JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Bahagia Karena Jerawat


__ADS_3

🌴🌴🌴


"Sayang, kok gitu sih? ini udah tegang." keluh Raffa, ia bangkit mendudukkan tubuhnya di ranjang. Melani tidak menggubrisnya, wanita itu kembali baring disamping sang suami sembari menutup tubuhnya dengan selimut.


"Aku ada sesuatu untukmu, besok pagi akan ku berikan. sekarang mandilah, terus tidur." ucap Melani


"Sesuatu apa? terus ini ku gimana?" Raffa menunjukkan miliknya yang telah menegang


"Solo aja sana ke kamar mandi." usul Melani


"Nggak mau!" Raffa langsung menjamah tubuh Melani hingga membuat wanita itu terkejut. menyingkap selimut dan membuangnya kesembarangan arah.


Melani terkesiap saat bibirnya langsung dilumat oleh mulut itu, mengulumnya dengan buas dengan penuh gairah yang terpendam selama dua hari ini. Melani melenguh, ia bahkan hampir sesak nafas oleh perbuatan ini.


"Aw!" Raffa merintih merasakan perih pada bibirnya yang digigit sang istri


"Kamu membuatku sesak nafas, tau!" pekik Melani


"Itu hukumanmu yang sudah ngerjai aku." Raffa kembali menerkam sang istri, namun dengan sigap wanita itu mencegah sang suami untuk melakukan hal itu.


"Mandi dulu, plis, kamu bau!" pinta Melani


"Hhh .... baiklah." turut Raffa, ia menjuntaikan kakinya ke lantai, bangkit berdiri menuju kamar mandi. Melani memerhatikannya, ia tersenyum seringai tatkala lelaki itu tak terlihat lagi.


"Hooooaaam! saatnya tidur." gumam Melani, kembali membaringkan tubuhnya.


Selang beberapa waktu, Raffa baru saja selesai membersihkan diri. aroma wangi dari sabun menguar kuat mengikuti udara Ac, namun tidak membuat sosok yang terbaring di ranjang bereaksi.


"Sayang ..." panggil Raffa tatkala tidak ada pergerakan dari tubuh itu


"Ck! nggak lucu ngeprank kamu." decak Raffa, ia melenggang pergi ke walk in closet untuk mengenakan pakaian piyama.

__ADS_1


Raffa merangkak diatas ranjang, mendekat kepada sang istri yang ternyata sudah melayang ke alam mimpi. pria itu terus menggodanya, memeluk wanita itu dari belakang sembari bermain dibelakang sana.


"Sayang ... janji kamu mana, hm? katanya setelah aku selesai mandi." bisiknya


Tak ada sahutan dari tubuh yang ia peluk itu, hanya terdengar suara nafas yang berhembus normal. Raffa mengernyit, ia sedikit bangkit untuk melihat lebih jelas wajah itu. dan benar saja, ternyata Melani telah terlelap dengan begitu nyenyaknya.


"Bisa-bisanya kamu membohongi aku yaa!" geramnya, ia masih betah menatap lekat wajah cantik istrinya ini, wajah yang dipahat sesempurna mungkin, dari bibir, hidung dan--pipi. tatapan Raffa jatuh kepada pipi sang istri, seperti ada sesuatu yang menonjol disana.


"Jerawat??" gumamnya sedikit kaget


"Ck! ternyata wajahmu ini bisa berjerawat juga." Raffa tergelak, pria itu kembali menarik tubuhnya dan sedikit meringkuk untuk mengambil sesuatu dari dalam laci.


**


"Wah! keajaiban apa ini, sampai jerawat ku sudah lenyap!" pekik Melani dipagi hari tatkala ia ingin mencuci wajah dengan face wash produk scarlett yang direkomendasikan sang sahabat


"Perasaan tadi malam sebelum tidur, jerawatnya masih ada. ih aneh banget sih, apa karna pakai ini ya? ampuh banget, sumpah!" girang Melani


Tok tok tok


Ceklek!


Melani membuka pintu kamar mandi, menunjukkan wajah bahagianya dihadapan sang suami.


"Ada apa denganmu sampai seheboh itu?" cerca Raffa


"Ini, jerawatku hilang! semua karna aku pakai ini!" Melani menunjuk pipinya yang sudah kembali mulus dan face wash miliknya yang ia pegang


"Karna itu?" tanya Raffa, diangguki oleh Melani


"Bodoh! mana ada pakai begituan langsung instan hasilnya."

__ADS_1


"Ya, buktinya aku pakai ini, udah hilang tuh."


Raffa tidak menggubrisnya, ia berjalan kesisi lain untuk mengambil sesuatu didalam laci. Melani memperhatikan lelaki tersebut, hingga kembali mendekat padanya.


"Aku olesin pakai salep ini, salep jerawat." ucap Raffa, menunjukkan salep miliknya


"Serius?? ini bagus, nggak?" Melani merebutnya


"Tuh, buktinya." Raffa menunjuk pipi sang istri."


"Oh, terima kasih, Sayang." Melani memeluk suaminya dengan perasaan yang begitu gembira. selama ini wanita itu tidak pernah berjerawat, wajahnya selalu mulus bak jalan tol Nganjuk.


Melani kembali menguraikan pelukannya. "Aku ada sesuatu buatmu." ucap Melani, ia berjalan menuju laci meja riasnya, merogoh sesuatu didalam sana, entah apa itu.


Raffa mengikutinya, berdiri di samping sang istri. "Apa itu?"


"Kado untuk kamu." jawab Melani, menyodorkan kotak kecil yang dibaluti kertas kado dan pita diatasnya


Raffa mengernyit heran, perasaan hari ini bukanlah hari ulang tahunnya. namun, mengapa wanita ini memberikan sesuatu berupa kado? entahlah, Raffa pun mengambilnya dari tangan sang istri.


"Buruan buka!" desak Melani yang merasa tidak sabar


"Isinya apa? emangnya ada pasal apa sampai kamu memberikanku kado?" tanya Raffa


"Is! bawel amat! buka aja dulu, nanti juga tau." gerutu sang istri


"Baiklah." Raffa merobek kertas itu dengan kasar, merasa tidak sabar akan isinya.


Melani mengulum senyum, ia memerhatikan wajah sang suami yang begitu serius memandang isinya.


"Sampah??"

__ADS_1


🌴🌴🌴


Iya sampah, bang 😂😂


__ADS_2