
kamu memang bukan yang pertama..
tapi akan ku pastikan, kaulah yang terakhir..
_________________^^_________________
"sayang..??"
Zacky melepaskan tangan Marissa dan mendekat pada Laila yang masih mematung ditempatnya..
Namun Laila tak merespon suaminya yang semakin mendekat. Matanya masih menangkap seorang wanita yang tersenyum padanya dengan melipat tangannya didada..
"Marissa...??"
Zacky terkejut, ternyata mereka sudah saling mengenal.
Marissa tersenyum dan mendekat padanya dengan menggeser Zacky yang sudah didepan Laila agar tak mengahalnginya..
"hayy Laila,, aku tak menyangka akan bertemu denganmu lagi disini..!"
ucapnya terkekeh layaknya seseorang yang senang karena bertemu teman lamanya..
"apa yang kamu lakukan disini...?"
Marissa terkekeh lagi..
"aku.... (dia melirik Zacky yang nampak gugup) aku customer baru disini, dan ternyata pemiliknya adalah orang yang ku kenal..!" jawabnya masih mencoba menyembunyikan. karena jika ia bicara jujur, mungkin Zacky akan semakin menjauhinya..
"oh.. jadi kamu teman suamiku..?" tanyanya dengan menunjuk Marissa dan Zacky secara bergantian
"ahh.. jadi dia suamimu??
Astaga.. kenapa kau tak memberitahu ku..?" ucap Marissa pura -pura terkejut dengan meninju dada Zacky pelan.
Laila tersenyum..
tapi kenapa hatinya tak bisa dibohongi, ia merasakan ada yang tak normal diantara mereka..
"sudahlah.. lebih baik kau pulang saja dulu..!" usir Zacky yang jelas mendapat penolakan dari wanita itu..
"heyy.. kali ini aku ingin mengobrol dengan Laila, bukan dengan mu..!" tolaknya bernada kasar
apa yang kamu rencanakan caca? aku tak mau kamu derada terlalu dekat dengan Laika ku
"pergilah..!" uacp Zacky pelan mencoba bersabar dengan menahan emosinya
"sudah kubilang aku______"
braaakkk
Fatan datang membuka pintu dengan nafasnya yang terengah-engah..
Mengetahui Marissa akan menemui Zacky, ia langsung melesat kembali untuk mencegahnya datang karena Laila ada disana.
Namun ia terlambat, ternyata mereka tengah dipertemukan diruangan yang sama..
"Fatan ada apa denganmu...?" tanya Laila panik..
Namun ia malah cengengesan..
"aku ada perlu dengannya..!" jawab Fatan berjalan melewati Laila dan meraih tangan Marissa..
"kita harus bicara Ca..!" ucapnya kemudian menarik tangan Marissa..
"hey lepasin, aku gak mau..!" tolaknya mencoba melepaskan diri namun Fatan tetap membawanya pergi..
Laila masih belum mengerti dengan situasinya saat ini, kenapa Fatan kembali? Ada apa diantara mereka? dan melihat suaminya yang menghela nafas lega membuatnya semakin curiga..
"ada apa ini..?"
Zacky gelagapan..
ia bingung harus memulai dari mana, menceritakan tentang Marissa secara terang-terangan takut membuat istrinya marah.
Namun menyembunyikannya juga bukan keputusan yang bagus..
"begini sayang.. dia itu_______"
"jangan bilang kalo Marissa itu mantannya Fatan, iya??"
dengusnya yang nampak emosi, mengingat wanita itu sangat menyebalkan menurutnya.
Zacky membulatkan matanya, tak menyangka kalau istrinya akan beranggapan kesana..
Haruskah ia meluruskan atau membiarkannya seperti ini dulu..
"sayang...!"
Zacky meraih tangan Laila mencoba menjelaskan, namun Laila yang langsung teringat akan sahabatnya, membuat ia panik. Terlebih lagi Vanya sedang hamil dan Fatan belum menikahinya.
Jangan sampai Marissa merebut Fatan kembali..fikirnya
"ini tak bisa dibiarkan..!"
Tanpa fikir panjang Laila langsung pergi tanpa mempedulikan suaminya yang ingin bicara. Yang ada difikirannya adalah Vanya dan Vanya..
ia tak mau sahabatnya akan terluka dengan kehadiran Marissa..
**
Laila yang datang tergesa-gesa sangat terkejut melihat Vanya yang terbaring lemas ditempat tidurnya.
ia melambatkan langkahnya mendekati sahabat yang terlihat dalam keadaan tak sebaik biasanya.
Wajahnya pucat dan nampak tak bertenaga.
Hatinya terenyuh..
Vanya mengerjap dan membuka matanya perlahan saat merasakan ada sentuhan dikepalanya..
ia terperanjat melihat sahabatnya datang dengan wajah yang sendu..
Vanya yang sudah mengetahui perihal wanita masa lalu Zacky dari Fatan pun langsung berfikiran kearah sana.
Laila, kamu pasti terluka...
batin Vanya yang kini sudah memeluk Laila..
Sedangkan yang ada difikiran Laila, ia justru menangisi Vanya yang dalam keadaan seperti itu ada wanita lain yang ingin merebut calon suaminya.
Batin mereka berkata-kata dalam pelukan yang saling menguatkan..
"tenanglah.. semua akan baik-baik aja..!" ucap Laila yang bermaksud menenangkan sahabatnya..
Dan pastinya Vanya berfikiran lain, ia justru tersenyum. Ternyata sahabatnya sekuat ini, fikirnya..
"aku senang karena kamu setegar ini Laila...!" balasnya setelah melepaskan pelukan mereka..
"seharusnya dia gak kembali untuk mengusik rumah tangga mu..!"
"hmm..???"
Laila nampak bingung terlihat dari keningnya yang berkerut..
Tunggu..!!
__ADS_1
rumah tanggaku..??
apa maksudnya ini.. apa aku melewatkan sesuatu??
"Vanya...,,'
"hmm..??"
Laila menelan ludahnya, mencoba mengontrol diri untuk menerima kenyataan yang mungkin saja berlainan dengan pemikirannya.
Dan disana Vanya masih menunggu apa yang ingin diucapkan sahabatnya..
"Nya.. apa saja yang kamu ketahui tentang wanita itu...??" tanyanya hati hati
Vanya mengangkat alisnya, mungkinkah Zacky belum menceritakannya??
Bagaimana ini??
Tapi Laila sudah seharusnya tau semuanya..
"emmm.... begini Laila.......
(Vanya menghela nafas)
Zacky, Fatan dan Marissa sudah berteman dan sangat dekat sejak dibangku SMA. Setelah kelulusan, Zacky dan Marissa melanjutkan kuliah diluar negeri. Entah karena mulai terbelit perasaan atau memang kebetulan satu tujuan, Zacky mengikuti Marissa untuk kuliah di universitas yang sama.."
degg
jantungnya mulai tak bisa terkontrol, nafasnya menyesak..
"lalu...?" tanyanya pelan..
Vanya pun melanjutkan kisah Zacky dan Marissa yang sudah Fatan ceritakan sebelumnya..
Zacky dan Marissa selalu menghabiskan waktu bersama, dan awalnya panggilan Putra dan Caca itu hanya untuk mereka berdua. Perasaan Zacky semakin hari semakin berkembang. Ditengah banyaknya gadis yang menyukainya, Zacky tak bisa memalingkan perasaannya dari Marissa.
Gadis ini selalu membuatnya bahagia,, dan demi dia Zacky rela melakukan apa saja agar gadis ini tak pernah merasa bersedih..
Namun perasaannya berbanding terbalik dengan apa yang dirasakan Marissa.
Entah tak mengerti atau pura-pura bodoh, Marissa tak pernah menganggap serius setiap kali Zacky memperlakukannya lebih dari sekedar teman.
Sampai pada suatu saat Marissa menyukai seorang pria yang bahkan tak berminat sama sekali padanya, sehingga membuatnya frustasi.
Zacky marah bukan main pada pria itu, selama ini ia selalu menjaga hati Marissa, tapi dia datang begitu saja menghancurkan
perasaan gadis yang ia lindungi.
Bodohnya Marissa, tanpa memikirkan perasaan Zacky, ia malah memohon pada Zacky untuk membantunya mendapatkan pria itu.
Dan demi kebahagiaan gadis itu, Zacky rela mengesampingkan perasaannya.
Walau sakit, ia bisa menahan dari pada melihat gadis yang ia sukai menderita, hatinya akan lebih sakit..
Dengan usaha yang tak mudah, Marissa berhasil mendapatkan pria yang ia inginkan.
Zacky selalu berusaha keras menahan sakitnya saat melihat mereka bermesraan didepan matanya.
Sangat sakit, tapi dia mencoba bertahan..
Hingga akhirnya, pria itu mencampakkan Marissa begitu saja.
ia hancur.. sakit hatinya teramat dalam..
dan Zacky tak bisa membiarkan gadis yang masih mengisi hatinya itu terluka.
Zacky selalu berada disisinya dan perlahan ia memasuki hati Marissa dengan kasih sayang dan cintanya yang tulus, sampai akhirnya Marissa pun luluh..
Zacky sangat bahagia,, cintanya terbalas. pengorbanannya selama ini tak sia-sia. Rasa cintanya pun semakin besar. ia pun berikrar, tak akan ada yang mampu menggeser tempat Marissa dihatinya.
Zacky harus menelan pil pahit untuk menerima kenyataan yang sangat menghancurkan hati dan perasaaannya.
Ternyata Marissa tidak benar-benar mencintainya,, semua yang ia lakukan bersama Zacky hanya demi membuat pria yang dicintainya cemburu dan kembali kepadanya..
Hancur...
Dunianya seakan runtuh..
Miris, seorang pemuda yang digandrungi banyak gadis, kini patah hati oleh seorang gadis yang disukainya sejak dulu..
ia hampir terpuruk dengan situasinya saat itu.
Setelah kelulusannya, Zacky memilih kembali ke tanah air. Mengikis kisahnya yang tak layak ia kenang. Pergi menjauh mungkin jalan terbaik, meninggalkan segala sakit yang masih terasa sangat dalam dihatinya..
Karena hubungannya dengan sang papa saat itu kurang baik, ia tak berniat menjadi penerus diperusahaan dan memilih untuk kuliah lagi untuk menyibukkan diri.
Sampai pada akhirnya Zacky bertemu Laila, gadis yang menarik perhatiannya sejak pertama bertemu yang kini ia nikahi..
***
Duduk disebuah bangku taman kini Laila berada. ia sibuk memikirkan dugaannya yang ternyata salah besar.
Marissa datang untuk merebut miliknya yang sangat berharga.
Kenapa ia bisa sebodoh ini..?
Harusnya ia menyadari dengan keberadaan wanita itu saat bersama suaminya..
Lalu bagaimana dengan perasaan Zacky terhadap Marissa saat ini?
Apa dia masih menyimpan rasa untuk wanita itu..??
Ditengah pergelutan dengan fikirannya, Laila menyadari ada seseorang yang duduk disampingnya. Tapi ia tak berniat menoleh padanya.
Pandangannya tetap menatap datar kedepan tanpa tau sebenarnya apa yang ia lihat.
Dan orang yang kini disampingnya, membiarkannya seperti itu, Laila tak lari saja cukup baginya.
Mengingat usahanya yang kalangkabut mencari keberadaan Laila yang tanpa jejak membuatnya semakin cemas.
dan melihat wanitanya berada disana membuat hatinya lega..
Laila akan marah atau tidak, itu urusan belakangan..
Yang terpenting, kini ia berada disisinya. Bahkan kemungkinan Laila akan menghajarnya pun ia tak peduli...
Ya, orang itu tak lain adalah Zacky, orang yang ada dalam fikirannya
Beberapa saat mereka masih saling diam, Laila belum berniat membuka pembicaraan. dan Zacky masih membiarkan Laila seperti itu sebelum moodnya membaik..
Tapi sesaat kemudian Laila menghela nafas membuat Zacky menoleh. Laila nampak melepaskan sesuatu yang menyesakkan dadanya, kemudian ia menunduk..
"aku beri waktu lima menit untuk menjelaskan..!" ucap Laila tiba-tiba yang membuat Zacky terkejut dan segera menyerongkan duduknya untuk menghadap sang istri yang masih enggan menatapnya..
"sayang,. "
Zacky meraih tangan Laila untuk ia genggam
"aku tau kamu sudah tau semuanya dari Vanya. aku gak bermaksud menutupi apapun dari kamu termasuk tentang Caca..!"
Laila menoleh..
"Marissa..!!" ralatnya dengan menatap tajam
"iya, maksudku Marissa..!" balasnya patuh
__ADS_1
"antara aku dan dia sudah lama berakhir, aku sudah mengubur dalam-dalam semua tentang dia dan gak ingin aku ingat lagi..!" lanjutnya jujur..
"kamu yakin sudah tidak mencintainya..?" tanya Laila dengan menyipitkan matanya menyelidik..
"yakin yank.. semua yang dia tinggalkan hanya rasa sakit, bahkan untuk sekedar mengingat hal yang indah dengannya pun itu hanya membatku semakin terluka. apapun bukti yang kamu inginkan, pasti kulakukan asal kamu percaya sama aku..!"
Laila melepaskan tangannya dan membuang muka..
"tapi sekarang dia mencintaimu,, dia menginginkan kamu kembali..! bukankah itu yang kamu inginkan..??" ucapnya menatap apa saja yang bisa ia tatap, asal tidak menatap Zacky untuk menyembunyikan rasa yang berkecamuk dihatinya..
"Yank..
Zacky meraih dagu Laila agar wanita itu mau menatapnya
"memang iya,, dulu aku mencintainya dan tak ingin melepaskannya...
Laila menyingkirkan tangan Zacky dan kembali membuang muka. kalimat yang baru saja suaminya ucapkan terasa menusuk kehatinya yang membuat ia tak bisa menahan genangan air dimatanya
"tapi percayalah.. semua itu masa lalu, tak ada manusia yang hidup tanpa masa lalu sayang...!" ucapnya lembut dengan meraup wajah Laila agar kembali menatapnya..
Mata itu sudah basah, bagaimana pun juga hatinya tak bisa dibohongi. Mendengar pengakuan seperti itu, pastilah hati pasangan mana pun akan merasa panas..
"tapi aku tak punya masalalu sepertimu..! tapi.. kalian bahkan punya panggilan khusus.." ucap Laila mencoba menepis tangan Zacky lagi namun ia tak kuasa dengan pertahanan suaminya..
Zacky tersenyum dengan menggerakkan ibujarinya untuk menyeka airmata sang istri..
"gak ada lagi panggilan khusus sayang, semua orang diperusahaan juga manggil aku Putra kan??
(Laila terdiam)
dan bagaimanapun masa lalu kamu, bahkan baik buruknya kamu dimasa itu aku gak peduli. yang aku tau, wanita dihadapanku ini adalah satu-satunya wanita yang aku cintai dari segala kekurangan dan kelebihannya.. karena kamu terlalu berarti untukku.. jangan pernah meragukan cintaku Laila..!" tuturnya lembut dengan menyatukan kening mereka..
Kemarahannya melebur..
Laila luluh..
dipeluknya pria yang sangat ia cintai, tak seharusnya ia meragukan ketulusan cintanya. Tapi situasilah yang mengacamnya untuk merasa takut akan kehilangan..
"aku mencintaimu..!" bisik Zacky yang membuat Laila tersenyum kemudian melepaskan pelukannya..
"kau tau,, dari tadi aku menahan sebuah perasaan..!" ucapnya dengan menyeka sisa air mata menggunakan punggung tangannya..
"perasaan apa itu..?" tanyanya penasaran
"perasaan yang tak bisa diungkapkan dengan kata atau benda.,!"
Zacky tertawa..
ternyata istrinya sedang memendam amarah...
"apa kau merasa ingin menghajarku.hm.?" tanya Zacky bernada bercanda..
Laila berdecak dengan menyilangkan tangannya didada..
"bagaimana aku tega menghajarmu,, hatiku terlalu lembut untuk mencerna setiap rayuanmu..!" jawab Laila sedikit meliriknya dengan berlagak sinis ..
Zacky kembali tertawa..
ia duduk dengan melipat satu kakinya menghadap Laila. ia tersenyum memandang istrinya dengan menopang kepalanya pada sandaran bangku dengan satu tangan..
istrinya memang sangat menggemaskan, fikirnya..
Mendapat tatapan seperti itu Laila tertawa begitu saja yang membuat Zacky mengerutkan keningnya..
Laila bercerita sambil terkekeh..
Beberapa detik lalu ia mengingat kebodohannya yang yang menyangka Vanya dalam masa terpuruk dengan adanya orang ketiga dalam hubungan mereka.
Ternyata wajah pucat dan lesunya salah satu efek kehamilan yang biasa terjadi ditrismester kehamilan..
Haah.. ia lega..
Yang ia katakan memang benar, semuanya akan baik-baik saja.. fikirnya..
"ehh.. kalian ada disini..??"
Zacky dan Laila menoleh besamaan..
Ternyata Bayu bersama istrinya yang hamil tua tengah berjalan-jalan di taman tempat mereka berada..
Laila penasaran melihat raut wajah istri Bayu yang hampir sama seperti Vanya.
Tapi Nadia tidak seperti itu, sejak kehamilannya, kakak iparnya lebih banyak tidur.. dan ia pun memberanikan diri untuk bertanya..
"setiap ibu hamil itu berbeda-beda bu..! saya termasuk yang gak suka makeup sejak dinyatakan hamil, jadi saya selalu kelihatan pucat bu..!" ucap istri Bayu dengan senyum ramah pada istri atasan suaminya..
disebut ibu Laila jadi cengengesan sendiri, setua itukah..?? fikirnya..
"tuhh denger kan? orang hamil pucat dan lemah itu bukan karena tertekan, tapi karena bawaan bayinya.. bisa dimengerti ibu Laila..?" ucap Zacky yang setengah meledek..
"apaan sih..?"
moodnya kembali buruk,, ditambah lagi mengingat kesalah pahamannya pada Vanya tentu membuatnya malu..
Laila menghentakkan kakinya kesal kemudian beranjak pergi..
"apa saya salah bicara pak..?" tanya istri Bayu cemas yang melihat Laila pergi begitu saja..
"oh.. tidak apa2, dia memang sedang sensitif..!" jawab Zacky menenangkan..
"Putra, sepertinya Laila marah..??" tebak Bayu yang ikut cemas
"iya.. beberapa menit sebelum kalian datang, aku baru mejinakkannya.. tapi sepertinya moodnya kembali buruk..!"
jawab Zacky dengan mengusap tengkuknya sendiri..
"kalo gitu tunggu apa lagi, ayo kejar dia..!" ucap Bayu mendesaknya..
Namun baru saja ia melangkah, didepan sana terlihat Laila tengah dihadang beberapa orang pria yang menggodanya..
"Putra, lihat itu.. Laila diganggu orang..!" pekik Bayu panik melihat Laila dari kejauhan..
Zacky terpaku ditempatnya, menepuk keningnya dengan menggeleng kepala..
"mereka cari mati...!"
ucapnya yang membuat Bayu bingung,, kenapa Zacky hanya diam tanpa terlihat panik sedikitpun..??
"ayolah Putra, tolong istrimu cepat,, jangan diam saja..!" desak Bayu yang semakin panik, apalagi Zacky hanya diam memperhatikan dari kejauhan..
Namun sesaat kemudian..
*bag
bigh
bugghh*..
Bayu terperangah,, pantas saja atasannnya itu diam saja melihat istrinya diganggu orang..
Bagai binatang buas kelaparan yang diberi umpan, Laila menghajar mereka tanpa ampun..
Dia seakan mendapatkan media untuk meluapkan kekesalannya yang sudah sedari tadi ia pendam..
"itu akibatnya gangguin singa yang lagi marah..!"
__ADS_1
ucap Zacky sebelum meninggalkan Bayu yang masih terperangah untuk mengejar istrinya..