
🕦
"yang ini di geser ke kanan sedikit ya mas dan bunga itu di tata samping pintu masuk" perintahnya pada pegawai yang membantu pekerjaannya..
"tidak.. tidak..!" teriaknya saat salah satu pegawainya salah menempatkan properti..
"yang ini ditempatkan samping pelaminan.. bukannya disini.. gimana sih..?" nampaknya dia sangat kerepotan dengan pegawai dadakannya..
Clara.. pemilik WO yang di pilih Damar untuk mengurus semua acara pernikahannya dengan Nadia..
Selain Clara teman baik Damar dia juga mantan kekasihnya..
"mbak Clara..!"
ia menoleh ke arah suara dan terkejut melihat gadis yang menyapa dirinya..
Clara sedikit nengerutkan keningnya dan kemudian tersenyum..
"Laila..?" tebaknya dengan menunjuk sang gadis..
Laila tersenyum dan mengangguk..
"Oh.. hayy.. apa kabar Laila..?" sapanya dengan memeluk dan menyentuhkan pipi mereka..
"baik mbak.." jawabnya
"kamu beda sekali sekarang.. tambah cantik..!" pujinya dengan memperhatikan dari atas sampai bawah hingga membuat Laila tersipu..
"makasih mbak.. mbak juga masih tetep cantik seperti dulu kok..!"
"ah.. kamu ini bisa aja..!" jawabnya dengan menepuk lengan Laila pelan..
"badan melar begini di bilang masih seperti dulu.." imbuhnya yang disambung dengan tawa dari keduanya..
Clara mengenal Laila saat ia masih menjalin hubungan dengan Damar. Saat itu Laila baru masuk sekolah menengah atas dan pastinya Laila masih terlihat tomboy dan dengan penampilan Laila yang sekarang itu jelas jauh berbeda..
Hubungannya dengan Damar terpaksa harus berakhir karena berbedanya keyakinan..
Sekarang Clara sudah menikah dan mempunyai seorang anak perempuan dan hubungan pertemanan dengan Damar masih berlanjut dengan baik..
"sibuk banget ya mbak?" tanya Laila..
Clara menghela nafas dan mengedarkan pandangan ke seluruh ruang gedung yang sedang ia tata..
"hemm... kakak mu itu merepotkan sekali..!" jawabnya dengan berkacak pinggang
"mau bikin acara pernikahan mendadak begini.. apalagi musim kemarau kemarin membuatku kesulitan mendapatkan bunga sebanyak ini..!" gerutunya
"apalagi sekarang karyawan profesionalku sedang libur berjamaah ke luar kota.. terpaksa sekarang aku harus mempekerjakan tenaga amatir.." tambahnya dengan menepuk keningnya sendiri..
Laila tertawa kecil dan merangkulnya dari samping..
"semangat ya mbak.. aku percaya kok sama mbak Clara..!"
dan Clara tersenyum..
"tentu saja.. mbak gak akan ngecewain kakak kamu.. cukup dulu saja.. sekarang jangan..!"
celetukan Clara membuat mereka tertawa bersama..
* * *
Jalan menuju rumah terhalang kemacetan karena terjadi sebuah kecelakaan..
Laila terpaksa membelokkan mobilnya mengambil jalan lain.
Jalan yang ia lalui bukanlah jalan yang ramai dilalui..
__ADS_1
Selain jalannya yang sedikit terjal, jaraknya pun lebih jauh dari jalan umum..
tak apa lah.. dari pada kelamaan kejebak macet.. jauh sedikit tak masalah..
gumamnya dengan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang ..
Jalanan yang jalurnya di pinggiran kota itu sangat sepi karena memang hanya digunakan sebagai jalur alternatif dalam keadaan darurat saja.. tapi kebanyakan orang merasa enggan melewati jalur itu karena nampak menyeramkan..
Kejadian yang tidak menyenangkan di depannya membuat perjalanan Laila terhenti. Nampak seorang remaja pria sedang menjadi korban pembegalan.. ia terlihat takut namun tetap ingin mempertahankan sepeda motor maticnya..
Laila geram dan mengepalkan tangannya..
"kurang ajar..!" pekiknya..
tiidd.. tiidd.. tidddd...
Dengan kesal Laila membunyikan klakson mobilnya berkali-kali untuk mengalihkan perhatian mereka.
Benar saja.. mereka melepaskan remaja itu dan mendekati mobil Laila..
kalau ada kakap.. kenapa harus memilih teri.. begitu fikirnya..
"TURUN..!" teriaknya dengan menggebrag bagian depan mobil Laila..
Laila masih bertahan dalam mobilnya.. karena dia juga punya rasa takut, apalagi sudah lama ia tak berlatih beladiri. mungkin tubuhnya akan terasa kaku jika harus berkelahi dengan dua orang pembegal itu..
"keluar gak lo..?" seru salah satu pembegal yang kesal karena Laila tak mau keluar..
"kalo lo gak keluar.. gue bakar ni mobil biar lo dipanggang sekalian.. hahaha...!" ancamnya dengan tertawa dan menggebrag kembali mobil Laila..
Sebenarnya Laila mencoba mengulur waktu mungkin saja ada orang yang bisa membantunya. Karena remaja tadi sudah pergi meninggalkannya bersama dua orang penjambret disana..
Gak tau diri banget kan tu anak..??
Yang diharap tak kunjung muncul.. terpaksa Laila turun dan bersiap melawan mereka..
"berani juga tu cwek..! cantik bos.." bisik salah satu pembegal pada temannya saat Laila turun dari mobil dengan santai..
"apa yang kalian mau..? duit..??"
Laila tak mau basa basi dengan segera membuka dompetnya dan mengeluarkan lembaran uang dan menyodorkannya pada mereka..
Dengan cepat uang itu di ambil dan dipandang remeh.. lalu mereka tertawa dengan saling memandang dan kembali pengalihkan pandangan pada Laila..
"lo pikir duit segini bisa cukup..hah??" katanya dengan melemparkan uang itu keatas dan kemudian kembali tertawa.. Laila makin geram dengan kelakuan mereka..
"kalau kurang.. gue bisa tambahin tapi kalian jangan halangi gue..!" Laila mencoba bernegosiasi untuk menghindari perkelahian..
Mereka terus tertawa dan saling menatap mendengar yang di ucapkan Laila..
"hahaha.. gue gak mau duit.. gue mau lo..!" jawabnya hampir menyentuh dagu Laila kalau saja ia tak menghindar dengan menepisnya
"kalian jangan kurang ajar ya..!" ia menunjuk mereka dengan rahang mengerat.. Laila mencoba mengontrol diri agar tak terpancing emosi..
"hahaha.. lo boleh lewat.. asaaal...' ia mengelus-elus bibirnya sendiri memperhatikan Laila dari bawah sampai atas dengan tatapan penuh nafsu..
ia melangkah mendekati Laila..
"lo boleh pergi kalo kita udah puas.." katanya yang hampir memeluk Laila..
"menjijikkan..!" pekiknya dan kemudian..
bhugg.. bhuuggg
Laila tak bisa menahan emosinya dengan menonjok perut kemudian wajah si pembegal dengan keras..
"sialan..!!"
__ADS_1
Salah satunya maju dan membalas serangan Laila..
bakh.. bhikh.. bhuggg
lumayan juga.. batin Laila..
Keduanya bisa dikalahkan tapi salah satu dari mereka lari untuk memanggil teman yang lainnya..
Tangan Laila di cekal saat ia hendak memasuki mobilnya..
Reflek Laila menonjok arah belakangnya dengan tangan kiri dan..
bhugg
tertonjoknya orang itu membuat seorang lain yang ada di belakangkya bertepuk tangan..
Laila terkejut.. ternyata orang di balik pembegalan itu adalah musuh bebuyutannya..
BENI..
Laila mengepalkan tangannya kuat.. rahangnya mengeras..
Beni tersenyum sinis melihat reaksi Laila saat bertemu dengannya kali ini..
"dasar ba*ingan..! ternyata lo biang pembegalan disini hah..?" matanya berapi-api..
"hahaha.. gue gak sangka.. sekarang lo cantik baget.. Aleyy..!" ujarnya tanpa menjawab pertanyaan Laila..
"apa mau lo..?"
"whiizzz.. masih sombong aja ternyata..!" tangannya melipat didada
"lo udah gagalin misi gue.. dan lo udah bikin tepar anak buah gue..!" tatapannya kini berubah menyeramkan..
"sepertinya pertemuan hari ini gue ditakdirkan buat balas dendam untuk setiap kekalahan gue..!" tambabnya sedikit berteriak..
Laila sedikit gemetar.. ditambah lagi di belakang Beni masih ada dua orang lagi yang tentunya masih dalam.keadaan bugar.. lain hal dengan dirinya yang sudah cukup kelelahan dan nafas terengah-engah dengan pekelahian yang baru saja ia selesaikan..
gue pikir kelar.. ternyata masalah baru
gumamnya dihati
"gue gak mau lagi ada urusan sama lo..!" Laila mencoba menghindar dengan berniat sesegera mungkin meninggalkan mereka. ia membuka pintu mobil dan kembali tangannya di tahan..
Perkelahian pun berlanjut..
Laila mendapat serangan yang bertubi-tubi yang membuatnya kelelahan dan tenaganya hampir habis. namun ia sekuat mungkin untuk bertahan.. tiba-tiba__
bhugg..
Laila merasakan sangat sakit di punggung yang membuatnya terkulay lemas tak berdaya..
"bawa dia..!"
perintahnya yang dipatuhi anak buahnya..
"lah.. kayaknya itu cewek dibawa mobil itu deh bang..!" kata remaja tadi menunjuk mobil Beni yang membawa Laila pergi..
Ternyata dia kembali membawa seseorang untuk membantunya menolong wanita yang menyelamatkannya..
"sial..!" pekik seseorang itu kemudian kembali menaiki motornya untuk mengejar..
"gue gimana ini bang..??" remaja itu kebingungan harus bagaimana jika ia ditinggalkan sendirian di sana..
"gue mau ngejar.. lo telfon polisi..!" pesannya yang kemudian meninggalkan pemuda itu sendiri..
Si remaja malah garuk-garuk kepala celingukan melihat sekitar dan tubuhnya bergidik ngeri...
__ADS_1
bersambung