Karena Kamu

Karena Kamu
kenangan


__ADS_3

Laila...


gadis berusia 17 tahun murid dari sekolah SMA kelas dua belas yang mulai mendekati ujian akhir..


Laila gadis yang cantik.. dia mempunyai bulu mata lentik yang membuatnya tak membutuhkan bulu mata palsu..


Bibirnya merah alami terlihat sangat manis..


Hanya saja.. Laila sedikit tomboy.. Maklum lah.. Laila tumbuh tanpa seorang ibu.. Waktu nya banyak d habiskan bersama kakak nya Damar..


Jadi gk heran kalo kelakuan nya agak mirip mirip cowok gitu lah...


Rambutnya yang pendek walau tak sependek potongan laki laki selalu di ikat kuncir kuda tanpa poni..


Simple sekali.. namun Laila tetap terlihat sangat cantik..


Selain cantik dia juga tak punya sifat sombong.. Laila di sukai teman temannya karena baik dan tak pemilih, sehingga dia punya banyak teman yang menyayanginya.


Yang lebih penting adalah Laila sangat pintar. Nilai nya selalu memberi kepuasan untuk ayahnya. sehingga membuat orang semakin menyukainya.


* * *


Pagi itu...


"Lailaaa...!"


teriak seorang anak laki laki bernama Fikri memanggil namanya.. ia adalah teman terdekat Laila saat ini..


"Napa si lo.. manggil gue sambil lari lari gitu..?" di lihat nya Fikri yang nampak kelelahan dengan dada naik turun..


"kurang olah raga lo ya..?" tambahnya sambil tersenyum lucu melihat sahabatnya ngos ngosan bernafas tak beraturan..


"duh Leyy.. gawat nih..!"


Laila mendelik dan reflek tangan kanan Laila membekap mulut Fikri.


"ssttttt... kalo di sekolah lo jangan panggil gue pake nama itu..!!"


bisiknya celingukan memperhatikan disekitarnya


"Laila aja.. oke?" lanjutnya dan mulai menurunkan tangan dari mulut Fikri.


"iya sory.. gue lupa"


jawab Fikri dengan nada bersalah.


Fikri mulai mengatur nafasnya mencoba lebih tenang..


"ada apa sih..?"


Laila penasaran karna tak biasanya Fikri se serius itu..


Fikri pun menarik tangan Laila.. membawanya menjauh dari yang lain agar tak ada yang mendengar..Di bawanya Laila ke taman sekolah samping kelasnya..


Fikri pun mulai bicara..


"Beni La.. dia nantangin lo balapan lagi.." katanya dengan wajah gusar.


Laila terkejut dengan sedikit mengangkat alisnya..


tapi sesaat kemudia dia tersenyum kecut dengan bibir menyeringai..


"kayaknya masih penasaran aja tu anak.." gumamnya.


"bilang Fik.. dia jual gue beli..!" lanjutnya mantap menerima tantangan..


Fikri hanya diam dan bermain dengan fikirannya sendiri..


"lo kenapa.. qo mukanya gitu..?" tanya Laila yg melihat perubahan Fikri. "Lo takut..?" tanyanya lagi..


"nggak.. bukan itu.." Fikri ragu ragu.


"terus napa..?"


"La.. kita kan bentar lagi ujian"


"gue takut lo napa napa.." Fikri benar benar mengkhawatirkan hal itu..


"tenang aja.. lo tau kan gue gk pernah gagal?" jawab Laila sambil menepuk bahu Fikri.


"tp kaya nya Beni punya rencana yang lain La..!"

__ADS_1


"gue tau.. orang kaya dia gk mungkin fikiran nya lempeng.."


(lo kate tol cipali kali ah lempeng..)


"tapi lo harus hati hati.. jangan biarin dia main licik.. riwayat Beni di jalanan itu udah jelek dari dulu La.." Fikri punya pirasat buruk untuk tantangan kali ini..


"santuy coy.. gue kan pinter.. gak mungkin gue kalah dari Beni yang gue udah tau kualitasnya.. iya gak..?" tanyanya sambil menaik turunkan alisnya..


"jangan sombong deh lo..!"


jawab Fikri dengan mengusap wajah Laila gemas dan membuat laila membalasnya melakukan hal yang sama dengan tertawa..


"ya udah lah.. gue percaya sama lo"


pasrahnya saat Laila kembali meyakinkannya..


"nah.. gitu dong..!" balas Laila dengan meninju pelan lengan Fikri..


mereka pun kembali ke kelas masing masing


* * *


Malam ini Laila keluar rumah dengan motor sportnya.. Dia menuju lokasi yang di tentukan oleh Beni.


Di perjalanannya Laila merasakan sesuatu yang membuatnya gelisah..


"apa gue takut ya..?" gumamnya dalam hati.


Tapi bukan.. Laila tak pernah takut dengan tantangan semacam ini..


Entah perasaan apa itu, yang jelas dia mantap menerima tantangan Beni malam itu..


Di lokasi..


Beni sudah tak sabar menunggu kedatangan lawannya.. ia berkoar koar merasa dirinyalah yang paling benar..


"ternyata dia pengecut.. dia gk akan datang..!"


teriaknya membuat semua yang ada disana menoleh padanya..


"dia takut sama gue..!" katanya sambil tertawa tawa..


Tambah lagi mendengar ocehan Beni yang membuat telinganya terasa panas..


Tiba tiba..


"Grrrrrrrrr...!!" deru suara motor yang sangat mereka kenali datang dari arah belakang. Kedatangannya spontan membelah kerumunan membuka jalan untuk d lalui motor itu masuk dalam kerumunan.


"Heyyyy... Aleyy.. akhirnya kamu datang juga..!!" seru beni dengan senyum miring dan beranjak dari motornya menghampiri Aleyy.


Ya.. Aleyy adalah Laila..


Di jalanan tak ada yang tau siapa Laila. Dan di lingkungannya.. nama Aleyy itu bukan nama orang.. karena sebenarnya nama Aleyy itu di tujukan untuk motornya.


Hanya saja Laila menggunakan nama itu untuk dirinya di jalanan.. Tentu saja untuk menyembunyikan identitas dirinya.


Kecuali sahabatnya.. Fikri..


dia tau semuanya..


Dia pun melepas helm nya..


triinggggg


(ala ala slowmotion)


Wajah cantik yang selalu membuat orang terpesona saat memandangnya pun membuat Beni sedikit terpaku..


ia benar-benar merindukan gadis itu namun kini dihatinya hanya tersisa dendam..


Aleyy tak pernah memperhatikan setiap mata yang mengaguminya.


"kenapa..?"


tanyanya saat Beni sudah berada dekat dengannya..


"kayanya lo terlalu terburu buru menghadapi kekalahan..!" kata kata Aleyy membuat Beni membuyarkan keterpakuan nya dan sontak membuat dia geram karna di remehkan..


"ahh.. sudahlah.. tunggu apa lagi?"


Aleyy tak mau berlama-lama..

__ADS_1


"kita mulai sekarang..!!" tambahnya yang kemudian memakai helmnya kembali dan menuju garis STAR yang di ikuti Beni di sebelahnya.


Balapan pun di mulai..


Malam yang sepi pun menjadi pecah dengan suara bising motor yang kejar kejaran..


posisi yang imbang membuat deruan itu terdengar saling bersautan..


Di pertengahan rute.. saat melewati jalan yang sepi Beni yang sudah memendam dendam merencanakan untuk mencelakai Aleyy.


Di tendangnya sepeda motor Aleyy dengan kaki kirinya dengan keras..


Karna Aleyy sudah antisipasi untuk keadaan seperti ini.. usahanya pun gagal..


kendalinya yang stabil membuatnya tetap bertahan.


Dan situasi seperti itu malah menguntungkan Aleyy untuk lebih jauh di depan Beni.


Dan akhirnya..


Lagi lagi Aleyy menang dengan sampai ke garis FINIS lebih dulu.


Semua bersorak menyambut kemenangan Aleyy untuk kesekian kalinya... beberapa detik kemudian Beni sampai dengan perasaan kesal dan marah.


"kenapa gue selalu kalah dari cewe kaya dia?" gumam Beni dalam hati dengan memukul kasar helm yang sudah ia lepaskan.


" Denger ya kalian semua..!!" kata Aleyy yg turun dari motor dan melepas helmnya. dan semua orang diam menyimaknya..


"orang ini.." menunjuk Beni yang masih duduk di motornya..


"udah tau dia lemah.. masih aja berani nantangi gue.." semua orang menatap antusias mendengarkan Aleyy bicara.


"tambah lagi beraninya dia main CURANG..!!" di tunjuknya kembali wajah Beni dengan tatapan marah.


"mengalahkan seorang gadis saja harus main curang.. apa dia pantas di sebut laki laki..??" orang orang yang ada di sana pun mulai saling berbisik bisik membicarakan Beni.


Dengan nada santainya.. Aleyy mengatakan kalimat yang fatal untuknya...


"gelar apa ya yg pantes bt dia..?" dengan telunjuk dibibir bawahnya..


"kayanya orang ini lebih pantes di sebut BANCI..!!" lanjutnya dengan sedikit di tekan..


sontak saja membuat Beni terperangah..


sungguh membuatnya marah ruaarrr biasahh...


Beni tidak bisa menahan amarahnya karena kali ini Aleyy sudah membuatnya sangatlah malu... perkelahianpun tak bisa di hindari..


Melihat itu membuat yang lainnya pun malah ikut ribut.. Bukannya melerai, tapi dua kelompok ini semakin tak terkendali..


bak bik bukk


dhung jreeenggg...


Beni terjatuh oleh tendangan Aleyy


Aleyy memang jago bela diri karena memang Damar lah yang jadi gurunya.. hahaha


karena dirasa Beni sudah mulai kalah, Aleyy pun sedikit lengah..


tapi Beni kembali bangkit dengan sebuah pisau kecil di tangan nya..


(tapi bukan piso dapur lho ya)


Fikri yang menyadari itu langsung menarik Aleyy mencoba menghindari serangan pisau yang di arahkan ke Aleyy daaann...


"sreeettt..."


naas pisau itu tak sengaja malah merobek pinggang Fikri..


Aleyy menjerit..


"FIKRIII..!!"


semua menoleh arah suara..


melongo


"jangan lupa like n komen ya.."


"makasih.."

__ADS_1


__ADS_2