
🌴🌴🌴
"Sama kekasih saya dan pergi makan siang ke tempat yang sangat romantis. ah, terima kasih sudah menjadi penggemar saya." balas Melani, ia begitu geram dengan sosok yang menerornya tersebut. ditambah lagi ia tidak bisa melihat siapa pemilik akun whatsapp nya karena tidak memasang photo profil
Dan setelah membaca pesan masuk tersebut, Raffa terbelalak dan mulai meradang. "Apa-apaan dia! apa sudah punya kekasih? jadi untuk apa dicomblangi ke aku? buang-buang waktu saja." gerutunya
Raffa tidak lagi membalas pesan tersebut, hatinya tiba-tiba saja memanas setelah membacanya. ia mencoba untuk mengatur nafas, kemudian kembali pada pekerjaannya yang sudah menanti.
**
"Aaakh! Bang Raffa, akhirnya jemput aku juga." Sekretaris Jasmin merasa kegirangan sekali melihat mobil milik Assisten Presdir itu terparkir indah tepat di depan kediamannya.
"Hm, masuklah!" titahnya. wanita itu mengangguk dengan senyum cerah yang selalu ia pamerkan. mobil kembali melaju setelah melihat perempuan itu memasang seatbelt ke tubuhnya.
"Kamu tampan sekali malam ini, Bang." pujinya seraya mengulum senyum kualitas terbaik
"Ya, tentu saja." balasnya singkat
Mobil melesat kencang memecahi jalanan Ibukota yang cukup padat kala itu. bersahutan dengan angin malam yang menerjang hingga ke permukaan kulit siapa pun. Sekretaris Jasmin menikmati segarnya angin malam yang menghembus kulit wajahnya, ia tidak biasa dengan Ac mobil hingga sedikit membuka kaca jendela disisinya
"Nggak apa kan, kalau aku buka sedikit kacanya?" tanya gadis itu
Raffa mengernyit heran. "Kenapa dibuka? apa Ac-nya kurang sejuk?" Raffa menjawab dengan pertanyaan pula
"Hmmm, sebenarnya aku itu--pemabuk, hehehe." jawabnya dengan jujur sembari cengengesan
__ADS_1
"Oalah." Raffa menggeleng-geleng kepalanya. "Asalkan kamu tidak muntah di mobilku saja, bakal repot entar." ucapnya, melengos menatap kendaraan yang melaju sangat kencang disampingnya.
"Gila tu sopir! cari mati apa?" Sekretaris Jasmin cukup terkejut melihat pengendara itu yang ugal-ugalan itu. diliriknya Raffa, pria itu hanya bersikap tenang dengan wajah datar tanpa ekspresi sedikit pun. sungguh heran dengan pria itu, tidak ada takut-takutnya sekali pun.
Apa dia tidak punya jantung? sampai nggak ada rasa terkejutnya sedikit pun. batin Jasmin
Beberapa menit kemudian, mobil yang mengangkut dua anak manusia itu telah tiba di sebuah Restorant yang biasanya Raffa kunjungi bersama orang-orang terdekat, termasuk Melani. Raffa berjalan terlebih dahulu tanpa mempedulikan wanita yang bersamanya, Jasmin tengah berusaha mensejajarkan langkah mereka.
"Is, tunggu dong! cepat amat jalannya," gerutu gadis tersebut. Raffa menghentikan langkahnya sejenak, menunggu gadis yang berjalan sangat lamban sekali. padahal itu hanya dipandangannya saja, nyatanya itu adalah jalan tercepat yang bisa dilakukan oleh perempuan tersebut
"Buruan!" geram Raffa, akhirnya mereka pun berjalan bersamaan menuju pintu masuk Restoran tersebut
Sangat canggung, seolah sepasang insan ini baru pertama kali bertemu. Sekretaris Jasmin menatap lekat wajah tampan nan datar itu, ia sedikit bingung akan apa yang ingin ia katakan sebagai pembuka percakapan. entah kenapa, disaat Tuhan mengizinkannya untuk dekat dengan pria idaman kaum hawa dihadapannya ini, disaat itu pula ia kehilangan akal.
Wajah datar itu benar-benar menghipnotisku, sampai lidahku kelu untuk berbicara. oh ... Assisten Raffa, kau memang payah untuk tersenyum. Batin Jasmin
"Hmm, ayo makan!" ajak Jasmin, Raffa mengangguk dan menyentuh alat makan tersebut. keduanya pun menikmati makan malam dengan penuh penghayatan. sesekali bola mata Jasmin terangkat untuk melirik wajah tampan itu, menurutnya ia juga harus menikmati ciptaan Tuhan yang begitu sempurna
"Jaga mata!" ketus Raffa, pria itu merasa sedang diperhatikan
"Uhuk-uhuk!" sontak saja Jasmin terbatuk-batuk karena tersedak oleh makanannya sendiri. Raffa menggelengkan kepala, memberikannya segelas air putih untuk wanita itu. Jasmin langsung meneguknya hingga tersisa setengah gelas.
"Lain kali hati-hati! jangan pandang saya seperti itu." peringatnya
Sekretaris Jasmin menelan salivanya dengan kasar. "Ngacok! siapa juga yang lihatin kamu." elaknya
__ADS_1
Namun Raffa tak mempedulikan wanita dihadapannya ini. hingga saat Raffa mengedarkan pandangan ke sekitarnya, tanpa sengaja ia melihat sosok yang begitu ia kenal. Raffa menajamkan penglihatannya, menatap lekat sosok yang sangat ia kenal.
"Sama siapa dia?"
"Apakah sama pria itu?" gumamnya
Sekretaris Jasmin mengernyit heran, pria dingin ini ternyata memiliki sisi aneh didalam dirinya. bagaimana tidak, ia berbicara sendiri dengan suara pelan, seolah tengah berbicara dengan sesuatu.
"Bang, jangan buat suasana jadi horor lah--ngeri tau!" seloroh Jasmin. Raffa mengalihkan pandangan kepadanya.
"Siapa yang buat horor?"
"Kamu lah! ngomong sendiri sama udara. eh, bukan--sama hantu."
"Ada-ada saja." Raffa menggeleng kepala, kembali menyantap steak daging yang begitu menggoda dihadapannya. lalu beralih menatap sosok yang menempati meja sedikit jauh dari mereka. hingga--Raffa gelagapan tatkala sosok itu juga menatap ke arahnya dengan tatapan bingung pula.
"Lihat apa sih?"
🌴🌴🌴
Hmm, btw, kalau kakak-kakak, emak-emak semua berkenan ....
follow ig ku yaa, @elceshan2408
fb, elce kha
__ADS_1
😁🙏