JONES, Dipaksa Jatuh Cinta

JONES, Dipaksa Jatuh Cinta
Melani Si Pengganggu


__ADS_3

🌴🌴🌴


"Aku lapar ..." Melani yang sudah tertidur akibat percintaan panas telah usai sejak satu jam yang lalu, meringis perih pada perutnya yang sudah berbunyi. para cacingnya berdemo, ingin asupan nutrisi pada malam begini.


"Sayang, aku lapar! gimana caranya dapat makanan?" Melani membangunkan suaminya, andaikan ia mengetahui cara memesan makanan di Hotel, pasti akan ia lakukan tanpa membangunkan pria tersebut. Sayang sekali, dulu saat magang ia hanya ditugaskan untuk memasak bersama Chef.


Melani terus menggoyangkan bahu sang suami, pria itu belum juga kunjung bangun.


"Sayang, cara pesan makanan gimana?" Melani mengecup tengkuk leher suaminya, memberikan sedikit tanda dikulit itu.


"Eemmmh ...."


"Bangun!" teriak Melani


"Ada apa, Sayang?" Raffa bangkit mendudukkan tubuhnya


"Gimana cara pesan makanan?"


"Kamu lapar?" Raffa terkesiap, mengucek kedua matanya, hingga wajah cantik sang istri tampak jelas di penglihatannya


Melani mengangguk dengan wajah sendunya. ia ingin bergerak, tapi bagian tubuh dibawah terasa kaku, karena perih area miliknya


Raffa mengambil telepon diatas nakas, bergegas menelpon pelayan dapur.


Kini sepasang suami istri itu menikmati makan malam pada dinihari, yang telah menunjukkan pukul satu malam. Melani dibuat kewalahan oleh pria ini, hampir enam jam mereka bercinta walaupun ada jeda waktu untuk beristirahat hanya beberapa menit setiap rondenya. dan kini ia tidak bisa apa-apa selain diam ditempat tanpa pergerakan sedikit pun.


"Lahap sekali, lapar atau enak?" ledek Raffa


"Kedua-duanya." jawabnya singkat


Raffa mengulas senyum, sangat bahagia melihat lahapnya selera makan wanita ini. tatapannya beralih pada kimono yang dikenakan Melani, tampak sedikit belahan dada yang mencoba mengintip dari dalam sana. lehernya pun penuh dengan tanda merah hasil karya pria itu. Raffa tersenyum simpul, ia merasa lega akhirnya telah berhasil menjamah tubuh sang istri.

__ADS_1


"Saat sedang makan begini, kenapa kantukku jadi hilang, ya? kamu juga, nggak?"


Melani mengangguk. "Ho'oh, udah nggak ngantuk lagi karna asik makan."


"Ternyata kita sama. berarti--bisakah kita mengulangnya lagi?" tanya Raffa dengan ragu


Sontak saja Melani menghentikan kegiatannya, ia menatap lelaki itu, tatapannya penuh damba.


"Emang nggak capek? udah hampir enam jam lho ... kita tidur baru satu jam." Melani merasa heran


"Aku nggak capek lagi setelah perutku terisi dan tenagaku kembali pulih, apalagi--rasanya enak, aku menginginkan lagi."


Melani terdiam sejenak, ia tersipu malu, memang benar rasanya sangat enak dan Chika tidak berbohong padanya. ia pun ingat akan pesan wanita itu, melakukannya disetiap waktu. tapi--miliknya terasa sangat sakit dan perih, walaupun dipertengahan jalan, sakit itu berubah menjadi rasa nikmat.


"Jadi--mau nggak, melakukannya lagi?" pinta Raffa, ia ingin meminta izin terlebih dulu kepada istrinya


"Masih sakit." keluh Melani


Kira-kira Chika udah tidur belum ya? batin Melani


Melani mengambil ponselnya yang terletak diatas nakas, berniat menghubungi wanita itu. siapa tahu dia belum tidur, bila sekali panggilan tidak diangkat, berarti sahabatnya sudah terlelap. ia begitu penasaran, dan meminta pendapat sahabatnya.


Raffa memerhatikannya, bukannya menanggapi ucapannya, sang istri malah menelpon seseorang. Raffa mendekatinya, menempelkan telinga pada ponsel itu hingga telinga keduanya saling beradu.


"Hallo, Mel ... emh ..." wanita diseberang sana terdengar mendesah


"Kamu belum tidur?" tanya Melani, sembari menatap suaminya yang ternganga, tentu saja ia mendengar suara Chika yang mendesah, Raffa dengan keponya malah mengaktifkan speaker panggilan.


"Ini baru mau tidur. ada apa?" terdengar sedikit kegaduhan diseberang sana


"Aku mau nanya, maaf ya mengganggu kamu, aku jadi nggak enak." Melani mengusap tengkuk lehernya

__ADS_1


"Katakan ada apa menelpon istriku?" itu suara Andrew, pria itu terdengar menahan kesal


"Eh, enggak jadi." Melani langsung memutuskan panggilannya. ia menaruh kembali gawai itu diatas nakas


"Kamu mau nanya apa?" Raffa penasaran


"Hmm ... soal perih itu, apakah harus lanjut atau tidak." jawabnya dengan malu-malu, ia menunduk menyembunyikan kebodohannya


"Dasar!" Raffa menyentil kening sang istri. "Mereka sedang bercinta, dan kamu mengganggu." Raffa terkekeh


"Kan aku nggak tau, tadi cuma iseng menelpon." lirih Melani


"Kalau penasaran, coba sendiri. percaya padaku ... sakitnya hanya sebentar, setelah itu berubah nikmat." ucap Raffa


"Dari mana kamu tau? jangan-jangan pernah nyoba." Melani menyipitkan mata sembari menunjuk wajah pria itu dengan telunjuknya


Raffa tergelak, perempuan ini benar-benar menggemaskan. "Tentu saja udah pernah."


"Apa!" Melani melotot, "Sama siapa, hah?"


"Bodoh! tentu saja sama kamu. emang siapa lagi? sama kunti, apa?" gerutu Raffa


"Siapa tau sama mantan kamu."


"Sama sekali tidak pernah." Raffa langsung membaringkan tubuh istrinya, membuka kimono yang membaluti tubuhnya hingga terlihat sangat polos. begitu pula dengan miliknya.


Melani tercengang, dengan sigap ia menutup harta karunnya. namun, Raffa mencegahnya, langsung menyesap ****** itu dengan rakus.


"Aaaah ...." Melani melenguh menahan sensasi luar biasa pada tubuhnya


🌴🌴🌴

__ADS_1


Yang belum vote, ayo vote ... dan juga hadiahnya ...😉


__ADS_2