
"nak... apa kau masih ingat saya...??"
Laila mengerutkan dahinya mencoba untuk mengingat...
"kamu pernah menolong saya dari perampok di taman waktu itu...! ingat...??"
Mata si ibu semakin berbinar..
Laila masih memutar ulang ingatannya.. kemudian...
"Oh.. iya aku ingat.. tapi___"
Laila masih bingung.. apakah benar ibu ini yang ia tolong tempo hari..?
kenapa berbeda sekali..??
"tante mengerti nak.. pasti kamu bingung kan??" tebaknya dengan terus menebar senyuman..
"iya.. maaf tante.. aku gak ngenalin tante..!" Laila nyengir padahal dia masih bingung..
Kalau di lihat-lihat memang mirip.. tapi penampilan yang berbeda 180° membuat Laila masih belum yakin...
Pertama bertemu ia memakai pakaian biasa, rambutnya panjang namun lepek dan wajahnya tak terpoles makeup sedikitpun..
Sekarang jauh lebih cantik.. berpakaian elegan dengan rambut pendek diblow rapih..
"sini nak...!" ia mengajak Laila untuk duduk di sofa panjang yang tersedia di dalam butik..
Laila pun mengikutinya
"saya Salma.. siapa namamu nak...?" dengan terus menggenggam tangan Laila..
"Laila.. tante..!" jawabnya sedikit mengangguk..
"makasih ya Laila.. maaf tante belum membalas kebaikan kamu menolong tante waktu itu...!"
"Oh.. gak pa pa tante.. aku seneng ko bisa bantu tante..!" Laila tersenyum tapi sebenarnya ia masih merasa canggung..
"kamu sering kesini Laila..?"
" baru pertama tante.. kesini mau ngambil baju buat lamaran aja..!"
Tiba-tiba dada Salma terasa sesak mendengar Laila mengatakan lamaran..
"kamu mau menikah...?" tanyanya cemas..
"Oh.. bukan aku tante.. tapi buat Kakak..!" masih nyengir canggung..
Dan Salma pun bernafas dengan lega.. untung bukan Laila yang menikah..! batinnya..
Obrolan basa basi pun semakin melebar..
"yaelah ni tante ngajak ngobrol mulu.. kapan aku nyari bajunya??" gerutu Laila dalam hati..
"Laila.. apa kamu mau membeli baju juga..??"
Uhh.. akhirnya aku punya kesempatan mencari baju..! gumamnya..
"iya tante.. aku permisi dulu ya mau nyari dulu..!" Laila berdiri dan hendak melangkah..
Tapi Salma menahan Laila dengan menarik tangannya..
(Aduhh.. inget siapa ya yang suka narik-narik tangan gitu..??)
"tunggu Laila.. ini cobalah..!" Salma memberikan gaun ditangannya yang sempat terjatuh karena Laila tadi..
Laila mengangkat baju itu hingga terlihat setiap detilnya..
"waah... cantik sekali...!" gumamnya..
Salma meminta Laila untuk mencobanya dan Laila menurutinya..
Saat Laila keluar dari kamar ganti semua mata menatapnya.. termasuk Nadia yang baru saja menghampirinya..
"Laila.. kamu cantik sekali.. gaunnya sangat cocok buat kamu..!" puji Nadia..
Salma terus tersenyum memperhatikan Laila..
__ADS_1
"masa sih mbak...??" Laila jadi tersipu..
"benar Laila.. gaunnya sangat pas..
kalau kamu suka.. gaun ini buat kamu..!" tambah Salma..
"tapi tante.___'
"gak apa-apa.. lagipula gaun ini memang sengaja tante pesan buat kamu..!" Laila melongo..
"benarkah..??"
"tante.. tapi kan kita baru sekali bertemu..?"
"memang benar... tapi sejak saat itu tante selalu memikirkanmu Laila.. tante sangat menyukaimu..!" Salma menjelaskan..
Nadia hanya menyimak.. dia masih belum konek dengan percakapan Laila dan Salma..
"apa ini tidak berlebihan tante??" Laila ragu..
"tidak sayang.. ini tidak seberapa dibandingkan apa yang sudah kamu lakukan buat tante..!"
"sebenarnya baju ini sudah tante bawa pulang.. tapi tante ingin menambahkan sedikit pemanis di pinggangnya jadi tante bawa lagi kesini.. gak taunya ketemu sama pemilik bajunya..
mungkin kita berjodoh Laila..!" tambahnya panajng lebar..
Laila jadi tambah nyengir meringis mendengar kata jodoh..
Obrolanpun berlanjut di sebuah cafe yang terdekat dengan butik..
Laila menjelaskan hubungannya dengan Nadia yang sebelumnya Salma mengira mereka adik kakak..
Dan Salma menceritakan pertemuan pertamanya dengan Laila pada Nadia dengan sangat bangga..
"calon adikmu ini sangat jago beladiri Nadia..!" puji Salma..
"benar tante.. bahkan Damar saja pernah kalah...!" tambah Nadia..
"apaan sih mbak.. itu sih ka Damarnya aja yang lagi mikirin mbak Nadia.. kena tonjok deh..!"
Mereka tertawa melihat Laila yang malu-malu..
dan yang lagi diomongin cuma senyam-senyum nyimak obrolan Salma dan calon kakak iparnya itu..
Dan mereka bertiga pun semakin akrab..
* * *
"mama abis dari mana??"
sambut Zacky pada mamanya yang baru masuk rumah dengan wajah cerah ceria..
"mama abis dari butik...!"
"lagi..??"
tanya Zacky heran.. dalam seminggu ini mamanya sudah beberapa kali pergi ke butik..
Zacky memang bahagia melihat Salma kembali ceria.. tapi ia jadi khawatir kalau mamanya terkena sindrom yang lain..
"gaun yang kemarin mama bawa itu sekarang sudah di tangan pemiliknya Zacky..." katanya yang sudah duduk di sofa ruang tengah dengan senyum sumringahnya..
"mama ketemu gadis itu??" tanya Zacky yang ikut duduk samping Salma..
"tentu saja.. dia itu sangat cantik Zacky..!" Salma membayangkan wajah Laila..
"pasti gak lebih cantik dari calon pacar Zacky..!" balas Zacky dengan menyenderkan kepalanya di bahu Salma..
"hallaahhh... kamu tu cuma ngomongnya aja.. buktinya mana..? gadis ini selain cantik dia juga bisa beladiri.. dia gadis yang kuat!!" Salma gak mau kalah.
"calon pacar Zacky juga kuat.. dia kalo mukul Zacky pedes banget tau mah...!" katanya dengan mendongak menatap mamanya..
"dasar payah...!! sudah sebesar ini masih suka dipukul gadis.."
Zacky manyun tak bisa membalas..
emang iya.. kalau pelakunya Laila ia hanya bisa pasrah bahu tegapnya selalu jadi sasaran..
__ADS_1
"sudahlah.. pokoknya mama mau cari mantu yang cantik tapi bisa berantem biar bisa jagain mama..!" tandasnya..
"aku juga bisa mah...!"
"tapi kamu gak bisa di ajak ke butik..!" jawabnya dengan berlalu meninggalkan Zacky..
"ahh... mama..!"
Zacky tersenyum sendiri..
seperti apa sih gadis yang bisa membuat mama sangat menyukainya..??
penasaran...!! gumam Zacky..
Zacky jadi teringat gadis cantiknya..
Dia mengambil ponsel pintar miliknya dari atas meja yang ada didepannya..
Panggilan Video yang ia pilih..
Cukup lama ia memandangi ponsel tepat di depan wajahnya..
Namun panggilannya belum ada yang menerima..
"Laila kemana sih...?"
Zacky mengumpat sendiri..
Sudah berulang kali ia mencoba.. Zacky benar-benar habis kesabaran dan hampir frustasi...
"Oke.. sekali lagi gak di angkat.. gue samperin ke rumahnya..!" tekadnya..
Panggilan pun kembali ia coba sekali lagi.. daan...
"berisik tauu....!"
terdengar suara omelan disana.. dan kebiasaan Laila tak memakai kamera depannya...
"Laila.. jangan mulai deh..!! kamera depan kamu rusak?? aku beliin yang baru..!" nadanya terdengar kesal..
"ihh.. qo sewot sih..?"
"ayolah Laila.. aku VC itu biar bisa liat kamu..!"
"gak bisa..!!" jawab Laila..
Zacky menyandarkan tubuhnya lemas..
"kenapa sekarang kamu pelit Laila..?" wajah Zacky kini terlihat memelas..
Laila jadi tertawa melihatnya..
"kalo kaya gini terus aku bisa mati pelan-pelan..." rengeknya..
Makin bucin aja tu Zacky... hehe
"gak usah memelas gitu deh.. ngenes aku liatnya..!" Laila kembali tertawa..
"ya makanya... tunjukkanlah wajahmu..!" dengan gaya sok' dramatis...
"nggak...!!"
"kenapa...??"
"Zackyyy... aku baru selesai mandi dan belum sempat peke baju gara-gara ponselku gak berhenti berbunyi karena kamu..!" omelnya..
Mendengar itu membuat Zacky menegakkan duduknya...
"Laila... apa rambutmu digulung dengan handuk seperti ini...?" tanya Zacky dengan mempraktekkan dengan tangannya..
"iya.. kenapa..??" tanya Laila heran..
"apa kamu juga masih pake handuk....?" tanya nya lagi dengan menaik turunkan alisnya..
"iy____' Laila tersadar..
"ehhh.... awas kamu ya kalo ngebayangin yang macem-macem..?" Laila kembali mengomel..
__ADS_1
dan yang diomeli malah tertawa terbahak-bahak mengartikan bahwa benar ia berfikiran kesana...
"ZACKYYYY......!!!!!!!"