Karena Kamu

Karena Kamu
saingan


__ADS_3

"maksud kakak apa....??"


"apa kamu bisa jelaskan hasil cctv di depan...??"


Laila diam tertunduk malu dan ia bingung harus mengatakn apa..


"rasanya pengen hilang ingatan aja deh...


menyangkal pun tak mungkin.. Damar sudah terlanjur tau.. pantas saja pak amin tertawa saat aku masuk.. ternyata tadi ngetawain aku?? hhaiisshhhhh......"


"apa kamu sama Zacky pacaran...??"


Laila mendongak...


"nggak ka...?"


"tapi dia menciummu...??"


"aku tidak tau kalau dia mau menciumku kaa.... !" sangkalnya..


"apa kamu mencintainya Laila..??" Damar terus saja memburunya dengan berbagai pertanyaan yang membuat Laila bingung menjawabnya..


"aku gak tauu...!" Laila kembali menunduk..


"dasar bod*h... lalu kenapa kau menciumnya..??"


benar juga..kini ia terpojok..


Laila menggaruk keningnya.. makin bingung dengan perasaannya sendiri.. lalu ia berdiri dan berpindah duduk ke samping Damar..


"kakak.... tadi dia gak mau pulang.. masa minta ikut masuk..!" dengan bergelayut manja ke lengan Damar..


"terus...??"


"ya aku suruh pulang.. dia minta di cium untuk gantinya.. jadi ya aku cium aja..!" jawabnya polos...


Cletteerrrr....


Laila mengaduh dan memegangi daun telinganya yang sakit..


"kakaak.. sakit..!" teriaknya..


"kamu tu jadi perempuan jangan polos-polos banget napa dek...!" Damar menggelengkan kepalanya...


"jadii...??"


"harusnya kamu jangan mau aja nyium dia.. biarin aja dia masuk biar kamu tau seberani apa dia buat macarin adeknya kakak ini..."


dengan menarik hidung Laila..


"kakak mau bikin ayah marah..??"


"kan kamu sendiri yang bikin masalah...!"


"kak.. apa ayah tau rekaman cctv nya..??" Laila cemas..


"kakak mu ini gak sekejam itu Lailaa..."


"kalau ayah tau.. pasti kamu sudah habis bersih di marahi dan cepet-cepet di nikahin sama orang pilihan ayah..!!" celotehnya panjang...


"kakaaak.... jangan sampai ayah tau ya...??" rengek Laila..


"oke.. untuk saat ini kakak masih bisa melindungimu.. tapi lain kali jika kamu seperti ini lagi kakak gak tau...!" dengan menepuk ujung kepala Laila pelan..


"memang kakak terbaik... aku beruntung punya kakak seperti dirimu..!" Laila memeluk Damar bahagia...


* * *


"Laila kuuhh....!"


Seru Vanya saat datang mendekati Laila yang sedang bengong sendiri di kantin...


Laila hanya nengok kemudian kembali menopang kepalanya dengan tangan..


"heyyy... bengong aja sih.. tar kesambet lho...!"


Laila sedikit tak bersemangat...


"aku pusing Nya..."

__ADS_1


"Ujian kan udah selesai.. masa masih pusing aja..?"


Laila menegakkan duduknya dan mengambil minumannya untuk diminum..


"ini bukan masalah kuliah Nya.. tapi____'


tiba-tiba minuman di tangannya di rebut seseorang yang datang bersama Fatan..


"FATAN... sepupu mu ini selalu saja menggangguku...!" omelnya..


"qo aku....?? marahin dia tuu...!!" Fatan menunjuk si pelaku..


Tapi pelakunya malah tersenyum dengan terus menyesap minuman Laila..


Laila yang sudah bedmood dari tadi dibuat makin kesal olehnya...


"Udududududuuuu... si cantik sewot aja sih...??" Zacky mencoba memperbaiki mood Laila dengan mencubit kedua pipinya..


"Zackyy.. diem...!" Laila menepis tangannya..


"apa sih yang bikin kamu sewot gini..?" Zacky menyolek hidung laila..


"ini semua gara-gara kamu...!" Laila memutar duduknya menghadap Zacky yang di sampingnya..


"aku kenapa..?? yang tadi pagi kurang..??" godanya yang mendapat cubitan di pinggang..


Zacky meringis dan membalas cubitannya namun Laila tak mau kalah dan membuat Zacky minta ampun dan mereka malah tertawa..


Perdebatan aneh mereka membuat dua pasang mata di depannya bertanya-tanya..


"tadi pagi ada apa...?" tanya Vanya polos..


Keduanya bersamaan mengarah sumber suara yang sedang melongo dan menghentikan aksi konyol mereka...


Laila dan Zacky membenahi duduknya kembali seperti semula..


"tu kan.. kamu sih..!" bahu Zacky pun kembali jadi sasaran..


Kalau dihitung..hari ini sudah berapa kali ya pukulan yang di terima Zacky..??


"kalian tu cocok tau... cepet resmiin deeh..!" usul Fatan dan di angguki Vanya tanda dukungan..


Laila dan Zacky hanya saling melirik tak berkomentar...


"hayy...!"


Semua mendongak melihat orang menyapa mereka..


"ehh.. si ganteng Fikri qo bisa ada disini..?" tanya Vanya pada Fikri yang ikut duduk bergabung setelah menyalami semuanya termasuk Laila.. dan Vanya mendapat pelototan dari Fatan karena lagi-lagi Vanya tanpa dosa memuji pria lain di hadapannya..


"gue sengaja pengen main kesini.." jawabnya..


"qo lo gak suka main ke basecamp gue sih..?" tanya Fatan..


"gue juga sibuk ujian kali.. masa maen mulu..!" jawabnya dengan melirik Laila dengan tersenyum...


Laila hanya nyengir menanggapinya...


Mata Fikri pun beralih ke orang yang duduk bersebelahan dengan Laila.. dan dia pun sedang memperhatikan Fikri....


"ternyata dia kenal Laila juga..??"


kata hati keduanya bersamaan..


Jelaasss.... keduanya sama-sama gak suka...


"Laila.. aku mau ngomong..!"


"hmm?? ngomong apa Fik...?" Laila masih merasa canggung


"kita kesana...!" ajak Fikri menunjuk meja lain


"kenapa gak disini aja...?" pinta Laila..


Fikri diam saja.. namun matanya mengisyaratkan gak mau disini...


"oke baiklah..!" merekapun beranjak berdiri..


Zacky melongo tak menyangka kalau Laila bakal nurutin kemauan pria itu.. di tambah lagi Fikri menuntun tangan Laila bersamanya..

__ADS_1


Zacky mengepalkan tangan dan rahangnya mengeras...


Gue gak rela tangan Laila di pegang cowo lain..!


"woyy.. panas ya bro...??" goda Fatan..


"berisik lo..!"


Fatan dan Vanya malah tertawa kompak..


"sejak kapan Laila kenal sama tu orang..?" menunjuk Fikri dengan dagunya..


"udah lama.. jauh sebelum gue kenal Laila.." jawab Vanya dengan mulut mengunyah snacknya..


"mereka deket...??" Zacky penasaran..


Vanya menelan makanannya cepat


"dia itu dari dulu suka sama Laila..!" sedikit berbisik..


Zacky reflek menggebrag meja yang membuat semuanya terkejut..


Termasuk Laila dan Fikri yang duduk membelakangi meja mereka pun jadi menoleh ke belakang..


"kenapa gak bilang dari tadi.. kalau gue tau.. gue gak bakal ngijinin Laila ikut tu cowok...!" wajah Zacky merah padam menahan kesal..


"sadar diri woy.. kalian kan belum pacaran..!" Fatan mencoba menenangkan..


Zacky terdiam.. memang benar yang dikatakan Fatan.. hubungan mereka memang belum ada kejelasan...


Zacky hanya bisa memperhatikan Laila dan Fikri ngobrol.. karena jaraknya yang cukup jauh Zacky tak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan..


"ngomongin apa sih lama banget...!" dumel Zacky...


"ya ampun.. baru juga 10menit Zack...!" Vanya menggelengkan kepala..


"gue kalo sama Laila 2jam berasa cepet banget dah...!"


"itu mah lo nya aja yang betah...!" Fatan terkekeh dan melemparinya dengan kulit kacang..


Zacky semakin kesal saat ia melihat Fikri menggenggam tangan Laila..


"pengen gue ulek tu orang..!"


Tak berapa lama terlihat Fikri berdiri dan mengacak ujung kepala laila dengan tersenyum..


Zacky makin panaaaasss.....


Fikri melihat raut wajah yang tak bersahabat dari Zacky saat ia kembali menghampiri mereka untuk berpamit pulang..


Tapi senyuman Fikri makin mengembang...


Laila masih duduk di tempat tadi ia bersama Fikri..


Wajahnya tak sesumringah Fikri...


Laila melipat tangannya di meja dan menenggelamkan wajahnya disana..


Zacky dengan cepat menghampirinya yang kini sendiri...


"hey.. kenapa..??"


Zacky mengusap kepala Laila pelan.. dan ia pun mendongak menatap Zacky..


Matanya basah...


Hati Zacky terasa tersayat melihat airmata yang luruh membasahi pipi mulus Laila..


Zacky mendekap tubuh Laila.. tapi perlahan Laila melepaskan pelukannya seakan tak mau di peluk Zacky...


"aku mau pulang....!" katanya yang kemudian berdiri dan pergi meninggalkan Zacky yang penuh tanda tanya..


Vanya dan Fatan hanya bisa melongo melihat Laila berlalu tanpa mengatakan apa-apa padanya..


Mereka berbalik melihat Zacky yang masih duduk di tempat bekas Fikri tadi..


Dan terlihat Zacky diam saja melihat langkah Laila yang semakin menjauh....


Ada apa ini..???

__ADS_1


* * *


bersambung


__ADS_2