak menyukaiku dan membuangku begitu saja."
"Saatnya sekarang saya ingin menggelabuinya." jelas Raffa panjang lebar sembari tersenyum seringai
"Kau seperti itu, supaya kalian balikkan lagi ya? secara dia pasti mengejar-ngejarmu." tebak Andrew. jujur, dirinya sendiri sangat tidak menyukai wanita asing tersebut. dan ia malah menginginkan Raffa bersama Melani, wanita baik-baik dan sederhana.
Raffa tergelak mendengarnya, "Tentu saja tidak. saya ingin melihat perjuangannya mengejar saya secara sia-sia."
__ADS_1
"Jahat sekali kamu, kasihan tau!" sahut Melani
"Kasihan apanya, salah siapa membuangku karna materi, dan mengejarku karna materi dan pangkat pula." cibir Raffa. Melani hanya menggeleng-gelengkan kepala mendengarnya.
"Jadi Tuan, bolehkan kita bertukar posisi?" tawar Raffa dengan senyum cengirnya
"Potong gaji 10%." ketus Andrew
"What!" Raffa terbelalak
"Ceo harus menggaji Assisten, bukan? anggap potongan itu adalah gajiku." Andrea tersenyum seringai
"Hahaha, iya betul! dan kamu juga harus menggajiku untuk menjadi pacar sandiwara." timpal Melani.
Raffa memutar bola matanya, sebal.
**
"Ratih!"
Ratih yang sibuk membuat adonan pun menoleh ke belakang tatkala mendengar dirinya dipanggil.
"Eh, Kak, udah balik?"
"Ya. apa penjualan hari ini membludak?" Melani melirik kaca etalase yang hanya menyisakan beberapa cake
"Iya, Kak. Alhamdulillah, banyak pembeli. tapi rata-rata berpakaian orang kantor." ujar Ratih, kembali melanjutkan pekerjaannya bersama Mama Sarah
Berarti sudah di promosikan Tuan Andrew dong? dasar Raffa pendusta! batin Melani
__ADS_1
Melani kemudian merogoh selembar cek dari dalam tas salempang miliknya, ia mengulum senyum menatap nominal yang tertera di kertas berharga tersebut.
🌴🌴🌴