
🌴🌴🌴
Suasana baru yang terpampang indah didepan mata mampu menentramkan jiwa saat menyaksikan dan merasakan nikmatnya ciptaan Tuhan dengan alam biru yang terbentang luas dihadapan kita. Semilir angin berhirup, menyentuh setiap kulit tubuh sang pemilik raga yang berada di teriorialnya. Gulungan air berlari-larian ke sisi darat hanya untuk menyentuh setiap pemilik kaki yang berada di daerahnya. Mampu memberikan kebahagiaan sederhana saat sang pemilik kaki dapat merasakan sapuan air yang berasal dari gulungan ombak tersebut.
Seperti yang dirasakan oleh Melani, kaki mulus miliknya merasa bebas menginjak pasir putih yang basah dan sesekali mendapat terpaan sapuan ombak yang seperti tengah menggodanya. Tawa renyah pun dapat dilihat dari wajah manisnya, seperti yang diinginkan oleh lelaki disisinya. Melani tertawa bahagia, perempuan itu melangkah sedikit maju ingin menghampiri air laut. Raffa hanya diam terpaku memerhatikan keceriaan gadis tersebut.
"Jangan jauh-jauh, Mel!" teriak Raffa
"Iya!" sahut gadis tersebut , hingga lagi-lagi ombak datang dengan gulungan ombak yang tinggi seolah mengejarnya. Melani yang takut bajunya akan basah kuyup, gadis itu berlari ke tepian hingga menubruk tubuh kekar milik Raffa dengan histeris bercampur euforia
"Aaaaaakh!"
Bugh!
Lagi-lagi jantung milik Raffa berdetak sangat kuat dan berdebar kencang saat perempuan ini tanpa sadar tengah memeluknya. Tubuhnya terpaku, tatapannya terus saja menatap Melani yang kini bermain dengan air menggunakan tangannya
Pyuuuur!
Raffa tersentak kaget, lamunannya seketika buyar tatkala merasakan bagian tubuhnya telah basah oleh ulah perempuan itu. Ternyata Melani sengaja mencimpratkan air ke tubuhnya hingga berulang kali, sungguh membuat dirinya gemas dengan wanita cantik ini
"Beraninya kau!" Raffa turut membalas, menyiram gadis itu dengan air pula hingga membuat keduanya sama-sama basah. Raffa begitu menikmati moment seperti ini, walaupun bajunya sudah sedikit basah namun ia tak peduli. Ia hanya fokus menatap raut wajah semringah itu, betapa sederhananya dalam membahagiakan seseorang, termasuk yang dicintai.
Namun, apakah Raffa sadar dengan perasaannya itu? entahlah, pria itu juga masih bingung akan sesuatu yang mulai menghinggapi hatinya.
__ADS_1
"Ah sudahlah, capek!" Melani mendudukkan tubuhnya diatas pasir putih itu, meluruskan kakinya dan membiarkan ombak menyentuhnya.
"Kamu duluan yang memulai, lihat pakaianku, basah dan kotor." Raffa menatap penampilannya
"Tapi seru, tau! Siapa suruh ngajak aku kesini, weeeeek!" Perempuan itu menjulurkan lidah, ingin sekali Raffa mengulangi pergulatan anaconda itu
"Aku hanya ingin melihat kamu senang dan juga tawa itu." ungkap Raffa
Melani terdiam sejenak mendengarnya, kemudian ia mengulum senyum.
"Aku kesana dulu ya, kamu tunggu disini!" pamit Raffa, gadis itu mengangguk seraya mengulum senyum
"Oh, Tuhan, dia manis sekali ternyata." gumam Melani sembari memerhatikan punggung pria yang bersamanya.
Sedangkan Raffa, ia memegang dadanya yang terus saja berdegup kencang. "Apa-apaan ini! kenapa aku jadi nerveus didekatnya?" Raffa bertanya pada dirinya sendiri
Melani masih berfokus menatap lautan yang luas, ciptaan Tuhan yang satu ini memang tidak ada tandingannya. Bahkan orang yang berada disana tidak menemui titik awal hingga ujungnya lautan itu. Ya, wajar saja ... Lautan memang tidak ada putus-putusnya, tetap bersambung ke lautan wilayah lain. Sungguh pemandangan indah yang diciptakan sempurna tanpa cela sedikit pun.
"Hai!"
"Eh, iya?"
"Menung aja! Minum nih," Raffa baru saja kembali sembari membawa dua buah kelapa muda dan juga sekresek snack bergelantung dijarinya
__ADS_1
Melani mengambil satu buah kelapa dari dekapan Raffa, mengulum senyum pada pria itu. "Terima kasih, ya ..."
Raffa mengangguk. "Terima kasih bukanlah apa-apa, cukup senyum manis dari bibirmu yang terukir hanya untukku." rayu Raffa, pria itu kemudian menggigit bibirnya kuat-kuat
"Hah? gombal! nggak mempan, tau!"
"Nggak mempan, kah? tapi pipimu merah merona bak kepiting rebus." ledek Raffa
Sontak saja pria itu mendapat semburan dari mulut Melani yang sedang menyedot air kelapa.
"Eeemmh! untung saja cipratan dari mulutmu." gerutu Raffa sembari membersihkan wajah dengan lengan bajunya
"Kau selalu menggodaku! menyebalkan." decak Melani, ia merebut cemilan yang berada ditangan Raffa
"Aku suka menggodamu, apalagi mengganggumu. tapi sekarang aku senang dapat melihat senyummu." ujar Raffa. Melani hanya memutar bola matanya, sejak kapan pria ini suka menggombal? entahlah.
"Aku sudah punya kekasih, jadi jangan menggodaku." peringat Melani
"Baru kekasih, kan? ku jamin kalian tidak akan sampai ke pelaminan."
"Sinting!" gumam Melani
Apa dia mengira aku benaran pacaran sama mas alex? gimana kalau nanti dia nanya sama mas alex, ah aku bakal malu karna udah ngaku-ngaku, ck! batin Melani
__ADS_1
Ah masa bodo! yang jelas aku malas kalau ketemu terus sama dia. aku berharap lelaki baik hati itu akan terus mendatangiku, setidaknya aku bisa bebas dari pria ini. sambungnya dalam hati
🌴🌴🌴