Karena Kamu

Karena Kamu
salah paham


__ADS_3

Beberapa jam sebelumnya



Berbagai berkas menumpuk dan hampir memenuhi sebuah meja kerja.


Pemiliknya tengah sibuk memeriksa tiap lembaran kertas yang sebagian tersusun rapi dan sebagiannya lagi berantakan karena masih dalam tahap pengecekkan..


tok tok


"masuk...!" serunya tanpa mengalihkan pandangan dari map yang berada di tangannya..


Orang itu masuk dan mendekat ke mejanya..


"ini tuan makan siangnya..!" ucapnya dengan menyodorkan makanan yang ia bawa..


Dia berdecak dan menutup map tersebut kemudian menaruhnya ditumpukan yang sudah terpisah rapih..


"kan udah aku bilang kalo kita cuma berdua gak usah panggil bapak gitu..!" omelnya dengan menerima makanan yang orang itu bawa..


"iya maaf.. saya belum terbiasa..!" jawabnya canggung..


"jangan seformal itu lah.. lagian kamu kan lebih tua dari aku..!" lanjutnya sambil membuka tempat makanan yang kini sudah berada dihadapannya..


Sebenarnya jam makan siang sudah terlewatkan, hanya saja ia baru mempunyai waktu untuk mengisi energinya..


"Kamu udah makan Bay..?" tanyanya di sela-sela suapan makanannya..


"sudah Tu__...


eh...


anu..


emm...."


"sudah sudah.. manggil nama aja kayaknya repot banget?"


ucapnya kesal yang membuat Bayu tertawa kecil..


"iya maafkan saya tuan muda Putra..!" godanya lagi yang mendapat pelototan dari atasannya..


ia pun menahan tawa saat tatapan itu semakin tajam menatap matanya..


"kenapa sekarang kamu malah ketularan papa sih..?" tanyanya ketus


"tuan besar selalu memanggil anda begitu, jadi saya mengikuti beliau..!" jawabnya masih bersikap formal..


"kamu susah banget dibilangin sih..!" keluhnya dengan menghentikan kegiatan makannya..


"nama aku tuh ZACKY_ARYATAMA_PUTRA..!" ucapnya menegaskan dengan jelas nama lengkapnya..


"jadi panggil Zacky aja..!" pintanya kemudian kembali melanjutkan makan..


"baiklah.. saya lakukan seperti keinginanmu, Zacky..!"


balasnya dengan membungkuk hormat..


"bagus..!!" ucapnya dengan menunjuk Bayu menggunakan sendoknya..


Bayu adalah asisten Zacky yang ditunjuk langsung oleh Arya..


Usianya yang tujuh tahun lebih tua dari Zacky membuat Zacky tak mau dituakan oleh orang yang lebih pantas menjadi kakaknya itu..


Bayu cukup sabar menghadapi Zacky yang kadang bertindak semaunya dan mereka bekerjasama dengan baik dan cukup akrab. Zacky lebih suka kalau percakapan dengan asistennya itu lebih santai layaknya seorang teman.


Namun panggilan profesional dalam hubungan pekerjaan tetap tak bisa Zacky tolak..


"ada jadwal apa sore ini..?" tanya Zacky sesaat setelah ia telah menyudahi acara makannya.


"tidak ada.. tapi besok pagi ada meeting dengan klien baru, pak Arya meminta kamu yang ngadepinnya langsung karena ini ada hubungannya dengan perusahaan yang akan kamu bangun..!" jawabnya menyampaikan pesan dari pemilik perusahanan.


"baiklah..!" jawab Zacky singkat dan Bayu mohon undur diri untuk kembali pada pekerjaannya..


Dan langkahnya terhenti saat Zacky memanggilnya kembali..


"kamu perlu sesuatu..?" tanyanya berbalik..


"tidak...'" jawabnya berjeda


"aku fikir2.. mungkin lebih baik aku dipanggil Putra saja..!" ujarnya plin-plan..


Bayu terkekeh dengan menggaruk keningnya menggunakan jari telunjuk..


"oke...!" jawabnya patuh..


" ada lagi??"


"Oh, tidak..tidak.. pergilah..!"


Bayu pun tertawa kecil sambil menggeleng dan ia pun menghilang dibalik pintu.


* * *

__ADS_1


"kenapa harus kesana? kan ada Fatan..!" ucap Arya sesaat setelah menanda tangani dokumen yang dibawa Ami.


"Fatan tu gak bisa di andelin pah..! bukannya bantuin malah bikin masalah.. papa mau bengkel aku jadi kacau sama dia..? " rengek Zacky saat papanya tak mengijinkan ia mengunjungi bengkelnya..


"nanti kerjaan disini gimana..?"


"Bayu bilang tidak ada yang terlalu mendesak.. jadi aku suruh dia handle semuanya..!' jawabnya santai..


"dasar kamu ini seenaknya saja..!" dumel Arya dengan bersandar dikursi kebesarannya..


"pergilah.. tapi awas..besok jangan lupa..!" ia mengijinkan dengan nada terpaksa..


"siap pah..!" jawabnya dengan gaya hormat ala militer.. yang dibalas cebikan bibir dari papanya..


Meskipun begitu.. hatinya tetap tersenyum.. Arya merasa senang pada putranya yang mempunyai semangat tinggi dalam berbisnis. Kini pekerjaannya pun semakin ringan saat putranya bergabung diperusahaan..


Dan itu membuatnya semakin bangga..


* * *


"ngapain lo..?"


Fatan mengejutkan Zacky yang nampak sibuk dengan ponselnya..


Zacky berdecak dan melirik sekilas kemudian kembali pada benda ditangannya..


"gue lagi pasang nomor baru..!" jawabnya dengan mengutak-atik benda kotak tipis bermerk terkenal itu..


"emang nomor lo knapa?"


"gapapa... pengen punya yang baru aja!" jawabnya lagi dengan senyum-senyum sendiri karena mendapat ide jahil dengan nomor barunya


"dasar aneh lo..!" balas Fatan dengan menyerahkan dua buah buku besar yang berbeda..


"apa ini...?" tanya Zacky mendongak padanya..


"katanya minta data minggu ini..? gimana si lo...?"


Zacky nampak bingung menatap dua benda yang diberiakan Fatan kepadanya..


"kok beda...!" ucapnya heran kemudian mulai membuka tiap lembarnya..


"udah gue ganti, yang ini lebih rapi susunannya!"


"dan yang ini catatan stok gudang..!" lanjutnya dengan menunjuk buku lainnya. Zacky mengangguk mengerti tanpa mengalihkan pandangan dari isi catatan yang dibuat Fatan..


bisa juga dia bikin catatan serapih ini


pujinya dalam hati..


"mau kemana lo??"


"ada yang kangen sama gue..! bye..!!"


jawabnya melambaikan tangan dan berlalu


"dasar..!" desah Zacky dengan senyum miringnya..


* *


"widiihh.. bocah bawel udah nongol lagi aja..!" sapa Fatan pada seseorang yang berpapasan dengannya di depan pintu masuk ruangan Zacky


"apaan sih..?" balasnya ketus


"udah waras nih kayaknya..!" ucap Fatan menggodanya..


"maksud loo...?


aku cuma demam ya.. bukan gila..!!" balasnya tak mengurangi sikap ketusnya..


Fatan pun tertawa dan mengacak rambut orang itu sebelum ia pergi..


"kak Fatan..!" panggilnya membuat Fatan berbalik


"apaan..?"


"bantuin aku bukain tempat oli bekas dong..!" pintanya dengan merubah sikap ketusnya dengan wajah memelas


"OGAH... ada yang lebih penting dari pada bantuin lo..!" tolaknya yang kini sudah menduduki sepeda motornya..


"minta bantuan sama bos lo aja tuh,, lagi nganggur dia.. gue mau pergi.. da..daaah...!" ucapnya kemudian melesat cepat meninggalkan bengkel Zacky..


ia berdecak dan berbalik menuju ruangan Zacky..


"kak bos..!" ucapnya pelan dengan menyumbulkan kepalanya di celah pintu..


Zacky yang sedang asik sendiri dengan ponselnya pun menoleh


"Zora..??"


sini masuk jo..!" perintahnya yang turuti gadis manis dan imut itu..


"ada apa?" tanyanya saat gadis itu sudah berdiri di depan mejanya..

__ADS_1


"emm.. bantuin aku bukain penutup drum tempat oli bekas kak..!" pintanya ragu..


"emang kenapa?"


"tutupnya terlalu kencang, aku gak bisa buka.. soalnya aku masih lemes kak..!" nadanya memelas


"kalo masih sakit kenapa kesini jojoo..?!" omel Zacky padanya..


"kalo gak kerja aku mau makan apa..? aku gak enak kalo dibiayai kakak terus..!" jawabnya merasa sungkan


"yaelah.. gue gak bakal miskin kali.. biarpun lo makannya banyak, gak bakalan bikin gue bangkrut juga..!"


Zora, gadis yang akrab disapa jojo itu adalah salah satu karyawan di bengkel Zacky. Gadis seusianya itu harusnya sedang menikmati masa2 SMA, tapi tidak dengan Zora. Sejak lulus SMP dia bekerja keras menghidupinya sendiri karena ia seorang yatim piatu.


Bukan tanpa alasan Zacky menerimanya bekerja disana. Selain rasa iba, Zora juga cukup mengerti tentang mesin karena dulu ia sering membantu di bengkel tetangganya.


Walaupun bukan tenaga profesional, Zacky cukup terbantu dengan adanya Zora. Jika hanya sekedar servis kecil dan mengganti oli, Zora masih bisa diandalkan.


Sifatnya yang ceria dan mudah bergaul membuatnya disukai semua rekannya, termasuk Zacky. ia menganggap Zora seperti adiknya sendiri.


Dan kebawelannya menjadi sebuah hiburan karena dialah satu-satunya wanita disana..


"hehe.. ya udah sih ngomelnya.. mau bantuin aku gak?"


"minta bantuin yang lain aja.. gue sibuk!" tolaknya acuh yang kembali fokus pada ponselnya..


"semua sibuk.. gak ada yang nganggur cuma mainin HP..!" sindirnya dengan menekan kata hp dan melipat tangannya didada..


Zacky berdecak dan menaruh ponselnya di atas meja..


"iya bawel.." dengusnya kemudian beranjak dan membuat Zora menahan tawanya..


"heran deh.. kok ada ya bos yang disuruh2 sama kayawannya..?.!" ucapnya menyindir balik gadis yang kini mengekorinya..


"bukan nyuruh kak bos.. minta bantuan..!" ralatnya ketus..


drrrt.. drrtt...drrrttt..


ponsel Zacky bergetar dan Zora yang hampir melewati pintu jadi berbalik..


"ada yang telfon nih.. gimana ya..?" gumamnya saat ponsel Zacky sudah berada di tangannya.


Tertera nama my lovely disana yang membuat Zora geli sendiri melihat nama kontak tersebut..


Sedikit alay memang,, tapi entah kenapa Zacky suka menggunakan kata itu untuk kontak kekasihnya..


Zora pun berlari mengejar Zacky beserta ponsel yang masih bergetar..


"kak.. maylopli telfon nih..!" teriaknya mengacungkan ponsel pada Zacky


Suara bising kompresor menghalangi pendengaran Zacky, apalagi jaraknya yang sudah jauh hampir melewati pintu belakang..


karena takut panggilan itu penting, ia pun memberanikan diri menjawabnya..


"hallo...!" sapanya pelan..


kamu siapa?


tanyanya disana..


"aku..?" tanya Zora menunjuk dirinya sendiri..


iya kamu.. siapa lagi?


lanjutnya bernada tak bersahabat..


"aku Zora..!" jawabnya santai kemudian ia mengerutkan dahi saat panggilan itu tiba2 saja terputus..


* * *


Laila mengepalkan tangannya kuat menahan amarah... mood nya berantakan..


Vanya siap mengambil langkah seribu jika tiba2 emosi sahabatnya itu meledak..


"Zora siapa..?" teriak dengan tatapan mengintimidasi mengarah Vanya.


ia yang tak tau apa2 tersentak gelagapan bingung..


"ma.. maksud kamu apa sih..?"


"Zora.. hp Zacky ada sama Zora, Nya..


belakangan ini Zacky susah dihubungin, dan sekarang tiba2 dia bersama wanita lain.. Zora itu siapa Vanyaa..?'' tanyanya frustasi..


"ya mana ku tau.." jawabnya mengangkat kedua bahunya..


"tapi, tapi.. Zacky-Zora namanya kok cocok ya?" celetuknya yang membuat Laila benar-benar meledak..


"VANYAAAAAA....!!!"


☇☇☇


teriaknya lagi yang membuat Vanya ingin melarikan diri.

__ADS_1


"Zacky.. kamu benar-benar membuat Laila ku gila...!" ucap Vanya hendak berlari dan terhenti saat Laila menahannya..


__ADS_2