JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
SAH!!


__ADS_3

🌿🌿🌿


Melani membenamkan bokongnya di kursi, tepat disamping calon suaminya. Lama ia memandang wajah tampan itu, terlihat seperti ada yang berbeda. Melani menatap lekat wajahnya, ternyata bulu-bulu halus di rahangnya telah dipangkas habis oleh pria ini. Mengapa? padahal pria akan terlihat sangat seksi dengan adanya bulu halus di rahang, bagaikan lelaki Turki yang menggoda. tapi tidak masalah, kadar ketampanannya tidak berkurang sedikit pun.


"Aku semakin tampan, bukan?" bisik Raffa, sedikit mendekatkan wajahnya kepada wanita ini


"Kenapa harus dipangkas? bodoh!" balas Melani dengan nada kesal, ia beralih menatap ke depan sembari mengulum senyum kepada Pak penghulu dan para saksi.


Pak penghulu berdeham untuk mencairkan suasana menegang ini. Sepasang mempelai mulai menunjukkan wajah serius dan tegang didepan khalayak para tamu, khususnya di depan penghulu. Andai tempat ini tiada orang, hanya ada mereka berdua, mungkin degupan jantung didalam sana dapat terdengar oleh keduanya. Raffa dan Melani tengah berusaha menahan detaknya yang terlalu kuat, mencoba untuk mengambil oksigen dalam-dalam agar sedikit rileks dan nyaman.


"Apa mempelai pria dan wanita telah siap?" kalimat pertama yang terlontar dari mulut Pak Penghulu, menghipnotis keduanya untuk mengangguk secara bersamaan.


"Siap, Pak." ucap keduanya


Pak penghulu mengulurkan tangan kanannya kehadapan mempelai pria, menunggu sambutan untuk digapai oleh pria tersebut. Kali ini, Pak penghulu yang menjadi wali untuk mempelai wanita, sebab--bila Tuan Axel yang menjadi wali nikah, itu tidak akan sah untuk pernikahan ini, mengingat--Melani dilahirkan dari hasil hubungan pemaksaan.


Raffa menyambut uluran tangan itu, Pak penghulu bersiap-siap untuk memulai ijab qobul ini.


"Saya nikahkan engkau dengan saudari Melani Felisha binti Sarah dengan seperangkat alat sholat dan perhiasan seberat 100 gram, dibayar tunai!"


"Saya terima nikahnya Melani Felisha binti Sarah dengan mas kawin tersebut dibayar tunai!!"


Raffa melafazkannya dengan sekali tarikan nafas, dan ini sungguh membuatnya sesak. Namun, rasa itu telah berubah menjadi lega setelah mengucapkan kalimat janji itu. Ia sudah sangat tenang dan rileks saat mendengar pendapat dari para saksi yang menyatakan 'SAH!!'. Raffa merasa bersyukur, akhirnya ia telah sah menjadi suami dari Melani.


Kini semua orang menengadahkan kedua tangan didepan dada, Pak Penghulu melafalkan ayat-ayat suci untuk mendo'akan sepasang suami-istri ini.

__ADS_1


"Alhamdulillahirabbil Al-Amin."


Melani tersenyum menatap suaminya, Raffa menyematkan cincin pernikahan kepada sang istri, lalu beralih pada Melani yang menyematkan cincin di jari manis suaminya. Mereka sangat bahagia, dapat dirasakan Melani saat pria itu mengecup keningnya dengan sangat lama.


**


Pergelaran resepsi pernikahan telah dilangsungkan, sepasang pengantin baru yang terlihat serasi berada diatas pelaminan, menyalimi para tamu yang berasal dari netijen novel online datang menghampiri mereka. Keduanya kembali duduk diatas singgasana, saling melempar senyuman manis untuk pasangannya.


"Kamu cantik, aku sampai pangling." puji Raffa, ya maklum saja--Melani didandani bak wajah barbie oleh MUA handal. apalagi selama ini, ia hanya mengenakan bedak tipis dan sedikit lipstick, tidak pernah mengenakan pensil alis, eyeliner maupun blush on. dan kini hampir semua orang yang mengenalnya tampak takjub dengan perubahan itu.


"Tentu saja aku cantik, keturunan Negeri Jiran gitu loh, terkenal anggun dan adem." ucapnya dengan bangga sembari tersenyum centil


"Sombong! baru sekarang mengaku keturunan negeri jiran, ya ... dasar! aku makan juga kamu nanti." geram Raffa


"Ya, lebih liar dari itu malah, lihat saja nanti." ancam Raffa, Melani menjulurkan lidah kepadanya seolah tidak takut dengan ancaman itu


Awas aja entar malam, tidak akan ku kasih tidur sedetik saja. Batin Raffa


"Ehem-ehem! cie .... pengantin baru, romantis amat adu mulutnya." ledek seseorang yang baru saja naik ke atas pelaminan, ia bersama sang suami dan kedua buah cintanya


"Chika!!" Melani bangkit berdiri dengan girangnya, langsung merebut Veer dari tangan sahabatnya itu.


"Anak aunty udah gede yaa ..." pujinya kepada baby Veer, mengecup pipi bayi empat bulanan itu


"Selamat ya, Beb, doa terbaik untuk rumah tanggamu, cepat berikan teman untuk si kembar! Aku nggak mau menunggu lama." ketus Chika, memberikan ucapan selamat sekaligus perintah untuk sahabatnya

__ADS_1


"Is! iya! itu mah tergantung sama diatas," cibir Melani


Chika mendekatkan wajahnya ke telinga Melani. "Harus rajin anu-anu, pagi siang sore malam." bisiknya, sontak saja Melani terbelalak mendengar kalimat gila tersebut


Melani menggeleng-gelengkan kepala dibuatnya, sedangkan Chika malah terkekeh sembari mengerlingkan sebelah matanya.


Disisi lain, Raffa juga dibisikin sesuatu oleh atasannya, entah apa itu, pikiran Melani menerka-nerka pasti kalimat yang sama seperti perkataan Chika.


"Yasudah, kami balik turun ya ... jangan lupa buka kado dariku." Chika merebut baby Veer dari tangan sahabatnya


"Kado apa?" tanya Melani


"Ada deh, ayo kita foto dulu." ajaknya, Chika mengambil posisi di samping Melani, sedangkan Andrew berdiri tepat disamping Assistennya. tidak lupa pula baby twins yang menggemaskan, turut menampakkan gusi nya kearah kamera.


Cekrek! Cekrek!


Setelah selesai mengambil potret, keluarga kecil itu kembali turun dari pelaminan. menyisakan Raffa dan Melani yang diam terpaku diatas sana. Melani kembali menjatuhkan bokongnya di atas sofa persegi itu, menoleh menatap suaminya.


"Apa yang dibisikin Tuan Andrew?" tanya wanita itu


"Menyuruhku untuk sering-sering melahap kamu."


"Hah?????" Melani menganga. "Dasar kanibal!"


🌿🌿🌿

__ADS_1


__ADS_2