Karena Kamu

Karena Kamu
cemburu


__ADS_3

"loh jo.. kok masih disini..?"


tanya Zacky saat melihat Zora masih berada diruangannya..


ia nampak gelisah dengan mondar mandir didepan meja kerjanya..


"lo pulang aja, kerjaan lo udah gue beresin..!" ujarnya setelah menduduki kursi putarnya..


"kak..!" Zora ragu


"napa..?" tanyanya heran


"tenang aja nanti gue suruh orang catering buat nganterin makanan ke rumah lo..!" lanjutnya lagi kemudian meraih ponselnya


"bukan itu...' balasnya berjeda dengan meremas tangannya sendiri


"maaf tadi aku gak sopan jawab panggilan telfonnya kak bos.." sesalnya menunjuk ponsel ditangan Zacky


"siapa..?"


belum Zora menjawab, Zacky sudah lebih dulu mengecek panggilan masuknya


"Oh... ini calon nyonya bos lo nih..!" senyum Zacky merekah..


"bilang apa dia..?" tanyanya mendongak pada gadis yang masih berdiri didepan mejanya


"dia gak ngomong apa-apa.. cuma nanyain aku siapa dan setelah itu telfonnya mati.." jawabnya cengengesan masih dengan meremas-remas jemarinya sendiri..


"ya udah gapapa.. nanti gue telfon balik."


"kakak gak marah sama aku..?" tanya Zora bersemangat..


"nggak.. lo pulang deh.. tar keburu ujan bisa-bisa lo demam lagi..! gue males kalo harus nengokin lo sakit.." tegasnya bernada jutek padahal peduli. gadis itu mengangguk patuh dengan tersenyum lega.


Zacky mulai resah saat panggilannya yang kesekian kali masih belum mendapat jawaban..


"angkat dong La.. berisik tau..!" dengus Vanya saat ponsel Laila terus berdering dan menjadi pusat perhatian..


Saat itu cafe tempat mereka berada sedang ramai, Laila meluapkan kekesalannya dengan melahap makanan ekstra pedas yang dipesannya. Wajahnya sudah merah padam dan bercucuran keringat, tapi ia tak memperdulikan itu.


"memang ya.. cinta itu bisa merubah segalanya. Termasuk sahabat aku yang pintar ini bisa berubah seperti tak punya akal sehat dan bersikap seperti orang bodoh..!"


melihat Laila yang masih mengacuhkannya membuat ia kesal..


"Laila hentikan.!" bentak Vanya dengan merebut sendok ditangan Laila..


menatap Vanya yang melototinya membuat bahu Laila merosot dengan menyandarkan tubuhnya disandaran kursi..


nafasnya terengah dan matanya berkaca..


Laila nampak sangat kalut..


"minumlah..!"


Laila menerima segelas air yang disodorkan sahabatnya..


"Laila.. cobalah berfikir lebih jernih.. marah seperti ini gak ada gunanya..!


harusnya kamu minta penjelasan.. bukan bersikap kekanakan begini..!"


kini berganti Laila yang mendelik kepadanya


"Zacky gak semudah itu ngasih hpnya sama perempuan kecuali orang terdekatnya Vanya..!" tuturnya yang diangguki Vanya dengan mengusap punggung tangan Laila yang menggenggam gelas diatas meja


"iya.. aku ngerti.. tapi___"


ucapan Vanya terputus saat seseorang datang bergabung dengan mereka..


"ada apa ini? kayaknya serius banget..!?" tanyanya yang kemudian menyesap minuman Vanya tanpa permisi..


dan Vanya merasa mendapat titik terang dengan kehadirannya..


"nah.. coba kamu tanyain sama Fatan..!" ucap Vanya mengapit lengan pemuda yang duduk disampingnya


"tanya apaan..?"


belum juga Laila berucap, Fatan sudah terlihat panas dingin mendapat tatapan membunuh dari Laila..


sebagai sepupunya, apa mungkin ia gak akan nutupin kesalahan Zacky?


gumam Laila dalam hati dengan menatap tajam Fatan yang nampak gugup dihadapannya.


"katakan.. siapa ZO-RA..?" tanyanya dengan menekan nama gadis itu..


"siapa? jojo maksudnya..?"


"siapa lagi tuh jojo..?" tanya Vanya menoleh kekasihnya..


"ya jojo tu Zora.. tu bocah kerja sama kita..!" jawabnya yang membuat Laila dan Vanya menganga..


"bocah..?"

__ADS_1


"kerja..?"


"maksudnya..?"


Fatan menggaruk kepalanya yang tak gatal karena kebingungan bagaimana menjelaskannya. Sedangkan Zacky memintanya merahasiakan tentang pekerjaannya.


Bersamaan dengan itu mereka dikejutkan dengan kedatangan Zacky yang tiba2..


Fatan seperti mendapatkan oksigennya kembali dan menyerahkan semua masalahnya pada Zacky..


Fatan dan Vanya pun melesat melarikan diri..


"kamu napa si yank..?" tanya Zacky memiringkan duduknya menghadap Laila yang memalingkan wajah darinya..


"kenapa kamu kesini?" tanyanya balik dengan nada ketus tanpa menoleh


"aku panik waktu Vanya nyuruh aku datang. karena aku takut kamu napa2.. makanya aku cepet2 kesini, soalnya kamu gak angkat telfon aku..!" tuturnya sedikit memiringkan kepalanya untuk mendapati wajah cantik yang tak mau menatapnya..


Pemandangan saat Laila meliriknya kemudian buang muka kembali membuat Zacky tertawa kecil..


walaupun belum mengerti kenapa.. tapi ia tau kalau saat ini kekasihnya tengah marah..


"sayangnya aku ngambek napa sih..?"


ucap Zacky setelah meraih beberapa lembar tisu dan mulai mengusapkannya di kening dan pelipis Laila..


Sikap lembut Zacky seperti itu dengan mudah membuat emosi Laila menyurut..


ingin rasanya Laila menghakimi Zacky dengan pukulan dan tendangan yang ia kuasai.. tapi apa daya, ingin memakipun ia tak mampu..


Laila memutar tubuhnya membuat mereka saling berhadapan..


"kamu bisa jelaskan siapa Zora..?" tanyanya tanpa basa basi lagi..


Zacky menurunkan tangannya dari kening Laila dan wajahnya berubah serius..


"kenapa kamu nanyain dia..?"


"jawab aja..!" teriaknya membuat seisi cafe menoleh padanya..


Zacky celingukan melihat sekelilinngnya yang kini sudah tak memperhatikan mereka lagi..


"Zora itu perempuan..!" jawabnya singkat tak mengurangi keseriusan di wajahnya..


"ck.... aku tau itu..! apa kalian deket..??"


"deket banget..!" jawabnya semakin serius membuat mata Laila kembali berkaca..


"jadi selama ini kamu sering menghilang karena dia..?" bibir Laila bergetar bersamaan dengan emosinya yang kembali naik..


"Cukup..!" teriak Laila lagi dengan mengangkat tangannya..


"jangan panggil aku sayang lagi jika kamu menyukai wanita lain...!" lanjutnya kembali memalingkan wajah menyembunyikan air matanya yang tak mampu ia bendung lagi..


Merasa puas menggoda kekasihnya, Zacky pun tak bisa menahannya lagi.. tawanya pecah..


Laila terlonjak dan berbalik menatap Zacky yang tengah tertawa puas..


"kau meledekku..?"


Zacky menoleh dan menghentikan tawanya kemudian menarik tubuh Laila kedalam dekapannya..


"bukan meledek yank.. tapi seneng..!"


jawabannya membuat Laila menarik diri untuk melepaskan pelukan Zacky..


"kamu seneng mau ninggalin aku gitu hah..?"


Zacky tertawa kecil lagi..


"bukaan... aku seneng liat kamu yang cemburu gini..!" dengan menyolek hidung Laila yang memerah..


"cemburu..?? aku gak cemburu..!!" sangkalnya membela diri


"Ooh.. gak cemburu..??


ini buktinya..???" goda Zacky lagi dengan menyeka air mata Laila dengan ibujarinya..


"aku mau penjelasan Zacky..?" dengan menghempaskan tangan Zacky yang masih menempel dipipinya..


"sayang.. mana mungkin aku selingkuh sama anak kecil kaya Zora?


.. Zora itu udah kaya adek sendiri, makanya kita deket karena dia juga kerja sama aku..!" tuturnya menjelaskan..


"terus kamu kerja apa sekarang..?


aku tau kamu bukan orang kekurangan.. tante Salma pernah bilang kalo kamu jadi supir cuma buat iseng..


keluarga kamu sama Fatan gak mungkin jauh berbeda iya kan..! kenapa harus putus kuliah??" cerosos Laila yang membuat Zacky mengerutkan kening menyimaknya..


"emang mam__ eh tante Salma cerita apa aja..?"

__ADS_1


"jangan mengalihkan pembicaraan..!" omelnya dengan melipat tangan didada


"nggak yank.. keluarga aku gak sekaya Fatan..!" ucapnya merendah..


"lalu kenapa? aku cuma pengen tau kerjaan kamu,, apa aku salah..?"


"nggak sayang.. hanya saja belum waktunya..!"


"nunggu apa?"


"nunggu sampai aku bisa sesempurna Putra itu..!" jawabnya melengos mengalihkan pandangan ke arah lain..


"gak harus sempurna.. sayang dan setia udah cukup..!"


Zacky menoleh dengan tersenyum jahil..


"berarti kamu mau ya dikasih makan cinta..??" godanya membuat Laila tersenyum


"nanti biar aku aja yang jadi TKW..!" balasnya dengan tawa tertahan yang mampu membuat Zacky tertawa.. candaan mereka pun mulai mencairkan suasana..


Tak mau ada salah paham lagi, Laila memberanikan diri menceritakan tentang Putra kepadanya..


"emm..Ayy..!" ucap Laila gugup..


"iya.. kenapa..?"


"tadi.... emm.. Putra kirim pesan sama aku..!"


"benarkah..?" pura-pura terkejut.. dan Laila mengangguk..


"bilang apa..?"


"setiap saat aku menukarkan jiwaku karena kamu dalam bahasa inggris..!" jawabnya memberitahu..


Zacky berpura-pura seolah ia sedang berfikir..


"menarik..!" jawabnya yang mendapat tabokan dari tangan sang kekasih..


"apanya yang menarik?? itu kan lirik lagu..!"


"phffftt...phuaha haha haaa...!"


plaakk


Zacky kembali mengaduh dengan mengusap bahunya.. sebenarnya ia sengaja mengirim pesan menggunakan kalimat itu agar Laila penasaran dengan Putra yang tau lagu favoritnya..


"gimana kalo Putra itu beneran suka sama aku..?"


"biarin aja..!"


"kok gitu? kalo aku jadi suka dia gimana??"


Baik dirinya ataupun Putra yang Laila suka sebenarnya sama saja..


tapi Zacky ingin tau seberapa besar Laila mempertahankan dirinya..


"aku percaya.. kamu cuma suka dan sayang sama aku..!"


tuturnya lembut dan Laila kembali mengembangkan senyum manisnya yang membuat Zacky semakin jatuh hati..


ia menggenggam jemari Laila dengan sebelah tangan menopang kepalanya di atas meja..


"apa iih..? udah sih liatinnya.. diliatin orang tuu..!" Laila malu-malu saat Zacky terus menatapnya dengan tersenyum-senyum..


"yank.. lain kali kalo ada apa-apa jangan bikin aku panik ya..!"


ucapnya menegakkan duduk dengan menggenggam tangan Laila didadanya..


"kenapa..?"


"karena kamu bisa bikin aku gila..!"


"tapi aku sekacau itu juga karena kamu..!"


"aku juga gak bakal panik kalo bukan karena kamu.."


"ini tu karena kamu...!"


"ehh.. karena kamu..!!""


"kamu.."


"kamu.."


"kamu.."


daaan... begitu sampe magrib deh tuh...



Cemburu aku tuuh..

__ADS_1



Aku sayangnya cuma sama kamu..


__ADS_2