
🌴🌴🌴
Raffa menikmati hidangan makan siangnya dengan sesekali mengawasi Melani dan juga pria asing tersebut. mereka tampak mengobrol riang sembari tertawa renyah, yang entah obrolan semacam apa hingga membuat gadis tersebut tampak bahagia. Raffa mendengus sebal, buru-buru ia selesaikan makan siangnya dengan cepat agar bisa membawa sang wanita untuk pergi dari pria tersebut.
"Terima kasih udah mengijinkanku untuk bergabung. ini untuk kalian, dan sekalian bayarin makanan saya." Raffa menaruh beberapa lembar uang seratus dengan nominal yang banyak. membuat sepasang kekasih itu berbinar-binar menatap benda tersebut.
"Terima kasih." ucap perempuan yang sempat memprotes kericuhan yang Raffa buat.
Raffa tak mempedulikannya lagi, yang terpenting sekarang adalah membawa gadisnya untuk pulang. apalagi melihat wanita itu telah menyelesaikan makan siangnya.
Raffa menepuk pelan pundak Melani, sontak saja wanita itu menoleh ke belakang dan terbelalak menatap sang pencuri telah berada dihadapannya.
"Kau!" Melani kembali memasang wajah kesalnya
"Ayo kita pulang!" Raffa menarik paksa tangan itu
"Tidak mau! lepas!" Melani berusaha menghempas cengkeraman tangan itu, namun lagi-lagi gagal olehnya
"Hei! kau siapa! beraninya sama wanita!" Alex mulai beraksi, pria itu bangkit dari duduknya dan meleraikan aksi pria itu
"Bukan urusanmu! dia adalah kekasihku." tegas Raffa dengan tenang
"Bukan! dia bukan siapa-siapaku!" Melani melambaikan tangan pada Alex
"Kau pergi dengan siapa, maka pulang harus dengan orang itu juga." ucap Raffa dengan dingin
"Mas Alex, maaf, aku pulang sama pria ini ya, terima kasih atas makan siang gratisnya." ucap Melani dengan perasaan yang tidak enak pada pria baik hati tersebut. tatapannya benar-benar teduh kepada Melani, membuat Melani merasa bersalah karenanya. ingin rasanya melawan Raffa saat ini, namun banyak mata yang menyaksikan mereka bertiga
"Selesaikanlah urusanmu, Melani. tidak masalah asal pria ini tidak macam-macam denganmu!" Alex menatap bengis terhadap Raffa
Melani mengangguk, dan berjalan terlebih dahulu dari Raffa.
Setiba di Parkiran, Melani memutar tubuhnya untuk menghadap lelaki menyebalkan itu yang berjalan dengan santainya.
"Apa maumu?" tanya perempuan itu
__ADS_1
"Mau mengantarkanmu pulang." jawab Raffa sembari menghampiri mobilnya. Melani mengikuti dari belakang
"Kalau pulang, aku bisa sama dia!"
Raffa hanya diam saja, ia membuka pintu untuk Melani dibagian jok depan tepatnya disamping kemudi. Melani melengos masuk. setelahnya Raffa mengitari mobil dan turut masuk ke dalam mobil tersebut.
"Aku minta maaf untuk tadi." ucap Raffa
"Maaf yang mana? kesalahanmu banyak." Melani tak kalah dinginnya, ia terus menatap ke depan tanpa menoleh sedikit pun untuk melirik pria disampingnya
"Menciummu."
Melani menelan salivanya dengan kasar mendengar kata itu. "Ya." jawabnya singkat
"Ya apa?"
"Iya, maafin."
"Serius?" Raffa mencondongkan tubuhnya untuk melihat wajah cantik itu lebih dekat
"Ya!" Melani merasa jengah
Sontak saja Melani menatapnya dengan tajam, "Jangan harap!" teriaknya
"Hahahahaha! hanya becanda, Sayang." Raffa tergelak, ia segera menyalakan mesin mobilnya
Namun, sebelum melajukan kendaraan itu, Raffa lebih dulu mengenakan seatbelt pada tubuhnya. tetapi, ekor matanya tanpa sengaja tidak melihat seatbelt yang membaluti tubuh Melani, Raffa tersenyum seringai, ia mencondongkan tubuhnya hingga tiada jarak antara tubuhnya dan gadis tersebut. Melani terbelalak, tubuhnya menegang tatkala pria ini kembali mendekatinya.
"Mau apa lagi!" Melani melindungi gunung kembarnya, tidak ingin tersentuh oleh tubuh pria itu
"Menurutmu?" Raffa tersenyum sensual, membuat bulu kudu Melani meremang. apalagi ia dapat merasakan hembusan nafas yang keluar dari hidung pria itu. jarak mereka benar-benar sangat dekat
"Jangan macam-macam ih!" teriak gadis tersebut. Raffa menahan tawa, ia menarik tubuhnya kembali dan memasang seatbelt pada tubuh Melani.
"Kamu sengaja ingin memancingku, Melani. aku hanya ingin memasang ini." Raffa menunjuk benda yang meliliti tubuh wanita itu
__ADS_1
Akhirnya Melani bisa bernafas lega.
"Apa salahnya nyuruh aku masang itu, nggak mesti dipasangin juga kali! modus!" cibir wanita itu
Raffa hanya tersenyum manis melihat wajah itu. setelah puas memandang wajah jutek perempuan disampingnya, Raffa kembali menekan pedal gas mobil hingga kendaraan itu melaju sedang meninggalkan pelataran Rumah makan tersebut.
"Siapa pria itu?" tanya Raffa
"Bukan urusan kamu." ketus Melani
"Kalian akrab sekali."
"Tentu saja akrab."
"Apa dia kekasihmu?"
"Tentu saja. kenapa kau kepo?"
"Lebih baik sama aku dari pada dengannya."
"Hah? maksudnya?" Melani tak paham
"Eh, enggak ada." Raffa menggeleng, tiba-tiba saja kalimat itu tercetus dari mulutnya.
"Dan kau--mengikutiku, iya?"
"Tentu saja. aku tidak mau kamu kenapa-napa."
"Cih!"
"Mana mungkin aku biarkan seorang wanita pergi berjalan kaki sendiri."
"Kan sudah ku bilang, aku tidak mau bertemu denganmu!"
"Ck! walaupun kamu ingin seperti itu, tapi takdir tidak menginginkannya. kita seolah terikat satu sama lain." ujar Raffa
__ADS_1
🌴🌴🌴
Ayo like, koment, vote dan hadiahnya ya 😊🙏