
Beberapa menit sebelumnya..
Laila menerima panggilan telfon dari Vanya. Terdengar Vanya terisak tapi sedikt menahan tangis. Saat ini Vanya benar2 membutuhkan dirinya...
Laila sangat cemas takut terjadi sesuatu yang buruk pada sahabatnya..
Dia mengiyakan.. tapi tentu saja dia bingung bagaimana caranya dia bisa keluar??
Laila mondar mandir dengan menggigit gigit kuku ibu jari tangan kanannya..
Kalau minta ijin ke Damar mungkin tidak terlalu sulit..
Tapi jika harus berhadapan dengan ayah... ohhh...tidak mungkin..!!
Laila mendudukkan dirinya ditepi ranjang. Tapi kemudian dia bangun lagi.. gak mungkin juga dia mengecewakan sahabat satu-satunya itu...
Laila memberanikan diri turun menuju teras belakang tempat dimana ayahnya berada..
Saat ia mulai mendekat.. sungguh pemandangan yang langka bagi Laila..
Dia melihat dua orang yang iya sayangi sedang berpeluk bahagia.. Terlihat jelas di wajah Damar yang basah namun mengembangkan senyuman...
" ayah...??"
Suara Laila mengejutkan keduanya.. dan merekapun melepas pelukan..
Rahadi berbalik dan menatap Laila yang berdiri di ambang pintu..
"a.... aku harus menemui Vanya sebentar. sepertinya dia ada masalah..!"
Laila cukup gemetar walau hanya meminta ijin seperti itu..
Dari yang sudah2.. ayahnya pasti menyuruh Vanya yang datang sendiri kerumah, kalau tidak nanti ayahnya yang ikut.. kan nggak banget..!!
"pergilah.. minta antar pa arif ya.."
Laila melongo seperti tidak percaya kalu ayahnya dengan mudah mengijinkannya untuk keluar..
"nanti jangan pulang terlalu sore.. takut hujan.." tambahnya kemudian masuk menuju kamarnya..
Laila masih belum percaya..
"kakak... apa aku bermimpi?"
Laila menarik tangan kanan Damar dan menempelkan ke pipinya sendiri.
"benarkah dia ayahku..??" tambahnya
Damar tersenyum dan menaikkan tangan kirinya turut meraup bibi Laila..
"Dia ayah kamu.. ayah kakak.. ayah kita..!"
Damar mengecup kening Laila dan berlalu meninggalkannya yang masih bengong..
Bahkan ingin menanyakan apa yang terjadi dengan dirinya dan ayah tadi pun belum sempat..
* * *
Cuaca sedikit mendung.
Pak arif melajukan mobil dengan kecepatan sedang. Saat melewati sebuah taman yang cukup sepi karena memang cuaca yang tidak mendukung, tiba2 pak arif ngerem mendadak.
Laila mengaduh dan tak sengaja sedikit membentak karena kaget..
"aduhh... napa si pak..?"
__ADS_1
"itu non di depan ada ibu2 lagi di rampok..!" jawab pak arif gugup..
Laila memajukan kepalanya di tengah antara kursi kemudi dan penumpang memperhatikan kejadian di depannya..
Nampak seorang ibu sangat ketakutan tapi masih mempertahankan dompetnya..
"kurang ajar...!!" pekiknya
Laila segera turun dan medekati mereka..
"HEH.. kembalikan..!"
Laila menyodorkan tangan tanda meminta pada perampok itu yang sudah berhasil merebut dompet sang ibu..
"apa lo..? cewek cantik kaya lo mending ke salon aja sonoh.." katanya yang kemudian bersiap kabur..
Laila mempercepat langkahnya dan menahan bahu perampok itu lalu menariknya sampai dia berbalik.. daan..
hap
hip
hop*
dengan cekatan Laila memberinya pukulan2 yang mantap dan sebuah pelintiran tangan membuatnya melepaskan dompet si ibu. Dan bonusnya sebuah tendangan di bok*ng yang membuatnya lari terbirit-birit...
Laila mengambil dompet itu dan mengahampiri si ibu yang terduduk di rumput dan masih ketakutan..
"sini tante aku bantu bangun..."
Laila membantunya berdiri.. terasa genggamannya masih bergetar..
Laila mendudukannya di bangku taman yang tidak begitu jauh.
"tante tenang ya.. dia sudah pergi dan ini dompet tante.." Laila mengembalikan dompetnya dan tersenyum mencoba membuatnya lebih tenang..
Terasa hening saat keduanya bersitatap.
Dia menggenggam tangan Laila dan menyentuh pipinya seakan mengisyaratkan sebuah kerinduan..
Laila mengerjapkan matanya..
Dia bertanya tanya sendiri ada apa dengan ibu ini...?? tapi dia membiarkan sentuhan tangan itu hingga meresap ke hatinya..
"aku merindukan ibu...!!" batinnya..
"non.. ayo cepet.. nanti keburu sore..!"
pak arif membuyarkan suasana..
Laila tersadar..
"iya pak sebentar..."
"tante.. aku harus pergi ada urusan.. tante hati2 ya.." pamitnya kemudian mecoba berdiri.. tapi genggaman itu seakan enggan melepaskan..
"tante jaga diri ya.. aku pergi dulu.." genggaman itupun mulai merenggang dan Laila melangkah..
Ibu itu masih mematung di tempatnya..
Saat Laila memasuki mobilnya dia berdiri dan sedikit berteriak..
"NAK... TERIMAKASIH.."
Laila tersenyum dan melambaikan tangannya..
__ADS_1
Si ibu kembali terduduk.. memandangi mobil gadis yang menolongnya sampai hilang terhalang tikungan.. dibukanya dompet yang hampir saja lenyap dari tangannya..
Dengan mata kembali berkaca-kaca ia memandangi sebuah foto di dalamnya.
Seseorang berlarian di taman dengan sebotol minuman ditangannya nampak mencari sesuatu..
Hampir setiap sudut sudah ia datangi namun belum ditemukan..
Tak ada seorangpun yang bisa ditanyai..
Apakah harus bertanya pada rumput yang bergoyang gitu??
(haha.. ya nggak lah juleha!!)
Panik.. cemas.. capeee....
bercampur jadi satu...
Sesaat kemudian setelah sampai di bahu jalan Dia melihat sosok yang iya cari..
Dia kembali berlari untuk mendekatinya..
"MAMA...!!!" teriaknya...
Sesampainya disana dia duduk dengan nafas terengah engah..
"kenapa.mama ada disini?? tadi katanya haus?? aku belikan minuman sebentar mama udah gak ada..!! kalau mama kaya gini lagi Zacky gak mau ah ngajak mama jalan jalan lagi..!" cerocosnya yang kemudian menenggak minuman untuk mamanya itu..
Tapi sang mama tak bergeming sama sekali. Dia masih fokus pada foto di dompetnya..
Zacky yang merasa tak ada respon pun menoleh arah mamanya..
Nampak mamanya melengkungkan sudut bibirnya.. tapi pipinya basah..
Zacky menyimpan minumannya dan beralih meraup wajah sang mama..
"mama kenapa...hm??"
tanyanya pelan..
Terlihat sekali matanya berbinar memancarkan kebahagiaan..
Setelah sekian lama.. kini Zacky bisa melihat mamanya tersenyum..
Banyak pertanyaan di benak Zacky.. namun tak satupun yang terucap dari mulutnya...
Dia hanya menikmati senyum mamanya yang sangat ia rindukan..
Zacky memeluk erat mamanya..
Salma masih tersenyum dalam pelukan Zacky.. Tapi tiba-tiba ucapan Salma sangat mengejutkan Zacky..
"Shofia....!" katanya lirih..
Sontak membuat Zacky membulatkan matanya, ia mencoba mencerna apa maksud mamanya menyebut nama Shofia..??
*bersambung....
☘☘
maafkan jika ceritanya dirasa agak berbelit
tapi nggak sih kata authornya mah.. hehe
yang penting faham ya alurnya??
__ADS_1
jangan lupa kasih like n klik tanda love❤ buat update
makasiiih*....