JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Semburan Maut


__ADS_3

🌿🌿🌿


Melani, Raffa dan Jenny menikmati makan siang di sebuah Restorant yang berada di tepi pantai, setelah bangun tidur wanita itu langsung merasa keroncongan hingga memilih untuk makan siang terlebih dulu sebelum berkelana ke banyak tempat. Setelah selesai menyantap hidangan yang begitu menggoda, Jenny dengan antusiasnya mengajak sepasang suami istri itu untuk pergi ke Pura Ulun Danu Beratan Bedugul, tentu saja ingin mengambil spot foto di area yang terkenal akan keindahannya tersebut.


Dan kebetulan saat itu pula dua sepeda motor yang Raffa sewa telah tiba tepat di depan Restorant outdoor tersebut.


"Kamu bisa bawa motor, kan?" tanya Raffa kepada Jenny


"Tentu saja bisa!" ketusnya, mencolokkan kunci motor kedalam lubang itu


"Siiip!" sahut Raffa, ia pun naik ke atas motor, diikuti oleh sang istri yang mendudukkan tubuhnya di jok belakang.


Kendaraan beroda dua itu pun melesat dengan cepat melewati pasir putih hingga bertemu dengan jalan aspal yang akan mengantarkan mereka melancong ke Pura tersebut. Kali ini sepertinya sepasang suami isteri itu bertugas untuk menemani wanita ini pergi kemana yang ia suka hanya untuk mengambil spot foto, mencuci mata dan menikmati pemandangan alam.


Tidak masalah bagi Melani, yang penting bersenang-senang dari pada harus bertempur terus diranjang tanpa henti. Sungguh melelahkan baginya.


"Woohoooo!!!" Melani berdiri dari tempat duduknya, mencengkram kedua pundak sang suami sembari bersorak mengikuti semilir angin yang menerpanya.


"Duduklah! ngapain berdiri seperti itu!" sahut Raffa yang fokus menyetir


"Ini menyenangkan, tau!" teriaknya


"Nanti jatuh baru tahu!" peringat Raffa


"Ck! mana mungkin." elaknya, masih menikmati semilir angin sembari menatap langit yang cerah kala siang itu.


Beberapa menit kemudian, kendaraan yang membawa tiga orang itu telah tiba ditempat tujuan. Memarkirkan motor diparkiran yang telah disediakan. tanpa mempedulikan suami istri itu, Jenny menyelonong begitu saja meninggalkan mereka tatkala langsung terhipnotis oleh indahnya Pura tersebut.

__ADS_1


Cekrek cekrek!


Memotret adalah hal utama untuknya, beberapa kali ia mengambil spot di area tersebut dengan wajah girang nan antusiasnya.


"Ck! lihatlah saudaramu itu, dia yang ngajak kesini, dia pula yang meninggalkan kita." Raffa sangat prihatin dengan kakak iparnya itu


"Tinggal kita susul saja apa susahnya? namanya ketemu tempat begini pasti nggak ingat lagi sama sekitarnya." cerocos Melani, bagai disihir hingga tidak ingat akan orang disisinya. Melani pun menarik tangan sang suami, berniat menyusul kakaknya. Namun, Raffa masih berdiam diri tanpa melangkah sedikit pun.


"Ada apa?" tanya Melani


"Tidak usah kita ikutin, kita jalan berdua aja." usulnya


"Hmmm .... baiklah." Melani mengangguk.


🌷


Beberapa hari kemudian, setelah puas berlibur kini keduanya kembali bekerja seperti kegiatan sebelumnya. Raffa yang akan menjadi Assisten sang Presdir, sedangkan Melani kembali ke Tokonya yang diberi nama 'Ramel Cake & Bakery'. Toko yang baru pertama ia rintis dipegang oleh Ratih, sedangkan pemberian Ayahnya dipegang oleh wanita tersebut.


Hanya dentingan sendok yang terdengar, membentur piring keramik berwarna putih itu dengan sedikit berisik.


"Santai, Yang ... jangan buru-buru amat." peringat sang istri


"Masakan Bibi memang enak banget, Yang. tapi--sebenarnya aku kangen sama masakan Mama kamu." ungkapnya


"Kamu mau masakan Mama?" tanya Melani, diangguki olehnya. Air liurnya hampir saja menetes membayangkan lauk ikan nila saos yang menggoda


"Nanti aku buatin, kebetulan rasa masakan Mama sama aku, nggak ada bedanya." ucap Melani dengan santai, kembali menyuapi nasi kedalam mulutnya

__ADS_1


"Tapi aku pengen masakan Mama, dari tangan Mama Sarah sendiri." tegasnya


"Ck!" decak Melani. "Baiklah, nanti aku hubungi Mama Risha biar Mamaku yang masak buat kamu."


"Asik! gitu dong." Raffa tampak senang sekali, terlihat dari raut wajahnya yang berbinar-binar.


Selesai sarapan pagi bersama, sepasang suami istri itu bertandang ke kediaman Andrew untuk menjemput pria tersebut, seperti biasanya tugas Assisten yaitu mengantar jemput sang Boss.


Raffa menyelonong masuk kedalam rumah yang pintunya terbuka lebar, sedangkan Melani, ia menemui si kembar yang sedang berjemur sembari menikmati sarapan Mpasi yang disuapi oleh kedua babysitternya


"Hai, Giel, Veer ...." sapa Melani dengan senyum manisnya, membuat kedua bocah tersebut tertawa, bahkan Giel menyemburkan makanannya ke wajah Melani tatkala kegirangan melihat sahabat Maminya itu


"Uuuch, ya ampun, Nak ... apa salah Aunty sama kamu?" Melani mengusap hidungnya yang terkena cipratan itu, karena ulah Baby Giel.


"Aduh, maaf, Nyonya ... Nona Giel memang suka begitu." Babysitter membersihkan mulut Giel dengan kain, lalu menyodorkan tissu kepada Melani


"Nggak apa-apa, Sus, dia lagi bahagia dan aktif." Melani memakluminya sembari menyambut tisu dari tangan Babysiter


Derap langkah kaki pun terdengar membentur lantai marmer tersebut, Chika melangkah cepat menemui anak-anaknya.


"Kamu kenapa, Lan?" Chika mengernyit heran menatap sahabatnya yang sedang membersihkan wajah dengan tisu, mengambil Giel sembari mencium pipinya


"Giel nakal! huhuhuhu ..." ia pura-pura menangis dihadapan Giel, gadis itu malah tertawa lepas


"Oalah! pasti kena ciprat lagi. hahahahaha ...." wanita itu tergelak


"Jangan terlalu dekat dengannya kalau lagi makan, gadis itu bahaya." sahut Andrew menatap Melani dan Assistennya. ia pun mengambil Veer dari stroller, bibirnya dibersihkan oleh Sus.

__ADS_1


Kedua bayi itu malah tertawa, mengayunkan kaki dan tangan bersamaan seolah senang berada digendongan orang tua dan bertemu dengan pasangan pengantin baru itu.


🌿🌿🌿


__ADS_2