Karena Kamu

Karena Kamu
siapa dia?


__ADS_3

Grrrrrr.......


Deru suara bising sebuah sepeda motor membelah kesunyian malam dijalan komplek asri yang begitu tenang..


Sampai sesaat ketika melewati sebuah tikungan.. suara deruan itu terhenti.. seseorang yang menaikinya turun dari motor dan mulai mendorong motor sport berwarna biru hitam miliknya..


Dia melangkah dengan memperhatikan kesekitarnya..


Sesaat setelah berjalan melewati satu rumah.. dia mulai mendekati sebuah pintu gerbang yang tinggi dan nampak kokoh. Dengan tenang ia melambatkan langkahnya..


Nampak dari dalam gerbang ada seseorang yang membukakan kunci gerbang tersebut.. Sambil bersiul dan seolah-olah tidak melihat apa-apa.. dia membiarkan orang itu masuk kedalam halaman rumah besar itu.


Dengan hati2 seseorang itu mendorong motornya memasuki garasi, mengikatkan rantai pada rodanya dan menutupi motornya kembali dengan kain penutup.


Masih dengan hati2 seseorang itu keluar garasi dan melihat orang yang membukakan pintu untuknya tadi.


Dengan mengacungkan tangan sambil merapatkan ibu jari dan telunjuk yg berarti OK! pada orang yang berada disana setelah menguncinya lagi dan memberi tanggapan yg sama.. "OK!"


Yaa.. itu adalah pak amin security dirumah itu..


laluu... siapa yang baru saja ia beri ijin untuk masuk rumah itu?


* * *


Berjalan mindik mindik.. pelan pelan.. dan saaaangat hati2.. dia memasuki sebuah rumah besar itu dari arah samping.


Keadaan rumah yang sudah sepi dan gelap membuat dia masuk dengan mudah.. karena memang malam sudah larut..


Baru beberapa langkah dia masuk.. tiba-tibaa..


braayyyy


lampu di dalam rumahnya itu menyala dan menerangi seluruh ruangan hingga menampakkan sosok dirinya..


Dia terlonjak mundur satu langkah terkejut saat melihat seorang pria berdiri sambil menyilangkan tangannya di dada dengan tatapan yang tak bersahabat..


"kak Damar..??"


dengan senyum canggung dia menghampiri Damar masih dengan menenteng helm di tangannya.


"kakak belum tidur ya..?"


Damar tak bergeming


"kenapa malam2 masih ada disini kak?" pertanyaan bodoh itu keluar begitu saja dari mulutnya tanpa ia pikir sebelumnya..


Damar tetap diam masih dengan tatapan tajam dan menyeramkan seperti ingin memakan dirinya..


"harusnya kaka yang tanya.." Damar mulai membuka suara


"dari mana kamu jam segini baru pulang?" tanya Damar dengan nada tinggi dan berhasil membuatnya mengerjap kaget


"dan ini apa..?" Damar menunjuk pada helm yang ada ditangannya


"kamu masih berkeliaran malam dan kebut kebutan dijalan hah..?"


Bentakkan Damar semakin mebuatnya ketakutan..


Dia tak pernah melihat Damar semarah ini padanya. Melihat Damar dalam keadaan seperti itu hanya membuatnya diam pasrah pada omelan Damar dan menundukkan wajahnya tak berani menatap kakaknya.. sosok Damar yang penyayang dan hangat tapi tegas itu punya sisi lain saat ia merasa marah..


wajah tampannya berubah begitu menyeramkan bisa diibaratkan seperti tokoh hulk dalam sebuah film yang ia tonton di tipi..

__ADS_1


Tapi gak ijo juga...😁


"maaf kak...!" jawabnya lirih dengan wajah menunduk dan memainkan jari tangannya..


"lagi pula aku hanya sendiri.. berputar putar sekitar sini.. cuma pengen buang penat aja.. aku bosan kak.. !" belanya dengan mata yang mulai berkaca kaca..


Damar menghela nafas kasar mencoba menurunkan emosinya.. menatap adiknya yang nampak bersedih..


Kali ini Damar menurunkan nada bicaranya dan memegang kedua bahu adiknya..


"Laila.. " ucapnya lembut..


"justru karena kamu sendirian itu membuat kaka semakin kuatir sayang.."


Laila mendongak menatap lekat wajah dihadapannya..


"kakak takut terjadi sesuatu yang buruk lagi sama kamu dek..!"


tambahnya dengan mengusap pipi Laila dan dipeluknya adik kesayangan yang begitu manja padanya itu.. LAILA...


"maaf ya ka.. aku tau aku salah.. tapiii__"


Laila menggantungkan kalimatnya


"aku mohon jangan bilang ayah ya ka... pleaseee.." pintanya sambil menggoyang goyangkan lengan Damar dengan tatapan memelas..


Damar berfikir sejenak dia tidak akan mengikuti keinginan Laila karena takut ia akan mengulanginya lagi.. ayahnya haruslah tau..


Tapi karena usaha Laila memohon padanya dengan sangat memelas dan sedih akhirnya Damar pun menyerah.. gak tega juga melihat Laila seperti itu..


"oke.. baiklah..!" ia mengalah


"tp kali ini saja ya?"


Laila pun kegirangan.. dan dia kembali memeluk Damar..


"oh kakak ku yg tampan dan baik hati..!" pujinya dengan mengeratkan pelukan membuat Damar tersenyum lucu..


"makasih kak.. Laila sayang banget sama kakak.." imbuhnya kembali menatap sang kakak..


"tapi inget.." lanjutnya mengingatkan..


"kakak gk mau ya ayah sampe murka kalo liat anak gadisnya berpakaian seperti anak laki laki lagi.." katanya dengan menyentil hidung Laila hingga membuatnya mengerjap..


"apalagi masih menyukai hobi seprti anak laki laki juga.." tambahnya dengan berkacak pinggang namun ada senyuman dibibirnya..


"kakak tenang aja.." balasnya meyakinkan..


"Laila pasti jaga sikap qo.."


Damar tersenyum dan mengusap ujung kepala adiknya..


Dia menatap Laila dalam-dalam.. begitu banyak perubahan dalam hidup Laila yang mungkin sebenarnya tidak untuk adiknya itu..


"kaka kenapa..?"


Laila memiringkan wajahnya menatap bingung mengartikan sorot mata Damar..


"ah.. tidak.." jawabnya gugup


"ya sudahlah.. lebih baik kamu cepet istirahat.." titahya dengan mengelus pipi mulus Laila..

__ADS_1


Sebenarnya Laila masih bingung tapi ia tak mau ambil pusing dengan tidak memikirkannya..


"oke deh kakak..!"


Laila mengacungkan ibu jarinya pada Damar..


Laila memeluk singkat Damar sesaat sebelum ia beranjak meninggalkan Damar yg masih berdiri dihadapannya..


Laila melangkah dan sesekali ia berbalik melihat Damar yang kini dibelakangnya nampak sesuatu bermain dalam fikirannya..


Entah apa yang ia fikirkan.. tapi sepertinya dia memikirkan aku.. begitu fikir Laila.


Langkahnya terhenti saat ia mendengar Damar memanggil namanya..


ia pun berbalik dengan mengangkat kedua alisnya..


dan Damar mulai melangkah mendekatinya yang ada di pertengahan tangga..


Ekspresi wajah Damar yang tak bisa diartikan membuat Laila mengerutkan keningnya bingung..


Ada apa ini? kok raut muka kakak aneh? gumam Laila dalam hati..


"Laila.."


"heum?"


"sejak kapan kamu sekongkol sama pak Amin??" tanyanya begitu saja dengan menyipitkan sudut matanya..


Laila tertawa dan menggeleng kepala..


Sudah ku duga.. begitu fikirnya..


"sejak kapan ya..?"


Laila berpura pura berfikir dengan jari telunjuk di bibir bawahnya..


"sejak aku sering merasa bosan mungkin.." lanjutnya sambil tertawa dan sedikit berlari menuju kamar nya di lantai dua.


Damar pun menggelengkan kepalanya dan tersenyum...


Ternyata aku banyak melewatkan saat Laila minggat sebelumnya.. gumam Damar dalam hati.


Damar terus memandangi Laila sampai ia benar benar tak terlihat.


Dalam hatinya.. Damar merasa sedih melihat Laila yang hidup dalam tekanan..


Sebenarnya dia tak tega untuk menjalankan perintah ayahnya untuk ekstra menjaganya..


Bahkan kini Laila kehilangn kebebasan nya..


"maafin kaka.. Laila.." gumamnya lirih dengan rasa bersalah..


Seketika pun lamunan Damar melayang mengenang kejadian yg membuat hidup Laila berubah..


Tiga tahun yang lalu...


saat itu....


* * *


beri dukungan dan cinta buat author dengan like n love ya...

__ADS_1


makasih😙


__ADS_2