
🚘
"kamu puas...??"
tanya Zacky sambil tersenyum dengan melirik istrinya yang menatap keluar jendela mobil dengan wajah lelahnya..
"tentu saja..!" jawab Laila singkat tanpa menoleh..
Zacky mengangguk, lalu kembali fokus pada kemudinya..
"kalau kamu sudah merasa puas,, kenapa sekarang kamu mengacuhkan ku...?" Zacky kembali bertanya karena Laila masih saja diam..
"kamu masih marah..??"
Laila menghela nafas kemudian menoleh pada suaminya..
"aku ingin bicara dengan Marissa, kamu bisa membantu ku..?"
cekiiitttt....
(rem mendadak)
"aduhh.. pelan-pelan dong..!" omel Laila yang terkejut dengan apa yang dilakukan suaminya.
Zacky menyerongkan tubuhnya..
"kamu mau ngapain?? jangan bilang kalau kamu mau menghajar dia..??" selidik Zacky yang mencurigainya
Laila berdecak dengan menyilangkan tangan didada dan kembali membuang muka..
"segitu takutnya ya..?" sindir Laila tanpa menoleh, kecemburuan tercetak jelas diwajahnya
Zacky menurunkan bahunya dan kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang..
"bukan begitu yank.. dia itu gak punya keahlian beladiri apa pun, kalau dia dibikin babak belur terus nuntut kamu gimana coba??" ujarnya mengingatkan dengan menatap lurus kejalan raya
"hallahh.. bilang aja masih peduli..!!"
Mendengar ucapan Laila yang masih terdengar sinis, Zacky menepikan mobilnya dan Laila nampak bingung..
"kenapa berhenti disini..?" tanyanya heran
Zacky kembali menyerongkan duduknya dan menatap Laila tanpa berkata-kata.
"kenapa liatinnya begitu..??"
ucap Laila yang salah tingkah ditatap dengan tatapan suaminya yang sangat lekat namun tak bisa dia artikan..
"bisa gak sih gak nyinggung tentang dia lagi..?"
Laila mengerjapkan matanya, menyelipkan rambutnya kebelakang telinga kemudian membuang muka..
"yang aku peduliin tu cuma kamu, aku justru gak mau terjadi apa-apa sama kamu cuma karena masalah Caca..!"
"Marissa..!!" ralat Laila menoleh sekilas lalu melengos lagi..
"iya Marissa,, kayaknya bibir aku perlu dikunci deh biar gak nyebut nama itu lagi..!" godanya yang membuat Laila berdecih..
Zacky tersenyum..
"udah deh, gak usah ketemu dia dan kita gak perlu bahas dia lagi..oke.!"
"tapi kan aku perlu_________"
"gak usah..!" larangnya memotong ucapan Laila..
"kamu percaya sama aku aja udah cukup, apapun yang terjadi aku gak bakal berpaling ke yang lain. orang aku udah punya istri paket lengkap kok..
udah Cantik, pinter, jago masak, jagoan pula. terutama istriku bisa ****** aku kapan aja,, kurang apa lagi coba..??" tuturnya dengan mencubit dagu Laila gemas..
"ahh kamu nyebelin..!" balas Laila menepis tangan Zacky dengan memalingkan wajahnya yang tersemu..
"emangnya aku catering apa??"
Zacky tersenyum kemudian mendekatkan wajahnya pada sang istri yang malah menarik mundur wajahnya karena terkejut..
"beri aku satu ciuman yank.. biar gak nyebelin lagi..!" godanya yang semakin mendekat..
"makin nyebelin ihh..!" balas Laila mencubit perut Zacky hingga ia mengaduh..
"aku gak mau.. mood aku masih buruk..!" lanjutnya jual mahal dengan menahan senyumannya....
"Ooh.. gitu ya?? oke kalo gitu,, aku tau obat yang mujarab menghilangkan mood buruk kamu itu..!" ucap Zacky kembali tancap gas menuju sebuah tempat..
*
"kamu yakin ngajak aku kesini..??" tanya Laila saat Zacky memarkirkan mobilnya didepan sebuah toko kue ternama disana..
"iya dong.. yuk kita_______"
sebelum menyelesaikan kalimatnya, ia sudah geleng kepala sambil tersenyum melihat istrinya yang sudah melesat memasuki toko dengan semangatnya..
Saat memasuki toko, Zacky melihat Laila yang sudah sibuk memilih kue kesukaannya.
"aku boleh pilih apa aja kan..??" tanyanya dengan mata yang berbinar..
"iya boleh.. asal......
"asal apa..??" tanya Laila penuh curiga..
"asal jangan lupa olahraga..!" bisik Zacky yang membuat sebuah cubitan kembali ia rasakan diperutnya..
Zacky pun tertawa, kemudian ia sedikit menjauh saat ponselnya berdering menandakan sebuah panggilan.
"ada kabar apa..??" tanya Zacky tanpa basa-basi
"bos,, saya sudah menemukannya. ternyata selama ini dia bersembunyi diluar negeri dan sekarang dia sudah berani kembali..!" ujar seseorang diseberang sana
"bagus, terus pantau dia jangan sampai kehilangan dia lagi dan jangan dulu melakukan apa-apa..!"
"baiklah, nanti saya kirimkan nomor ponsel dan alamat terkininya!"
"oke, dan satu lagi...
ucap Zacky sebelum memutuskan panggilannya..
"jangan sampai istri saya tau..!"
"siapp bos..!!"
Panggilan pun berakhir..
__ADS_1
"Ayy.. udah nih..!" ucap Laila yang mengejutkannya..
"oh.. iya..." jawabnya gugup tapi kemudian ia terbelalak melihat kue yang istrinya beli..
"kamu yakin beli sebanyak ini?? coklat semua lagi..??" tanya Zacky dengan mengintip-intip isi tiap box kue ditangan Laila..
"katanya boleh apa aja..?" sindir Laila dengan memanyunkan bibirnya
"ya gak sebanyak ini kali yank..!" jawab Zacky melemah..
Laila berdecak..
"gak buat aku semua kok, nanti aku bagi Bagas sepotong deh,, hehe...!"
balasnya dengan memasang wajah seimut mungkin.
Mau bagaimana lagi..??
"ya udah deh!"
mereka pun beranjak untuk keluar dan Zacky membantu Laila membawakan belanjaannya.
Tapi kemudian..
"mas.. mas....!!" panggil pelayan toko membuat mereka menoleh bersamaan..
"kenapa mbak..??"
"maaf mas,, belum bayar...!!"
" hmm..??"
Zacky melirik wanita cantik yang menggandeng tangannya tengah memamerkan deretan gigi putihnya...
***
Esoknya dirumah..
Diam-diam Laila menghubungi Fatan untuk meminta nomor Marissa.
Dan dengan polosnya, Fatan memenuhi permintaan Laila dengan mudahnya.
Setelah mendapatkannya, Laila hendak menghubungi Marissa untuk membuat janji pertemuan. Tapi nampaknya wanita itu juga ingin mengatakan sesuatu padanya., belum sempat Laila menghubunginya, Marissa sudah lebih dulu memintanya untuk bertemu..
"ternyata dia juga masih penasaran..!" gerutunya setelah membuat janji bertemu dengan Marissa.
Tapi entah kenapa, melihat ponsel Zacky yang tergeletak di nakas membuatnya penasaran.
Naluri cemburunya kembali aktif..
Apa nama kontak wanita itu di ponsel suaminya..??
Tanpa sepengetahuan Zacky, ia membuka benda penting milik suaminya bermaksud mencari nama kontak wanita yang mengusik hidupnya.
Tapi ternyata, Laila terkejut saat membuka sebuah pesan dari orang yang tak ia kenal memberikan sebuah nomor dan alamat.
Tanpa menuliskan nama dipesannya, Laila bisa tau informasi apa yang diberikan orang itu pada suaminya.
***
Siangnya di Rumah Sakit
"waaah... lucu sekali...!"
"mirip siapa kak..??"
Tanya Bagas yang berdiri disamping Laila dengan memandang bayi yang sama..
"menurutku mirip kak Damar, tapi hidung dan bibirnya mirip mbak Nadia..!" jawab Laila tak konsisten..
"tapi gantengnya mirip aku kak..!" balas Bagas tak mau kalah
"ini kan anak kak Damar, masa mirip kamu sih?"
"aku kan om nya..?"
"aku juga tantenya, tapi dia gak mirip aku..!"
Zacky, Damar, Nadia dan juga Rahadi yang ada disana hanya tersenyum melihat perdebatan Laila dan Bagas tentang anggota keluarga baru mereka yang lucu dan menggemaskan itu..
"ayah tinggal menunggu cucu dari kamu Laila..!"
spontan Laila menoleh dan Zacky nampak gugup dengan tersenyum canggung sambil meremas tengkuknya..
"ayah tenang aja, kita masih berusaha.. iya kan sayang..?" tanya Laila dengan mengedipkan mata pada suaminya yang terlihat salah tingkah..
"semangat ya..!"
ucap Rahadi tertawa sambil menepuk punggung Zacky yang disambut tawa dari kedua kakak iparnya..
Sedangkan Bagas, ia berusaha tutup telinga dengan tidak ikut campur dengan fokus pada makhluk mungil yang menggenggam jari telunjuknya..
***
"kenapa kak? minum dulu nih...!"
Bagas menyodorkan sebotol minuman pada Laila yang nampak gelisah dengan melirik jam tangannya berkali-kali..
Kini yang menemani Nadia dirumahsakit hanya tinggal mereka berdua.
Damar dan Zacky kembali ke kantor masing-masing untuk tugas mereka yang tak bisa ditinggalkan lama.
Sedangkan Rahadi harus segera pulang untuk beristirahat.
"aku ada janji ketemu temen, mungkin dia sudah menungguku..!" jawab Laila setelah menenggak minumannya
"kalo gitu pergilah, biar aku yang jagain mbak Nadia..!"
Laila pun pergi, tanpa memberitahu siapapun akan bertemu siapa dan dimana mereka akan bertemu.
Dan....
"akhirnya kamu datang juga,,!"
sapanya setelah menyesap minumannya yang hampir kandas saat Laila datang dan duduk dihadapannya..
"aku ada urusan yang tak terduga..!" jawab Laila jujur
ia tersenyum kecut
"ada urusan tak terduga??? sok sibuk sekali.." ucapnya bernada meledek..
__ADS_1
"kau sengaja ingin membuatku marah atau karena takut menerima kenyataan..??"
Laila menarik nafas dalam-dalam untuk mengontrol emosinya..
Baru juga duduk sudah ditodong pertanyaan seperti itu, tidakkah dia menawarkanku minuman dulu? dumel batinnya
"apa yang perlu aku takutkan darimu Marissa..!" jawabnya setenang mungkin
Marissa berdecih lalu melengos..
"aku rasa kamu pasti takut kalau aku akan mengambil milikku kembali..!" ujarnya menatap Laila lagi dengan tatapan mengancam..
Laila melipat tangannya dimeja,
"sekarang kamu tak memiliki apa2 lagi disini, semua yang pernah kamu miliki gak akan pernah kembali.. Marissa..!"
Laila membalasnya dengan tatapan menantang.
Aura hitam mulai menyelimuti keduanya..
Tingkat emosi Marissa naik 10%
"apa kamu yakin Laila?? suamimu sangat mencintaiku, cintanya yang sangat besar gak mungkin hilang semudah itu..! besar kemungkinan dia akan kembali padaku.." lanjutnya percaya diri
Laila tersenyum miring.. kemudian menyandarkan duduknya
"kenyataannya memang begitu Marissa,, yang mencintaimu itu dia yang dulu. Yang sekarang itu suamiku,, sekarang dia hanya mencintaiku..! dan kamu hanya masa lalunya yang tak layak untuk dikenang.." balas Laila setenang mungkin meski hatinya sudah menggebu..
Tingkat emosi Marissa naik 25%
"masa lalu kami sangat indah Laila..??"
"indah..?? (Laila mendengus)
kamu bahkan hanya memberinya luka Marissa...!"
Tingkat emosi Marissa naik 40%
"kamu tak tau Laila, dia sangat terobsesi padaku, bahkan disetiap kesempatan dia selalu menciumku dengan mesra..!"
Otak Laila mulai mendidih, walau mencoba untuk tak terpengaruh tapi bagaimana pun juga membayangkannya saja berasa ingin menendang wanita ini jauh-jauh
tenang Laila,, dia suamimu, bahkan yang kamu lakukan dengannya jelas lebih jauh dari apa yang mereka lakukan dulu..
Laila berdehem untuk menetralkan perasaannya, dan disana Marissa tersenyum puas dengan penuturannya yang berhasil membuat Laila memanas..
"Marissa,, hal semacam itu bukan hal yang baru dalam hubungan pacaran, mungkin dia melakukan hal yang sama pada gadis lain sebelum dirimu..!"
ucapnya dengan menahan perasaan yang berkecamuk untuk menyelesaikan kalimatnya.
ngomong apa aku ini?
rutuk batinnya, padahal hatinya sendiri terasa panas
"kamu juga gak tau Laila, bagaimana bergairahnya dia saat memeluk dan menciumiku.. dia sangat menginginkan aku Laila..!" ucapnya dengan mengeratkan giginya menahan emosi yang kini naik menjadi 60% karena Laila masih belum terpengaruh olehnya..
ya Tuhan.. ternyata wanita ini benar benar menguji kesabaran..
kuatlah Laila.. kuat...
rapalnya dalam hati..
"kamu benar Marissa, aku tidak tau soal itu..
(dan gak mau tau, kata batinnya)
tapi bagaimana dia mencumbu dan hebatnya dia diranjang bahkan begitu memuaskan hasrat yang begitu bergejolak,.. cuma aku yang tau..!!"
braakkkkk
Marissa berdiri dengan menggebrak meja, emosinya mulai memuncak..
Tujuannya bertemu Laila untuk menhancurkan suasana hati wanita yang merebut orang yang dicintainya..
Tapi ternyata dia sendiri yang mengacaukannya...
"cukup Laila, yang kamu katakan itu gak berpengaruh padaku..!"
apa? bukannya kamu yang ingin mempengaruhiku?
kalau gak terpengaruh, kenapa harus marah??
cibir Laila dalam hati
"sudahlah Marissa, menyerah saja. kamu sudah menggoreskan luka yang teramat dalam dihatinya. Tak ada lagi kesempatan untukmu masuk, dan dia tak akan lagi mengulang rasa sakit untuk kedua kalinya, karena dihatinya sudah ada aku, dan aku akan menjaganya.. "
ucap Laila ikut berdiri. menarik tasnya dan melangkah pergi..
"kamu sudah merebutnya dariku Laila, tak akan ku biarkan kalian bahagia, aku akan mebawa dia kembali,.!!" teriak Marissa yang membuat Laila berbalik dan kembali mendekatinya..
"jangan mimpi Marissa...!"
ucap Laila santai berbanding terbalik dengan Marisa yang terengah dengan nafasnya yang memburu..
"apa kau tau kenapa tadi aku terlambat. hm.??"
Marissa tak menjawab, masih menatap Laila dengan penuh amarah. namun Laila malah menyondongkan tubuhnya semakin mendekat dan berbisik..
"sebenarnya suamiku tak mengijinkan aku pergi, jadi aku merayunya dulu dan menyelesaikan beberapa ronde yang menyenangkan dan panas sebelum aku datang kesini..!"
ucapnya berbohong demi mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya.
Namun itu justru berhasil membuat Marissa meledak..
"HAAHHHHH....!!!"
meja dihadapannya menjadi korban amarah yang memuncak hingga terbalik..
Laila tersenyum puas..
Dengan mengenakan kacamatanya, ia terus melenggang meninggalkan Marissa yang sedang kesetanan..
"kurang ajar..!" teriaknya lagi dengan menggebrak meja yang lain.
"maaf nona,, anda tidak bisa melakukan ini. tolong anda ganti rugi..!"
ucap seorang pelayan yang kemudian menciut karena mendapat pelototan dari wanita itu..
"akan ku bayar.. kalau perlu akan ku beli semuanya..!"
sombong Marissa masih dengan berteriak kemudian pergi..
__ADS_1
"dasar gila...!!" gumam pelayan itu dengan merapikan kekacauan disana..