
🌴🌴🌴
"Permisi." Seseorang menyapa Raffa dan Melani yang masih asyik memandangi lautan
Keduanya menoleh ke samping, mendongakkan kepala untuk menatap dua wanita cantik yang mengenakan dress dan topi pantai diatas kepalanya. tak lupa pula kaca mata yang bertengger di ubun-ubun.
"Ada apa, ya?" Raffa dan Melani bangkit berdiri
"Lo kan, Raffa, ya kan? kita kan teman kuliah." ujar gadis tersebut
Raffa menyipitkan mata, memerhatikan wajah dua wanita tersebut. melihat pria ini yang terlalu lama berfikir, membuat dua gadis tersebut merasa jengah.
"Lemot banget sih! kita kan sahabatnya Audy! cepat amat pikun lo!" gerutunya
"Oh, iya-iya, kalian toh." Raffa mengangguk paham dengan wajah datarnya
Yang benar saja aku mengingat, wajah kalian kebanyakan di plastikin. Batin Raffa
Kedua wanita cantik itu saling berbisik, entah apa yang dikatakan oleh mereka
"By the way, lo kerja dimana sekarang? eh, itu cewek lo, ya?" salah satu dari mereka menunjuk Melani yang hanya diam memerhatikan
"Iya, ini cewek gue, kesayangan gue." ujarnya, mengecup kening Melani seolah tengah menyatakan bahwa dirinya telah ada yang memiliki. dan serangan itu sungguh membuat Melani terpelongo
"Iyuh!" gumam keduanya
"Ah padahal Audy masih cinta banget sama lo, tapi--ternyata pilihan lo yang kayak begituan." Perempuan itu menatap jijik pada Melani
"Itu deritanya. yang penting sekarang gue udah bahagia sama pilihan hati gue." Raffa tak sungkan-sungkan kembali mengecup Melani, bahkan pipi tembam wanita itu.
"Kalau tidak ada yang mau dikatakan, kami pergi dulu." pamitnya, Raffa menuntun Melani untuk meninggalkan teman lamanya
__ADS_1
"Eh, tunggu! kenapa buru-buru sih!" decaknya. "Lo kerja dimana?"
"Perusahaan terbesar di Jakarta." jawabnya, kembali melenggang pergi meninggalkan mereka yang hanya terdiam
"Ck! sombong amat, mentang-mentang udah kaya." dengusnya
**
"Ih, lepas!!" Melani memberontak dari rangkulan tangan Raffa pada pundaknya. Setelah cukup lama mereka berjalan menjauhi kedua wanita itu, membuat Melani baru tersadar akan kedekatan mereka berdua.
"Eh, hehehe, maaf, Sayang." Raffa cengengesan
"Cuih! apa-apaan kau tadi pakai nyium segala!" Melani mengusap pipi dan keningnya seolah dibagian kulitnya masih terdapat bekas kecupan yang diberikan oleh Raffa
"Hanya berakting, Sayang. supaya mereka percaya kalau aku sudah ada yang punya." ujar Raffa
"Makanya cari pacar yang sungguhan! bukan aku yang jadi korbannya." decak Melani
"Bukannya kita udah sepakat? toh aku menggaji kamu nanti."
"Apa kamu lupa yang malam itu? Aku mengejarnya tapi ternyata sudah punya pria lain."
"Oh, wanita itu ..." Melani mulai teringat akan sosok yang dikejar oleh pria ini
"Sudahlah, mending kita makan ice cream atau desert di Kafe itu." Raffa menunjuk sebuah kafe dengan dagunya. Melani mengangguk dengan antusiasnya, sejak baru menapaki kaki di tempat ini, ia juga sangat tergoda dengan sajian pengunjung yang menikmati beragam ice cream bahkan desert sekaligus.
Kini kedua insan itu baru saja membenamkan bokongnya di kursi, dengan cepat Melani mengambil buku menu yang menampikkan nama-nama menu beserta gambarnya. hingga pelayan datang menghampiri dengan penuh ramah dan sopan ia tunjukkan pada kedua insan tersebut.
Melani menatap indahnya alam sekitar, pengunjung yang datang kala weekend ini pun turut meramaikan suasana. sembari menikmati ice cream gelato, tatapan matanya tak berpaling dari hamparan lautan. Raffa tersenyum senang melihat bahagianya gadis ini, tidak ingin kehilangan moment, Raffa bergegas merogoh ponsel dari saku celananya.
Diam-diam lelaki itu memotretnya dari samping, mengambil banyak gambar untuk ia jadikan koleksi. Belum puas bila hanya dipotret, Raffa mengalihkan kameranya menjadi rekaman video.
__ADS_1
Melani merasakan ada sinar yang menerpa sedikit wajahnya, cukup mengganggu dan ia begitu risih karena kesilauan. Melani menoleh ke samping, sontak saja matanya terbelalak tatkala sinar pencahayaan tersebut berasal dari ponsel milik Raffa.
"Mas Raffa!" pekiknya, mulai merasa geram
"Apaan?" Raffa menyimpan ponselnya setelah menyimpan video itu
"Kau diam-diam merekamku! Mari sini ponselnya!" pinta Melani dengan tatapan bengis seolah ingin membunuh
"Ssssttt! banyak orang yang lihat, Sayang." Raffa menatap sekitar yang mulai terganggu dengan aksi keduanya
Melani hanya bisa berdecak kesal sembari mengedarkan pandangan. Ia pun kembali duduk, dan meminta baik-baik ponsel tersebut.
"Mari sini ponselnya!" Melani menengadahkan tangan ke udara tepat dihadapan Raffa
Raffa menggeleng. "Tidak, untuk apa?"
"Hapus semua video atau foto milikku!"
"Lah--siapa yang ingin mengambil gambarmu coba,"
"Ck! nggak ada rasa bersalah sama sekali."
"Cepat habiskan ice creamnya! setelah itu kita pulang." titah Raffa, masih memasang wajah tidak bersalah dan menunjukkan sisi datarnya
Awas aja nanti di mobil. batin Melani
Perempuan itu buru-buru melahap ice cream miliknya. sudah tidak ada lagi niat untuk berkeliling. kini pikirannya hanya berpaku pada satu titik, yaitu ponsel yang berada disaku celana pria itu. Sungguh geram, rasanya Melani sudah tidak sabar untuk menghajar pria itu.
Andai disini tidak ada orang, akan ku tendang burungnya dan ku lempar ponselnya ke lautan! batin Melani bermonolog
🌴🌴🌴
__ADS_1
Yuhu!!
jangan lupa vote dan hadiahnya ya 😉🙏