
Laila membaringkan tubuhnya di tempat tidur empuk miliknya..
Masih terngiang dalam ingatannya saat ia bersama Fikri di kampusnya tadi...
* *
"Laila.. gimana kabar kamu..?"
"gue baik..!"
"sepertinya kamu selalu sibuk.. chat dariku sangat jarang kau balas.."
"Oh.. iya Fik.. gue cukup sibuk akhir-akhir ini.." Laila menunduk..
"terakhir kali aku liat kamu waktu kamu nolongin Fatan tempo hari..!"
"kenapa kamu lari..?" tambahnya..
"guee.. gue takut Fatan sama Zacky tau kalo itu gue..!" jawabnya gugup..
"jadi mereka belum tau siapa kamu??"
"hmm" Laila mengangguk..
beberapa menit mereka saling diam..
"Laila.. kenapa kamu tak pernah memberikan jawaban untukku...??" pertanyaan Fikri membuat Laila mendongak..
"jawaban apa..??" pura-pura gak ngerti..
kini Fikri menggenggam tangan Laila..
"Laila.. sampai kapan aku harus bersabar nunggu jawaban dari kamu...??"
Laila menunduk tak berani menatap Fikri..
"apa aku harus memberi bukti lagi kalau aku sangat mencintaimu Laila..."
"apa kau lupa yang aku korbankan unyukmu dulu..??" Fikri terus saja menghujani Laila dengan kenangan masa lalunya dan itu membuat Laila semakin tertekan..
Laila melepaskan genggaman Fikri..
"gue tau Fik.. dan gue gak pernah lupa kalo lo pernah bertaruh nyawa buat gue..!"
"tapi____'
"Laila.. apa kamu masih ragu?? kamu jangan takut.. aku pasti akan selalu menjaga rahasiamu.. kamu masih percaya sama aku kan..?"
"iya Fik.. gue selalu percaya sama lo.. dan lo salah satu sahabat terbaik gue..!"
"tapi gue belum bisa buka hati gue sama lo Fik..!"
"Laila.. apa perlu aku mengorbankan nyawaku sekali lagi..??"
"untuk apa..??" Laila mulai frustasi..
"biar kamu tau kalo aku bener-bener cinta sama kamu dan ingin hubungan kita lebih dari sekedar sahabat Laila...!"
Laila sudah bingung harus bicara apa.. sedangkan kalau langsung bilang dia tidak punya perasaan apa-apa, pasti sangat mengecewakan Fikri..
"beri gue waktu lagi...!" pinta Laila..
"baiklah.. mungkin kamu masih belum siap..!" Fikri mencoba mengeri..
"oke.. aku balik.. jaga diri kamu baik-baik.. aku tunggu kabar baiknya ya..!" katanya dengan mengacak ujung kepala Laila dan tersenyum optimis..
Laila mengangguk dan Fikri pun pergi...
Tuhaan...!!
aku bukan menangisi kegalauan.. tapi perubahan Fikri yang membuatku sedih..
kenapa sahabatku berubah??
Dulu dia tidak pernah se egois ini..??
Kenapa sekarang dia malah menekanku..??
Aku merasa kehilangan Fikri ku yang dulu..
Laila masih merutuki nasib persahabatannya...
Beberapa panggilan dari Zacky tak ia hiraukan.. bahkan chat dari Bintang pun tak ia balas..
Damar mengetuk pintu kamar Laila..
Dan Laila membukakan pintu untuknya..
"kamu kenapa dek..?? qo mukanya lusuh gitu..?? belum di setrika ya??" Damar menggoda Laila yang terlihat lesu...
"ihh... aku sedikit pusing ka.. jadi tadi tiduran..!"
Laila kembali meringkuk di tempat tidurnya.. sedangkan Damar duduk di kursi depan meja rias Laila..
"kakak suruh bi ani ambilin obat ya..??"
__ADS_1
"gak usah ka.. aku cuma kecapean aja..!"
"ada apa ka? tumben jam segini udah di rumah..." tanya Laila..
"nanti malam kakak harus pergi keluar kota urusan bisnis. mungkin kakak 2hari di sana..!"
dan di jawab Oh! dari Laila..
"terus..??"
"katanya kamu pengen ketemu Nadia? nanti besok temenin dia ambil baju di butik ya dek...." pinta Damar..
Laila langsung duduk dan kembali bersemangat..
"Oke.. nanti aku temenin mba Nadia..!" dengan mengacungkan ibu jarinya..
"suruh temenin ke butik doang girang banget.. napa sih..?" Damar penasaran dengan sikap Laila yang langsung berubah..
"biarin ihh.. gak usah kepoo..!"
* * *
Laila memarkirkan mobilnya di depan sebuah sekolah taman kanak-kanak yang tidak terlalu luas..
Hari ini Laila membawa mobil sendiri karena pak amin harus mengantar ayahnya menghadiri sebuah seminar..
Laila pun memasuki halaman sekolah yang cukup asri..
Nampak anak-anak berlarian di taman kecil dalam sekolah..
Beberapa anak bermain ayunan dan perosotan..
Laila jadi ingat masa-masa TKnya dulu yang sering di jodoh-jodohkan oleh teman kecilnya.. Laila jadi tersenyum malu sendiri..
Ruang kelas yang hanya ada empat ruangan termasuk ruang kantor berjejer satu arah..
Laila mendekati seorang wanita cantik yang sedang berjongkok di depan seorang anak yang duduk di bangku kecil dan sedang menangis..
"mbak...??"
Wanita itu mendongak..
"eh.. Laila...!"
Mereka pun saling peluk melepas rindu...
"kamu tambah canti aja Laila.." pujinya..
"masa sih mba..?? tapi gak mungkin ngalahin cantiknya mba Nadia deh..!" jawab Laila merendah.. mereka pun tertawa..
"dia kenapa mbak..??" menunjuk anak yang menangis tadi..
Laila meng Oh! dan duduk samping anak itu..
"kamu tunggu ya.. sebentar lagi jam sekolah selesai.. setelah itu kita langsung berangkat..!"
"Oke..!!"
Nadia sudah tau maksud kedatangan Laila karena memang Damar yang memberi tahunya..
Laila menunggu Nadia di taman sekolah..
Tiba-tiba ponselnya bergetar.. saat di lihat ternyata panggilan Video dari Zacky..
Terlihat wajah cemas Zacky di ponselnya.. tapi ponsel Laila sendiri sengaja tidak menggunakan kamera depan.. otomatis gambar yang muncul di ponsel Zacky adalah ayunan sekolah TK..
"Laila.. kamu dimana??"
"sepanjang malam aku memikirkanmu Laila.."
tapi Laila tak menjawab..
" kamu kenapa Laila..??"
"maafkan aku kalau aku salah..!!"
"Laila..!!" Zacky terus memanggilnya..
Laila menahan tawanya melihat Zacky sedikit frustasi karena tak kunjung mendapati wajah cantik yang ia ridukan..
"aku mohon Laila.. aku bisa gila...!" teriaknya disana..
Laila tak bisa menahan lagi dan tawanya pun pecah..
Saat Laila merubah dengan kamera depannya Zacky sangat sumringah melihat Laila yang sedang tertawa...
"kau benar-benar mengaduk-aduk perasaanku Laila...!"
"benarkah..??" Laila tersenyum..
Senyuman di bibir Laila membuat Zacky gemas melihatnya..
"aku ingin menggigit mu....!!" teriaknya lagi
"yang benar saja.. emangnya aku kue..??" masih dengan senyumannya..
__ADS_1
"kamu bahkan lebih manis dari gula-gula..!" balasnya..
"dasar gomball...!"
"aku serius Laila.. kalau kau ada di sini sudah pasti aku mengigit mu sampai habis untuk membalas kejahatanmu menyiksaku dari kemarin sampai saat ini..!" cerocosnya..
"aku gak nyiksa siapapun...!" sangkal Laila..
"Dengan kamu mengabaikan telfonku saja sudah membuatku tersiksa Laila..!"
Laila hanya tertawa melihat wajah lucu Zacky dari ponselnya..
Dan Nadia memergokinya...
"siapa tuuh...??" Laila terkejut..
"udah dulu ya.. aku mau pergi.. daaah..!!" Laila melambaikan tangannya arah ponsel dan memutuskan panggilan...
Yang disana sudah pasti kelimpungan..
"mbak... udah selesai...??" tanya Laila.
"udah.. yuk..!!" ajak Nadia..
Mereka pun pergi menuju butik tempat Damar dan Nadia memesan baju untuk acara lamaran nanti...
"Sepertinya kamu sangat senang Laila..?" Nadia membuka obrolan..
"masa sih mbak..??" Laila tersipu...
"tadi pacar kamu yah...?"
Laila malah tertawa.. dia sendiri tak tahu hubungan seperti apa antara Zacky dan dirinya..
Nadia malah dibuat bingung dengan jawaban Laila yang hanya tertawa...
"mbak... aku boleh cerita gak...??" tanya Laila..
"tentu saja.. ceritakanlah...!" Nadia siap mendengarkan..
Perjalanan menuju butik di dominasi curhatan Laila yang panjang kali lebar..
Mulai tentang Zacky.. Fikri dan juga ayahnya..
Sesekali mereka tertawa saat Laila mencertakan kekonyolan Zacky..
"Laila... kalau kamu selalu memikirkan Zacky seperti itu.. berarti kamu memang mencintai Zacky...!" pendapat Nadia..
"tapi mbak.. Fikri gimana??" Laila bingung..
"apa kamu mau menjalani hubungan tanpa cinta..hm??" Laila diam..
"menurut mbak.. kalau memang Fikri itu sayang sama kamu.. seharusnya dia gak maksain.. bukankah dia malah membuatmu tertekan ..??" tanyanya lagi..
"aku bingung mbak...!!"
Nadia hanya tersenyum dan menggeleng kepalanya..
Setelah sampai mereka turun dan memasuki butik yang cukup ternama disana..
Terlihat dari parkiran didepan berjejer mobil mewah milik pelanggan...
Nadia mencari sang pemilik butik dan Laila berkeliling mencari gaun untuk dirinya sendiri..
"waah.. bagus semua.. ternyata kak Damar pinter nyari tempat kayak gini..!" guman Laila..
Karena mata Laila sibuk memandangi gaun-gaun yang cantik di depanya.. tiba-tiba dia menabrak seorang ibu yang cantik dan bergaya bak nyonya sosialita..
"maaf.. maaf.. saya gak sengaja..!" Laila mengambilkan baju si ibu yang terjatuh karenanya..
Saat memberikan baju itu Laila menatap si ibu dengan penuh tanya...
Ternyata dia sedang memperhatikan Laila dan tersenyum..
"emm maaf.. ini bajunya...!" Ibu itu menerima dan menyentuh pipi Laila..
"nak.. apa kau masih ingat saya?" tanyanya..
Laila mengerutkan keningnya mencoba mengingat..
"kamu pernah menolong saya dari perampok di taman waktu itu...!" ia mencoba mengingatkan..
Ooh... Laila mulai mengingat..
Tapi apakah benar ini adalah ibu yang ia tolong waktu itu..?
Kenapa berbeda sekali..??
Siapa dia sebenarnya....???
* * *
*bersambung
makasih ya yang udah setia dengan like nya..
__ADS_1
terus kasih semangat buat authornya ya..
makasiih*