
🌴🌴🌴
"Hei! kau apakan sahabatku!" serang Chika tatkala ia dan suaminya telah berada di balkon
"Tidak diapa-apain." jawab Raffa dengan santai, masih memantau Melani yang ternyata sudah menghilang dari pandangannya.
"Kau kira kami nggak tau! kau menidurinya'kan!" tuduh Chika
"Cium doang."
Bugh! Bugh! Bugh!
Chika meninjunya dengan kuat, pria itu tetap tak berkutik, ia memutar bola matanya merasa jengah. Andrew yang melihat istrinya sudah naik emosi, bergegas meleraikan aksi sang istri.
"Sayang, sudah-sudah! kamu baru siap melahirkan, tidak baik melakukan seperti ini." nasihat sang suami
"Dia ini lancang sekali mencium sahabatku, Sayang! dan lagi--pasti Melani marah sama aku." rengeknya, memeluk Andrew
"Salah sendiri, kalian yang menjebak kami." Raffa masih bersikap santai walaupun didalam hatinya tengah berperang dengan akal.
"Saya permisi dulu, Tuan. selamat weekend untuk kalian." pamitnya, sepertinya ia harus menyusul Melani. Raffa benar-benar tidak tega melihat wanita itu berjalan ditengah teriknya sang mentari.
Raffa mempercepat langkah kakinya dengan terburu-buru, menyapa sekilas Nyonya dan Nyonya besar kediaman tersebut, lalu berlarian kecil menuju mobilnya yang berada di tempat parkir. dengan kecepatan tinggi mobil melaju, menguasai jalanan perumahan yang jarang sekali kendaraan melewatinya. hingga--diperbelokkan menuju keluar area perumahan, Raffa dapat melihat sosok Melani yang sedang disapa oleh seseorang. cukup lama ia memperhatikan, hingga Melani lebih memilih masuk ke dalam mobil yang tidak asing baginya.
"Apa itu mobil pria di Tokonya kemarin?" gumam Raffa, tatapannya menyelidik lebih dalam pada mobil itu
"Aakh!" Raffa memukul setir dengan cukup kuat. "Aku kalah telak! lagi-lagi lelaki itu, apakah dia juga lelaki yang sama dengan di Restoran?" sambungnya menerka-nerka, sungguh Raffa berdecak kesal bila memang itu lelakinya.
Raffa kembali menekan pedal gas mobil tatkala mobil tersebut telah melaju lebih dulu. kali ini Raffa akan mengikuti mereka, kemanakah mobil itu membawa sang pemilik ciuman pertamanya.
__ADS_1
Mobil melaju dengan kecepatan rata-rata, sesekali menambah kecepatan tatkala mobil intaiannya melaju kencang. sepasang netra miliknya membidik lebih tajam pada mobil berwarna navy itu. tidak ingin kehilangan jejak, maka Raffa harus cermat dalam melakukan pengintaian.
Hingga mobil tersebut perlahan melaju pelan, memasuki pelataran sebuah Rumah Makan Pondok yang menyajikan menu makanan nusantara yang menyuguhkan aroma khas rempah-rempah milik Indonesia.
**
"Kamu kenapa bisa berjalan kaki?" tanya seorang pria yang memberi tumpangan kepada Melani
"Hmmm, aku lagi berantem sama seseorang dan memilih pergi sendiri walaupun cuma jalan kaki." jawab Melani
"Pacar kamu?"
"Tidak. mana mungkin aku punya pacar," tukasnya
"Lalu?"
"Hanya teman. by the way, thanks ya sudah memberiku tumpangan." ucap Melani seraya mengulum senyum
"Boleh. tapi--boleh request tempat, nggak?" tanya Melani dengan senyum cengirnya
"Tentu saja boleh." Lelaki itu mengacak-acak rambut Melani, merasa gemas sekali. "Mau makan dimana?" sambungnya
"Di Rumah Makan Pondok xxxx, yang didekat sana." Melani menunjuk ke arah lurus
"Oh, yang itu, baiklah." Lelaki itu mengangguk paham
"Terima kasih, Mas Alex, kamu baik sekali."
"Jangan begitu, bukankah kita berteman? boleh kan?"
__ADS_1
"Tentu saja boleh." ucap Melani sembari terkekeh lucu
Hingga mobil berwarna navy itu pun telah tiba di Rumah Makan yang Melani sebutkan. Alex bergegas memarkirkan mobilnya ke tempat yang sudah ditentukan oleh sang pemilik tempat.
Melani sangat menyukai tempat ini, selain tempatnya tenang, makanannya pun sungguh menggoda dan menggiurkan. apalagi aroma khas rempah Nusantara, membuat selera makannya semakin meningkat. kini keduanya memilih duduk dibagian pojok, tepatnya di samping kolam ikan dengan air pancurnya yang deras.
"Mau makan apa?" tanya Alex tatkala Melani langsung menyambar buku menu yang telah tersedia diatas meja
"Aku sih suka ikan nila, tapi--pengen coba menu lain juga sih." ujarnya
"Ambil beberapa macam menu pun boleh kok, Mel, ambil ikan nila sama yang lain aja."
"Hah? emang boleh?" Melani terpelongo
"Boleh, apa sih yang tidak untuk kamu." ucap Alex dengan senyum manis yang berkualitas terbaik hanya untuk Melani, wanita tercantik nan memikat
"Ah bisa aja." Melani menjadi tersipu malu, membuat Alex menjadi gemas dengan sikap wanita ini. hingga seorang pelayan menyapa, membuyarkan tingkah sepasang insan itu.
Melani dan Alex langsung memesan menu yang dirasa sangat menggoda imannya.
Disisi lain, Raffa memergoki mereka berdua. mendudukkan tubuhnya ditempat yang tidak jauh dari mereka. untung saja keadaan sekitar tengah ramai, sebab diwaktu makan siang tempat itu memang selalu ramai. hingga Raffa lebih leluasa untuk memperhatikan wajah Melani dengan jelas tanpa dicurigai sedikit pun oleh wanita itu.
"Sial! bahkan mereka sangat dekat dan akrab. sampai-sampai Melani salah tingkah dengan pria itu!" gumam Raffa, berdecak kesal. tangannya yang mengepal tak segan-segan memukul meja.
"Mas, kalau numpang disini jangan buat keributan dong!"
"Eh, hehehehe, sorry." Raffa menggaruk kepalanya yang tidak gatal
🌴🌴🌴
__ADS_1
Segitunya Bambaaang 😂😂
Yok ayo beri aku hadiah bebeb ku 😉