
🌻
Samar-samar terdengar suara Rahadi sedang beradu argumen dengan seseorang diujung ponselnya..
Laila yang penasaran mendekatkan telinganya di pintu kamar Rahadi yang sedikit terbuka..
"aku tidak mau..!" ucapnya keras kepala..
"....."
"kalau kamu punya keputusan sendiri kenapa harus bertanya padaku..??" nampaknya Rahadi jadi kesal..
"......."
"terserah kau saja lah.. yang penting putriku bahagia.. jangan sampai dia kecewa karena ulah anakmu itu...!" ucapnya menyerah dan sesaat setelah orang itu mengatakan sesuatu, ia pun menjawab "hmm" kemudian menutup telfonnya..
Laila mencerna setiap ucapan ayahnya..
Entah apa yang tengah mereka bahas, tapi dugaannya kuat, yang mereka bicarakan tak lain adalah tentang dirinya..
"kak..!!"
Laila terlonjak dan mengusap dadanya dan nampak kesal saat Bagas membuatnya terkejut dengan menepuk bahunya..
"ada apa sih..??" Bagas bingung kenapa Laila tiba-tiba menariknya menjauh dari kamar sang ayah..
"aku curiga deh ayah rencanain sesuatu"
"rencana apa..?" tanya Bagas dengan melipat tangannya..
"ya mana ku tau.. makanya aku mau nanya sama kamu..!" ucapnya dengan sesekali menoleh kebelakang..
"kenapa gak nanya sama ayah aja..??"
plakk
"aduhh.. sakit kak..!"
rengeknya setelah mendapat tabokan dilengannya..
"kamu fikir ayah_____"
"Laila..!"
ucapannya terhenti saat Rahadi memanggilnya dan membuat ia kikuk seolah kepergok sedang berbuat kesalahan..
"ehh.. ayah..!" ia cengengesan dengan menyikut lengan Bagas yang nampak bingung..
"ada apa..hm?"
"hehe.. gapapa Yah.. kita lagi ngobrol biasa aja kok, iya kan Gas...??" ucapnya menoleh pada bagas dengan sedikit menyubit pinggangnya..
"aahh.. iya Yah.. cuma ngobrol..!" jawab Bagas yang tersenyum dipaksakan..
"ya udah.. kita kesana dulu ya Yah..!" ucap Laila yang masih cengengesan dengan mendorong Bagas mengajaknya menjauh, namun mereka kembali berbalik saat Rahadi memanggil keduanya..
"nanti sore kita akan pergi.. kalian harus siap-siap.. ini pertemuan penting buat kamu..!" ucapnya dengan menyentuh bahu Laila sebelum ia meninggalkan Bagas dan Laila yang saling menatap heran..
* * *
"bisa jadi...!" jawab Vanya setelah Laila menceritakan kecurigaannya tentang Ayahnya yang tiba-tiba mengajak mereka pergi kepertemuan penting untuknya itu..
"aku serius Vanya..!" ucap Laila yang merebahkan tubuhnya berbantalkan pinggang Vanya yang tengah telungkup dikasur Laila dengan membolak-balik majalah fashion miliknya..
"kalo beneran ayah mau temuin aku sama Putra, gimana dong..?" ucapnya lagi dengan menggigit-gigit kuku jari tangannya..
Vanya pun menahan tawa, dan bangkit dari posisi wenaknya membuat Laila ikut terduduk...
"kamu beneran belum tau Putra itu siapa ya..??"
"hah?? ya belum lah..!!"
Vanya kembali menahan tawanya membuat Laila mengerutkan dahinya..
"kenapa..??"
"yang aku denger yaa.. Putra itu ganteng banget, pinter, tajir pula..! apa kamu yakin gak bakal perpaling ke dia..hm??" godanya dengan menyolek dagu Laila jahil..
"ahh.. kamu ini kaya yang kenal dia aja..! kamu juga belum ketemu langsung sama orangnya kan..? kalo sampe aku berpaling sama dia, aku pastiin kalo aku gak akan lagi makan cake coklat.."
entah kenapa ucapan Laila seakan menggelikan telinganya hingga membuatnya tertawa begitu saja..
__ADS_1
Benarkah Laila bisa terlepas dari cake coklat kesukaannya...??
"kamu serius..??"
"kamu liat aja..!!"
Vanya tertawa lagi dan menarik Laila kedepan meja rias..
"mau ngapain..??"
"udah waktunya kamu dandan..!"
"tapi ini bukan untuk ketemu Putra kan..??"
"ya mana ku tau..!!" jawabnya menahan senyum
* * *
"sudah siap semuanya..?"
"sudah tuan...!" jawab Bayu pada Arya yang menanyakan persiapan mereka menyambut tamu pentingnya..
"bagus..!! Putra dimana..?"
"ada dibelakang tuan, bersama mas Fatan dan mas Raffa..!"
"Oh baiklah.. kamu lanjutkan dan pantau terus ya..!" ucap beranjak pergi setelah menepuk bahu Bayu dua kali..
*
"gue udah siapin semuanya.. pokoknya kalo sama gue pasti beres deh..!" ujar Raffa membanggakan dirinya sendiri..
"apaan.. Zacky kan suruh lo beli bunga iris, kenapa dapetnya mawar..!?"
"heh.. mawar itu lebih romantis tau..!!" jawabnya dengan melempari Fatan dengan cangkang kulit jeruk yang ia makan..
"alesan.. bilang aja gak mau usaha..!" balasnya melemparkan balik kulit jeruknya
"tapi Laila udah pasti ikut kan..??" tanya Fatan untuk memastikan, namun Zacky nampak ragu..
"harusnya sih ikut.. kalo ayahnya yang minta pasti dia nurut kok..!!" jawabnya dengan memainkan gelas minumannya di atas meja..
"dia marah gak ya kalo tau Putra itu gue..??"
Perasaan Zacky mendadak merasa khawatir,, padahal sebelumnya dia sendiri yang mempertahankan rahasia itu..
Tetapi entah itu apa, ada perasaan khawatir lain yang ia rasakan..
"tuan muda, nona Laila dan keluarganya sudah dalam perjalanan, mungkin sebentar lagi mereka sampai..!" ucap Bayu bersikap hormat pada Zacky di hadapan teman-temannya..
"Oh.. kalo gitu ayo kita siap-siap..!"
mereka pun beranjak berdiri dan siap menyambut kedatangan Laila dan keluarganya..
Zacky merapikan jasnya dibantu beberapa penata busana. ia harus terlihat sempurna saat pandangan pertama antara Laila dan Putra..
Tak lupa buket bunga yang sudah mereka siapkan kini dalam genggaman Zacky..
* * *
Damar, Nadia dan Bagas berada dalam satu mobil. Sedangkan Laila, Rahadi dan Vanya dalam mobil yang berbeda bersama pak Arif sebagai supir.
"perasaan aku gak enak ya..?" gumamnya dengan menatap keluar jendela namun terdengar Vanya yang duduk bersebelahan dengannya..
"cuma perasaan kamu doang..!" balas Vanya menenangkannya..
Mungkin iya.. tapi kali ini dia benar-benar merasa tak nyaman..
Mobil Damar melesat didepan mereka dan kedua mobil itu terpisah terhalang tikungan..
Dan saat mobil Laila melewati tikungan itu, tiba-tiba ada sekelompok orang menghadang perjalanan merekan..
Pak Arif pun menghentikan mobilnya dengan tangan gemetar..
Seisi mobil semakin panik saat mereka menggebrag mobilnya dan meminta Laila untuk segera keluar dengan berteriak..
Rahadi mencegahnya, tapi bukan Laila namanya jika ia tak punya keberanian..
"mau apa kalian..?" tantang beberapa orang berwajah sangar itu..
"jangan banyak tanya,, cepat ikut kami..!" paksanya yang hendak menarik tangan Laila..
__ADS_1
ia pun menghindar dan memberikan beberapa pukulan pada mereka dan hampir membuat mereka kewalahan melawan satu orang wanita ini.
Tapi naas.. Laila tergelincir oleh heels yang ia pakai..
Merekapun mengambil kesempatan itu untuk membawa Laila pergi..
"LAILAA...!" teriak Rahadi saat mobil yang membawa putrinya itu pergi..
"bagaimana ini..??"
Rahadi nampak cemas, tapi Vanya tidak. ia nampak sangat tenang...
"tenang saja om.. Laila gak akan apa-apa..!" ucapnya menyakinkan Rahadi..
"maksud kamu apa..??"
"Om.. aku rasa ini rencana mereka deh.. yang aku denger mereka itu bikin ide konyol om..!"
"benarkah.. kamu jangan main-main Vanya..!" suaranya masih bergetar..
"Om gak curiga kenapa mereka hanya minta Laila yang keluar..?"
sejenak Rahadi berfikir dan mungkin Vanya benar..
'Ah.. ada-ada saja kelakuan anak muda jaman sekarang.. mau memberi kejutan saja harus cara seperti itu.. untung aku tak pingsan..!!'
kata batinnya..
* * *
Senyum bertebaran didepan sebuah mension megah tempat Zacky dan keluarganya berdiri untuk menyambut kedatangan tamunya..
Mobil Damar terlebih dahulu masuk dan di sambut hangat Arya dan keluarganya..
Namun mereka nampak bingung karena mobil yang Laila tumpangi belum sampai..
"sepertinya Laila meminta pak Arif melambatkan mobilnya..!" canda Damar dan berhasil membuat mereka tertawa..
Sesaat kemudia mobil mereka sampai dan saat mereka tak melihat Laila, semuanya bingung..
"loh.. Lailanya mana..?" tanya Salma bingung..
"diculik..!" jawab Vanya santai..
Semuanya saling pandang dengan mimik yang sama..
"maksud kamu apa Vanya..!"
Zacky nampak frustasi dengan situasinya saat ini.. ia mengepal kuat buket bunga yang ada di tangannya.. dan Vanya nampak gelagapan
"ya.. ya.. Laila dibawa orang Zack..
bukannya ini rencana kalian ya..?"
Semua terperangah mendengar penjelasan Vanya dan menatapnya tak percaya..
" sial..!!"
umpat Zacky memberikan buketnya pada Raffa yang masih mematung..
Dan ia pun segera melesat dengan sepeda motornya..
Damar dan Arya langsung berkutat dengan pinselnya menghubungi kepolisian..
dan Vanya semakin dibuat bingung..
"ada apa ini..??"
"beb.. kita emang pernah bikin rencana konyol.. tapi Zacky menolak dan tak ada skenario penculikan kaya gini..!" jelas Fatan yang membuat Vanya menutup mulutnya yang menganga lebar..
Nafas Rahadi langsung sesak.. ia memegangi dadanya yang terasa semakin sakit.. hingga akhirnya dia jatuh pingsan..
💞💞💞
Hai semuanya..
Maaf atas keterlambatannya..
ini tu pengen dikasih foto buat ngenalin cast'nya.. gak tau nya susah syekaleee...
salam lope lope aja deh pokoknya mah..💞
__ADS_1