
Damar merasakan sesuatu yang berbeda dari Laila. Dia pun beranjak menuju kamar adik gadisnya di lantai dua.
Karena masalah privasi Damar agak ragu untuk masuk ke kamar Laila tanpa izin.
Tapi... dari pada terjadi sesuatu yang tak di inginkan, Damar pun memberanikan diri masuk kamar Laila..
Kamar adek sendiri ini.. fikirnya
Dan betapa terkejutnya dia saat melihat keadaan Laila..
"ya ampuuuun...!!."
Pemandangan kamar yang tak normal bagi seorang gadis.
Selimut semerawut gak jelas , bantal dan guling berjatuhan dibawah tempat tidur. Dan si kuncen nya tidur pulas tengkurep dengan kaki berada di tempat yang semestinya untuk kepalanya..
Damar mengusap wajahnya kasar..
"apa kaya gini tidurnya anak gadis yang feminin dan lembut??" gumamnya..
Dengan hati hati dia membenahi posisi tidur Laila yang gak jelas judulnya itu..
Dia pun memindahkan ponsel Laila yang nyaris tertindih oleh tubuhnya sendiri..
Saat Damar meletakakn ponsel Laila di meja rias, ponselnya pun bergetar tanda pesan masuk.
Damar melihat di layar depan nya sebuah pesan
Bintang:
apa kau sudah tidur?
"bintang?? siapa bintang??"
Damar bertanya tanya..
* * *
Laila terbangun dan di lihatnya jam kecil dekat tempat tidurnya. Waktu menujukan pukul 01.26
Dan Laila pun merasa perutnya perih..
Karena sudah lewat tengah malam dan matanya pun masih ogah ogahan buat melek, dia pun kembali tidur mengabaikan cacing2 di perutnya yang sudah merajuk.
Pukul 05.40
Laila terbangun..
Kepalanya pusing dan terasa sangat berat. Dirasanya perut yang mulai mual. Laila pun sedikit berlari menuju kamar mandi.
Dan...
hueekk..
Laila mencoba memuntahkan isi perutnya. Tapi tak ada yang keluar. Hanya cairan yang terasa asam dan pahit di mulutnya.
Laila terduduk lesu di tempat tidurnya dengan memegangi perutnya yang masih mual..
tok tok tok
"dek...??"
terdengar suara Damar memanggilnya..
"masuk ka..." katanya lemah..
Damar pun masuk dan mendekat
"kamu pucet banget dek..??"
"kamu sakit..?" di rabanya kening Laila yang dirasa bukan demam.
"akuu...
hueekk...:"
Laila pun kembali ke kamar mandi. Damar menyusul tapi Laila mengunci pintunya. Damar pun menunggunya diluar dengan cemas dan sedikit curiga, kemudian dia memanggil bi ani.
Laila keluar.. dia nampak lebih lemas dari yang tadi.
"kamu kenapa dek..?" tanya damar dengan muka kuatir. Dibaringkan nya Laila dan menyelimutinya.
Bi ani masuk dengan minyak gosok dan sebuah uang logam di tangannya..
"hoalaa.. non Laila ini kaya orang nyidam aja" katanya dengan tersenyum lucu
Damar memandang Laila sedikit mendelik. Dia menyuruh bi ani untuk keluar kamar..
"Panggil dokter.. cepat!" Bi ani heran dengan tuan mudanya, dia kan cuma bercanda ko mukanya setegang itu. Bi ani memang suka bercanda beda dengan bi tati yang sedikit kaku.
"dek..??"
"apa??" Laila sulit mengartikan raut wajah kakaknya.
Di raihnya kedua bahu laila yang kini sudah duduk bersandar pada bantal..
"apa yang terjadi sama kamu? jujur sama kaka??" tanyanya sedikit frustasi
Laila memutar ulang ingatannya kemarin.
Oh Tuhan.. apa kakanya tau kalau kemarin Zacky mencium nya? pasti dia akan marah!!
Laila pun bingung menjawabnya karena kalau berbohong juga percuma. Kalau damar tau dari orang lain malah tambah masalah. walaupun saat ini belum ada yang tau..
"maaf ka.. aku belum sempet cerita.."
Laila menunduk
"jujur sama kaka..!" tanyanya gk sabaran...
"mm..... sebenarnya aku dan Zacky____"
"APA??? siapa Zacky?? dia harus tanggung jawab sama kamu..!" Damar pun emosi
"heuuhhh?????"
__ADS_1
tanggung jawab apa maksudnya coba??
"tanggung jawab apa si ka?? kemarin dia hanya menciumku..!" cerocos Laila
"hah? cium?"
Damar melongo..
Dokterpun datang dan langsung memeriksa Laila. Diapun menuliskan resep yang kemudian diberikan pada Damar.
"Gimana keadaan Laila dok??" penasaran
"kemarin Laila tidak makan ya?" tanya dokter yang melirik Laila dan tersenyum
Laila mengangguk..
"pak Damar.. asam lambung Laila naik. Lain kali Laila jangan sampai telat makan.." katanya masih dengan senyum ramah.
"jangan lupa jauhin makanan pedas asam dan kopinya ya Laila..
Oh satu lagi, jangan stres yah..!" pesannya..
Laila hanya mengangguk tanda patuh..
Bi ani pun mengantar dokter keluar.
Damar menghela nafas lega..
Dia pun mendudukan dirinya dekat Laila..
"jadi cuma maag yang kambuh?" katanya dengan memandangi kertas resep obat di tangannya.
"OOOHH... jadi kaka pikir aku ngapa2in sama Zacky ya?" Laila menendang nendang Damar kesal..
Damar tertawa..
"kaka pikir kamu udaahh___"
"kaka jahat.. jahat..!"
Laila berlajut menimpukinya dengan bantal.
Damar masih tertawa tawa..
Bagaimana mungkin dia bisa kecolongan fikirnya.
Tapi kemudian wajahnya berubah serius
"siapa Zacky..?"
Laila pun menghentikan aksinya..
"mm.. temen kuliah ka.." sedikit canggung
Teman pria? sejak kapan? akhir2 ini aku terlalu sibuk sampai tak tau perkembangan Laila. Apa karena ini dia stres? Fikiran Damar sudah seperti bianglala..
"kenapa kamu gak suka cerita dan sekarang tiba2 dia udah cium kamu..??"
"apa yang mau diceritain? semuanya terjadi gitu aja.. lagian kaka mana ada waktu.." katanya cemberut
"maafin kaka ya..."
"ehh.. kalau dia udah berani nyium adeknya kaka berati kalian sudah dekat dong..?" dicoleknya hidung Laila..
"Laila gak tau ka.. bingung!"
Damar mengerti apa yang ada di fikiran adiknya..
"ya sudah lah.. kamu istirahat aja dlu. gak usah kuliah.. nanti kaka telfon ayah bt jelasin.." dikecupnya kening Laila dan pergi ke apotik..
* * *
"WHAT..??"
semua mata mengarah pada Vanya yg sedang melongo menatap ponselnya..
krik
krik
krik
Vanya nyengir saat tau semua mata melihatnya dengan tanda tanya di setiap kepalanya..
"kenapa beb..?" tanya Fatan yang duduk bersebelahan dengan Zacky. Ada Rafa dan Dani juga disana. karena mereka memang sedang berkumpul.
"em.. antrin aku ke rumah Laila yuk.." pintanya pada Fatan..
"emang napa beb..?"
Zacky masih menyimak
"Laila sakit.. sekarang dia gak kuliah.." yang kemudian di angguki sang kekasih. Gak mungkin juga kan dia nolak.. bisa keluar tanduk tu cewe..
"gue ikut...!!"
Zacky langsung bediri dan menyambar jaketnya.
Sesaat mereka bengong..
yakin ikut..???
Tapi akhirnya ya syudahlah okehkan saja. Mereka pun menjuju parkiran bersama.
Ditengah perjalanan Vanya meminta Fatan memberhentikan motornya di depan sebuah toko kue.
Vanya masuk dan Fatan mengekorinya begitu juga Zacky.
"beli kue buat Laila beb??" tanya Fatan.
"ya iya lah.. masa buat kamu" jawabnya tanpa menoleh ke arah Fatan.
"ya kali aja aku mau di beliin juga.." ngarep dia..
"ntar aku beliin kalo kamu sakit.." Vanya mencubit pipi kekasihnya...
__ADS_1
"caelaah.. pengen di beliin kue sama pacar aja harus nunggu sakit dulu, apes banget dah gua.." gerutunya..
Vanya malah sibuk memilih kue yang berjajar rapi di hadapannya..
Dan pandangannya tertuju pada sebuah kue full coklat..
"INI..!!"
katanya berbarengan dengan Zacky menunjuk kue yang sama..
"Lho ko lo tau selera Laila..?"
"yaa.. suka aja liat kuenya!" Zacky jawab sekenanya..
Setelahnya mereka kembali ke tujuan awal.. rumah Laila
* * *
Setelah memasuki gerbang mereka turun dari motor. Pemandangan langka seperti ini membuat bi ani dan bi tati mengintip dari jendela.
"siapa tu bi?" tanya bi tati
"itu non Vanya.. kalau yang laki2 bibi juga gak tau ti..." jelas bi ani yang memang sudah mengenal Vanya.
"ganteng ganteng yo bi?"
"ssttt.. jangan berisik!" karena bi ani melihat mereka yang sedang mengarah kesana.
Belum juga Vanya mengetuk pintu.. bi ani sedah membukakannya...
"hai bi... Lailanya gimana bi?"
"eh non Vanya.. itu non Laila nya ada di kamar lagi istirahat.."
"oh.. kalo gitu aku masuk ya bi..!"
"tapi non...?" bi ani melirik ke arah dua cogan samping Vanya. Dia tak berani memberi izin laki2 masuk kamar Laila. Apalagi Damar sedang keluar ada urusan bisnis.
"Oh.. gak pa pa bi.. mereka juga temen Laila ko" Vanya mencoba memberi penjelasan..
Akhirnya bi ani setuju dan mempersilahkan mereka masuk.
Zacky mengangguk sopan saat melewati bi ani yang disertai senyuman..
Bi ani langsung jatuh hati....
(berasa pengen kembali ke 30tahun yang lalu tu bi ani)
Vanya membuka pintu kamar Laila perlahan. Dan dilihatnya sang pemilik kamar tengah tertidur. Mereka masuk dengan hati2..
Mata Zacky mengelilingi isi kamar Laila yang bercat putih dan biru tua..
Terlihat rapi dan aroma kamarnya pun segar.
(untung tadi pagi udah diberesin bi tati)
Zacky menatap Laila yang masih terpejam. Tanpa riasan saja cantiknya udah bertebaran.
Vanya meletakkan kue yang ia bawa di meja rias Laila..
"gak tega juga kalo harus dibanguni.." Vanya sedikit kecewa karena tak bisa ngobrol..
"ya udah.. nanti kamu kesini lagi aja beb. kasian tu Lailanya lagi istirahat.." bujuk Fatan dengan sedikit berbisik..
"ya udah deh.." dengan terpaksa Vanya beranjak keluar.
"mmm... Vanya.."
Vanya bebalik dan dilihatnya Zacky seperti ingin mengatakan sesuatu..
"gue disini dulu sebentar ya.. bentar aja" pinta Zacky..
Vanya melirik Fatan yang merangkulnya dan di balas anggukan darinya..
"okehh.." jawabnya yang kemudian keluar kamar Laila.
Zacky duduk samping Laila yang masih tertidur. ia ingin menatap Laila lebih dekat.
Di genggamnya tangan Laila dan mengusap lembut pipinya.
Laila hanya menggeliat merubah posisi.
Dari luar terdengar deruan suara mobil datang dan itu mobil Damar.
Di kamar..
entah sadar atau tidak Zacky mengecup kening Laila..
Laila membuka matanya dan tersenyum..
"andai ini bukan mimpi!" katanya dengan senyuman
Zacky pun membalas senyumnya
Tiba tiba Vanya membuka pintu kamar dan mengejutkan mereka.
"Zacky.. cepet keluar..
Ka Damar dateng..!!"
Reflek Laila menatap orang yang menggenggam tangannya..
"ternyata ini bukan mimpi..???"
melongooo....
bersambung.....
* * *
*tunggu kelanjuatannya..
jangan lupa like
komen
__ADS_1
n vote yaaaa... maachiwww*..