JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Will You Marry Me?


__ADS_3

🌴🌴🌴


Sebuah ruangan remang-remang yang hanya diberi pencahayaan dari jejeran lilin ditengah-tengah ruangan dan juga lampu huruf LED bertuliskan sesuatu yang menyentuh hati. Melani terkesima, ia tercengang membaca huruf yang tersusun rapi disana.



"Will you marry me, Melani?" Raffa berjongkok dihadapan sang kekasih hati, menumpukan salah satu lututnya pada lantai, tangan kiri ia sembunyikan dibelakang tubuh dengan memegang sesuatu, dan tangan kanan ia ulurkan kehadapan sang gadis dengan memegang sekotak cincin yang berkilau, sudah dipastikan itu berasal dari berlian.


Melani termanggu, mulutnya yang menganga karena tercengang segera ia tutup dengan kedua telapak tangannya. ditatapnya pria itu, masih dengan senyuman manis yang ia singgungkan dalam waktu lama, tidak pernah pudar.


"Kamu langsung melamarku? menikah?" tanya Melani dengan tatapan tidak percaya


"Tentu saja, tidak ada kata pacaran untuk saat ini. bila sudah saling mencinta, lebih baik langsung diboyong ke jenjang pernikahan. Aku tidak ingin ada yang memilikimu selain aku, aku akan menjagamu dengan sepenuh hatiku, memberimu milyaran cinta untuk membuktikan bahwa tidak semua pria itu brengsek dimatamu. walau aku selalu membuatmu emosi, tapi didalam sini aku ingin membahagiakan kamu."


Kata-kata itu terlalu menyentuh, buliran air bening pun jatuh dari pelupuk matanya. melihat kejujuran yang tercuat dari netra lelaki ini, Melani dapat menyimpulkan bila pria tersebut benar-benar tulus padanya.


"Aku mau." Ia mengangguk, menyeka air matanya


Sontak saja Raffa langsung berdiri tegap dan memberikan sebuket bunga untuk sang kekasih hati. Melani semakin terkesima dibuatnya, tidak menyangka lelaki ini juga sangat romantis, lebih dari perkiraannya. Melani menyambut bunga tersebut, Raffa mengambil tangan kiri kekasihnya, lalu menyematkan cincin berlian dijemari manisnya.


"Oh, Mas Raffa ... seharusnya jangan cincin yang seperti ini, ini sangat mahal." lirih Melani, wanita itu langsung memeluk tubuh pujaan hatinya.


Raffa membalas pelukan tersebut, mengecup kening Melani dalam waktu yang cukup lama. "Mahalnya sebuah barang tidak berarti apa-apa untukku, tapi kamu lebih berharga, bahkan tidak ternilai oleh apapun."


Lagi-lagi hati Melani terenyuh dibuatnya, ia kembali membenamkan wajah didada bidang pria tersebut. Raffa tersenyum, menghirup dalam-dalam aroma wangi yang menguar berasal dari rambut panjang wanitanya.


Raffa menjentikkan jarinya, seketika saja lampu di ruangan tersebut menyala begitu terangnya. hingga bisa memandang dengan puas, wajah cantik di hadapannya.

__ADS_1


"Lampunya nyala sendiri setelah kamu jentikkan jari?" Melani tercengang


"Tentu saja. aku keren kan?" Raffa membanggakan dirinya, menyugar poni bak oppa korea ke belakang dengan gaya cool pria tersebut


"Biasa aja!" Melani mendelik melihatnya, ia tidak ingin memuji pria tersebut


"Katakan iya, kalau memang iya. di Kantor banyak wanita yang mengagumiku." lagaknya


"Is, percaya diri amat lho!" Melani menimpuk wajahnya dengan buket bunga yang masih betah ia genggam


"Aduh aduh, wajah tampan ku!" Ia meringis


"Lebay!" sorak gadis tersebut, begitu gemas dengan pria di hadapannya yang terlalu meninggikan diri.


"Huh, sudah-sudah, mending kita makan malam romantis, bagaimana?" Raffa tidak ingin memperpanjang kehebohan, mengingat di seberang sana tersedia meja makan yang telah tersajikan beragam makanan yang menggiurkan.


Dengan cepat Melani mengangguk, ia berjalan lebih dulu dari prianya. Namun, baru dua langkah berjalan, tiba-tiba tubuhnya diangkat secara mendadak. ternyata Raffa menggendongnya ala bridelstyle.


"Enggak mau, biar cepat sampai." Raffa menggeleng, tiba di bangku untuk sang wanita, Raffa mendudukkannya dengan hati-hati


"Huh, hanya beberapa langkah juga." cibir Melani


Raffa hanya mengulas senyum bahagianya, ia melangkah ke sisi lain untuk melakukan sesuatu. Melani memperhatikannya, hingga terdengar alunan musik syahdu yang berasal dari Vinyl Player atau disebut piring hitam


"Wow, masih ada benda antik itu?" Melani menatap kagum


"Tentu saja ada, alunan musiknya terdengar lebih nyaman ditelinga." Raffa kembali mendudukkan tubuhnya dihadapan sang Ratu.

__ADS_1


Melani mengangguk paham, musik klasik orchestra terdengar syahdu menghangatkan suasana ruangan ini. menikmati hidangan sembari mendengarkan musik terasa lebih menentramkan hati.


"Ada ikan nila saos juga?" Melani tampak berbinar-binar


"Ya, kesukaan kamu."


"Kok tau?"


"Tau dong, kamu lahap sekali kalau makan lauk itu. itu juga termasuk kesukaan aku." ujar Raffa


"Sweet banget sih." puji Melani


Ah andaikan dari dulu kamu menyatakan cinta padaku, sayangnya kamu malah menghindar dan cuek padaku. batin Melani


"Just for you." ucap Raffa, membuat Melani kembali tersipu malu.


Menikmati makan malam dengan penuh khidmat, dengan dimanjakan oleh alunan musik, membuat selera makan keduanya semakin kuat. banyaknya hidangan yang tersajikan, seketika ludes tanpa sisa. apalagi dinner bersama orang yang dicintai, hidup terasa sempurna dan kebahagiaan semakin memuncak.


Raffa menggenggam tangan Melani yang terletak diatas meja, mengelus punggung tangannya dengan lembut dan penuh perasaan.


"Mau berdansa? seperti di Pesta itu?" ajak Raffa, mengecup punggung tangan kekasihnya


Melani mengangguk tanpa berpikir panjang. Sontak saja Raffa berdiri tanpa melepaskan penyatuan tangan keduanya. ia mengitari meja, menarik tubuh Melani hingga wanita itu berdiri. Melani terkesiap, saat pinggulnya dicengkeram kuat oleh tangan yang satunya. tubuh keduanya pun menghapuskan jarak, tatapan mata saling beradu dan hembusan nafas saling bersahutan. tepat sekali, alunan musik pun sangat cocok untuk berdansa.


"Kita ini seperti Cinderella dan Pangeran saja, hanya saja gaunku bukan gaun yang kembang." Melani cekikikan memperlihatkan deretan gigi putihnya


"Ya, memang seperti itu. malam ini dan selamanya, kau adalah Cinderella ku. asal kau jangan pergi menyisakan sepatu mu." seru Raffa yang juga cekikikan

__ADS_1


"Ternyata pria dewasa sepertimu juga mengenal dongeng."


🌴🌴🌴


__ADS_2