
"mereka kemana sih... ko gak balik-balik ya..?"
Vanya mondar mandir di depan Bagas yang sedang sibuk memainkan ponselnya di bangku teras rumahnya..
"duduk napa kak.. aku pusing liatnya...!"
Vanya berdecak dan ikut duduk di samping Bagas..
"emang lo gak watir apa..?"
"yaelaah.. yang kak Vanya khawatirin tu cowoknya kan?? coba tunggu aja tar dia dateng bawa cewek baruuu...!"
plaakkkkkk...
"aduh... tangan ka Vanya gak pernah diskolahin apa..?" Bagas meringis mengelus bahunya..
"salah lo mancing emosi gue mulu dari kemaren...!" dengan sedikit menoyor pipi Bagas..
Setelah beberapa saat yang di tunggu datang juga..
Vanya girang dan langsung berdiri untuk menyambut mereka..
Saat mereka semakin dekat hati Vanya terasa teremas.. yang di bilang Bagas bener..
Fatan datang membonceng wanita lain... hampir saja ia menangis.. setelah tau kalau itu adalah Nadia, dia kembali tersenyum
"untung tu bocah gak liat.. kalo gak mungkin gue udah di ledekin abis-abisan..!" gumamnya..
Mereka semua turun dan beriringan menuju rumah..
Senyum Vanya memudar saat melihat sahabatnya memar-memar..
Bagas pun segera mengahmpiri mereka dan berbagai pertanyaan terlontar dari keduanya...
"ko kamu bisa tau kalau mbak Nadia dalam bahaya..??" tanya Vanya setelah Laila selesai bercerita..
"kan tadi pagi mbak Nadia bilang mau ke pasar..!" jawabnya
"mbak gak pernah kepikiran kalau berita tunangan mbak bakal ngundang kejahatan kaya gini..!" saut Nadia yang datang dengan sebuah kotak obat di tangannya..
"udah mbak.. yang pnting mbak gapapa.. dan cincin tunangan mba juga selamet..." balas Laila yang menerima kotak obat dari Nadia..
"walaupun mbak gak bawa uang.. mbak akan pertahanin cincin ini jangan sampai mereka rebut..!" Nadia senyum-senyum memandangi cincin tunangannya..
"kalau saja mbak jagoan kaya kamu.. udah pasti mereka mbak hajar semua...!" dengan gaya menonjok.. semuanya pun tertawa..
"ya sudah mbak masak dulu ya.. udah lewat makan siang kalian pasti laper banget kan..??" dan semuanya cengengesan.. cacing perut demo berjamaah.. hehe..
"sini sama aku aja...!" Zacky mengambil kapas yang sudah di beri obat di tangan Laila..
Tangan kiri Zacky memegang pipi Laila, sedangkan tangan kanannya mengusap-usapkan lapas di sudut bibirnya..
Walaupun Zacky melakukannya dengan hati-hati.. tapi sesekali Laila meringis karena perih..
"Laila.. kamu gak pernah cerita kalau kamu jago beladiri...!" tanya Zacky tanpa menatap dan masih fokus dengan mengobati Laila..
"cuma kebetulan...!" jawabnya sedikit meringis..
Zacky pun menghentikan kegiatannya..
"Laila aku takut kamu kenapa-napa..!" Zacky menunduk dengan memainkan kapas ditangannya..
" hal kaya gini gak cocok buat gadis kaya kamu..!" kembali menatap Laila..
Laila berdecak dan berdiri..
"kamu sama aja kaya ayah...!"
"Laila..!" panggi Zacky pada Laila yang pergi begitu saja masuk ke rumah..
Zacky mengacak kasar rambutnya sendiri..
"sial.. salah ngomong deh gue..!"
Laila sudah membersihkan diri dan ikut bergabung dengan yang lain untuk makan bersama..
__ADS_1
Karena kursi di meja makan tak cukup, mereka pun memilih makan lesehan di ruang tengah..
Obrolan di dominasi Vanya dan Bagas yang selalu ribut seperti biasa..
Candaan Fatan pun membuat semuanya tertawa.. kecuali Laila dan Zacky..
Dari cara mereka mengaduk dan menyuap terlihat seperti tak berselera..
Sesaat hening saat mereka menyadari ada yang tak biasa di antara Zacky dan Laila..
"mereka napa ya??" bisik Vanya pada Fatan yang menjawab dengan mengangkat bahunya..
Nadia yang peka meminta Vanya dan Bagas membantunya membereskan sisa makan mereka dan mengajak ngobrol di ruang tamu..
Sedangkan Zacky dan Laila di tinggalkan berdua di ruang tengah..
"aku ikut ngobrol disana aja ya mbak..!" pinta Bagas yang menujuk ruang tengah pada Nadia
"diem.. kayanya mereka ada masalah.. biarin mereka selesain dulu..!" tolak Nadia..
"itu berduaan aja tar ada setan lho mbak..!"
"iya setannya eluuu...!" sambung Vanya memukul Bagas dengan bantal sofa..
Nadia dan Fatan jadi tertawa..
Bagas manyun karena tak rela kakak cantiknya berduaan dengan pria lain..
"bibir kamu masih sakit Laila..?" Zacky membuka obrolan..
"nggak.." jawabnya pelan dengan wajah menunduk..
"Laila...'
"hmm?" Laila mendongak..
Zacky kembali terdiam.. dia sibuk merangkai kata karena takut salah bicara lagi..
"kamu mau ngomong apa? kalo gak ada yang mau di omongin aku mau gabung kedepan..!" Laila beranjak berdiri tapi Zacky menahan dengan menarik tangannya..
"kamu salah faham Laila...!"
"udahlah Zack.. aku juga tau.. kamu gak suka kan sama cewek tomboy..?" katanya dengan memalingkan muka..
"Laila.. aku gak pernah ngomong gitu kan??" Zacky menarik bahu Laila agar ia berbalik.. tapi Laila tak mau menatapnya..
"Laila.. lihat aku...!"
Laila masih tak mau melihatnya..
"Laila... Aleyy itu kamu kan??"
kini Laila berbalik dan menatap Zacky
"kamu tau dari mana??"
sekarang giliran Zacky yang membuang muka dengan melipat tangannya di dada..
"apa Fikri yang ngasih tau kamu..?"
Zacky masih diam..
"Zackyyyy...!"
Laila menggoyang goyang lengan Zacky dan mulai kesal..
Rasain.. aku balas.. hehe..! pekiknya dalam hati..
Melihat Laila yang sudah kesal membuatnya menyerah...
"jangan ngambek cantiikk...!" dengan menyubit kedua pipi Laila..
"apa yang kamu tau tentang Aleyy..? siapa yang kasih tau kamu? dan sejak kapan kamu tau?" cerocos Laila..
"satu-satu kali yang.. aku bingung jawabnya..!" Zacky menggaruk keningnya yang tak gatal..
__ADS_1
"ya udah.. dari mana kamu tau.. itu dulu" jawabnya gak sabaran..
"dari mana dulu ya..?"
Zacky sedikit berfikir.. kemudian ia menarik tubuh Laila agar bersandar di dadanya..
ia menggenggam tangan Laila dengan memeluknya dari belakang..
"Laila apa kamu ingat waktu aku jenguk kamu sakit...?"
Laila mengangguk..
"waktu aku mau pulang.. aku liat supir kamu lagi nyuci motor sport warna biru dekat garasi.."
"lalu...??" tanya Laila yang sekaranga merasa nyaman dalam dekapan Zacky..
"baru pertama kali liat.. aku udah suka motor itu dan aku fikir itu milik Damar...!"
"terus...??" masih diposisi yang sama..
"beberapa hari kemudian kamu nolongin Fatan yang dikeroyok.. terus aku bantuin kamu.. inget..??" tanyanya balik..
"iya aku inget.. terus ada Fikri disana.. dia yang ngasih tau kamu ya..?" Laila mencoba bangun namun tangan Zacky menahannya.. Laila pun kembali bersandar didadanya..
"jangan sotoyy.. ceritanya belum kelar cayaang..!" Zacky kembali menyubit pipi laila karena gemas..
"aku inget banget motor yang kamu bawa itu yang aku fikir punya Damar.. tapi liat dari postur tubuhnya itu bukan ukuran badan Damar. tambah lagi kamu gugup kan waktu liat ternyata aku yang bantuin kamu..!??" dengan menyolek hidung Laila..
Laila pun tersenyum dan pipinya memerah
"terlebih lagi Fikri selalu cerita tentang Aleyy dan Aleyy.. dan aku mulai berfikir kenapa dia memuji Aleyy seperti dia muji kamu di depan aku..!"
Laila mendongak...
"Fikri suka ngomongin aku..??"
"ya pernah.. setelah kejadian di kantin kampus tempo hari.. dia cuma nyoba ngomporin.. toh hati kamu udah buat aku..!" Zacky semakin mengeratkan dekapannya..
"dan setelah kejadian tadi aku jadi yakin kalau Aleyy yang jago balapan dan berantem itu ternyata pacar aku..!" tambahnya yang kemudia mengecup kening Laila..
Laila bangun dan memutar tubuhnya.. kini mereka duduk berhadapan dengan kaki menyila..
"Zacky.. apa kamu gak malu punya pacar yang terlihat feminin dari luar tapi ternyata kesukaannya sama seperti laki2..?" matanya mulai berkaca2 dan Zacky masih menyimak..
"apa kamu gak berfikiran kalo aku gak normal??"
pertanyaan Laila malah membuatnya tertawa..
"aku serius Zacky.. bahkan ini aku pengen nangis..!" yang kemudian jatuh juga cairan bening dimatanya..
Zacky masih tertawa kemudian meraup wajah Laila.. ia menyeka air mata dengan ibujarinya ..
"sayang.. bukankah kamu membalas cintaku.. mana mungkin aku berfikir begitu.. hm??"
"kenapa kamu mencintaiku...?" Laila kembali meluruhkan air matanya..
Zacky tersenyum....
"karena kamu adalah duniaku..
dan kebahagiaan ku tercipta karena kamu...!"
Laila tersenyum..
Zacky menarik wajah Laila perlahan dan menyatukan kening hingga hidung mereka bersentuhan..
Kemudian ia menarik pinggang Laila yang membuat mereka semakin merapat.. dan Zacky mendaratkan kecupan lembut dibibir yang dibalas Laila
Kecupan itu pun berubah menjadi lumatan yang manis.. semanis gula kapas di pasar malam.. haha..
GUBRAAAAKKK....
Mereka terkejut dan sama-sama menoleh arah suara..
Toples kerupuk jatuh disengaja.. dan tersangakanya cengengesan..
__ADS_1
" he he he he...!"
DASAR TABUNG GAAAASSS...!!!