Karena Kamu

Karena Kamu
nyaman


__ADS_3

Baru saja Laila mau memulai aksi kaburnya, tanpa persetujuan darinya Zacky tiba2 berpindah duduk di sampingnya.


Spontan Laila memiringkan tubuhnya beringsut mundur untuk menghindar dan dia pun hampir terjungkal.


Dengan sigap Zacky meraih pinggang Laila yang hampir lunglai. Dia menarik kuat membuat mereka sangat dekat seperti sedang berpelukan. Bahkan ujung hidung mereka nyaris bersentuhan.


Kedua tangan Laila yang kini berada di bahu Zacky pun bergetar...


Pemandangan itu pun tak luput dari mata pegawai kantin yang tengah membersihkan meja. Dia senyum senyum pura2 tak melihat.


Sesekali melirik sih boleh ya..


Pandangan mereka semakin dalam..


dua detik


lima detik


tujuh detik


dan Zacky pun sudah tak tahan..


"Laila..." suaranya lirih Zacky membuat Laila sedikit merinding..


"kaki aku sakit....!"


katanya sedikit meringis..


Fantasi Laila pun buyar..dia melepas pelukan Zacky dan melihat kebawah.


Dia pun kaget ternyata salah satu kaki kursi yang ia duduki sempat terangkat saat dirinya hampir jatuh dan mendarat di kaki Zacky..


Laila pun segera berdiri dan menggeserkan kursinya..


"ma.. maaf Zacky.."


wajahnya sedikit panik..


"gak pa pa kan??" tanyanya lagi dan di pandanginya kaki Zacky yang tertutupi sepatu berwana putih..


Mau dilihat tapi gimana?


Gak dilihat takut napa2?


Laila nampak bingung..


"qo gak pa pa sih??


aku meringis Laila.. bukan senyum..!" katanya pura2 mengomel..


"terus gimana dong..?"


Laila menggaruk kepalanya yang tak gatal..


"kayanya aku pincang deh La.."


"heuuhh..???"


Laila mendongak dan hanya menganga.


Zacky memegangi kakinya dan memasang muka sedih...


"bagaimana kalo gak bisa jalan lagi.. putus kuliah dan jadi gelandangan...!" Zacky meratapi nasibnya..


Laila mengusap wajahnya.. separah itukah?? batinnya.


"ya udah sini aku bantu jalan.. kita ke ruang kesehatn ya..?" pinta Laila..


Zacky pun mengangguk manja..


Susah payah Laila memapah Zacky.. di kalungkannya lengan Zacky di pundaknya. Jalannya terseok seok menahan berat nya badan Zacky..


"ni orang berat banget sih? kebanyakan dosa kali ya?" cibirnya dalam hati.


Sedangkan yang di papah senyum senyum jail..


Akhirnya sampai juga di ruang kesehata. Laila cukup berkeringat mengingat usahanya membawa Zacky sampai di tempat ini. Walaupun jaraknya tidak begitu jauh., tapi terasa seperti berkilo kilo meter baginya..


Petugas kesehatan pun segera menangani masalah Zacky..


Dibukanya salah satu sepatu di kaki Zacky yang terkena insident tadi..


Pemeriksaan pun cukup singkat. Petugas kesehatan menggeleng gelengkan kepalanya.


Pikiran Laila pun beradu, antara selamat atau tidak.. apa mungkin kaki Zacky tak bisa di sembuhkan? begitu fikirnya..


Laila buru buru menanyakan keadaan Zacky sebelum petugas itu pergi..

__ADS_1


"bagaimana..? apa perlu dia dibawa ke rumah sakit?"


"hmm.. tidak perlu..


dia tidak apa apa, hanya memar sedikit dikomres air dingin juga nanti sembuh.." jawabnya santai dan dia pun pergi..


Laila pun berbalik mengarah Zacky.


Dia melongo dengan mata mendelik...


(kebayang gak tuh)


Dilihatnya Zacky yg sedang tertawa melihat ekspresi lucu dirinya..


Laila yang tak terima dengan perlakuan seperti itu pun mendekati Zacky yang masih berada di tempat tidur perawatan dan dia pun melakukan aksi pembalasan.


Dipukulinya kaki Zacky berkali kali dengan kedua tangannya..


"dasar kamu tuh ya...!!"


"aww.. aduhh.. sakil Lailaaa..!"


Laila yang kesal pun tak peduli dengan rengekan Zacky.


Pengen banget rasanya nenggelemin ni orang ke lumpur sawah!! geramnya dalam hati.


Karna Laila tak mau berhenti, Zacky pun mencengkram kedua lengan Laila untuk menghentikan aksinya..


Dan mereka kembali bersitatap..


Perlahan cengkraman di lengan pun bergeser ke jemari Laila.. Di genggamnya tangan Laila dan dirasakannya telapak tangan yang lembut. Nafas Laila yang memburu pun berangsur normal.


Bahunya nya pun meleleh melihat tatapan hangat Zacky..


"maaf ya....."


katanya dengan lembut..


Laila menghela nafas dan mendudukan dirinya di dekat Zacky..


"kamu lakuin kaya gitu sekali lagi, ni kaki aku bakal patahin sekalian.." ancamnya dengan memukulnya sekali lagi..


"iya.. iya.. kapok..


tangan kamu lembut tapi dalemnya tajem juga.." goda Zacky yg membuat satu pukulan lagi melayang ke lengan nya..


"kenapa juga harus kaya gitu? itu tu sama aja penganiayaan tau gak?"


"apa nya yang penganiayaan? orang baru aja tadi aku yang di aniaya?" balas Zacky dengan sedikit tertawa..


Laila pun kembali gemas dan ingin menganiaya Zacky sekali lagi, tapi tangan Zacky lebih sigap..


Dia kembali menggenggam jemari Laila.


Di sibakkan nya rambut Laila yang menempel di leher karena keringat..


Gerakan jarinya tak sengaja membuat sentuhan kecil di lehernya yang membuat darahnya terasa berdesir lebih cepat..


"aku suka saat saat seperti ini bersamamu..


aku sangat menyukaimu..!!"


Laila pun jadi gemetar mendengar pengakuan yang baru saja di ucapkan Zacky barusan..


Teringat beberapa waktu lalu dia mendengar pengakuan yang sama dari orang yang berbeda.


Fikri....


Laila tak mampu berkata kata..


Dia bingung, malu , senang dan juga takut. Semuanya bercampur seperti adonan bolu..


"a..aku__"


Laila melepaskan genggaman tangan Zacky. Dia memilih menghindari situasi seperti ini..


Laila pun beranjak dan hendak meninggalkan Zacky.


Tapii..


Zacky menarik tangan Laila agar dia berbalik.


Ditariknya dalam satu hentakan yang membuat Laila tak bisa mengontrol pergerakannya sendiri hingga tubuhnya menubruk Zacky.


Tatapan mereka pun terkunci lagi..


Tanpa aba aba, Zacky menarik tengkuk Laila dan menyatukan bibirnya dengan bibir sang gadis dengan lembut, dilumatnya bibir Laila,, tanpa ada penolakan darinya namun dia diam saja tak membalas..

__ADS_1


Laila pun tersadar saat Zacky menyudahi lumatannya..


Matanya terlihat berkaca kaca. Namun sulit untuk di artikan..


Laila bergeser menjauhi Zacky dan beranjak keluar tanpa mengatakan apa pun atau meminta penjelasan.


Kali ini Laila benar benar meninggalkan Zacky sendiri.


* * *


Laila menggerakan jemarinya pada ponsel untuk mengirim pesan pada Vanya bahwa dia tak bisa menemaninya ke mall. Kepalanya sedikit pusing, begitu pesan nya..


Perasaan Laila sedang kacau balau saat ini..


Laila mendudukan dirinya di bangku taman, menunggu jemputan supirnya datang.


Dia mendongak mengarahkan pandangan pada langit..


Aku harus bagaimana?? adunya pada langit..


Ponselnya bergetar.. pandangannya beralih ke ponsel di tangannya. Ternyata sebuah pesan dari nomor yang tempo hari mengatakan dirinya adalah bintang.


kamu kenapa?


Laila sedikit mengernyitkan dahi, dan memiringkan kepalanya. Kemudian celingukan, siapa tau orang yang mengirimnya pesan itu tengah memperhatikannya. Tapi tak ada siapa pun di sana.


Apa yang kau cari?


Aku bisa melihatmu dari atas sini..


Laila.pun kembali mendongak dan memandang langit..


Dibalasnya pesan misterius itu


Laila :


"Bintang tak akan ada bila hari belum gelap!"


kau salah.. aku selalu ada dan tetap bersinar hanya saja cahayaku terhalang matahari


Laila :


"terserah kau saja lah.. aku pusing"


Laila sedikit malas membalas pesan yang awalnya merasa tak penting


apa yang membuatmu resah?


Laila :


"aku bingung..!"


kenapa?


Laila :


" aku dihadapkan dengan sebuah pilihan!"


ceritakanlah..!


Laila pun menceritakan nya panjang lebar dari awal sampai akhir kejadian yang baru saja dia alami..


Ini adalah pertama kali nya bagi Laila. Semua itu membuatnya terjebak dalam ke galauan. Satu sisi dia bahagia, di sisi lain dia pun takut. Takut kenyataan nya akan membuat hati seseorang terluka. Di tambah lagi kalau ayahnya sampai tau..


Semuanya bercampur aduk tak jelas judulnya.


Dan tanpa di sadari..


Laila pun mendapatkan kenyamanan, entah siapa itu yang kini ia namai Bintang di ponselnya


to be coutinued


* * *


" cerita masih berlanjut.. jangan lupa tinggalin jejak kalian dengan like n komen ya..


yang menurut kalian kurang tulis aja di kolom komentar


ngarep banget pokonya mah..


maaciwww*.."



nunggu kelamaan takut keburu di ambil orang


__ADS_1


seneng tapi takut


__ADS_2