JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Positif


__ADS_3

🌴🌴🌴


"Ini, periksalah ... kebetulan saya belum membukanya sama sekali." Tuan Axel menyodorkan amplop miliknya kepada Melani, kini keduanya duduk bersila di atas karpet, tepatnya didalam Toko. hanya ada mereka berdua, sedangkan Ratih lebih memilih sibuk dibagian dapur


"Baiklah, ini punya saya. silakan periksa." Melani juga menyodorkan miliknya. sehingga kedua orang itu harus membukanya secara bersamaan.


Melani merasa ragu untuk membuka lembaran kertas itu, ia benar-benar tidak ingin menerima kenyataan tersebut. sangat berat, bahkan dirinya tidak menginginkan sosok Ayah. Melani membaca secara detail, dari atas hingga kebawah. seketika darahnya berdesir hebat, dan ada sesuatu yang menghantam relung hatinya. Sungguh sesak, ternyata praduga mereka adalah benar adanya.


Hasilnya positif, lelaki itu adalah Ayah kandungnya


"Boleh saya memeluk kamu? saya mohon maaf waktu kejadian itu, tapi saya juga ingin merasakan pelukan dari anak kandung saya ... tidak apa-apa kalau kamu belum memaafkan saya. izinkan hanya sekali, Melani ..."


Melani merasa bingung, disisi lain sebagai seorang anak biologisnya, ia juga ingin memeluknya. namun disisi lain ia merasa benci dengan pria ini, bahkan tidak ingin menyentuhnya sekali pun. Melani menatap ragu, tapi wajah itu menunjukkan rasa iba. tatapan Melani beralih menatap surat yang berada digenggaman lelaki itu, seketika ia merebutnya untuk melihat hasil yang tertera didalam sana.


Deg!


Ternyata benar, dua surat membuktikan bila keduanya adalah anak dan ayah kandung.


"Asal kamu tau, selama ini saya juga mencari kalian diseluruh Jakarta, namun saya tidak menemui dimana kalian berada. sampai saya kerahkan anak buah untuk mencari selama lima tahun lamanya. Saya selalu mengingat wajah Ibumu, bahkan wajahnya saya lukis disini." Tuan Axel menyodorkan selembar kertas yang berupa wajah Mama Sarah disaat masih muda. kebetulan pria itu sangat pintar melukis.


Melani menyambutnya, membuka gulungan kertas tersebut. sesekali ia melirik pria itu, tatapannya sangat teduh kepadanya.


"Cantik, ini benar-benar mirip Mama." gumamnya, memuji lukisan tersebut


"Saya sangat menyukai seni, walau tidak terlalu saya kembangkan karena harus mengurus perusahaan di Malaysia." ucapnya


Melani hanya diam saja, masih memandang lekat lukisan tersebut.

__ADS_1


"Jadi--apa saya boleh memelukmu?" pintanya


"Maaf, Tuan." Melani menggeleng


"Tidak apa kamu membenciku, tapi hanya sekali saja--saya ingin memeluk putri kandungku yang aku sia-siakan." Pria itu terus memohon, tanpa sadar matanya mulai berkaca-kaca dengan air mata yang sudah mulai tergenang didalam sana.


Melani bingung, hatinya bertolak belakang. andaikan ada Raffa disini, pria itu pasti akan memberinya nasihat.


"Baiklah." Melani mengijinkannya dengan terpaksa, ia merasa tidak tega pada pria tersebut.


Tanpa menunggu lama, Tuan Axel langsung berhambur memeluk putri bungsunya, putri kandung dari wanita lain. Sungguh ia bahagia bisa memeluknya, takdir mempertemukan keduanya dalam waktu yang tidak diperkirakan. Mungkin saja Tuhan sudah mulai lelah untuk memisahkan keduanya.


Melani menatap kosong ke arah lain, merasakan hangatnya tubuh seorang Ayah yang tidak ia impikan. pelukan ini memberikannya kesempurnaan, dapat merasakan pelukan kedua orang tuanya.


Hingga--suara seseorang menghentikan pelukan tersebut.


"Papi!" panggilnya dengan nada keras, ia begitu terkejut melihat Papinya berpelukan dengan wanita muda, bahkan itu adalah wanita yang ia cintai


Disisi lain, Melani menggigit bibirnya kuat-kuat, dengan cepat ia menyembunyikan dua lembar kertas tatkala dirinya belum siap untuk memberitahu Alex tentang kenyataan ini.


"Ngapain Papi memeluk kekasih ku?" semburnya, Alex mendekati Melani, menggenggam tangan wanita tersebut. Melani terpaku, tubuhnya menegang dan melirik tangan yang tengah digenggam. ingin sekali ia menarik tangannya, namun genggaman Alex sangat kuat, tidak selembut yang dilakukan Raffa.


"Apa kamu mencintai Melani?" tanya Tuan Axel


"Tentu saja, aku mencintainya. lalu apa yang Papi lakukan barusan, hah? jangan bilang kalau Papi tertarik dengannya dan menduakan Mami!" selorohnya


"Melani, maaf, mungkin dia harus mengetahui ini secepatnya." tatapan Tuan Axel mengarah pada putri kandungnya

__ADS_1


"Tapi--


"Perasaannya sudah jauh kepadamu, tidak ada cara lain, kita harus menghentikan perasaan itu, Melani. kamu ngerti, kan?"


Melani mengangguk, sedangkan Alex menatapnya dengan heran. apa maksud mereka? pikirnya.


"Duduklah." Tuan Alex menyuruh putranya untuk duduk, ia menurut dengan tatapan bingung


"Sudahi perasaanmu, Alex, kamu tidak boleh mencintai Melani."


"Maksudnya?" Alex mengernyitkan dahinya


"Dia adalah adik kandungmu." ucapnya


"Apa!! garing sekali becandamu!" Alex menatapnya dengan sinis


Tuan Axel menghirup udara dalam-dalam lalu menghembuskannya dengan kasar. tatapannya kembali beralih pada Melani.


"Nak, boleh Ayah minta surat itu?" pintanya


"Ayah??" Alex mulai merasakan sesuatu yang tidak enak. hingga ekor matanya menatap lembaran kertas yang diberikan Melani kepada Papinya.


"Bacalah, semoga kau paham dan menerima kenyataan." Tuan Axel kembali menyodorkannya kepada sang putra


Alex membacanya dengan teliti, hasil positif DNA atas nama Axel dan Melani, begitu pula dengan surat yang satunya.


"Ba-bagaimana bisa?"

__ADS_1


🌴🌴🌴


Ayo bagi hadiah dan vote nya lagi, zheyennk 😉😉


__ADS_2