Karena Kamu

Karena Kamu
KENALAN 2


__ADS_3

🔥


"maksud kamu apa Vanya..??"


Zacky nampak frustasi dengan situasinya saat ini.. ia mengeratkan kepalan pada buket bunga yang ada di tangannya.. dan itu membuat Vanya gelagapan..


"ya.. ya.. Laila dibawa orang Zack...


itu rencana kalian bukan..??"


Semua terperangah mendengar penjelasan Vanya dan menatapnya tak percaya, bahkan kaki Salma melemah begitu saja..


"sial...!!"


umpat Zacky dengan memberikan buket ditangannya pada Raffa yang masih mematung..


Dia pun segera melesat dengan sepeda motornya


Damar dan Arya langsung berkutat dengan ponsel mereka masing-masing...


"cepat minta bantuan polisi untuk memeriksa hasil cctv di jalan kenanga dan sekitarnya sekarang juga.. cepat lakukan..!!" bentak Damar memerintah pada seseorang disana..


" blokir semua jalan disekitar wilayah sini.. dan cepat hubungi saya kalau ada yang mencurigakan..!"


Kalau perlu kerahkan semua pihak kepolisian..!!"


Arya juga memerintahkan seseorang untuk membantunya..


Situasinya terasa sangat kacau dan begitu serius.. itu semua membuat Vanya semakin bingung..


"ada apa ini..??"


Vanyapun terlihat sangat gelisah


"beb..!" ucap Fatan meraih kedua bahu kekasihnya..


"kita emang pernah bikin rencana konyol.. tapi Zacky menolak dan kita gak pernah bikin skenario penculikan kaya gini..!"


penjelasan Fatan membuat wanita cantik itu menutup mulutnya yang menganga ..


ia tak menyangka jika dugaannya itu yang ternyata membahayakan keselamatan sahabatnya..


"gak mungkin..!" lirihnya yang ikut melemah..


Mendengar semua itu tiba-tiba saja Rahadi merasakan nafasnya terasa sesak..


"putriku..!" pekiknya dengan memegangi dadanya yang terasa semakin sakit sebelum.akhirnya ia benar-benar jatuh pingsan..


"Ayah..!!" teriak Nadia dan Bagas bersamaan yang melihat Rahadi ambruk ditempat..


Mereka semakin panik dan bersama-sama membantu Rahadi untuk segera membawanya ke rumahsakit..


Fatan dan Raffa segera menyusul kearah Zacky pergi dengan berboncengan..


Sedangkan Bayu ikut menyusul dengan mobil milik keluarga Zacky..


* *


"kurang *jar.. ternyata mereka memblokir semua jalan..!" ucap dari salah satu penculik Laila dengan meninjukan kepalan tangannya pada telapak tangannya yang lain..


Dihadapan mereka nampak ada razia dadakan yang mereka yakini tugas polisi itu memang ditujukan untuk mencari mereka..


"terus gimana ini..?" tanya seorang yang mengemudikannya


"kita lewat jalan itu saja..!" perintahnya menunjuk kesebuah jalan sempit..


Dan tiba-tibanya mereka membelokkan mobil ke jalan sempit malah mengundang perhatian polisi disana..


Arah jalan yang berlawanan membuat polisi kesulitan untuk mengejar karena memang jalanan itu sudah mulai macet dengan razia yang tengah mereka lakukan..


Akhirnya mereka kehilangan jejak..


Laporan kecurigaan mereka pun sampai ke telinga Zacky dan semakin membuatnya frustasi..


"sialan..!! sebenernya siapa mereka..!"


Zacky mengacak rambutnya kasar dengan segala kekesalannya..


"lo tenang dulu Zack.. kita harus berfikir jernih buat cari cara lain..! kita gak punya petunjuk apa-apa, hp Laila juga ada dimobilnya,, mau nyusurin semua jalan juga percuma Zack.. " ucap Fatan yang berhasil menyusul Zacky yang tengah berhenti di tepi jalan..


"gimana gue bisa tenang hah? sedangkan Laila disana dalam bahaya..?" bentaknya dengan menarik kerah Fatan yang nampak bersikap setenang mungkin menghadapi pria yang terlihat sangat kacau dihadapannya..


"udah Zack.. tenang dulu..!!" lerai Raffa menenangkannya..


"kita gak punya pilihan selain menunggu laporan selanjutnya dari polisi..!" ucap Fatan menepuk bahu Zacky yang semakin terlihat berantakan..


"HAH...!"


teriaknya seolah meneriaki langit..


* * *


Perlahan Laila membuka mata dan mengerjap untuk menyesuaikan cahaya yang masuk dalam matanya..


"aarrgghh....!"


pekiknya saat ia mencoba bangun dengan memegangi tengkuknya yang terasa berat dan sakit..


"dimana ini...??" gumamnya dengan menyapukan pandangannya mengelilingi tempat asing tempat kini ia berada..


Nampak dari gorden jendela yang sedikit terbuka, Laila melihat kegelapan.


Berarti hari telah malam...


Entah berapa lama ia tak sadarkan diri, Laila tak mengingat apapun setelah usahanya berontak dari beberapa orang yang menyekapnya sebelum akhirnya mereka memukul tengkuknya hingga ia tak berdaya..


Sebuah kamar yang terlihat sangat rapi berhiaskan lukisan bunga iris biru yang berbingkai besar dan cantik..


Laila mencoba mencari tau dimana saat ini ia berada, dilihat dari dekorasi kamar itu nampaknya orang yang memiliki tempat itu tau betul kesukaannya..


tapi dari cara mereka membawanya kesana, Laila berfikir tujuan orang itu bukanlah niat yang baik..


ceklekk


Suara kunci dari handel pintu terbuka membuat Laila mengurungkan niatnya untuk bangun dengan kembali berpura-pura tertidur..


Dia ingin tau siapa yang membawanya ke tempat asing itu..


Orang itu masuk dan derap kakinya terdengar mengarah ke tempat tidur yang ia tiduri..


Jantungnya berdebar.. ingin sekali ia mengintip namun khawatir akan menimbulkan kecurigaan..


Hidung pekanya mencium bau makanan yang nampaknya orang itu bawa, dan Laila sangat mengenal harumnya makanan itu..


cake coklat


gumamnya dalam hati..

__ADS_1


Orang itu duduk di tepi tempat tidur dan terdengar berbicara sendiri..


"Cantik..!" ucapnya yang membuat Laila membayangkan dari suara pria itu pasti tengah menatapnya..


"pantes aja si bos ngebet banget.. cantik banget gini.. gue juga mau deh.. ck..ck..ck..!


gue kawinin aja kali ya.. xixixi" ia cekikikan sendiri dan membuat Laila terasa mual mendengar ucapan pria itu.


Ingin sekali ia menonjok mulut pria itu namun masih ia tahan selama orang itu tidak berbuat macam2..


Laila sedikit mengintip saat pria yang membelakanginya itu memainkan ponsel ditangannya..


"halo bos..!" ucapnya menyapa seseorang yang ia hubungi..


"gue udah dapetin kue yang bos minta, tapi cewek ini masih belum sadar,, gimana bos..?" tanyanya dengan melirik Laila yang kembali berpura-pura terpejam..


orang yang menyuruhnya ternyata tau makanan favorit aku..


gumamnya lagi masih dalam posisi yang tak berubah


"Oke..!" jawabnya setelah orang disana mengatakan sesuatu kepadanya..


ia pun meletakkan kue yang ia bawa dan hendak keluar dari ruangan itu..


Tanpa ingin membuang waktu, Laila segera bangun dengan menahan rasa sakitnya..


Namun pergerakan Laila yang lamban membuat orang itu curiga dan berbalik..


"mau kemana lo..?" bentaknya mendekat dan melayangkan tangannya untuk menampar Laila..


Namun kesigapan Laila menahan tangan kasar itu membuatnya mengaduh saat tangannya dipelintir kebelakang..


"cewek sialan..!!" ia mengumpat disela kesakitannya..


Sekuat tenaga Laila memukul tengkuk pria itu dengan sikutnya sangat keras dan dia pingsan seketika..


Laila menggerogohi setiap saku orang yang menyekapnya itu untuk mencari ponsel..


Dengan tangan gemetar Laila menekan sebuah nomor setelah ia mendapatkan ponsel pria jahat itu..


nuut.. nuut.. nuut..


"cepet angkat.. ayo doong..!" gumamnya menunggu panggilannya yang tak kunjung diterima..


*


Hasil pantauan polisi belum mendapatkan kemajuan, dan itu membuat Zacky seolah tak punya arah..


Sang Papa menahannya dirumah untuk menghindari hal yang membahayakan untuk putranya dan menyerahkan semuanya pada polisi..


Dengan malas Zacky meraih ponselnya yang tergeletak begitu saja dilantai samping ia terduduk bersandarkan pintu kamarnya..


"halo..!" ucapnya lemah seperti tak ada kekuatan..


"Zacky...tolong aku..!" balas sipenelepon dengan suara yang bergetar


"Laila..??"


suara orang yang ia cintai bagai sebuah mantra yang dengan cepat menguatkan kakinya.. ia langsung terperanjat bangun dengan penuh semangat..


"kamu dimana sayang..??" tanyanya sama bergetarnya dengan suara Laila..


"aku gak tau.. tapi sepertinya aku ada disebuah perumahan dan ada taman bermain didekat sini.." jelasnya dengan mengintip keluar jendela masih dengan gemetaran..


"baiklah aku akan cari tau.. tapi kamu baik-baik saja kan..??"


"aku... aku... (ucapnya berjeda)


"iya sayang, tunggu aku..!!" balasnya dengan terburu-buru dan segera mengajak Bayu beserta semua anak buahnya juga melibatkan anggota kepolisian...


ia tau kalau saat ini Laila tengah ketakutan...


Dari hasil penelusuran melalui ponsel yang Laila gunakan akhirnya mereka menemukan titik terang..


Posisi Laila ditemukan dan mereka bergegas menjemputnya..


Namun Laila terkejut saat orang yang baru saja ia tumbangkan ternyata sadar dengan cepat dan merebut ponsel miliknya yang ada ditangan Laila..


"dasar cewek sialan..!!"


penganiayaan pun tak dapat dihindari,, sebisa mungkin Laila membela dirinya yang masih terasa lemah..


ia dipukul, ditendang bahkan dijambak..


"lo berani lapor polisi hah..?" ucapnya marah dengan tangan meremas rambut Laila dengan kasar..


"cepat atau lambat, lo sama bos lo itu pasti membusuk di penjara..!"


ucap Laila dengan senyum kecutnya..


plaakkk..


ia kembali mendapatkan tamparan kuat dan Laila merasakan kepalanya teramat berat dan perlahan pandangannya terlihat kabur,, ia pun kembali tak sadarkan diri..


"dasar cewek *******,,!"


umpatnya lagi sebelum ia melarikan diri karena ia yakin polisi sudah mencium keberadaannya..


"maaf bos.. kali ini gue gagal..!"


ucapnya sebelum ia memusnahkan ponselnya..


*


"jaringannya terputus.. sepertinya ponselnya sudah dihancurkan..!"


Raut kecewa terlihat jelas di wajah Zacky dan yang lainnya saat mereka sudah berada dikawasan perumahan tempat Laila berada.


Tapi perumahan seluas itu tak mungkin mereka mencari dari pintu ke pintu..


Di tengah kebingungan, Zacky teringat sesuatu..


"tunggu..!!"


semua menoleh padanya..


"Laila bilang didekat rumah itu ada taman bermain..!"


Semuanya pun langsung mengerti dan mulai mencari tempat yang Zacky maksud..


Pilihannya hanya dua, antara kanan atau kiri dari tempat bermain itu, dan mereka meyakini.sebuah rumah yang digunakan untuk menyekap Laila..


Namun banyak keanehan dalam rumah itu. Bahkan pintunya saja tidak terkunci..


Sepi..


Rumah itu sepi sekali..

__ADS_1


Namun mereka tetap berhati-hati, tak ada yang tau mungkin saja itu hanya jebakan..


Tapi tidak..


Mereka benar-benar menemukan Laila yang tak sadarkan diri disebuah kamar dilantai dua dan tak ada jebakan sama sekali..


Aneh.. itu yang ada difikiran mereka..


Apa motif dari penculikan Laila ini..??


begitu fikir mereka..


"Laila..!!"


Zacky mendekap tubuh lemas Laila dan segera melarikannya kerumahsakit.


Rumah itu pun menjadi bahan penyelidikan polisi..


* * *


Tetes demi tetes cairan infus mengalir dengan halus kedalam tubuh Laila..


Zacky menggenggam dan memeluk kepala Laila dengan mengatakan


"jangan takut.. ada aku disini..!"


dengan mengecup puncak kepalanya saat tubuh Laila bergerak gelisah menandakan ia tengah bermimpi buruk dan Zacky senantiasa selalu setia menemaninya..


Perlahan Laila membuka mata namun tubuhnya terasa berat saat ia mulai menggerakkan..


ia menoleh kearah pemilik tangan yang mendekap tubuhnya


ia menatap dan perlahan jemarinya menyentuh wajah itu dengan lembut..


Posisi yang berada dalam satu bantal membuat wajah mereka sangat dekat..


Ia pun mengerjap dan melepaskan pelukannya untuk mengusap matanya yang terasa perih..


"sayang.. kamu sudah bangun..?" tanyanya saat mendapati wajah wanita yang dicintainya tengah tersenyum setelah matanya sudah benar-benar terbuka..


Laila mengangguk masih dengan senyum termanisnya..


"kamu haus?? aku ambilkan minum ya..!" ia menawarkan dan beranjak bangun untuk turun dari tempat tidur Laila..


"aku gak mau..!!"


geraknya pun terhenti dan kembali menoleh


"kamu mau apa..? aku akan berikan..!" balasnya dengan senyum yang amat Laila sukai..


tanpa mengatak yang ia inginkan, Laila menarik kerah baju Zacky dan membawanya mendekat untuk ia berikan sebuah ciuman manis untuk kekasih tercintanya..


Zacky membelalakkan matanya terkejut dengan yang Laila lakukan saat ini, namun akhirnya ia membalas dengan kelembutannya..


Mereka menutup mata dan saling menyalurkan rasa kerinduannya satu sama lain..


Cukup lama ia menahan untuk melakukan ini.. tapi dengan sadarnya sang kekasih, seolah wanita pujaannya itu tau apa yang ia inginkan..


"makasih..!" ucap Laila lirih saat pagutan mereka telah terlepas..


"makasih untuk apa??" balasnya dengan meraup wajah Laila yang masih terbaring..


"untuk semuanya..


waktu kamu, tenaga kamu dan juga perhatian kamu.. aku berterimakasih untuk semua itu..!" ucapnya dengan meluruhkan airmatanya..


Zacky hanya tersenyum dengan mengusap lelehan air mata disudut mata Laila..


"maafkan aku Zacky... begitu banyak yang kamu korbankan buat aku.. tapi aku ngerasa mungkin aku gak bisa____.!"


"sshhtt...!" potongnya dengan meletakkan telunjuknya di bibir Laila..


"apapun yang aku lakukan, semua itu karena kamu adalah wanita yang aku cintai..! dan apapun yang terjadi,, aku gak akan pernah nyalahin kamu...." ucapnya dengan mengecup kening Laila..


"jadi jangan minta maaf..!"


"tapi aku takut gak bisa menghindari per_____"


"perjodohan..??" tebaknya yang membuat Laila mengangguk dengan wajah sedihnya..


Zacky menghela nafas dan nampak berfikir..


Ya.. dia memang berfikir..


berfikir bagaimana caranya merangkai kata untuk menjelaskan pada Laila..


"kenapa..??" Laila menherutkan keningnya..


"emmm... begini sayang..!" ucapnya dengan membatu menata bantal agar Laila menegakkan duduknya..


"kamu mau janji sesuatu..??"


"janji apa..?" Laila semakin bingung


"janji jangan marah..!"


Laila tersenyum kecut.. apa maksudnya ini? kata batinnya..


"baiklah.. aku janji..!" jawabnya dengan tersenyum lembut..


"oke.."


Zacky berdiri dan merapikan pakaiannya dengan menyisir rambutnya asal-asalan dengan jari tangannya..


Laila menahan tawa melihat kelakuan konyol kekasihnya..


mau ngapain sih? gumam hatinya


Zacky berdehem dan mulai mempersiapkan setiap kalimatnya..


"nona Laila..!" sapanya dengan sopan


"apa..??" jawabnya meledek


"ekhemm..!" Zacky berdehem lagi dan Laila tertawa..


"tenang dulu..!" ucap Zacky menurunkan sikap formalnya..


"iya.. iya.. ayo lanjutkan..!" Laila menyilangkan salah satu tangannya dengan menopang dagunya menggunakan tangan yang lain dan bersiap menyimak kalimat selanjutnya..


"nona Laila..!" ucapnya lagi..


"hmm..!!"


"a..aku.. akan memperkenalkan diri..!"


Laila merapatkan bibirnya menahan tawa yang hampir kembali pecah

__ADS_1


"Laila.. orang yang ayah kamu jodohkan dengan kamu itu adalah aku. Namaku ZACKY ARYATAMA PUTRA...!"


"apa..?"


__ADS_2