
🌴🌴🌴
Melani dan Raffa telah tiba di Restorant yang baru saja Andrew bangun. Melani terkesima menatap interior design dari Restorant yang lengang ini. sangat estetik sekali.
Chika's Resto, tulisan itulah yang pertama kali ia lihat saat kedua kakinya baru menginjak pelataran tempat ini. sontak saja ia langsung menatap Raffa yang sedang membuka kotak cake.
"Mas, ini Restaurant milik Chika?" tanya gadis tersebut, kini hanya mereka berdua yang berada disana
"Iya." jawabnya singkat
"Wow, gila benar!" Melani menatap kagum
"Mana lilinnya, Mel?" pinta Raffa
Melani baru tersadar, ia merogoh tas miliknya untuk mengambil benda tersebut dan memberikannya kepada Raffa.
"Ah, aku mau ke atas dulu." Melani melenggang pergi meninggalkan Raffa seorang diri, membuat pria itu menggeleng-gelengkan kepala melihatnya.
Hingga saat itu tiba, sang tuan putri bersama pangerannya telah turun dari mobil. Melani dapat melihatnya dari kaca transparan dan segera menyalakan lilin yang telah dipajang diatas kue.
Melani dapat mendengar kalimat demi kalimat yang dilontarkan Chika kepada suaminya, Andrew tak menggubrisnya dan memanggil Raffa tanpa suara. seolah mengerti, Raffa bergegas melangkah tanpa derap langkah kaki. Andrew membisikkan sesuatu, entah apa itu. hingga lelaki bule tersebut menghampirinya, bukan untuk berbicara, melainkan mengangkat cake miliknya dari hasil karya Melani.
Raffa membuka ikatan kain dibelakang kepala Chika, perempuan hamil tersebut mengerjap-ngerjapkan mata sejenak hingga penglihatannya menatap jelas.
"Surprise!!! Happy Birthday, Bumil!" teriak Melani dan Mami Chaterine dengan hebohnya, berjalan menghampiri Chika dengan membawa cake ulang tahun untuk perempuan cantik itu
Melani tertegun mendengar ungkapan selamat dan perasaan cinta yang dilontarkan Andrew, sosok lelaki penyayang dan setia. entah kenapa ia terharu, jiwa manusiawi-nya mendambakan sosok seperti itu. akankah?? apakah ia akan memiliki lelaki yang penuh cinta terhadapnya? akankah pikiran buruknya tentang lelaki akan sirna setelah mendapatkan perlakuan seperti ini?? rasanya Melani juga ingin dicintai oleh lelaki. bahkan ia berjanji untuk membalas perasaan jika saja lelaki itu seperti Andrew.
"Hei, jangan melamun!" bisik Raffa, ternyata pria itu memerhatikannya sedari tadi.
__ADS_1
Melani tersentak, menoleh menatapnya sejenak. wajah datar itu memang jarang sekali tersenyum.
"Make a wish!" sela Melani kepada Chika. perempuan cantik itu memejamkan mata dan berdoa. setelahnya ia meniup lilin pada cake milik suaminya.
"Yang, bantuin!" pinta Chika kepada suaminya, Andrew membantu meniupkan lilin yang apinya dirasa sulit sekali untuk padam. lirikan Andrew menjurus kepada Melani, tatapan tajam itu menghunus padanya.
"Kau beri lilin yang seperti apa sampai sulit memadamkan apinya?" bisik Raffa sembari menggerutu
"Lilin magic," jawabnya
"Hah? lilin apaan itu?"
"Lilin yang buat orang jadi struk!" ketus Melani, bisa-bisanya pria ini tidak mengetahui hal apapun
"Yang benar saja." gumam Raffa, Melani tak menggubrisnya dan memerhatikan sepasang suami istri yang tengah berjuang itu
**
Melani terbelalak, dan sejurus itu pula sepasang netra miliknya ditutup rapat oleh telapak tangan pria disisinya.
"Anak kecil tidak boleh melihat itu!" bisik Raffa, sedangkan dirinya saja menyaksikan adegan tersebut.
Nyonya Chaterine berdeham. "Anak itu memang tidak tau malu." ucapnya sembari menggeleng-gelengkan kepala. Melani menyingkir paksa tangan Raffa dan beralih menatap mertua sahabatnya
"Mereka sengaja ingin memanaskan jiwa yang sendiri." seru Raffa
"Maka dari itu, kalian menyusul dan menikahlah." sahut Nyonya besar Charlotte, yaitu Oma dari Andrew
"Uhuk-uhuk!" Melani terbatuk-batuk mendengarnya, sungguh ia terkejut mendengar kalimat itu. Nyonya Catherine langsung memberikan minum, setelahnya menepuk punggung gadis tersebut
__ADS_1
"Aduh, maaf, Nyonya." sesal Melani
"Nggak apa-apa. jadi, kalian tidak ada rencana untuk menikah gitu? Mami lihat kalian sangat serasi."
"Hah??" Melani dan Raffa terpelongo
Hingga--teriakan kencang terdengar dari lantai dua, mengalihkan perhatian mereka berempat pada suara itu.
"Astaga, apa yang terjadi!" risau Oma
Raffa yang selalu siaga dalam hal apapun, bergegas meninggalkan para wanita dan berlari menuju lantai atas dengan perasaan yang tidak menentu, bahkan ia khawatir akan hal apa yang terjadi antara pasangan suami istri tersebut.
Ketiga para wanita begitu histeris saat mengetahui bila Chika mengalami kontraksi kuat nan mendadak, bahkan air ketubannya pun keluar dan beraroma tidak sedap. melihat hal ini, Nyonya Chaterine memiliki perasaan yang tidak enak.
Melani, Raffa dan kedua wanita parubaya itu tengah menanti persalinan Chika didalam sana. cukup lama, sungguh membuat Nyonya Chaterine berdecak kesal dengan perasaan khawatir.
Hingga pintu terbuka dari dalam, menampikkan sosok Andrew yang berantakan dengan wajah sendu dan penampilan acak-acakan.
"Bagaimana?"
"Bayi pertamaku sedang tidak baik-baik saja."
🌴🌴🌴
Thor, cerita ini kan udah di selir ... lewati ajalah
__ADS_1
Tidak bisa, otor ngikuti alurnya gimana, kan gak enak surprise tuan andrew di skip 😅😅😅