
Laila merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang empuk dan nyaman miliknya. Tentu saja pandangannya mengarah pada langit langit kamarnya.
Pikirannya seperti gulungan benang yang terurai.. semerawut..
Yang ada di fikiranya adalah Zacky, Fikri dan Ayah...
Laila mengusap usap bibirnya lembut..
Dia merasa b*doh dengan sikapnya tadi. Kenapa dia tak menolak?? fikirnya
Tapi kenyataan yang tak bisa dipungkiri.. bahwa hati kecil Laila menginginkannya..
Dia pun menjejak jejakkan kakinya seperti berlari di kasur dan menutupi wajah dengan kedua tangannya..
Antara seneng malu sebel termix sempurna...
(kalo kata orang sunda mah kokosehan xixixi)
* * *
Di tempat lain..
Zacky memasuki sebuah kamar yang cukup besar namun terlihat sangat tidak nyaman bagi Zacky..
Dilihatnya sang pemilik kamar terkapar di sofa kamarnya yang bergaya rock dengan salah satu kakinya berada di sandaran sofa masih lengkap dengan sepatunya.
Zacky pun menepak kaki yang bertengger bukan pada tempatnya itu agar dia menurunkan kakinya, karena Zacky akan duduk disitu..
Dengan malas dia menurunkan kakinya dan terlihat lesu sekali..
"napa si lo.. abis aerobik ya?" goda Zacky..
Diapun menjotos lengan Zacky pelan..
"siallan.... lo kata gue emak emak komplek apa..!?"
Zacky tersenyum geli melihat wajah kusut di depannya...
"ini lebih dari aerobik tau gak!" katanya emosi..
"Oh.. abis di pukulin emak emak komplek gitu??"
pertanyaan Zacky malah membuat mood nya makin berantakan..
"sekali lagi lo bilang emak2 komplek gue bejek bejek lo sekalian!" ancamnya yang mendapat tanggapan senyum dan Zacky pun membuka tangannya lebar lebar..
"coba aja kalo lo bisa..!"
tantangnya..
Bukannya membuktikan ancamannya tapi dia malah meringkukkan tubuhnya kembali di sofa.
"iya... gue tau.. gue gak mungkin ngalahin lo Jek...!" katanya dengan nada lemas..
Zacky menyandarkan tubuhnya di sofa
"ya lo napa sih.. gak biasanya lo gini..?"
"gueee... gue abis di siksa sama Vanya jek.." wajahnya mengekspresikan bocah yang kehilangan emaknya..
Zacky tertawa..
"emang lo di apain...?"
Dia pun langsung duduk dan siap bercerita..
"hari ini tu ya gue di bikin gempor sama Vanya.. berjam jam gue ngekorin dia ke setiap sudut mall tau gak..??"
"gue gak abis fikir.. terbuat dari apa sih tu kaki cewe.. gak ada cape capenya!"
gerutunya..
"terus lo nurut aja gitu??" tanya Zacky
"ya mau gimana lagi.. apa jadinya gue kalo nyonya besar sampe marah.." diapun melemah dan meringkuk lagi..
Zacky tertawa dan menepuk bahunya..
"Fataaan.. fatan.. cemen banget si jadi cowo! BUCIN lo..!!!" ledeknya..
__ADS_1
"eh lo jangan ngomong se enak jidat lo aja ya.. tar lo ngerasain di posisi gue baru nyaho lo..."
"gitu..??"
"iya lah... coba deh lo serius sama cewe.. lo bakal tau beratnya pertahanin suatu hubungan!" tandasnya..
Zacky pun terdiam.. mengingat saat terkhir kali bersama Laila. Dan dirasa nya dia benar benar ingin serius kali ini...
"nah lohh.. sekarang lo yang napa? muka nya berubah gitu.. kaya kertas nasi dapet ngeremes tau gak..?"
Zacky menghela nafas..
"nyokap gue Tan...!"
"tante knapa lagi..?"
"makin hari makin gak ke kontrol.. gue bingung..!" Zacky memijit pelan pelipisnya..
Fatan menepuk bahu Zacky..
"kenapa lo gak suruh bokap lo pulang aja?"
Zacky berdecak..
"apa yang diharepin dari papa.. yang ada malah tambah masalah..!"
"gini aja deh..!"
Fatan mencoba memberi ide..
"gimana kalo kita cari cewe yang mirip Shofia.. kalo perlu kita bayar! oke gak??"
"lo mau gue boongin nyokap seumur umur gitu??"
Zacky menoyor kepala Fatan sedikit kesal..
"lo tuh ya.. noyor aja bisa mpe benjol, gimana kalo nonjok?" dengus Fatan..
Zacky tak menanggapi, wajahnya masih terlihat frustasi.
"udah ah.. gue mau mandi. males juga liatin muka lo yang kaya ketek gue.. asem..!"
Zacky memainkan ponselnya dan satu nama yang dia cari.. Laila
"Jangan ngelamun..!"
pesannya
Dan yang disana dengan cepat menyambar ponsel yang menandakan pesan masuk dari bintang
Laila :
"kenapa kamu selalu tau apa yang ku fikirkan?"
Bintang :
karena aku ada disekitarmu dan bukankah sekarang aku sahabatmu?
Laila :
baiklah.. kau menang lagi.
Dan sekarang aku masih bingung bagaimana jika nanti bertemu Zacky..
Bintang :
katakan saja apa yang ada di hatimu.. bukankah itu lebih baik?
Laila :
nggak bisa..!
Bintang :
kenapa ??
Laila :
ada banyak alasan yang membuatku tak bisa mengatakannya. salah satunya ayah.. aku gak mau membuatnya kecewa
__ADS_1
Zacky pun tersenyum membaca balasan Laila yang mengartikan kalau sebenarnya dia memiliki perasaan yang sama.
Namun belum menemukan jalannya..
Fatan keluar kamar mandi dengan sehelai handuk di lehernya..
"wheeyy... udah berubah aja tuh muka.." ledeknya yang melihat Zacky tersenyum senyum..
Zacky mengalihkan pandangan pada arah suara. Dan dilihatnya pemandangan yang tidak menyenangkan. Fatan keluar hanya mengenakan celana dalam tanpa kolor...
Spontan Zacky menimpuknya dengan bantal sekali lagi..
"apaan si lo..? biasa aja kali kaya yang gak punya aja..!"
"gue jijik liat lo kaya gitu...!!"
Fatan pun tertawa dan mengambil sesuatu dari dalam lemarinya yang di namai boxer..
Dia pun duduk mendekati Zacky yang sudah kembali fokus pada ponselnya..
"duileeeh.. siapa si tuh yang bisa bikin lo senyum?? gue aja gagal..!"
"Laila..." jawabnya
"Laila? lo deketin dia?" Fatan agak kurang percaya..
"iya.. dan gue serius..!"
"lo gak takut sama pak Rahadi?"
"kenapa gue harus takut? gue bakal buktiin kalo gue bisa bahagiain Laila.." katanya mantap..
"bukan masalah keberanian lo aja.. tapi lo juga harus mikirin efeknya buat Laila. kalo lo berani bertindak lo juga harus berani ngadepin resikonya.." di tepuknya dada Zacky dengan bagian belakang telapak tangan nya..
"oh ya.. bukan nya Laila sedang sakit??"
Zacky mengalihkan pandangan ke arah Fatan.
Benarkah? bukan nya tadi dia baik2 saja fikirnya..
"dari mana kamu tau kalau dia sakit??" Zacky balik bertanya..
"ya kan harusnya tadi Vanya di temenin Laila ke mall nya.. tapi Laila bilang dia pusing dan batalin jalan sama Vanya.. alhasil____"
"lo yang jadi tumbal..??" ledek Zacky
Reflek Fatan memukul mukul Zacky dengan bantal yang tersisa satu di sofanya..
Dan Zacky pun tertawa terpingkal pingkal tak membalas aksi penganiayaan padanya..
* * *
Lama Laila menunggu balasan dari bintang namun tak kunjung datang sampai akhirnya Laila tertidur dan melewatkan makan malamnya.
Damar melihat isi meja makan dalam keadaan masih utuh..
"bi... Laila gak makan?"
"nggak tuan.. sepertinya non Laila sudah tidur. tadi saya sudah ke kamarnya tapi tak ada jawaban tuan.." jawab bi tati..
"dari mulai datang sampai sekarang non Laila tak keluar kamar.." bi ani menambahkan
Gak biasanya dia melewatkan makan seperti ini. Damar pun beranjak untuk menemui adiknya di kamar..
Dan ternyata Laila....
to be countinued
* * *
*ada yang nyariin pak Rahadi gak..??
atau nanyain Fikri barang kali??
tulis komentar kalian ya..
jangan lupa kasih like nya.. makasiiihhh*...
__ADS_1
kurang lebih begini lah penampakan babang Zacky sama bang Fatan