
🏥
"HAH... aku...???"
"hmm...!"
Laila mengangguk dan mengerjap-ngerjapkan matanya manja..
"kenapa harus aku.. yang benar saja..?"
keterpaksaannya numpang mandi disana saja sudah malu tingkat dewa.. dan sekarang harus kembali lagi untuk membeli barang seperti itu?? Oh Tuhaan... apa jadinya diriku...? Zacky merutuki nasibnya hari ini..
"ayolah... sebelum kak Damar datang...! lagian aku hanya memintamu beli foundation.. bukan pembalut...!" Laila sedikit kesal..
"iya.. iya.. baiklah.. tapi kamu harus membayarku kali ini..!" ancamnya yang kemudian beranjak menuju lantai dasar tempat minimarket itu berada..
Dan seperti dugaan Laila.. Damar datang dan bersama Nadia..
Laila pun bangun dan menghambur ke pelukan kakaknya...
"kenapa kakak bisa sama mbak Nadia..?"
"tadi kakak sengaja jemput Nadia di kontrakannya..!" jawab Damar
"lalu Vanya...??"
"dia pulang dulu bawa mobil kamu.. katanya nanti kesini lagi..!" Nadia menjelaskan dan di balas Oh! tanpa suara..
"kamu sudah makan..?"
tanya Damar saat mereka sudah duduk dan melihat beberapa bungkus makanan disana..
"aku baru makan ini aja..!" dengan menunjuk makanan itu..
"kalau begitu makanlah.. mbak membelikan ini untukmu..!"
Nadia menyodorkan nasi kotak dan dari baunya tercium aroma bumbu yang menyengat... rendang..
Saat ia akan membukanya.. tiba-tiba Laila mengurungkannya..
"kak... kenapa ayah belum bangun juga..?"
mata Laila kembali berkaca-kaca..
"kita tunggu hasil pemeriksaan dokter dulu ya..!" Damar mengelus rambut adiknya pelan..
"kak.. ayah kecelakaan dimana..? kenapa ayah tidak terluka sama sekali...??"
Pertanyaan Laila membuat Damar mematung..
"kak... apa yang kakak sembunyikan dari aku..??"
Laila terus mendesak agar Damar mau berkata jujur..
Nadia yang sudah tau tak sanggup melihat reaksi Laila saat dia tau keadaan ayahnya..
Cukup lama Damar merangkai kata demi tidak membuat adiknya syock..
"Laila.. kita harus mencari donor jantung buat ayah...!!"
Deg!
Laila membuka mulutnya seakan tak percaya.. yang di katakan Damar benar-benar membuat Laila tercengang setengah mati.. apakah ini kenyataa..? bagaimana mungkin tiba-tiba seperti ini..??
Laila menginginkan jawaban yang bisa membuatnya yakin kalau ini hanyalah mimpi..
"maksud kakak apa..?"
suaranya lirih dan matanya kembali berkaca-kaca...
Damar menceritakan dari awal ayahnya bisa punya penyakit jantung..
Ternyata saat bertugas ke luar negri bukan hanya sekedar menjalankan pekerjaannya.. tapi juga mencuri waktu untuk melakukan pengobatan..
Pantas saja ayahnya lebih sering ke luar negeri dan waktunya lebih lama dari biasanya..
Sungguh sesak dada Laila membayangkan ayahnya di luar negeri melawan penyakitnya seorang diri..
Air mata yang terbendung tak bisa tertahan lagi hingga dia melemas dalam pelukan Damar..
Sakitnya kambuh setelah acara lamaran Damar dan Nadia..
Sepulangnya mereka dari sana.. Rahadi mengeluh dadanya sakit..
Damar memintanya memeriksakan diri ke Rumah Sakit. Namun Rahadi menolak.. dia berdalih hanya kecapean yang sebenarnya jawaban itu tidak membuat Damar tenang..
__ADS_1
Dan saat kecelakaan yang di maksud ternyata Rahadi jatuh dari tangga..
Bukan tangga di dalam rumahnya, tapi tangga di halaman belakang menuju kolam renang yang tingkatnya hanya ada lima anak tangga..
Pagi itu Rahadi berniat ingin menghirup udara segar dengan berjalan-jalan mengelilingi rumahnya..
Dan saat iya hendak menuruni tangga belakang rumahnya tiba-tiba rasa sakit itu datang lagi dan lebih sakit dari sebelumnya..
Rahadi jatuh dan terguling dari tangga belakang rumahnya karena tak tahan dengan rasa sakit dan membuatnya tak sadarkan diri....
Damar yang panik segera membawa Rahadi ke rumah sakit dan betapa terkejutnya Damar saat dr Wildan menceritakan penyakit ayahnya..
Dia tak pernah tau kalau ayahnya sangat menderita karena memang Rahadi meminta Wildan tidak menceritakan pada kedua anaknya..
Mungkin ini yang membuat Rahadi berubah.. ia ingin Damar cepat menikah karena takut tak bisa melihat hari bahagia anak selungnya..
Dan pada Laila.. ia tak mau mengekangnya lagi karena ingin melihat anak gadisnya selalu terlihat bahagia..
Dan mungkin karena itu juga.. Rahadi ingin memberikan suami yang baik untuk Laila sesuai penilaiannya..
Laila masih menangis sesengguka dalam pelukan Damar..
Sesaat kemudian dr Wildan keluar dari ruangan ICU dan mengatakan ayahnya sadar..
Mata Laila dan Damar mulai berbinar.. terpancar cahaya harapan di keduanya..
"ayah.. aku sayang sama ayah...!"
Laila memeluk Rahadi dengan terus menangis saat mereka sudah berada di ruang rawat inap..
Rahadi sangat bahagia karena kedua anaknya sangat menyayanginya namun dia hanya mampu meneteskan air mata dengan senyumannya..
Karena pengaruh obat dan kondisinya yang masih lemah membuat Rahadi kembali tertidur..
Namun kini Laila da Damar merasa lebih tenang..
"dek.. kalo kamu kegerahan di buka aja jaketnya..!"
kata Damar saat mereka duduk di sofa dalam ruang rawat Rahadi dan melihat adiknya nampak bemandikan keringat..
Laila tersadar kalau saat ini dirinya terlihat sangat ribet...
Dia baru ingat dengan Zacky yang ia suruh ke minimarket..
"Oh.. gapapa kak.. tadi aku agak kurang enak badan jadi pake jaket begini...hehe..!" Laila beralasan..
"ehh iya.. ini punya temen aku kak..!!"
Laila beringsut mundur mencoba menghindar..
"kak.. aku pulang dulu ya.. pengen mandi di rumah.. nanti aku balik lagi kesini..!"
pintanya..
"baiklah.. istirahat aja dulu di rumah.. kakak ada yang nemenin qo..!" jawabnya tersenyum dengan melirik dan menyikut Nadia yang ada di sampingnya..
"apa sih..?"
Nadia jadi malu-malu..
"iya iya.. baiklah aku pulang dulu.. daaah...!" Laila melambaikan tangan dan meninggalkan mereka..
"Dasar.. kayaknya kakak juga sama aja kaya Zacky..!" dumelnya saat keluar ruang rawat..
"ehh.. Zacky kok lama ya..??"
#yang disana
Zacky sedikit ragu saat ia mulai memdekati pintu masuk minimarket..
Seseorang mengejutkannya saat sudah di depan pintu masuk..
"mau masuk gak mas..??"
tanya ibu-ibu berbadan tambun di belakangnya..
"eh iya bu.. mau masuk..!" dengan menunjuk kedalam
"kalo mau masuk ya ayo cepet.. kalo gak ya awas mas.. saya gak bisa lewat..!" suaranya melengking membuat mereka jadi pusat perhatian..
"iya iya.. ini mau masuk..!" jawab Zacky dengan membuka pintu bertuliskan dorong..
Zacky sedikit menyembunyikan wajahnya dengan tangan dan menunduk.. kalau-kalau pelayang disana mengingat dirinya yang numpang mandi..
Zacky mulai mengitari dari rak depan sampai belakang.. dia bingung sendiri karena bentuk dan merk nya saja tidak tau..
__ADS_1
Zacky melihat-lihat dan membaca nama dan kegunaan benda yang asing baginya..
"kayak gimana sih..?" gerutunya dengan berjalan mundur memperhatikan yang mungkin saja benda yang ia cari terlewatkan..
tiba-tiba..
"ADUHH...!"
"ehhh... maaf bu maaf...!"
"si mas lagi...?? kaki saya sakit nih mas..!!"
suara melengking itu kembali membuat pusat perhatian..
"iya maaf.. gak sengaja bu...!"
Zacky menggaruk kepalanya dan celingukan ternyata hampir semua mata melihatnya..
HAH... bodoh banget si gue..!!
Zacky merutuki dirinya sendiri dalam hati..
"maaf mas.. dari tadi saya liat kayaknya mas kebingungan.. cari apa..?" tanya pelayan cantik yang mungkin lebih muda darinya..
"ahhh... kebetulan..!"
Zacky mendekat dan sedikit berbisik pada si pelayan..
"saya cari foundation ada..?" bisiknya
Si pelayan menahan tawanya saat tau barang yang orang ini cari..
"kasih tau mbak.. jangan ketawa..!"
Zacky semakin keki..
"ada mas.. tapi buka disini..!!" jawabnya yang masih menahan tawa..
"terus dimana..?"
pelayan cantik itu mengantar Zacky kedepan kasir...
"buset dah.. ni kasir masih orang yang tadi..!" gerutunya saat melihat penjaga kasir yang sama saat ia membeli peralatan mandi dan sedikit mentertawakannya..
"eh mas.. cari apa lagi..?"
Zacky malas menjawab si kasir yang seperti meledeknya dengan senyum yang di tahan..
" cari foundation kak...!" jawab pelayan cantik tadi..
"pphhfft...!" ia menutup mulutnya sendiri menahan agar tawanya tak pecah..
Wajah Zacky sudah memerah.. antara malu dan marah..
si pelayan hanya mengerutkan dahi sepertinya ada sesuatu yang ia tak ketahui..
Tanpa basa basi Zacky segera membayar barangnya yang ternyata di tata di belakang kasir..
ia menerimanya dan cepat-cepat keluar...
"buahaahhaaaa....!"
suara itu terdengar walau Zacky sudah ada di luar..
"udah pasti gue jadi bahan gibah deh tuh...!"
Zacky melangkah pergi membawa sejuta dongkol di pundaknya...
Saat pintu lift terbuka... ternyata Laila yang muncul disana..
"eh.. kamu kemana aja..?" tanya Laila yang sudah kelur lift..
"aku kan beli ini..!" dengan mengacungkan kantong plastik kecil dengan sebuah benda kecil juga di dalamnya..
"lama banget sih... anterin aku pulang yuk..!" pinta Laila dengan menggandeng tangannya..
"APA?? PULANG..??"
"iya.. ayo...!"
Zacky bengong mengingat kejadian beberapa menit yang lalu yang membuatnya kesal dan malu...
"tau mau pulang mah tadi tu nanti aja belinya...!" rasanya pengen nangis...
Laila kamu jahat...
__ADS_1
HUWAAAAAA.....!!!